Dive Into You

Dive Into You
LEBIH NYAMAN


__ADS_3

Dengan diiringi salah satu lagu favorit mereka, Gauri dan Caraka menikmati bakmi kuah favorit Gauri. Ini pertama kalinya Gauri makan bakmi itu selain dibawa kerumah. Rasanya jelas lebih enak dibanding dibawa kerumah. Terlebih lagi sekarang Gauri menikmatinya bersama Caraka.


Sepertinya mereka lebih menikmati makan makanan pinggir jalan didalam mobil. Gauri selalu berkata kalau makan didalam mobil rasanya lebih romantis dan lebih intim. Mereka bisa membicarakan banyak hal tanpa perlu takut didengar oleh pengunjung lain.


"Bener enak nih Ri," ucap Caraka menyeruput kuah bakmi yang masih agak panas.


"Yakan ... dikasih tahu ga percaya sih, harus nyobain sendiri ... " goda Gauri.


Mereka menghabiskan malam bersama-sama didalam mobil sembari bercerita dan tertawa bersama. Rasanya Gauri dan Caraka seperti tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan.


Caraka pun mengantar Gauri ke rumahnya. Terlihat mobil Bagas sudah tidak ada menandakan dirinya sudah pulang. "Bagas sama Aura pacaran Ri?" tanya Caraka penasaran melihat mereka yang semakin dekat. Gauri hanya menjawabnya dengan anggukan pelan. Sebenarnya Gauri sendiri tidak begitu yakin dengan status mereka. Namun, hal ini didasari feeling seorang Gauri semata.


Bimo malam ini menginap dirumah Caraka. Bimo beralasan agar mereka bisa berangkat bersama ke airport dan mengefektifkan waktu. Padahal Bimo hanya malas untuk pulang kerumahnya. Kesibukannya membuat rumahnya saat ini tidak terurus dan sangat berantakan.


Sesampainya dirumah Caraka sangat kaget karena sudah ada Bimo di kamarnya. Bimo sebenarnya tidak mengabarinya akan menginap disana, melainkan hanya mengabari Fely. "Lo ngapain disini?" tanya Caraka memegang dadanya kaget melihat Bimo disana.


"Gue nginep sini ... besok kan kita berangkat pagi banget jadi biar efektif aja gitu," jelas Bimo beralasan.


"Iya tapi kok ga ngabarin gue?" tanya Caraka, masuk dan menutup pintu kamarnya.


"Gue udah izin nyonya rumah ... terus dibolehin," jawab Bimo tersenyum memelas.

__ADS_1


Caraka sudah tidak aneh dengan perilaku Bimo yang seperti ini. Neneknya terkadang lebih memanjakan Bimo dibanding dirinya. Caraka yang sudah lelah rasanya ingin segera membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dengan sekuat tenaganya Caraka mendorong Bimo keluar dari kamarnya.


Gauri sedang memandang ke langit sambil mengelap kaca di cafe. Setiap ada pesawat yang lewat Gauri akan lebih memperhatikannya. Caraka sepertinya lupa untuk memberitahu Gauri kalau dirinya berangkat subuh, sehingga pagi ini Gauri memperhatikan pesawat yang lewat dengan harapan ada Caraka didalamnya itu menjadi sia-sia.


"Kok belum ngabarin sih?" kesal Gauri sembari mengelap kaca lebih kuat.


"Eh pecah itu nanti kacanya kamu lap kayak gitu," ucap Aura memperingatkan Gauri yang terlihat emosi.


"Sorry Kak, lagian Kak Caraka belum ngabarin ke gue," ucap Gauri memanyunkan mulutnya kesal.


Aura mengambil lap di tangan Gauri, "Belum sempet kali, tunggu aja."


Caraka yang sudah sampai tempat tujuannya menelepon untuk mengabari Gauri. Subuh tadi mereka hampir tertinggal pesawat sehingga membuatnya tidak ada waktu mengabari Gauri saat itu. Bimo yang tidur hanya satu jam menjadi salah satu penyebab mereka terlambat.


Kondisi cafe Aura yang setiap harinya ramai memang membawa kebahagiaan untuk Aura tetapi membawa rasa iri bagi beberapa pemilik usaha didaerah sana. Tidak menutup kemungkinan ada orang yang tidak suka dengan mereka. Salah satunya bisa dilihat dari beberapa hari ini sering ada orang tidak dikenal yang memantau cafe Aura.


Karena alasan itu Bagas jadi lebih sering mengantar dan jemput mereka ke cafe. Aura sering bercerita tentang orang mencurigakan itu kepada Bagas. Bagas selalu menenangkan Aura selama orang itu tidak melakukan apapun yang merugikannya, jangan dijadikan pikiran.


Tidak hanya Aura, tetapi Gauri juga ternyata pernah memergoki orang mencurigakan itu terus melihat ke arah cafe. Namun berbeda dengan Aura, Gauri belum sempat menceritakan hal ini kepada Caraka. Rencananya kemarin Gauri akan menceritakan itu, tetapi dirinya lupa dan keasyikan membahas hal lain.


Hari ini kebetulan Bagas ada urusan mendadak sehingga tidak bisa menjemput mereka. Aura sedikit khawatir karena jujur Aura lah yang paling takut jika orang itu terlihat kembali. Terlebih lagi hari ini mereka berencana buka lebih lama, karena ada yang menyewa cafe untuk acara ulang tahun.

__ADS_1


Gauri yang khawatir melihat Aura tampak ketakutan pun mencoba menelepon Satrio. Setidaknya dirinya ingin meminta Satrio menemani mereka sampai cafe tutup nanti. Namun, sejak tadi Satrio tidak kunjung mengangkat teleponnya. Saat ini dua lelaki lain yang bisa mereka andalkan sedang berada di luar kota.


Saat ini Caraka sedang disibukan dengan jadwal pertemuannya dengan beberapa investor. Tidak disangka ada investor baru yang ingin bertemu dengan Caraka. Kebetulan mereka ada di kota yang sama. Caraka yang tidak mau jadwalnya ini semakin lama, meminta Bimo mengatur jadwalnya sebaik mungkin. Jika harus Caraka akan melakukan pertemuan di hari yang sama.


Caraka tidak enak jika harus meninggalkan Gauri lebih lama. Terakhir kali bertemu ada sesuatu yang ingin dibahas dengannya tetapi tidak sempat Gauri ceritakan. Caraka merasa ada sesuatu yang terjadi, karena itu dirinya tidak mau lebih lama berada disini.


Saat ini keadaan cafe terlihat aman tanpa adanya keanehan. Orang yang mencurigakan itu juga tidak muncul. Aura bisa sedikit menarik nafasnya lega, berharap keadaan akan baik-baik saja sampai tutup nanti. Aura dan Gauri pun duduk-duduk santai dibalik counter sembari sesekali mengamati pengunjung.


Baru saja menarik nafasnya lega, terjadi sebuah hal yang tidak terduga. Salah satu pengunjung mengatakan jika dirinya menemukan serpihan tajam didalam salah satu kue yang disajikan. Ditambah lagi ada pengunjung lain yang masih di grup yang sama memuntahkan sedikit darah ditangannya.


Aura dan Gauri menjadi panik dibuatnya. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, karena ini baru pertama kalinya di cafe mereka. Aura selalu memastikan keadaan dapurnya bersih dari benda-benda penggangu apapun. Aura juga mengerjakan kuenya dengan sangat hati-hati, jadi hal ini tidak mungkin terjadi.


Beberapa pengunjung itu menekan Aura untuk bertanggung jawab sehingga menimbulkan keramaian disana. Gauri mencoba tenang dan menelepon ambulans untuk membawa pelanggan tadi ke rumah sakit. Tetapi dihalangi oleh salah satu pelanggan yang lain.


Saat ini pelanggan yang ada di cafe Aura hanya satu kelompok yang memesan tempat untuk acara ulang tahun. Kelompok pengunjung itu terdiri dari delapan orang dan lima diantaranya terus saja memaksa Aura dan Gauri untuk bertanggung jawab. Tidak tahu apa yang harus dilakukan Aura terlihat diam saja, syok dengan yang sedang terjadi.


Salah satu karyawan Aura yang lain mencoba menelepon Bagas dan memintanya segera datang. Untung saja para pelanggan itu tidak menyadari kehadirannya, membuat karyawan Aura itu bisa melakukan sesuatu dengan ponselnya. Karena sedari tadi Aura dan Gauri terus ditekan sehingga tidak bisa melakukan apapun.


Bagas yang sedang ada pertemuan dengan beberapa staff dan pelatih tim nasional tidak sengaja membuka ponselnya. Disana terlihat sebuah video yang direkam oleh karyawan Aura. Ia meminta Bagas untuk segera datang karena keadaannya bisa gawat jika berlangsung lebih lama.


Melihat itu Bagas kemudian bergegas pergi meninggalkan pertemuan itu. Dirinya sangat khawatir dengan keadaan Aura dan Gauri. Bagas buru-buru menyalakan mesin mobilnya dan menancap gas menuju cafe.

__ADS_1


__ADS_2