
1 minggu sudah berlalu alex,tata dan rara sudah tinggal di desa selama itu.
Hari ini tata dan bi lilis pergi ke pasar untuk belanja keperluan acara ulang tahun rara besok.
Kebetulan juga nanti sore kelurga Atmaja,keluarga wijaya akan ke desa.
"Mas aku mau belanja sama bi lilis ke pasar"ucap tata.
"Pake mobil"ucap alex.
"Pake motor aja yah di garasi juga ada motor"ucap tata.
"Memang kamu bisa pake motor"tanya alex.
"Wah kau meragukan ku"ucap tata.
"Ya gak sih kan tanya kamu bisa peke motor"ucap alex.
"Bisa dulu aku sekolah pake motor"ucap tata.
"Oh.... Dulu kamu pake mobil setelah di desa kamu pake motor"ucap alex
"Iya kan aku gak inget kalo aku itu punya mobil,tahunya aku itu orang yang hidup dikampung"ucap tata.
"Iya juga,ya sudah tapi hati hati yah"ucap alex
"Ya sudah,mas mau ikut"tanya tata.
"Tidak mau nanti rara sama siap dirumah"ucap alex.
"Ya sudah kalo begitu aku minta uang"ucap tata.
"Sudah di transfer masih kurang"tanya alex.
"Tidak,aku males mau ke ATM harus ke kota"ucap tata.
"Ya sudah ini uang 2juta buat belanja kurang gak"tanya alex
"Tidak ini cukup"ucap tata.
"Aku juga sekalian mau isi bensin mobil dan mau ke ATM kamu mau nitip apa"tanya alex.
"Gak titip apa apa, hati hati saja"ucap tata.
"Ra mamih pergi dulu,rara sama papih aja yah"ucap tata.
"Rara ikut"ucap rara.
"Rara ikut papih aja dia mau ke kota"ucap tata.
"Papih mau ke kota"tanya rara
"Iya rara mau ikut papih aja kita beli makanan di mini market nanti kan uncle,tante,nenek,kakek,oma sama opa kesini rara mau beli apa buat mereka"tanya alex.
"Beneran mereka mau kesini"tanya rara.
"Iya mereka sedang di jalan"ucap alex.
"Sudah mamih berangkat dulu"ucap tata
Akhirnya tata pergi menggunakan motor yang dulu dipake oleh orang tuanya untuk berpergian.
Sedangkan alex masih dirumah bersama rara.
"Papih telvon nenek"ucap rara.
"Iya sebentar papih ambil ponsel dulu dikamar"ucap alex.
"Iya papih"jawab rara.
Alex mengambil ponselnya dikamar,setelah mengambil ponsel ia menelvon bunda alia.
__ADS_1
"Hallo bun"ucap alex.
"Hallo lex ada apa"tanya bunda alia.
"Ini bun rara nanyain bunda"ucap alex.
"Mana raranya lex"tanya bunda alia.
"Sebentar bun"ucap alex sambil mendekat ke rara.
"Ra ini nenek"ucap alex
"Nenek"ucap rara sambil melambaikan tangan pada ponsel karena alex melakukan VC.
"Hay ra lagi apa"tanya bunda alia.
"Kata papih nenek mau ke sini"tanya rara.
"Iya sayang nenek dan yang lain sedang menuju ke tempat mu"ucap bunda alia.
"Horeee rara banyak temennya lagi"ucap rara.
"Rara suka"tanya bunda alia.
"Suka, ya sudah nek kalo begitu rara matin yah telvonya rara mau ikut papih ke kota"ucap rara.
"Iya nenek juga mau istirahat dulu,mau makan sama yang lain"ucap bunda alia.
"Dadah nenek sampai jumpa disini"ucap rara.
"Dadah cucu nenek"jawab bunda alia.
Ponselnya pun dimatikan alex dan rara bersiap untuk pergi.
30 menit kemudian mereka berangkat menggunakan mobil yang lex bawa dari ibu kota waktu itu.
2 jam kemudian tata dan bi lilis baru sampe rumah mereka membereskan belanjaannya.
"Bi aku bikin kue dulu yah bibi lanjut masaknya gak usah banyak banyak bi,buat besok udah ada yang masak"ucap tata.
"Siapa memang neng"tanya bi lilis.
"Itu anak para bibi yang ikut kesini"ucap tata.
"Oh pembantu juga pada ikut neng"tanya bi lilis.
"Gak semua sih bi cuman 4 orang aja"ucap tata.
"Enak yah jadi orang kaya"ucap bi lilis.
"Enak gak enak bi"ucap tata.
"Emang apa gak enaknya neng kalo enaknya kan udah kelihatan"ucap bi lilis.
"Gak enaknya banyak orang yang sirik sama kita dan juga ada orang yang melakukan apa saja asal dia bisa mendapatkan harta,walau harus membunuh orang sekali pun"ucap tata.
"Ih ngeri juga yah"ucap bi lilis
"Ya begitulah bi namanya juga kehidupan"ucap tata.
Mereka ngobrol dengan melakukan aktivitas mereka masing masing.
"Terus kalo neng lebih suka jadi orang bisa atau orang kaya"tanya bi lilis
"Gak ada lebih baik bi,kalo jadi orang biasa pasti akan bekerja keras untuk mencari kekayan kan"ucap tata.
"Iya juga ya neng"ucap bi lilis.
Terdengar dari luar suara mobil berhenti,rara langsung masuk ke rumah menuju dapur karena dia tau mamihnya sudah pulang.
"Mamih lagi apa"tanya rara.
__ADS_1
"Mamih lagi bikin kue ra"ucap tata.
"Wah buat rara ya mih"tanya rara.
"Iya buat besok yah"ucap tata.
"Iya mamih"jawab rara
"Rara dari mana"tanya bi lilis.
"Rara abis jalan jalan ke kota beli bensin terus ke ATM lalu papih beli rujak dijalan"ucap rara.
"Rujak"bingung tata.
"Iya mih papih beli rujak mangga mentah lagi hiiiii,, asep"ucap rara.
Datang lah alex dari raung tv menuju dapur.
"Mas kamu beli rujak"tanya tata.
"Iya tadi dijalan liat ada tukang rujak terus beli deh,tapi belinya mangga muda aja"ucap alex.
"Emang gak asem mas"tanya tata.
"Gak enak tau seger"ucap alex.
"Sudah aku mau mandi dulu"lanjut
alex
"Ya sudah sana"ucap tata.
Alex pun pergi menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakean.
3 jam berlalu tata sudah siap dengan kuenya dan bi lilis sudah siap dengan masakanya.
Tak lama terdengar suara 3 mobil berhenti didepan rumah.
"Mamih sepertinya itu nenek"ucap rara.
"Ayo kita kedepan"ucap tata sambil berdiri dan akan berjalan tapi sayang ia merasa pusing.
Tapi ia tetap memaksakan dirinya untuk menemui orangtuanya dan juga mertua serta yang lain.
Alex yang melihat tata kurang sehat pun langsung memapah tata. ke arah pintu ruang tamu untuk keluar.
"Sayang kamu tidak apa apa"tanya alex.
"Tidak papa mas aku hanya pusing sedikit saja"ucap tata.
"Tapi kamu terlihat kurang enak badan"ucap tata.
Sesampainya di luar rara sedang memeluk neneknya.
Tata dan alex keluar dari rumah menuju para tamu.
Mama naumi dan bunda alia yang melihat alex memapah tata pun kebingungan.
"Tata kenapa lex"tanya bunda alia
"Kecapean kali bun"ucap alex.
"Kamu yakin istimu yang kecapean"tanya mama naumi
"Iya mah,seharian ini dia gak mau diem"ucao alex.
"Tumben nak kamu kecapean,biasanya juga kamu gak kaya gini"tanya bunda alia.
,"Gak tau bun akhir akhir ini aku rasanya gak karuan badan aku"ucap tata..
Ayah abraham yang melihat putrinya dipapah oleh alex langsung menghampirinya.
__ADS_1