Dive Into You

Dive Into You
SELEKSI TAHAP DUA


__ADS_3

Memang tidak ada yang bisa menebak rencana yang dibuat Satrio untuk seleksi anggota baru BEM kali ini. Satrio sengaja membuatnya seperti ini karena ada Gauri didalamnya. Kurang lebih ada keinginan menyombongkan kemampuan dirinya kepada Gauri. Untuk seleksi kali ini belum bisa ada yang menebak akan seperti apa, bahkan anggota BEM nya sendiri.


Anggota BEM lain juga dibuat penasaran dengan rencana Satrio. "Sekarang tahapannya apa Yo?" tanya salah satu anggota BEM. Diluar ekspektasi Satrio juga belum tahu akan seperti apa seleksi lanjutannya. Alasan belum adanya jenis seleksi untuk tahap lanjutan ini karena Satrio ada praktikum jadi belum sempat memikirkannya.


"Hari ini gue ada praktikum nih jadi belum sempet nyiapin mau kayak gimana seleksinya," ucap Satrio santai.


"Emang bener-bener deh kirain sengaja di rahasiain." teman Satrio kesal.


Setelah berpikir lama akhirnya Satrio memutuskan untuk mahasiswa lain yang memilih. Sama seperti saat pemilihan ketua BEM dulu, sekarang sistem pemilihan anggota barunya disamakan seperti dulu. Sistemnya yaitu menempelkan foto calon anggota dan mahasiswa lain yang melihat bisa memberikan vote. Nanti diantara sepuluh orang yang ada dipilih lima orang dengan vote terbanyak.


"Tapi kan ini mereka mahasiswa baru, jadi belum pada dikenal," ragu anggota BEM yang lain.


"Justru karena belum dikenal, jadi penilaiannya berdasarkan mukanya aja," ucap Satrio sambil tersenyum jahil.


"Yang penting kan dari sepuluh orang ini yang bener udah kita pilih jadi mau siapa yang masuk ga ada masalah." lanjutnya.


"Mau dimulai kapan Yo?" tanya anggota yang lain.


"Besok pagi, papannya pasang di loby depan ... tempat banyak orang lewat."

__ADS_1


Dari pagi jadwal kelas Gauri cukup padat sehingga dirinya baru sempat makan siang di jam tiga sore. Gauri makan dengan tiga orang teman sekelasnya di kantin kampus. Mereka menyempatkan makan sebelum masuk kelas yang lain. Di kejauhan Gauri melihat Satrio yang berjalan sendirian tetapi dengan tampilan yang agak berbeda. Satrio tampak menggunakan kacamata dengan wajah serius dan perilakunya tidak se tengil biasanya.


"Tumben banget dia tampilannya kayak gitu," gumam Gauri dalam hati.


"Lo liatin siapa, Ri?" tanya temannya.


"Engga, gapapa ... yuk lanjut makan lagi, entar telat masuk kelas kita," ucap Gauri.


Hari ini Gauri sampai dirumah cukup terlambat dari biasanya. Karena minggu depan akan banyak kelas yang kosong atau dosennya tidak ada, jadi beberapa dosen memadatkan mata kuliahnya hari ini. Minggu depan rencananya para dosen dan beberapa karyawan yayasan akan mengadakan gathering yang diadakan oleh pemilik kampus. Mungkin itu juga jadi salah satu alasan pemilihan anggota BEM baru dipadatkan di minggu ini.


Karena BEM akan banyak dilibatkan dalam acara itu, jadi penambahan anggota baru dipercepat. Satrio akan menjadi orang yang paling sibuk, pantas saja penampilannya tadi sudah cukup menggambarkan bagaimana kacau pikirannya saat ini. Seperti yang dikatakan Aura, meskipun Satrio terlihat tengil atau sombong, dia adalah anak yang bertanggung jawab terhadap posisinya.


Ayahnya Gauri hari ini tidak pulang, menurut ibunya hari ini ayahnya menginap di rumah teman bisnisnya itu untuk membicarakan masalah bisnis. Gauri baru melihat ayahnya sangat bersemangat atas sesuatu. Karena itu juga Gauri khawatir ayahnya akan kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.


"Halo, Kak Aura ... maafin Gauri ya, hari ini kuliah padet banget aku sampe lupa acara pembukaannya," ucap Gauri.


"Iya gapapa kok Ri, untung aja acara pembukaannya lancar tadi ada beberapa temen-temen BEM yang dateng jadi bikin rame," kata Aura.


"Oh, anak-anak BEM ada semua Kak?" tanya Gauri penasaran.

__ADS_1


"Satrio ga dateng, sama kayak kamu tuh dia dari pagi sibuk kuliah jadi langsung pulang."


"Oh gitu ... pokoknya maaf ya Kak, kalo ada waktu aku pasti mampir pasti banget, janji deh ... " ucap Gauri.


Gauri cukup kaget juga mendengar Satrio tidak datang. Karena Satrio yang dia lihat itu tipikal anak yang tidak akan pernah ketinggalan sebuah acara, "Anaknya tuh party banget," gumam Gauri. Berarti Satrio yang dilihatnya di kantin itu adalah bentuk Satrio yang sedang pusing dan sibuk kuliah. Mengingatnya membuat Gauri tertawa hampir meledek.


Di sela tawanya Gauri jadi ingat wujud Caraka setelah berhari-hari latihan dan mampir ke rumahnya hanya untuk mengantar bubur enak depan tempat latihannya. Saat itu Caraka juga mendadak jadi anak lusuh yang tidak mandi berhari-hari, padahal kegiatannya sehari-hari di dalam air. Caraka yang biasanya rapih dengan blazer khasnya saat itu hanya memakai hoodie dan masker.


Bayangan dan kenangan tentang Caraka memang tidak bisa dengan mudah dihilangkan dari Gauri. Meskipun jarang bertemu karena Caraka yang sibuk latihan, setiap waktu yang diluangkan oleh Caraka selalu memberikan memori yang tidak bisa dilupakan oleh Gauri. Gauri jadi bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Caraka sekarang.


Seperti sebuah koneksi Caraka yang sedang minum tiba-tiba terbatuk. Dirinya merasa seperti ada yang membicarakan dirinya. Malam itu ada kelas online dengan dosen pembimbingnya di Indonesia. Tugas akhirnya sudah hampir selesai, sehingga yang perlu dilakukannya sekarang adalah mengatur jadwal sidangnya saja. Dosennya menyarankan agar dilakukan di kampus saja secara langsung jika memungkinkan.


Tetapi tentu saja Caraka perlu mendiskusikan ini dengan dokternya dulu. Kalau keputusan itu hanya bergantung pada dirinya, sudah dari awal Caraka pasti mengiyakan untuk sidang secara langsung. Meskipun nantinya harus melakukan sidang di Indonesia, Caraka tetap tidak bisa lama dan harus segera kembali ke Sydney. Masih ada rasa tidak nyaman bagi Caraka untuk berada disana.


Tanpa ada yang menyadari Satrio dan beberapa anggota BEM lainnya sudah menyiapkan papan dengan masing-masing foto calon anggota baru. Papan ini dipasang sebelum ada yang datang kekampus. Disana disiapkan juga stiker yang digunakan untuk memilih calon mana yang dipilih. Satrio menginap di sekre BEM untuk mengerjakan ini.


Setelah semuanya siap, Satrio meminta bagian humas untuk menyebarkan pengumuman adanya seleksi tahap dua ini. Satrio juga meminta agar tata cara pemilihnya juga diberi tahu dari awal agar tidak terjadi penumpukan saat membacanya di papan. Sehingga ketika ada yang mau memberikan votingnya bisa langsung memilih tanpa membaca tata cara pemilihan.


Beberapa orang mulai berdatangan melalui loby. Ada yang penasaran dengan papan yang dipasang ditengah jalanan, ada juga yang hanya berlalu tanpa melihatnya. Bagi para mahasiswa yang sudah mendapat pengumuman mulai memilih jagoan mereka masing-masing. Tidak lupa Satrio memanfaatkan beberapa penggemarnya yang artis social media di kampus untuk memberitahukan followers mereka tentang pemilihan tahap dua ini.

__ADS_1


Berkat mereka kini papan itu ramai oleh mahasiswa yang bergantian memberikan suara mereka kepada para calon anggota ini. "Kayak pemilihan apa aja tau ga sih, lebay banget dasar ide lo," kata salah satu teman Satrio. Melihat antusiasme orang-orang membuat Satrio cukup lega sampai bisa kembali tidur di sekre BEM. Mila yang mendapat pengumuman itu langsung kaget dan memberitahu Gauri.


Hari itu Gauri tidak ada kelas pagi, sehingga dirinya masih tidur tanpa tahu apa yang sedang terjadi di kampusnya sekarang. Dilihat dari perolehan suara sementara Gauri menempati posisi pertama. Banyak yang tertarik dengan visual Gauri yang memang cantik dan menarik perhatian orang-orang. Selain itu ada juga beberapa orang yang memilihnya karena Satrio. Jika Gauri tahu apa yang terjadi, dirinya pasti langsung berlari ke kampus bahkan tanpa ganti baju dahulu.


__ADS_2