Dive Into You

Dive Into You
BERANGKAT KE SINGAPURA


__ADS_3

Pagi ini Caraka sibuk membereskan beberapa baju yang akan dibawanya ke Singapura siang ini. Kompetisi renang yang diikutinya akan diadakan 2 hari lagi, jadi masih ada waktu untuk beristirahat 1 hari sebelum bertanding. Caraka hanya pergi dengan tim dan pelatihnya selama kurang lebih 1 minggu disana.


Nenek Fely juga sudah ikut sibuk menyiapkan bekal makanan yang akan dibawa Caraka. Mau berapa kali pun Caraka menolak, neneknya tidak akan berhenti memaksanya membawa beberapa makanan masakannya sendiri. Dirinya sangat yakin kalau cucunya itu akan menghabiskan waktunya didalam hotel jadi makanan ini bisa mengisi perutnya saat itu.


"Harus dimakan, jangan dikasihin orang lain." ancam Nenek Fely kepada Caraka.


"Iya tuan putri," ucap Caraka sambil berpamitan.


"Kalo udah sampe langsung telepon," ucap Fely.


Caraka membawa mobilnya sendiri ke tempat latihan karena mereka semua berkumpul disana sebelum berangkat. Sebelum menyalakan mobilnya Caraka menyempatkan untuk mengabari Gauri. Semenjak terakhir kali mereka bertemu, mereka sudah berjanji mulai saling mengabari lagi meskipun memang tidak bisa sering bertemu. Gauri mengerti hal itu, dirinya tahu betul kalau Caraka masih butuh waktu untuk berduka juga untu menyiapkan dirinya untuk kompetisi.


Sesampainya di tempat latihan sudah ada beberapa anggota tim lain yang tidak berangkat namun datang untuk memberi dukungan, salah satunya adalah Bagas. Caraka sendiri juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan Bagas. Jadi hari ini adalah pertama kalinya semenjak mereka bertemu terakhir kalinya di kantor polisi.


"Semangat Ka ... gue cuma bisa doain Lo dari sini," ucap Bagas memeluk Caraka.


"Thanks Gas," ucap Caraka.

__ADS_1


"Mike naro harapan besar ke Lo, inget kan?" kata Bagas.


"Jangan khawatir."


Pada latihan terakhir performa Caraka memang belum sepenuhnya kembali tetapi masih cukup baik dibanding yang lainnya. Dirinya pun sudah mulai memulai membiasakan diri dengan keadaannya. Semenjak kejadian Mike yang terus membayanginya Caraka selalu merasa sesak ketika pertama masuk kedalam kolam. Sudah beberapa kali mengobrol dengan pelatihnya namun pelatihnya tidak memberi banyak solusi untuk hal itu.


Semua anggota tim yang akan berangkat sudah hadir dan mereka pun bersiap untuk berangkat. Tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan.


"Tunggu bentar."


Ternyata itu adalah Gauri, sepulangnya sekolah dirinya langsung buru-buru datang kesana memberikan dukungan untuk Caraka. Sambil berlari Gauri menghampiri Caraka dan langsung memeluknya. Bagas bahkan sudah tidak aneh lagi dengan tindakan spontan dari sepupunya itu.


"Sema ... ngat ya," ucap Gauri sambil ngos-ngosan.


"Iya," ucap Caraka tersenyum.


"Kalo udah sampe kabarin, jangan ngilang," ancam Gauri.

__ADS_1


Mereka semua kemudian masuk kedalam bus bersiap untuk berangkat. Perjalanan dari tempat latihan ke bandara memakan waktu 30 menit. Sepanjang perjalanan Caraka hanya memandang keluar jendela. Dirinya tidak berfikir bahwa hari mereka berangkat ini hanya ada Caraka seorang diri, tidak ada Mike yang duduk disampingnya. Biasanya Caraka selalu mengobrol banyak hal dengan Mike disaat seperti ini.


Gauri diantar Bagas pulang kerumahnya. Dijalan Gauri terus saja memikirkan Caraka. Gauri khawatir dengan keadaan Caraka nanti saat bertanding. Apalagi setelah dirinya tahu apa yang sering terjadi pada Caraka akhir-akhir ini saat berenang. Wajahnya yang terlihat gelisah dan memikirkan sesuatu berhasil ditangkap Bagas yang sedang menyetir.


"Kenapa Ri? Mukanya kayak lagi mikirin sesuatu," tanya Bagas.


"Gue khawatir sama Caraka," jawab Gauri.


"Ga usah khawatir, dia ikut kayak gini bukan sekali ini kan," ucap Bagas menenangkan Gauri.


"Tapi sekarang keadaannya beda, Kak Caraka itu-"


"Caraka kenapa Ri?" tanya Bagas sambil memberhentikan mobilnya.


Caraka sebelumnya sudah memperingatkan Gauri kalau tidak boleh ada yang tahu tentang keadaannya sekarang. Kalau ada yang tahu mereka semua akan cemas dan melarangnya ikut kompetisi ini. Sedangkan Caraka harus ikut untuk Mike.


"Engga, gapapa ... itu Kak Caraka disana kan ga ada keluarganya yang ikut buat dukung dia," jawab Gauri tegang.

__ADS_1


"Apa sih Ri, Caraka udah gede kali masa harus ditemenin mulu," ucap Bagas kembali menjalankan mobilnya.


__ADS_2