Dive Into You

Dive Into You
KEKECEWAAN


__ADS_3

Pergi meninggalkan Caraka diruang loker, Mike berjalan menuju ruang pelatih lagi untuk mengajukan pengunduran dirinya. Tidak ada yang menyangka akhir dari argumen mereka adalah pengunduran diri Mike dari tim nasional. Untuk atlit yang lain terutama Caraka yang selalu menjadi pemain yang diandalkan, proses pengunduran dirinya akan sedikit lebih sulit. Namun berbeda dengan Mike dengan performanya belakangan ini, para pelatih langsung menyetujuinya, meskipun tidak bisa sekaligus karena ada prosedur yang harus dilakukan. Yang pasti semenjak hari itu Mike tidak lagi muncul di tempat latihan.


Bagas pada akhirnya mengetahui bahwa Mike mengundurkan diri dan segera pergi ke tempat latihan meskipun tidak ada jadwalnya latihan pada hari itu. Dirinya pikir masih sempat untuk bertemu dengan Mike sebelum dia benar-benar menghilang. Namun sayang yang Bagas bisa temui hanya Caraka yang masih harus menyelesaikan seluruh sesi latihannya hari ini. Dengan perasaan yang tidak menentu Caraka harus tetap profesional dengan menyelesaikan latihannya sampai akhir.


Diluar Caraka melihat Bagas yang sudah berdiri didepan kantin penjual makanan ringan didepan tempat latihan. Bagas melambaikan tangannya dan memberi isyarat kepada Caraka untuk ikut dengannya. Keduanya pun masuk kedalam bersama. Bagas menanyakan apakah Caraka sempat berbicara dulu dengan Mike sebelum dia mengajukan pengunduran diri. Caraka hanya mengangguk, dan membenarkan bahwa dia bahkan sempat beradu argumen dengan Mike sebelum itu terjadi.


Kalau saja Bagas melihat bagaimana keadaan Mike tadi, dia pasti juga kehabisan kata karena dibalik keinginan untuk marah bahkan menojok wajah Mike, Caraka tidak bisa banyak berkomentar. Sekarang semakin sulit untuk bertemu dengan Mike, rumahnya sudah pindah bahkan dirinya sudah keluar dari tim.


Tetapi Bagas bukanlah orang yang mudah menyerah. Dia akan terus mencari keberadaan Mike karena dia tahu pasti ada alasan kenapa Mike tiba-tiba mengundurkan diri. Diantara mereka bertiga Mike adalah yang paling bersemangat meraih mimpinya sebagai atlit olimpiade renang yang memenangkan medali emas. Sejak kecil hingga sebelum dia berubah impiannya masih sama. Karena itu Bagas tidak bisa langsung menerima ini.


Caraka menaiki bis menuju rumahnya, dan melihat Gauri yang baru keluar dari mall dengan beberapa temannya. Melihat itu Caraka bergegas turun untuk menemui Gauri.

__ADS_1


"Enak banget parah tadi ice creamnya," ucap salah satu teman Gauri bersemangat.


"Nanti beres ujian pokoknya kita harus kesini lagi ga sih?" kata Gauri dengan wajah penuh senyuman.


"Okee, siap ga sabar banget."


Beberapa temannya ada yang dijemput ada juga yang menaiki bis yang sama dengannya, namun dari seberang Gauri melihat seseorang yang dia kenal melihat kearahnya. Awalnya dia takut karena seseorang itu berdiri di kegelapan tetapi tatapan itu, tatapan yang sangat Gauri kenal. "Kak Caraka ..." gumam Gauri. Dibelakang Caraka Gauri masih memanggil dirinya dengan sebutan Kakak, tapi memang jarang dia gunakan didepan Caraka karena gengsi.


Sambil berlari kecil menghampiri Caraka, Gauri sedikit tersenyum menyambut adanya Caraka didepannya. Tetapi senyum itu memudar semakin dekat dia menghampiri Caraka. Gauri melihat tatapan Caraka yang terlihat sedih. Tanpa mengatakan apa-apa dengan spontan Gauri membuka tangannya memeluk Caraka. Caraka yang melihat itu juga masuk kedalam pelukan Gauri dan merangkulkan tangannya dipunggung Gauri. Mereka berpelukan untuk beberapa saat, Gauri tidak melepaskan pelukannya duluan sampai Caraka merasa tenang terlebih dahulu.


Hari ini Caraka yang tidak membawa mobil mengantarkan Gauri dengan naik bis yang sama. Gauri belum mengatakan apapun semenjak mereka naik bis. Dirinya menunggu Caraka yang memulainya terlebih dahulu. Sama-sama dalam diam keduanya hanya memandang embun di kaca bis. Setelah beberapa saat Caraka akhirnya berbicara "Mike keluar dari tim," lirih Caraka. Mendengar itu pasti membuat Gauri juga kaget. Meskipun tidak ada di tim tapi Gauri juga tahu betul perjuangan Mike sampai di titik ini.

__ADS_1


Helaan nafas berat dari Caraka setelah mengatakan hal itu ikut membuat Gauri sedih, Caraka pasti sangat kecewa dengan pengunduran diri Mike. Sepertinya tidak ada kata-kata yang bisa menghiburnya saat ini, Gauri pun memilih diam dan hanya menggengggam tangan Caraka untuk menenangkan.


Gauri sampai lebih dulu di halte yang dirinya tuju. Caraka memaksa untuk ikut turun menemani sampai rumah namun Gauri menolak. Selain perasaan Caraka sekarang sedang tidak baik-baik saja, bis lainnya belum tentu datang dengan cepat atau bahkan belum tentu masih ada. Gauri pun melepaskan genggaman tangan Caraka seiring dirinya turun dari bis. Caraka memberi isyarat telepon jika sudah sampai dari dalam bis kepada Gauri. Setelah Gauri turun, Caraka pun kembali memandang jalanan melalui jendela yang berembun.


Jarak dari halte hingga rumahnya tidak begitu jauh, selain itu didepan gang ada toko kelontong langganannya yang masih buka dan beberapa tempat makanan pinggir jalan yang masih ramai membuat Gauri merasa cukup aman. Sesampainya dirumah ternyata ibunya sudah pulang dari rumah sakit dan menyambut kedatangan Gauri dengan senyuman dan rentangan tangan. Gauri pun menyambut tangan ibunya itu dengan pelukan hangat.


"Kangen banget sama adanya ibu dirumah," ucap Gauri menguatkan pelukannya.


"Ibu juga Ri," kata Citra.


"Eh, kamu udah makan belum? ibu bikinin sup ayam kesukaan kamu tuh ayo kita makan."

__ADS_1


Citra memanggil suami dan anak bungsunya untuk ikut bergabung makan bersama. Mereka sudah menunggu Gauri pulang dari tadi untuk makan malam bersama. Suasana hangat di meja makan yang Gauri rindukan beberapa hari ini karena ibunya masuk rumah sakit, sekarang kembali terasa.


__ADS_2