
Besok paginya ternyata sudah ada Bagas yang menumpang sarapan dirumah Gauri. Kedua orangtuanya pergi keluar kota sehingga tidak ada yang menyiapkan Bagas sarapan. Selain itu juga agar bisa sekalian mengantar Gauri ke kampus. Acara kejuaraan renang yang akan diadakan di Jakarta akan dilangsungkan sebentar lagi jadi Bagas sering berangkat pagi untuk latihan.
"Pagi-pagi kesini cuma numpang sarapan doang?" tanya Gauri.
"Kan sekalian nganter lo ke kampus entar, oh iya pas gue ikut kejuaraan lo mau dateng ga?" tanya Bagas.
"Harus banget nih?" goda Gauri kepada kakak sepupunya.
"Terserah sih ... masa lo gamau jadi saksi kemenangan gue sih, Ri?" sombong Bagas.
"Iya deh nanti liat jadwal kuliah gue dulu," ucap Gauri.
Setelah berpamitan kepada Citra, Bagas dan Gauri pun berangkat. Dijalan Bagas menyalakan radio untuk mengetahui update terkini kota Jakarta. Gauri hanya sibuk mengobrol dengan temannya melalui ponselnya. Ternyata ada berita mengenai kejuaraan renang se Asia mendatang yang akan diadakan di Jakarta. Tetapi yang cukup mengejutkan nama Caraka dan Mike ikut disebut disana.
Kedua nama itu disebut sebagai dua nama yang selalu ada didalam jajaran perwakilan yang menjadi andalan Indonesia. Bahkan ada pernyataan "Bisakah Indonesia menjaga kejayaannya tanpa kedua nama tersebut". Mendengar itu Gauri sedikit melihat ekspresi Bagas. Dapat terlihat dengan jelas ekspresi kekecewaan pada dirinya. Kecewa karena kedua temannya itu sekarang tidak ada, juga kecewa pada pandangan masyarakat yang belum mengakui kemampuannya.
Disaat yang sama Bimo juga membaca artikel yang terkait kejuaraan itu dan mengirimkannya kepada Caraka. Caraka yang membacanya kembali teringat perjuangannya bersama Mike dan Bagas. Tetapi dirinya yakin kini Bagas akan melanjutkan masa jaya mereka. Caraka yakin dengan kemampuan Bagas, dirinya pun sudah memberitahukan pelatihnya tentang itu.
__ADS_1
Sampai di kampus Gauri bertanya apakah Bagas baik-baik saja. Bagas meyakinkan Gauri kalau dia baik-baik saja, dan akan memenangkan kejuaraan ini. Dirinya tidak akan mengecewakan pelatihnya juga kepada Caraka dan Mike. Gauri lega mendengar Bagas yang optimis dan semangat akan memenangkan kejuaraan itu. "Gue pasti dateng kok, lo tenang aja." Gauri berjalan kedalam kampus.
Hari ini ternyata pengumuman siapa saja yang terpilih untuk interview BEM tahap satu dikeluarkan di mading masing-masing jurusan. Mila memberi kabar kepada Gauri melalui pesan kalau dirinya dan Gauri lolos penyaringan tahap satu. Interviewnya akan diadakan hari ini pukul lima sore. Alasan hari pengumuman dan interview yang bersamaan adalah agar para mahasiswa bisa menjawab semua pertanyaan dengan jujur dan tidak dibuat-buat.
"Duh ... mendadak banget sih Interviewnya juga harus hari ini banget," kesal Gauri.
"Biar jawabannya ga dibuat-buat, jadi gue bikin semua di hari yang sama ... " ucap seseorang dibelakang Gauri.
"Tapi kan ... " kata-kata Gauri terhenti lalu menoleh kebelakang, ternyata itu Satrio.
"Gimana ide gue oke kan?" tanya Satrio percaya diri.
Satrio sedikit tersenyum mendengar kata-kata Gauri dan menjawab, "Kalo alesannya bisa gue terima, bisa diadain interview susulan ... kenapa? Lo mau jadi orang yang berhalangan itu?"
"Engga, gue pasti dateng kok." Gauri merasa tertantang melihat kepercayaan diri seorang Satrio.
Sepanjang jalan ke kelasnya Gauri terus komat-kamit dalam hati mendengar Satrio yang begitu percaya diri dengan rencananya itu. Seumur-umur Gauri baru bertemu dengan orang se percaya diri dia. Didepan kelas sudah ada Aura, kakak senior Gauri yang banyak membantunya selama ospek dan menjadi teman sekarang. Gauri kaget melihat Aura disana, karena Aura minggu lalu baru di wisuda jadi tidak ada keperluan lagi di kampus.
__ADS_1
"Kak Aura disini ada apa?" tanya Gauri heran.
"Besok ada pembukaan cafe ku, dateng ya ... bawa semua temen-temen kamu biar rame," ucap Aura.
"Kan bisa chat aku aja gausah sampe repot kesini," kata Gauri.
"Sekalian mau ketemu temen-temen di BEM, katanya hari ini ada interview anggota baru."
Aura dulunya adalah wakil ketua BEM, saat dirinya dan ketua BEM yang dulu mengundurkan diri dari BEM, Satrio naik menjadi ketua. Jadi Aura bisa dibilang cukup mengenal Satrio.
Gauri akhirnya bercerita kalau dirinya ikut mendaftar sebagai calon anggota baru BEM mewakili angkatannya. Dirinya juga lolos tahap penyaringan pertama dan akan di interview sore nanti. Gauri juga tidak lupa curhat tentang kelakuan Satrio yang super percaya diri. Mendengar keluh kesah Gauri, Aura hanya tertawa karena itu adalah keluh kesah yang sama dari dirinya saat dulu berorganisasi dengan Satrio.
Aura menawarkan Gauri bisa masuk lewat jalur orang dalam, tetapi langsung ditolak oleh Gauri. Dirinya sudah terlanjur kesal dengan Satrio jadi Gauri memastikan dirinya akan masuk melalui jalur yang biasa. "Jangan terlalu ga suka sama orang Ri, nanti malah suka gimana?" goda Aura. Gauri langsung risih mendengarnya dan berlalu pergi meninggalkan Aura. "Kak Aura semakin ngelantur mendingan Gauri masuk kelas, dadah ...."
Gauri izin kepada ibunya akan pulang telat karena ada interview BEM. Dirinya juga menghubungi Bagas yang sudah janjian akan menjemput Gauri. Kegiatan interview akan diadakan di sekre BEM dan dimulai kurang lebih 45 menit lagi. Gauri masih menunggu Mila yang masih ada kelas di kantin kampus. Sambil menunggu Mila, Gauri memainkan ponselnya dan memasang headset agar tidak diganggu orang lain. Ini adalah cara yang diajarkan Caraka kepada Gauri dan memang cukup ampuh.
Secara tidak langsung ada beberapa kebiasaan Gauri sekarang yang terbentuk karena ajaran dari Caraka. Berteman dekat selama hampir sepuluh tahun sangat tidak mungkin tidak ada kebiasaan Caraka yang menempel kepada Gauri. Caraka yang introvert biasa menggunakan cara memasang headset ini jika ada di lingkungan orang-orang yang tidak membuatnya nyaman dan menghalangi mereka menganggunya.
__ADS_1
Tidak lama Mila mengirimkan pesan kepada Gauri untuk bertemu di sekre BEM saja. Jarak kelasnya dan sekre BEM lebih dekat dibandingkan Mila harus ke kantin dulu lalu kembali ke sekre. "Sepuluh menitan lagi gue sampe sekre, lo langsung tungguin disana aja ya." isi pesan dari Mila. Membereskan headset nya Gauri pun langsung berjalan menjuru sekre dengan pelan sambil menikmati pemandangan sore di kampusnya.
Lokasi sekre BEM bersatu dengan yayasan kampus dan berada di lantai empat, jadi Gauri harus menaiki lift untuk mencapai kesana. Setelah memasuki lift, ada tangan yang menahan pintu dan ternyata itu adalah Satrio. Saling bertatapan sebentar Gauri langsung memalingkan wajahnya dan memencet tombol lantai yang dituju. Selama didalam mereka saling diam, kemudian Satrio berkata, "Yang interview lo gue ya?" tanya Satrio. Gauri hanya diam sambil kaget didalam hatinya.