
Caraka di kelilingi oleh pada reporter dan kameramen juga beberapa penggemarnya yang berkumpul didepan pintu. Jepretan kamera dan sodoran microphone mengarah padanya. Caraka tidak tahu apa yang terjadi karena mereka semua tiba-tiba berubah dari menyambut menjadi agresif seperti ini. Gauri yang melihat dari kejauhan ingin berlari membawa Caraka dari sana tetapi ditahan oleh Bagas.
Bagas menarik tangan Gauri yang akan berlari ke arah Caraka. Bagas hanya menggelengkan kepalanya pelan mengisyaratkan sekarang bukan saat yang tepat mereka kesana. Gauri tidak tega melihat Caraka yang kebingungan didepan banyak kamera yang mengarah kepadanya, kemudian sedikit berteriak namanya "Kak Caraka," ucap Gauri.
Beberapa reporter ada yang mendengar suara Gauri lalu membalikkan badan mereka. Setelah mereka berbisik sebentar tiba-tiba mereka berpindah mengarahkan kamera mereka kepada Gauri. Sepertinya salah satu dari mereka ada yang mengenali Gauri sebagai wanita yang melindungi Caraka, seperti yang pernah disebutkan di beberapa komentar.
Gauri mundur setelah melihat semua perhatian kini beralih padanya. Disana Bagas mencoba melindungi Gauri namun tidak cukup menghalangi sorotan kamera. Sebuah situasi yang kacau sekarang sedang terjadi, Gauri terlihat cukup ketakutan dan hanya bisa bersembunyi dibalik tubuh Bagas. Caraka berniat untuk kesana tetapi dihalangi oleh pelatih dan staff tim nasional. Mereka berfikir jika Caraka kesana akan semakin membuat permasalahan semakin rumit.
Caraka pun akhirnya pergi bersama dengan beberapa staff dan pelatihnya untuk menghindari para reporter. Gauri melihat Caraka yang pergi meninggalkannya dari balik badan Bagas yang masih melindunginya. Terlihat tatapan kekecewaan dari Gauri yang berharap Caraka akan melindunginya. Tetapi sebenarnya Caraka juga tidak punya banyak pilihan. Dirinya terpaksa pergi.
Bagas berhasil membawa Gauri keluar dari kerumunan dan masuk kedalam mobil. Bagas memperhatikan keadaan Gauri yang ketakutan. "Ri ... gapapa kan? Ada yang luka ga?" tanya Bagas khawatir. Gauri tidak menjawab dan hanya menunduk menangis. Kejadian tadi pasti cukup menakutkan bagi Gauri seorang gadis biasa yang tidak pernah ada di posisi ini. Selain kaget dan takut, dalam hati Gauri ada kekecewaan karena Caraka begitu saja pergi meninggalkannya.
Sementara didalam mobil Caraka juga hanya terdiam. Semua perkataan orang-orang didalam mobil itu sama sekali tidak didengarnya. Kini yang ada didalam pikirannya hanya Gauri. Apakah Gauri berhasil pergi dari sana, apakah Gauri terluka, Gauri pasti sangat kecewa melihatnya pergi. Mereka mengantarkan Caraka pulang kerumahnya, karena disana relatif aman dan tidak terjangkau pihak media.
Fely sudah menunggu Caraka di depan rumahnya. Setelah mendengar konferensi pers Caraka tadi Fely sudah tidak sabar ingin bertemu dengan cucunya itu, ditambah lagi adanya kejadian didepan kantor tim nasional tadi. Caraka turun dari mobil, menyapa neneknya lalu masuk kedalam rumah langsung menuju kamarnya. Melihat Caraka yang seperti itu Nenek Fely meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada pelatih dan staff yang sudah mengantar dan melindungi Caraka.
Pikiran Caraka saat ini sangat kacau, dia tidak tahu lagi harus melakukan apa. Bahkan setelah keputusannya untuk mundur masih saja ada yang berniat lebih menghancurkan hidupnya. Dirinya sampai berpikir sebenarnya kejahatan apa yang telah dia lakukan di masa lalu, sampai-sampai ujian rasanya datang bertubi-tubi padanya. Caraka mengunci pintu kamarnya, sehingga Fely tidak bisa masuk kedalam dan hanya bisa terus mengetuk pintu kamar Caraka.
Sama halnya dengan Caraka, Gauri juga mengunci dirinya didalam kamar. Gauri masih terus menangis karena kejadian tadi. Bagas mencoba menjelaskan tentang apa yang sudah terjadi hari ini hingga menyebabkan Gauri menangis kepada Citra. Awalnya dirinya kebingungan karena Gauri pulang dengan menangis, tetapi setelah dijelaskan kini Citra mengerti.
__ADS_1
Sudah waktunya makan malam tetapi Gauri masih saja didalam kamarnya. Citra yang khawatir pun pergi menyusul Gauri ke kamarnya dan mengetuk pelan dari luar. Setelah beberapa saat mengetuk, Gauri akhirnya membuka pintunya dan mengizinkan ibunya masuk. "Makan dulu yuk," ajak ibunya. Saat itu Gauri sudah berhenti menangis dan akhirnya mau diajak makan oleh ibunya.
"Gauri ga perlu ceritain apa-apa ke Ibu kalau belum siap ya, Ibu sih gapapa," ucap Citra menatap Gauri.
"Iya," lirih Gauri yang terduduk didepan meja makan.
"Sekarang makan aja dulu ya, Ayah sama Alan udah duluan makan tadi," ucap Citra.
Gauri pun makan malam ditemani ibunya.
Keesokan paginya Surya sudah di meja makan menunggu Caraka untuk sarapan bersama. Fely sudah menceritakan semuanya kepada Surya tentang apa yang terjadi kemarin, termasuk keputusan Caraka untuk mundur. Tidak lama Caraka turun dari kamarnya dan ikut sarapan pagi dengan kakek neneknya. Tanpa banyak berkomentar, hal pertama yang dikatakan oleh Surya adalah bagaimana kuliah Caraka.
"Jadi gimana kuliah kamu?" tanya Surya.
"Masih baik-baik aja," jawab Caraka pelan.
"Ga ada baik-baik aja biasa ya Ka, sekarang kamu harus berpikir kedepannya bagaimana kalau udah ga jadi atlit."
"Kakek ingin kamu bertanggung jawab sama keputusan kamu," lanjut Surya.
__ADS_1
"Terus Kakek maunya Caraka gimana?" tanya Caraka.
"Kuliah yang bener, beresin secepatnya." tegas Surya.
Sementara dirumahnya Gauri bersiap-siap untuk pergi mengurus pendaftaran kuliahnya. Citra sempat bertanya apa Gauri yakin untuk pergi padahal matanya masih bengkak karena menangis seharian. Tetapi Gauri sudah tidak punya banyak waktu jika ingin masuk ke universitas impiannya. Dirinya harus segera mengurus pendaftaran dan keperluan lainnya.
Bagas sudah menunggu didepan rumah Gauri. Mereka sudah janjian akan berangkat bersama pagi ini. Bagas bertanya kepada Gauri, "Caraka udah hubungin lo?". Gauri tidak menjawab dan hanya terus memainkan ponselnya. Ternyata kejadian kemarin masih menjadi topik pembicaraan teratas. Terutama sekarang orang-orang sudah mengetahui wajah Gauri.
Gauri sempat khawatir untuk berangkat ke sekolah, dirinya takut akan kejadian sebelumnya di sekolah. Bagas meyakinkan Gauri kalau semuanya akan baik-baik saja, Gauri hanya perlu mengabaikan apa yang dikatakan orang-orang di sekolahnya. Kalau perlu Bagas akan menemani Gauri sampai di kelasnya, tetapi Gauri menolaknya karena nanti takutnya muncul masalah baru lainnya.
Disaat yang sama Caraka juga sedang melihat pemberitaan dari ponselnya di rumah sakit sambil menunggu gilirannya bertemu dengan dokternya. Kini wajah Gauri sudah banyak diketahui banyak orang dan membuat Caraka menjadi khawatir. Terlebih lagi, sepertinya berita ini belum terlihat akan mereda dalam waktu dekat.
Akhirnya giliran Caraka masuk untuk melakukan sesi konsultasi. Caraka menceritakan hal-hal yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini. Meskipun terlihat baik diluar tetapi keadaan Caraka masih sama seperti sebelumnya. Karena selama sesi konsultasi dirinya selalu berusaha menghindar dan menjawab pertanyaan diluar dari bahasan. Justru di sesi kali ini terlihat Caraka semakin menutup dirinya dan ini bukan hal yang baik.
Fely yang sedang berada dirumahnya dihubungi oleh dokternya Caraka untuk membahas tentang hasil dari sesi konsultasi hari ini. Karena Caraka semakin menutup dirinya bahkan tanpa disadarinya, dokter takut ketika gejala itu muncul lagi efeknya akan lebih berbahaya karena sudah terlalu banyak emosi yang ditahannya. Dia menyarankan Caraka untuk melakukan terapi di Sydney di salah satu kenalannya yang ahli dalam menangani hal ini.
Caraka kemudian pulang dalam keadaan yang terlihat kurang baik. Wajahnya pucat padahal tadi pagi masih baik-baik saja. Ternyata sepulangnya dari rumah sakit Caraka sempat mampir ke tempat latihan yang sedang di kosongkan untuk mengambil beberapa barangnya. Dirinya bahkan tidak masuk kedalam kolam tetapi saat teringat kembali tentang Mike seluruh tubuhnya lemas dan gejala itu muncul lagi.
Fely tidak bisa tinggal diam, dirinya memutuskan untuk membawa Caraka ke kenalan dokternya yang ada di Sydney. Jika dibiarkan Caraka akan semakin parah dan bisa memengaruhi kehidupannya. Setelah berdiskusi dengan Surya, malam itu mereka pun langsung berangkat ke Sydney.
__ADS_1