
Seperti yang telah dijanjikan, Caraka dan Bagas pun bertemu di kantin kampus untuk membahas informasi yang didapatkan oleh orang suruhan Bagas tentang Mike. Sayangnya mereka tidak mengikuti sampai berhasil bertemu dengan Mike, hanya sebatas mendapatkan informasi tempat yang didatangi Mike saja. Meskipun begitu Caraka dan Bagas memutuskan untuk mendatangi daerah yang diinfokan mereka. Tetapi tidak lama rencana itu dibuat ada telepon masuk dari pelatih kepada Caraka.
"Hari ini ada latihan mendadak untuk tim yang berangkat ke Singapura," kata pelatih.
"Tapi pak, saya ada urusan penting," ucap Caraka.
"Apakah itu lebih penting daripada kompetisi ini?" tanya pelatih.
Tidak bisa lagi mengelak maka mau tidak mau Caraka menyerahkan rencana mencari Mike kepada Bagas seorang diri. Sementara dirinya segera berangkat ke tempat latihan seperti yang pelatihnya minta.
Perjalanan menuju tempat latihan hari ini terasa begitu berat karena Caraka diliputi perasaan khawatir kepada Mike. Apalagi kabar terakhir orang suruhan Bagas melihat Mike dikejar orang-orang. Caraka pun mengirim pesan kepada Bagas.
"Kalo ada kabar langsung hubungi gue." Isi pesan Caraka untuk Bagas.
__ADS_1
Setelah mengirim pesan itu Caraka pun menancap gas menuju tempat latihan.
Di lain tempat Gauri dan teman-teman sekolahnya berkumpul didepan sekolah memikirkan akan pergi kemana hari ini. Kebetulan hari ini ada try out persiapan ujian disekolahnya, dan seperti biasa untuk mengembalikan lagi mood Gauri dan teman-temannya selalu membuat rencana main bersama.
"Tempat ice cream yang kemaren boleh juga tuh," ucap salah satu teman Gauri.
"Ga pada bosen apa? Bener mau disitu aja?" tanya Gauri.
"Ayo deh, dari pada banyak mikir. Disana juga bisa ke tempat lain lagi kan," kata teman Gauri yang lain.
Caraka akhirnya sampai di tempat latihan dan buru-buru ke ruang loker. Dirinya dan beberapa atlit lain memang selalu menyimpan satu set baju renang cadangan untuk berjaya-jaga ada latihan mendadak seperti hari ini. Latihan hari ini mendadak dilakukan karena ada petinggi yang mau melihat kemajuan para atlit menjelang kompetisi di Singapura bulan depan. Semua orang sudah berkumpul dan melakukan pemanasan. Para pelatih dan petinggi yang hendak menyaksikan latihan juga sudah berada di tempat. Latihan pun dimulai dengan diawali oleh Caraka sebagai pembuka menunjukan kemajuan performanya selama latihan.
Tanpa disadari ponsel Caraka terus saja berbunyi dari balik lokernya. Bukan dari Gauri melainkan dari Mike yang terus mencoba menghubungi Caraka untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Mike sudah tidak tahu lagi harus kemana dan Caraka adalah satu-satunya harapan baginya. Mike tidak berniat meminjam uang dari sahabatnya itu karena tidak mau membebani. Setelah berulang kali mencoba menelepon namun tidak juga diangkat Mike hanya meninggalkan pesan terakhir kepada Caraka yang berisi, "Ada yang gue mau omongin, Lo ada waktu kapan?".
__ADS_1
Latihan akhirnya selesai cukup larut, semua orang buru-buru membersihkan diri agar bisa segera pulang. Caraka yang sebelumnya berbincang dengan pelatih masuk ke ruang loker belakangan. Dari balik loker terdengar suara ponselnya berdering. Caraka langsung membukanya dan melihat ternyata dari Bagas.
"Iya gimana Gas?" tanya Caraka.
"Tadi gue udah ke daerah sana tapi ga ada yang liat Mike, gue sama temen-temen gue mau coba cari lagi le tempat lain," jawab Bagas.
"Oke, kalo ada info lagi kabari gue ya. Hati-hati Lo," ucap Caraka.
"Siap oke," kata Bagas.
Setelah menutup telepon ternyata Caraka menyadari banyak missed call dari Mike, juga ada pesan darinya. Dengan terburu-buru Caraka membuka isi pesan dari Mike tersebut. Tidak langsung dibalas, Caraka memutuskan balik menelepon Mike. Namun sayang tidak diangkat oleh Mike. Karena itu Caraka akhirnya hanya membalas pesan dari Mike.
"Lusa gimana? tapi di tempat latihan." Balas Caraka.
__ADS_1
Caraka sengaja mengajak Mike bertemu di tempat latihan karena tadi sempat berdiskusi dengan pelatih untuk meminta bantuan agar beasiswa Mike bisa terus dilanjut. Sehingga pelatih meminta bertemu dengan Mike secara langsung untuk membahasnya.