
Setelah beberapa saat Bagas akhirnya sampai dirumah Gauri. Gauri dan ibunya yang ketakutan masih berada didalam rumah dan mengunci rapat pintunya. Gauri yang mendengar suara mobil Bagas akhirnya membukakan pintu untuk sepupunya itu. Bagas pun masuk dan langsung melihat kotak berisi ancaman itu.
Sebelumnya Bagas bertanya apakah mereka mendengar suara mencurigakan. Citra tidak merasakan ada yang aneh padahal sebelum ditemukannya kotak itu dirinya sempat keluar sebentar untuk membuang sampah. Bagas menyarankan mereka untuk lapor polisi karena ini cukup berbahaya. Apalagi ancaman ini tertuju ke satu nama jadi orang yang mengirim ini bukan sembarang kirim.
Ibunya lalu menghubungi Faisal untuk lapor polisi mengenai hal ini. Gauri yang harus berangkat ke sekolah sempat khawatir pada ibunya yang akan sendirian dirumah. Namun Bagas juga khawatir bila Gauri harus berangkat ke sekolah sendiri. Akhirnya Bagas menelepon ibunya untuk menemani Citra dan dirinya mengantarkan Gauri ke sekolahnya.
Dijalan Bagas bertanya apa ada yang Gauri curigai sebagai orang yang mengirim kotak ancaman ini. Tetapi Gauri tidak merasa memiliki musuh. Bagas juga bertanya apa Gauri sudah menghubungi Caraka tentang ancaman yang didapatkannya. Untungnya Gauri belum sempat menghubungi Caraka, karena jika iya Caraka pasti akan lebih khawatir.
Sesampainya di sekolah sudah ada beberapa teman Gauri yang menunggunya didepan gerbang. Gauri yang bingung pun bertanya kepada mereka.
"Kalian kok pada disini?" tanya Gauri heran.
"Liat di grup deh, anak-anak pada ngomongin kamu Ri," ucap salah satu temannya.
Gauri pun membuka ponselnya lalu melihat kalau grup chat kelas maupun anggota OSIS sudah penuh membicarakan dirinya. Ternyata ada seseorang yang mengunggah foto komentar kebencian untuk Gauri dan dikirim ke grup sehingga banyak anak lain yang melihat dan memberikan komentar. Termasuk berita adanya ancaman yang dikirimkan ke rumah Gauri.
__ADS_1
Gauri sangat kaget melihat ini sekaligus ketakutan. Karena tidak banyak juga anak-anak yang berkomentar buruk tentangnya. Beberapa teman Gauri mencoba menenangkan Gauri yang sudah hampir menangis. Mereka memutuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini dan pergi ke cafe langganan mereka. Meskipun sudah ketakutan tetapi Gauri tetap bertahan dan tidak mau memberitahukan ini kepada Caraka.
Tanpa Gauri sadari Caraka ternyata sudah tahu tentang ini. Sambil menunggu gilirannya konsultasi dengan dokter, Caraka melihat-lihat pemberitaan melalui ponselnya. Disana dirinya menemukan pemberitaan tentang Gauri yang dikirimi kotak berisi ancaman kerumahnya. Caraka yang kaget melihat itu segera pergi menuju rumah Gauri.
Caraka menjalankan mobilnya dengan cepat karena khawatir dengan Gauri yang pasti sedang ketakutan sekarang. Sesampainya dirumah Gauri, Caraka melihat ada mobil ibunya Bagas. Caraka pun masuk untuk mencari Gauri dan hanya disambut oleh ibunya Bagas. Ibunya Bagas berkata kalau Gauri sudah berangkat ke sekolah pagi tadi diantar oleh Bagas.
Setelah tahu Caraka pun berpamitan untuk menyusul Gauri ke sekolahnya. Tetapi sebelum itu Caraka menanyakan kabar Citra yang pasti ikut kaget dengan ancaman yang didapat putrinya. Ibunya Bagas meyakinkan Caraka kalau sekarang Citra baik-baik saja, hal ini juga sudah dilaporkan ke polisi oleh Faisal. Sekarang yang paling ketakutan pasti Gauri, jadi Sinta berkata pastikan Caraka bertemu dengan Gauri.
Gauri yang masih ketakutan mencoba ditenangkan oleh teman-temannya. Salah satu temannya menyarankan Gauri untuk menghubungi Caraka. Karena mau bagaimana pun semua ini berawal dari dirinya, Caraka harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi sekarang. Yang lain pun setuju dan meminta Gauri untuk segera menghubungi Caraka, tidak ada gunanya untuk terus melindungi Caraka saat keadaan menjadi seperti ini.
"Halo Ri, lo dimana? gue sekarang kesana," angkat Caraka.
"Ini temannya Gauri, sekarang kita ada di cafe ga jauh dari sekolah ... Gauri ketakutan gamau masuk sekolah." tegas teman Gauri.
"Oke bilang ke Gauri gue sekarang kesana," ucap Caraka yang kemudian menutup teleponnya lalu kembali menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Caraka yang sudah sampai cafe langsung memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam untuk mencari Gauri. Disana Gauri masih terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, tidak menyangka Caraka benar datang menemuinya. Caraka yang melihat Gauri langsung memeluknya, disaat itu air mata Gauri pun tumpah. Setelah melihat Caraka datang teman-teman Gauri memutuskan untuk pergi.
"Sorry ... sorry ya gara-gara gue," ucap Caraka memeluk Gauri erat.
"Gue takut Kak," tangis Gauri.
Seberapa kuat Gauri mungkin terlihat diluar mencoba melindungi Caraka kesana kemari namun dirinya tetaplah hanya seorang anak SMA yang memiliki rasa takut. Apalagi dengan ancaman dan pandangan teman-temannya di sekolah. Gauri masih menangis diperlukan Caraka. Caraka hanya bisa meminta maaf sambil menenangkan Gauri. Didalam hatinya Caraka berjanji dirinya akan menyelesaikan masalah ini untuk melindungi orang yang disayanginya.
Mereka berada di cafe itu untuk beberapa saat sampai Gauri merasa tenang. Sebelumnya Caraka juga sudah meminta bantuan kepada asisten neneknya untuk melakukan sesuatu terhadap berita Gauri. Caraka juga meminta untuk beberapa orang menjaga rumah Gauri. Tidak lama ada telepon masuk dari pihak tim nasional kepada Caraka. Mereka menelepon karena Caraka mengirim pesan agar bisa segera bertemu.
Sudah banyak petisi yang muncul agar Caraka mundur sebagai atlit karena dituduh mencoreng nama baik seorang atlit. Atlit harusnya bisa menjadi contoh untuk para anak muda, tetapi dengan banyaknya tuduhan negatif terhadap Caraka banyak orang merasa Caraka sudah tidak pantas lagi menjadi atlit. Karena sebuah berita bohong yang disebar orang-orang tidak bertanggung jawab, karir yang sudah Caraka bertahun-tahun kini terancam kandas.
Karena itu pihak tim meminta untuk bertemu dengan Caraka dan mendiskusikan tentang bagaimana cara menangani masalah ini. Pihak tim menyarankan Caraka untuk melakukan konferensi pers untuk membersihkan namanya. Memberikan pernyataan tentang pemberitaan yang selama ini adalah bohong. Tetapi dengan kurangnya bukti ada kemungkinan cara ini juga tidak akan berhasil.
Caraka tidak bisa membiarkan berita ini semakin berkepanjangan dan semakin liar karena bercampur dengan komentar jahat orang-orang. Apalagi jika ini semakin menyakiti orang yang disayanginya. Ini merupakan sebuah keputusan yang berat untuk Caraka. Tetapi akhirnya Caraka berkata kepada pihak tim dan memutuskan untuk mundur sebagai atlit dan memberikan apa yang media inginkan.
__ADS_1
Tetapi pihak tim tidak setuju dengan keputusan Caraka. Mereka menyayangkan perjuangan Caraka selama ini untuk ada di titik sekarang. Mereka juga tidak yakin setelah Caraka mengumumkan bahwa dirinya mundur lalu pemberitaan ini akan mereda. Karena sebenarnya yang mereka inginkan bukan sekedar Caraka mundur tetapi menghancurkan kehidupan Caraka. Kekuatan media tidak bisa mereka remehkan begitu saja.