Dive Into You

Dive Into You
KEMBALI LATIHAN


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama dimulainya latihan tim perwakilan ke Singapura setelah 3 hari diliburkan karena penyelidikan lapangan yang diadakan di tempat latihan. Caraka masih dirumahnya sambil bersiap-siap berdiri didepan kaca kamarnya mencoba menenangkan diri. Sungguh rasa kehilangan itu semakin hari bukan semakin berkurang melainkan semkainĀ  menyiksanya. Sepenting itu ternyata kehadiran Mike di hidup Caraka dan sebesar itu pula penyesalan yang dia punya.


Karena tidak ada jadwal latihan, Bagas hari ini ada urusan dengan beberapa temannya sepulangnya kuliah. Setelah hasil otopsi itu diserahkan kepada tim polisi yang memegang kasus Mike, sempat ada petunjuk namun lagi-lagi gagal. Geng preman dan rentenir yang berurusan dengan Mike ternyata bukanlah orang sembarangan sehingga cukup sulit untuk mengungkapkannya. Sempat ada rekaman cctv di tempat kejadian namun tidak terlalu jelas karena posisinya yang terhalang oleh pilar.


Caraka pun akhirnya berangkat ke tempat latihan dengan membawa mobilnya sendiri. Bimo sempat menawarkan diri untuk menemani Caraka namun dia menolaknya. Sejak kejadian, Caraka masih belum bisa menghilangkan bayangan tempat kejadian yang sempat dilihatnya. Aliran darah yang sampai mengalir kedalam arena kolam juga penggambaran dari hasil otopsi masih belum bisa dia hilangkan dari kepalanya. Bimo khawatir hal itu akan menyulitkan Caraka saat berlatih nanti, tetapi Caraka meyakinkan Bimo bahwa dia akan baik-baik saja.


Di lain tempat, Gauri sudah ada didalam kelasnya mengobrol bersama teman-temannya. Mereka menyarankan hari ini sepulang sekolah untuk berkumpul dirumah Gauri karena kaluarga Gauri masih di Bandung.


"Nanti kita masak-masak aja Ri," ucap salah satu temannya.


"Boleh, kalian mau sekalian nginep juga boleh kebetulan gue kesepian banget nih."

__ADS_1


"Oke oke asik tuh kayaknya, besok kan kita ga sekolah," kata temannya Gauri dengan semangat.


Sepanjang perjalanan Caraka terus meyakinkan dirinya kalau tidak akan apa-apa, lakukan saja seperti biasa. Sampai diparkiran dirinya masih baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang terjadi. Seperti biasa Caraka membawa tasnya masuk kedalam arena kolam bersama beberapa teman timnya yang dirinya temui didepan pintu. Mereka berjalan masuk bersama sambil beberapa dari mereka merangkul pundak Caraka memastikan semua akan baik-baik saja.


Sepertinya kejadian yang menimpa Mike cukup berpengaruh bukan hanya Caraka dan Bagas namun juga anggota tim yang lain. Meskipun mereka memang tidak melihat tempat kejadian secara langsung tetapi banyaknya pemberitaan sudah pasti cukup mengenai mental mereka. Para pelatih mencoba menaikkan lagi semangat anggota timnya dengan memulai latihan dengan santai saja tanpa adanya beban.


Memasuki ruangan loker, Caraka kembali teringat akan hari itu. DItambah lagi loker mereka cukup berdekatan, jadi sebelum ke lokernya Caraka pasti harus melewati loker milik Mike yang masih bertuliskan namanya. Managemen sengaja tidak mencabut nama Mike sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Mekipun terakhir kali performanya terus menurun, Mike pernah menjadi pemain andalan mereka bersama dengan Caraka. Mike juga adalah senior yang cukup disegani juniornya.


Meskipun awalnya ragu namun Caraka memberanikan diri masuk berabung dengan yang lain. Semuanya masih baik-baik saja, Caraka melakukan semuanya seperti biasa, Pelatih pun cukup merasa lega melihat semua anggota timnya mulai membiasakan diri lagi setelah kejadian hari itu. Namun memang mereka harus memperhatikan Caraka dengan lebih baik, karena dari gerka geriknya masih terlihat ragu bahkan takut. Caraka adalah pemain yang paling bisa mereka andalkan untuk membawa kemenangan bagi tim.


"Caraka sini," panggil pelatihnya.

__ADS_1


"Iya kenapa paka?" tanya Caraka.


"Oke kan? kalo ada rasa ga enak atau gimana bilang saya ya," ucap pelatihnya.


"Siap pak, i am fine ... " ucap Caraka.


Setelah itu Caraka pun kembali untuk benar-benar memulai latihannya. Setiap orang mendapatkan pelatih pendamping untuk terus mengawasi raihan waktu masing-masing orang, Caraka pun pergi latihan bersama dengan pelatih pendampingnya.


Bagas masih melakukan pertemuan dengan teman-temannya untuk membahas kemajuan penyelidikan yang mereka lakukan. Bagas menganggap kasus ini ditangani dengan lambat dan tidak banyak kemajuan yang terjadi. Sehingga dirinya berinsiatif melakukannya bersama beberapa temannya. Mereka sempat mendapatkan petunjuk tentang kemungkinan markas pelaku, namun ketika didatangi tempat itu sudah bersih dan tidak terdapat jejak apapun yang tersisa.


Bagas sampai tidak habis pikir dengan Mike yang bisa-bisanya terlibat dengan orang seperti ini. Juga kenapa Mike sama sekali tidak membicarakan kesulitannya kepada dirinya maupun Caraka. Bagas dan Caraka sudah mendengar permasalahan yang dihadapi Mike dari ibunya. Meskipun dirinya mungkin tidak bisa membantu banyak, tetapi dirinya yakin Caraka akan membantu Mike jika dia bercerita kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2