Dive Into You

Dive Into You
MUNCUL KEMBALI


__ADS_3

Pelatihnya terus mengingatkan Caraka untuk jangan terlalu memaksakan dirinya dulu. Melihat Caraka sendiri belum lama ini baru keluar dari rumah sakit sudah jelas kondisinya belum kembali seperti semula. Jika terus dipaksakan kemungkinan Caraka untuk mengembalikan raihan waktunya akan kecil. Ketika hal itu terjadi akan menjadi buruk untuk masa depannya sebagai atlit.


Caraka akhirnya setuju untuk menyudahi latihannya hari ini. Latihan yang sebenarnya tidak seharusnya dilakukan olehnya karena kondisinya belum pulih. Dengan kecewa Caraka berjalan menuju ruangan loker dan bersih-bersih untuk siap-siap pulang. Caraka jadi teringat pada Mike, yang sebelum kematiannya performanya terus menurun. Akhirnya Caraka bisa merasakan apa yang dirasakan Mike saat itu.


Caraka kembali menyesal tidak bisa menjadi orang yang bisa diandalkan Mike ketika dirinya ada masalah. Caraka juga menyesal tidak ada disana untuk menghiburnya justru hanya terus menekannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokan Mike. "Sekarang gue tau persis apa yang lo rasain saat itu Mike." gumam Caraka dalam hati.


Tidak terasa ujian sekolah Gauri selesai juga. Gauri dan teman-temannya keluar kelas dengan wajah gembira dan penuh senyum. Hari ini mereka berencana untuk nongkrong di tempat ice cream favorit mereka. Karena rencananya ini sudah ada dari jauh-jauh hari mereka bahkan sudah membawa baju ganti agar lebih nyaman mengobrol dan nongkrongnya.


"Bentar gue angkat telepon dulu," ucap Gauri.


Telepon itu ternyata dari Bagas, "Halo iya Kak?" jawab Gauri.


"Beres ujiannya? Lancar ga?" tanya Bagas.


"Beres dong, lancar ujian terakhir bahasa inggris jadi gampang lah," sombong Gauri.


"Ini langsung pulang? mau gue jemput ga, kebetulan mau ada urusan sama Tante Citra," ucap Bagas.


"Yah, aku sama temen-temen mau main dulu," jawab Gauri.

__ADS_1


"Yaudah deh, sampe ketemu dirumah kalo gue masih ada." Bagas menutup teleponnya.


Gauri dan teman-temannya sudah menunggu di halte bis depan sekolahnya. Bersama dengan beberapa orang disana mereka menunggu bis yang akan membawa mereka ke mall tempat ice cream langganan mereka berada. Sebenarnya tidak hanya mereka, ada beberapa anak lain yang memiliki tujuan yang sama. Sehingga keadaan di halte bis hari itu cukup penuh dengan siswa SMA.


Tanpa disadari semua orang, fans fanatik Mike sudah memulai misi mereka untuk menaikkan lagi berita mengenai Caraka. Sekarang mereka memiliki beberapa foto terbaru Caraka yang berlatih terakhir kali. Mereka sudah siap dengan cerita penuh tuduhan palsu yang akan dikeluarkan bersama dengan foto-foto itu. Masa yang mereka miliki cukup banyak termasuk beberapa dari pihak media.


Selama masa pemulihannya kini kegiatan Caraka hanya kuliah dan konsultasi ke dokternya. Caraka jadi semakin rajin kuliah untuk mengejar ketertinggalannya selama ini. Beberapa kali dirinya bertemu dan makan siang dengan Bagas di kantin kampus. Dari Bagas juga dirinya mendapatkan kabar tentang Gauri. Caraka tidak ingin mengganggu Gauri yang harus fokus belajar saat itu.


Gauri dan teman-temannya akhirnya sampai di tempat ice cream yang kebetulan tidak banyak orang didalamnya. Setelah memilih ice cream masing-masing mereka pun mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka mengobrol. Beberapa saat mengobrol salah satu teman Gauri kaget melihat berita tentang Caraka kembali naik. Saat itu ponsel Gauri dengan di charge sehingga Gauri langsung menarik ponsel temannya itu untuk melihat beritanya langsung.


Beritanya dibuat lebih dramatis dan berlebihan untuk menarik banyak perhatian masa. Masyarakat yang membaca berita itu lebih percaya karena kali ini disertai foto terbaru dari Caraka. Salah satu dari komentar yang ada berkata, "Tidak tahu malu, setelah menghancurkan karir sahabatnya sendiri masih ada keberanian berlatih". Ada juga yang mengatakan, "Keadaannya terlihat baik, benar-benar tidak tahu malu". Bahkan yang lebih parah, "Ku harap Mike membalaskan dendamnya di dalam kolam."


Gauri tidak bisa berkata-kata lagi melihat banyaknya komentar jahat yang bahkan kini lebih jahat dari sebelumnya. Gauri berharap Caraka tidak membaca komentar jahat ini. Mengingat Caraka, Gauri langsung mencoba meneleponnya. Tetapi Caraka tidak mengangkatnya karena saat ini Caraka sedang ada ujian di kampus jadi ponselnya sengaja Caraka matikan. Gauri kemudian mencoba menghubungi Bagas.


"Caraka hari ini ada ujian kayaknya HP nya dia matiin, Ri."


"Kenapa sih?" lanjut Bagas.


"Beritanya ... beritanya muncul lagi Kak," ucap Gauri yang juga membuat Bagas kaget.

__ADS_1


"Hah kok bisa, bentar gue cari Caraka nanti gue telepon lagi ya." Bagas menutup teleponnya dan langsung mencari Caraka.


Perhatian Gauri jadi terganggu karena ini, untung saja teman-temannya mengerti keadaannya sekarang cukup serius. Beberapa teman dekat Gauri sudah tahu kalau semua pemberitaan itu palsu dari Gauri, sehingga dengan munculnya kembali berita ini tidak membuat mereka percaya begitu saja. Tidak bisa tinggal diam, Gauri kembali menggunakan keahliannya kembali dengan membalas semua komentar jahat itu. Sayangnya ada salah satu fans fanatik Mike yang menyadari tentang Gauri.


Mereka tahu tentang Gauri yang cukup dekat dengan Mike dan Caraka terutama Caraka. Bahkan sekarang mereka tahu kalau Gauri yang selama ini sering membalas komentar-komentar jahat itu. Tidak ingin rencana mereka gagal, kini mereka juga menyiapkan komentar kebencian untuk Gauri. Identitas Gauri sebagai seseorang yang membela Caraka ditunjukkan oleh mereka, dan dari situ lah komentar jahat untuk Gauri muncul.


Sementara itu Bagas sudah menunggu Caraka didepan kelasnya. Saat Caraka keluar, Bagas langsung menarik tangannya untuk memberitahukan tentang berita yang kembali muncul.


"Beritanya muncul lagi, Ka."


"Bukannya udah ga ada? kok bisa muncul lagi?" tanya Caraka.


"Gue juga gatau, pokoknya sekarang kita balik dulu jangan disini." Bagas mulai menyadari beberapa tatapan orang disekitar mereka.


Didalam mobilnya Caraka dan Bagas melihat berita yang kembali muncul. Ternyata kini lebih banyak detail-detail berlebihan yang mengada-ada. Meskipun begitu melihat dari komentar yang ada, kali ini bahkan lebih parah dan jahat. Melihat beberapa komentar, Caraka menemukan beberapa komentar kebencian yang ditunjukkan untuk Gauri. Caraka tidak bisa melihat Gauri yang mencoba melindunginya kini ikut terbawa kedalam pemberitaan ini.


Caraka pun menelepon Gauri, "Halo Ri, dimana?" tanya Caraka.


"Di mall sama temen-temen, kenapa Kak?" Gauri belum menyadari adanya komentar kebencian kepadanya.

__ADS_1


"Tunggu gue kesana sekarang, mall biasa kan?" tanya Caraka.


"Iya." Gauri kaget karena Caraka tiba-tiba meneleponnya, "Apa jangan-jangan Kak Caraka udah baca beritanya?" gumam Gauri khawatir dalam hati.


__ADS_2