Dive Into You

Dive Into You
KOMENTAR JAHAT


__ADS_3

Fely memergoki Caraka yang sedang memainkan ponselnya. Melihat dari ekspresi Caraka, Fely yakin bahwa cucunya itu sudah membaca berita yang sedang beredar. Seberapa keras dirinya menyembunyikan berita itu dari Caraka pasti suatu saat akan ketahuan juga. Saat ini mereka cukup aman karena masih di Singapura tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka pulang ke Indonesia.


"Kamu udah lihat beritanya, Ka?" tanya Fely hati-hati.


"Udah, nenek ga perlu khawatir ya biar Caraka yang beresin semuanya," jawab Caraka.


"Kamu mau ngapain? Udah ga ada yang perlu kamu lakuin, yang penting istirahat biar kondisi kamu membaik terus kita bisa pulang."


Entah apa yang akan dilakukan Caraka, tetapi Fely menolaknya keras. Dirinya tidak mau tindakan yang akan dilakukan Caraka malah akan menyakiti dirinya sendiri. Menurut dokter, lusa Caraka sudah bisa keluar dari rumah sakit. Tetapi menurut Fely ada baiknya jika mereka berada di Singapura untuk beberapa saat sampai masalah ini mereda.


Di Indonesia beberapa murid di sekolah Gauri mulai membicarakan berita tentang Caraka. Teman dekat Gauri juga mulai menanyakan kebenarannya kepada Gauri. Meskipun mereka bukan artis tetapi fans Caraka dan Mike cukup banyak terutama karena visual mereka yang menawan sebagai seorang atlit. Karena itu pemberitaan ini cepat menyebar sehingga menimbulkan perpecahan antara fans Caraka dan Mike.


Banyak fans Mike yang masih berduka dengan kematian idolanya kini semakin marah melihat berita yang ada. Mereka banyak meninggalkan komentar jahat terhadap Caraka. Gauri tidak habis pikir dengan mereka yang tega meninggalkan komentar jahat seperti ini kepada orang yang sekarang sedang sakit. Hal ini membuat Gauri semakin merindukan Caraka dan ingin berada disampingnya.


"Ri, itu beritanya beneran? Lo harusnya tau dong kan deket sama mereka?" tanya temannya penasaran.


"Engga lah, semua berita itu bohong ... Kak Caraka bukan orang yang kayak gitu," kesal Gauri.


"Santai aja dong Ri, gue kan cuma nanya doang," temannya menenangkan.


"Pokoknya semua berita itu bohong jangan dipercaya."


Gauri terus membela Caraka karena dirinya percaya dan tahu betul kalau Caraka bukanlah orang yang diberitakan banyak media itu. Bahkan sepulang sekolah Gauri hampir bertengkar dengan salah satu murid lain karena hal ini. Untung saja ada Bagas yang kebetulan sedang menjemput Gauri dan melihat kejadian itu didepan gerbang.


"Gauri ... Gauri, sejak kapan lo jadi preman gini heh?" tanya Bagas heran.

__ADS_1


"Kenapa sih, Gauri cuman ngelurusin pemikiran salah mereka, Kak."


"Ga harus sampe berantem dong Ri, kalo mau jangan ditempat terbuka," Bagas tertawa.


"Ih malah ketawa lagi, ngarahinnya juga ga bener nih," ucap Gauri.


"Engga, ya pokoknya ini masalah yang kamu ga perlu ikut-ikutan oke."


Akhirnya Caraka diperbolehkan keluar dari rumah sakit setelah beberapa hari harus dirawat. Kini kondisinya sudah membaik dan dirinya sudah tidak sabar untuk pulang ke Indonesia. Sayangnya Nenek Fely menyarankan Caraka untuk stay dulu di Singapura selama beberapa hari lagi. Alasannya karena kondisi di Indonesia masih belum kondusif. Pemberitaan tentang Caraka masih menjadi bahan pembicaraan banyak orang.


Awalnya jelas Caraka menolak saran dari neneknya itu. Tetapi memaksa untuk pulang juga tidak akan membawa keuntungan apapun, melainkan merugikan orang-orang disekitarnya karena pemberitaan ini. Jadi Caraka menyetujui itu tetapi dengan syarat hanya lima hari, setelah itu apapun yang terjadi dia harus pulang ke Indonesia. Caraka juga tidak mau dicap pengecut jika terus bersembunyi.


Mereka pun akhirnya pulang ke apartemen yang disewa Fely selama ini dirinya berada di Singapura. Karena urusan bisnis yang sangat penting Surya pulang duluan ke Indonesia. Kini Caraka hanya ditemani nenek dan asisten neneknya saja. Di kamarnya Caraka mencoba menghubungi Bagas untuk memberitahukan kalau dia baik-baik saja dan perlu berada di Singapura untuk beberapa hari sebelum pulang ke Indonesia.


Selain Bagas, Caraka juga mencoba menghubungi Gauri. Dirinya yakin saat ini Gauri juga khawatir terutama dengan pemberitaan ini. Melihat dari kepribadian Gauri, Caraka yakin kalau sekarang Gauri sedang sibuk memberitahu orang-orang kalau pemberitaan itu tidak benar. Tebakan Caraka tepat, setelah pulang sekolah Gauri bahkan masih sibuk membalas komentar jahat dengan membela Caraka.


"Halo, Ri."


Mendengar suara Caraka setelah sekian lama cukup menenangkan Gauri yang khawatir seharian, "Halo, Kak .... "


"Gue ganggu ga?" tanya Caraka.


"Engga kok, Kak ... lo masih dirawat? sekarang gimana, masih sakit?" khawatir Gauri.


"Aman ... gue udah keluar dari rumah sakit, tapi belum bisa langsung balik Indonesia," jawab Caraka.

__ADS_1


"Berita itu ... gue udah kasih tau orang-orang kalo itu ga bener," ucap Gauri.


"Jangan gitu Ri, kamu yang cape. Kita gabisa berhentiin pemikiran buruk orang tentang kita," jelas Caraka.


"Tapi gue .... "


"Empat hari lagi gue pulang, nanti kita ngobrol oke."


"Oke." Gauri menutup teleponnya.


Gauri sedikit tenang setelah mendengar suara Caraka yang terdengar baik-baik saja. Caraka bahkan masih mengkhawatirkan dirinya. Tetapi tetap saja Gauri tidak bisa diam mendengar ada yang menjelekan Caraka apalagi didepan matanya. Gauri harus mulai fokus karena ujiannya akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Kalau sampai dirinya tidak bisa mengerjakannya dengan baik akan banyak orang yang kecewa termasuk Caraka.


Kebetulan di apartemen yang di sewa Fely terdapat kolam renang. Caraka yang merasa tubuhnya sudah cukup baik mencoba untuk berenang disana. Ketika pertama masuk semua masih baik-baik saja tidak ada yang mengkhawatirkan. Tetapi ketika dirinya mulai berenang rasa tidak nyaman itu kembali muncul diikuti dengan dadanya yang terasa sesak.


Tidak ingin memaksakan akhirnya Caraka naik dan duduk dipinggir kolam renang. Caraka masih kebingungan kenapa dirinya masih merasakan hal ini padahal dia merasa tidak ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya. Jika terus begini Caraka khawatir dengan kelangsungan karirnya sebagai atlit renang. Banyak orang yang menaruh harapan padanya, juga masih banyak yang ingin dia capai.


Fely ternyata melihat Caraka dari jauh, dan sengaja membiarkan Caraka mencoba berenang lagi. Tetapi melihat cucunya itu tampak kecewa Fely pun menghampiri Caraka.


"Ka ... kenapa?" tanya Fely sambil duduk disamping Caraka.


"Aku gatau apa masih bisa berenang lagi Nek," jawab Caraka.


"Jangan dipaksain, pelan-pelan. Sesi konsultasi kamu sama dokter kan bahkan belum dimulai," jelas Fely.


"Aku gapunya banyak waktu Nek, masih ada beberapa kejuaraan lain yang harus aku ikutin."

__ADS_1


Sambil memegang pundak cucunya Fely berkata, "Hal yang terburu-buru tidak akan menghasilkan hal yang baik."


__ADS_2