Dive Into You

Dive Into You
PEMBERITAAN TANPA DASAR


__ADS_3

Kegaduhan masih berlangsung di kantor tim nasional akibat ulah media yang membuat pemberitaan tidak berdasar terhadap apa yang terjadi pada Caraka. Mereka sendiri menyadari hal ini bisa muncul karena pihak mereka tidak langsung memberikan tanggapan terkait kejadian pingsannya Caraka. Beberapa pihak media pun ada yang turut mendatangi kantor mereka menanyakan hal yang sebenarnya.


Sementara anggota tim dan beberapa pelatih dan staff yang ada di Singapura juga turut membaca pemberitaan. Mereka tahu betul kalau hal itu tidaklah benar. Beberapa anggota tim mencoba untuk memberitahu kebenarannya melalui kolom komen namun dicegah oleh pelatih mereka. Sang pelatih meyakinkan mereka bahwa pihak tim nasional akan menyelesaikannya.


Di rumah sakit asisten Fely kebetulan juga mendapat kabar ini dari staffnya di Indonesia. Asistennya yang kaget itu kemudian memberitahukan ini kepada Fely. Fely marah setelah melihat pemberitaan itu, dirinya juga tidak menyangka pihak tim nasional tidak segera menghalangi berita ini semakin menyebar. Akhirnya dirinya yang turun tangan meminta staffnya untuk menghalangi berita ini kian menyebar.


Fely tidak habis pikir kenapa pemberitaan ini bisa muncul. Melihat Caraka yang masih terbaring membuatnya semakin sedih dan marah. Surya yang masih belum mengetahui hal ini menghampiri Fely.


"Ada apa? Ada sesuatu yang terjadi di Indonesia?" ucap Surya.


"Pihak media membuat berita tidak bertanggung jawab mengenai Caraka kita," marah Fely.


"Berita apa? Sebentar ... " Surya mengecek ponselnya untuk melihat berita apa yang dibicarakan istrinya itu.


Ternyata kini ada berita yang lebih tidak mendasar lagi muncul. Disana tertulis bahwa yang menyebabkan kematian Mike adalah Caraka. "Caraka yang merasa Mike sebagai saingannya memutuskan untuk mengakhiri hidup teman satu tim nya" begitulah kira-kira tulisan headline pada sebuah platform berita online dan beredar di masyarakat dengan cepat.


Bagas membunyikan klason mobilnya didepan rumah Gauri. Mereka sudah membuat janji untuk bertemu membahas berita yang sedang berkembang mengenai Caraka sekarang. "Bentar Kak," teriak Gauri dari dalam rumahnya. Gauri pun berpamitan kepada ibunya akan pergi dengan Kak Bagas ke suatu tempat.


"Sorry Kak, nunggu lama engga?" ucap Gauri masuk kedalam mobil.


"Engga kok, pake seatbeltnya Ri."

__ADS_1


Dengan kecepatan penuh merek berangkat menuju kantor tim nasional menanyakan bagaimana berita ini bisa muncul.


Sepanjang jalan Gauri terus memerhatikan ponselnya melihat di kolom komentar. Semakin banyak komentar semakin liar kata-kata yang diberikan. Karena lambatnya penanganan diawali kini nama baik Caraka semakin terlihat buruk dimata masyarakat. Gauri sedih membaca banyaknya komentar tidak baik terhadap Caraka yang bahkan tidak tahu apa-apa disana. Terutama berita terkait penyebab kematian Mike.


Pemberitaan sempat berhenti karena berhasil dihalangi oleh pihak IT yang diminta Fely. Sebelum muncul lagi pemberitaan yang sama dan semakin masif, pihak tim nasional harus segera memberikan penjelasan secara resmi. Fely terpaksa memberikan izin kepada pelatihnya Caraka untuk memberitahukan yang sebenarnya kepada pihak tim. Fely berharap mereka bisa menyelesaikan masalah ini.


Sesampainya di kantor tim nasional pihak media dan beberapa wartawan sudah banyak berkumpul didepan pintu. Bagas yang mengetahui jalan lain membawa Gauri masuk untuk bertemu kenalannya didalam sana. Sambil sedikit berlari agar tidak terlihat oleh para wartawan mereka berdua pun berhasil masuk kedalam sana. Bagas bertemu dengan salah satu staff yang cukup dekat dengannya.


"Ada apa ini kok bisa ada berita kayak gini, Pak?" tanya Bagas.


"Saya juga ga tau awalnya dari mana, ini kita masih mencoba cari awal berita ini keluar," jawab staff itu.


Gauri sedikit kesal dan bertanya "Kenapa ga kasih pernyataan resmi aja buat lawan berita palsu itu?"


"Jadi pihak tim sendiri percaya kalo Kak Caraka yang bikin Kak Mike meninggal?" marah Gauri.


"Udah Ri, kita keluar dulu aja." Bagas menarik lengan Gauri dan membawanya keluar.


Gauri marah karena pihak tim sendiri bahkan perlu melakukan crosscheck terhadap kebenaran pemberitaan ini. Hal itu menandakan kalau pihak tim tidak percaya kepada Caraka. Gauri kecewa dengan penanganan tim yang tidak baik dan terkesan lambat. Caraka adalah salah satu atlit yang selalu membawa kemenangan untuk mereka. Namun seperti inikah perlakuan balasan dari mereka.


Sementara di rumah sakit, Caraka dilarang oleh neneknya untuk melihat ponselnya. Fely meminta Caraka untuk istirahat saja tidak perlu memikirkan apapun. Fely juga sudah meminta kepada teman satu tim dan pelatih Caraka yang akan menjenguk untuk tidak mengungkit apa-apa mengenai pemberitaan ini. Caraka sempat bingung kenapa neneknya itu tiba-tiba protektif terhadapnya.

__ADS_1


"Nek ada apa sih? Kok keliatannya ada yang aneh," tanya Caraka.


"Ga ada apa-apa, udah kamu istirahat aja biar bisa cepet pulang kita."


Caraka masih heran dengan neneknya yang tidak biasa begini, "Kalo ada sesuatu please jangan ditutupi," ucap Caraka.


"Pasti, kalau ada sesuatu Nenek pasti ceritain ke kamu ga ada yang ditutup tutupin oke," senyum Fely.


Setelah dari kantor tim nasional, Bagas dan Gauri mampir ke sebuah tempat makan karena keduanya belum makan siang. Disana Gauri masih saja memainkan ponselnya. Gauri terus memperhatikan kolom komentar dan berita-berita yang beredar. Selain itu sesekali dirinya membuka aplikasi chat untuk melihat apakah Caraka sudah membalas pesannya.


"Kak Caraka kok belum balesin chat aku sih?" gumam Gauri.


Gumaman Gauri itu ternyata terdengar oleh Bagas, "Masih istirahat kali sabar aja," ucap Bagas menenangkan Gauri. Meskipun Bagas juga sempat berfikir kalau kematian Mike disebabkan oleh Caraka, tetapi setelah merenungkan hal itu kini Bagas juga mengerti dari sudut pandang Caraka dan kini tidak ikut terbawa kedalam pemberitaan yang beredar.


Di malam harinya diam-diam Caraka mengambil ponsel dari tasnya. Kebetulan nenek dan kakeknya sedang keluar untuk mengurus sesuatu. Sedari tadi dirinya penasaran dengan perlakuan orang-orang yang tiba-tiba protektif terhadapnya. Hal pertama yang muncul di ponsel Caraka adalah banyaknya pesan dari kerabat dan teman-temannya menanyakan tentang berita yang sedang beredar.


Melihat pesan itu membuat Caraka bingung karena dirinya sama sekali tidak tahu tentang berita yang mereka maksud. Setelah itu Caraka pun mencari tahu berita apa itu dengan membuka platform berita online. Ternyata pemberitaannya masih menjadi yang pertama dibicarakan. Tiga dari tuduhan palsu terhadapnya menjadi hal yang paling banyak dibicarakan, terutama mengenai kematian Mike.


Caraka kaget membaca isi pemberitaan itu, dirinya juga melihat kolom komentar yang banyak sekali komentar jahat padanya. Tidak ada yang bisa dilakukannya bahkan dirinya juga tidak menyangkal tuduhan bahwa dirinya adalah penyebab kematian Mike. Karena bahkan sampai saat ini dirinya masih merasa begitu. Untuk dua uduhan yang lain sama sekali tidak Caraka permasalahkannya karena keduanya tidak benar. Apalagi mengenai meminum obat penambah stamina, Caraka malah menganggapnya itu lucu.


Tidak sengaja Caraka melihat pesan yang dikirimkan oleh Gauri. Caraka baru ingat kalau Gauri pasti sangat mengkhawatirkannya karena dirinya tidak kunjung memberikan kabar padanya. Ditambah banyak pemberitaan seperti ini. Tadinya Caraka mau menelepon Gauri namun neneknya keburu masuk dan memergokinya memainkan ponselnya.

__ADS_1


Fely kaget dan mengira Caraka pasti sudah membaca pemberitaan yang sedang tersebar. Seberapa keras timnya menghalangi berita itu untuk beredar namun tetap saja tidak mempan, semakin dihalangi berita itu semakin banyak dan berkembang bahkan ke arah yang negatif. Tim nasional juga sudah sempat beberikan informasi resmi tetapi masih tidak mampu menghalangi berita negatif yang lain.


__ADS_2