Dive Into You

Dive Into You
KEHIDUPAN BEM


__ADS_3

Sebelum pulang Gauri dan Mila mampir untuk mengobrol sebentar di cafe milik Aura. Gauri sekarang bingung harus bagaimana setelah terpilih sebagai anggota baru BEM. Satrio itu pasti akan semakin seenaknya padanya. Tetapi Mila memberikan pendapat yang berbeda, bisa jadi Satrio itu memang benar tertarik kepada Gauri dalam hal yang positif. Dirinya tidak berniat mengganggu Gauri seperti yang biasa Gauri rasakan.


Aura pun menghampiri mereka karena pekerjaannya sudah hampir selesai dibelakang. Mila bertanya kepada Aura bagaimana Satrio itu sebenarnya. Dengan tersenyum Aura hanya berkata, "Kalo udah kenal bener orangnya ga seperti yang kalian pikirkan, ga mungkin dia bisa memimpin organisasi besar di kampus kalau dia cuma anak narsis yang aneh."


Setelah generasinya banyak yang turun karena sudah menyelesaikan masa kuliahnya, keadaan BEM sempat berada di posisi kurang baik. Namun dengan sukarela Satrio maju untuk menjadi ketua dikala keadaan sedang seperti itu. Mungkin banyak yang melihat dia bisa berada di posisi sekarang karena anak dosen, tetapi sebenarnya baru-baru ini saja banyak yang tahu kalau dirinya anak dosen.


Setelah mengobrol sebentar disana, Gauri pamit pulang duluan karena harus mengerjakan tugas kuliahnya. Seperti biasa Gauri menaiki bis untuk ke rumahnya dan menunggu di halte bis depan cafe milik Aura. Tidak jauh dari tempat Gauri berdiri ternyata ada Bimo. Bimo yang baru saja turun dari lantai tiga gedung yang di sewa Aura itu tidak sengaja melihat Gauri. Tanpa disadarinya Bimo langsung bersembunyi dibalik sebuah pilar.


"Gauri liat gue ga ya?" Bimo takut Gauri melihatnya disana. Tetapi jika dipikirkan lagi Gauri tidak mungkin mengenali dirinya. Jika dahulu mereka pernah saling bertemu, besar kemungkinan Gauri sudah lupa karena jarang sekali mereka bertemu. Saat itu Bimo mengambil foto Gauri sebelum dirinya naik bis. Foto itu kemudian dikirimkan ke Caraka yang mungkin penasaran dengan kabar Gauri.


Didalam bis, Gauri memasang headsetnya dan menyalakan playlist favorit di ponselnya. Di saat seperti ini biasanya Gauri hanya memandang ke jendela melihat lampu gedung-gedung yang dilewatinya. Tiba-tiba ada sebuah gedung yang masih memasang iklan brand hasil kerjasamanya dengan Caraka. Sungguh diluar dugaan meskipun banyak pemberitaan buruk tentangnya tapi mereka masih memasang iklannya dengan Caraka.


Bersamaan dengan Gauri yang melihat iklan itu playlist yang sedang berjalan adalah lagu yang biasa dirinya dan Caraka dengarkan diperjalanan pulang. Itu adalah lagu favorit Caraka namun karena terus diputar lama-lama menjadi favorit Gauri juga. Jika nanti Caraka kembali, hal pertama yang ingin dia tanyakan adalah apa yang ada dipikirkan nya sampai tega meninggalkannya tanpa pamit.

__ADS_1


Besok paginya media sosial official BEM kampus sudah terpasang pengumuman tentang lima mahasiswa yang berhasil terpilih. Disana juga dicantumkan media sosial masing-masing mahasiswa terpilih. Jadi para followers di akun official BEM bisa memfollow akun-akun mereka. Tidak butuh waktu lama untuk Gauri mendapatkan banyak sekali notifikasi dari akun-akun baru yang mem follow nya.


Gauri yang belum mengecek ponselnya masih di dapur membantu ibunya menyiapkan sarapan. "Bu, Ayah gimana? Masih semangat sama bisnisnya ga?" tanya Gauri pada ibunya. Ibunya yang juga tidak tahu kelanjutannya hanya menggelengkan kepala. Ayahnya pun sudah beberapa hari ini tidak pulang karena katanya harus ke luar kota mengurus bisnisnya ini.


"Hari ini dianter Bagas lagi ga, Ri?" tanya Citra.


"Engga Bu, bentar lagi mau kejuaraan jadi Kak Bagas mulai nginep di asrama sana," jawab Gauri.


Gauri, ibunya dan Alan memulai sarapan mereka hari itu tanpa ayahnya lagi. Gauri penasaran kemana ayahnya itu pergi karena tidak biasa ayahnya pergi tanpa memberitahu kemananya. Kecurigaan mulai muncul didalam hati Gauri, tetapi dengan cepat dibantahnya karena curiganya ini tidak beralasan.


Gauri bingung dari mana datangnya orang-orang ini dan karena apa mem follow nya. Tidak lama Mila mengirimkan postingan akun official BEM yang sudah mengumumkan mahasiswa terpilihnya. Selain foto juga disertai nama akun masing-masing mahasiswa terpilih tersebut. Kini Gauri tahu dari mana asalnya orang-orang ini. Sekarang Gauri hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada dirinya nanti setelah menjadi anggota BEM.


Semua anggota BEM dipanggil untuk melakukan briefing mengenai acara gathering dosen yang akan dilaksanakan minggu depan. Semuanya dipanggil termasuk lima anggota baru. Briefing hari ini dipimpin oleh wakil ketua BEM, karena Satrio sedang berhalangan hadir. Semua berjalan dengan lancar, para anggota baru juga meskipun masih canggung tetapi sudah cukup baik berbaur dengan anggota yang lain. Terutama Gauri yang sudah terbiasa dengan kehidupan berorganisasi.

__ADS_1


Rencananya akan diadakan rapat dua hari sekali karena acaranya yang sudah terbilang mepet. Wakil ketua berharap semua anggotanya bisa tetap sehat sampai hari H acara jadi semuanya bisa berjalan dengan lancar. Tentang detailnya seperti apa akan diberitahukan di rapat selanjutnya. Gauri yang masih ada kelas bergegas keluar dari ruangan untuk mengejar kelasnya.


Kini cafe milik Aura sudah menjadi markas untuk Gauri dan beberapa temannya berkumpul. Karena tempatnya yang cukup strategis, akses transportasi pun tidak sulit dari sana. Yang cukup disayangkan adalah marketing cafe ini, di awal masa pembukaan tempat ini terbilang ramai namun hari selanjutnya menjadi cukup sepi. Padahal posisinya yang menjadi tempat para pekerja dan mahasiswa berlalu lalang.


Gauri dan teman-temannya membuat janji berkumpul di cafe Aura malam ini, untuk merayakan ulang tahun salah satu teman mereka. Aura juga memberikan cake gratis sebagai hadiah untuk teman Gauri. "Ih kak gaudah repot-repot, kalau hari ini ga nyampe target lagi gimana? ini malah ngasih-ngasih gratisan," ucap Gauri khawatir. Aura mengatakan kepada Gauri tidak perlu khawatir, karena ini menjadi masalahnya dan dirinya tidak mau Gauri sampai ikut kepikiran.


Malam itu rencananya Bagas mau menjemput ibunya yang sedang berada dirumah Gauri. Jadi sengaja menjemput Gauri di cafe untuk nantinya pulang bersama. Bagas yang sudah sampai dan memarkirkan mobilnya seperti melihat motor yang cukup familiar baginya, tetapi Bagas memilih mengabaikannya dan masuk kedalam cafe.


Aura menyambut tamu yang masuk dan ternyata itu adalah Bagas. Bisa dilihat dari ekspresi wajah Aura ketika melihat Bagas, sepertinya Aura memiliki rasa kepada Bagas. Wajahnya langsung berubah merah dan malu-malu ketika menyambut Bagas.


"Gauri ada?" tanya Bagas.


"Itu, duduk dipojok sama temannya yang lain," jawab Aura yang wajahnya memerah.

__ADS_1


"Sorry, lagi sakit? mukanya merah banget," ucap Bagas.


Aura yang malu langsung bersembunyi dengan pergi kebelakang dan menyuruh pegawainya berbicara dengan Bagas menggantikan dirinya.


__ADS_2