Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu

Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu
Dijemput


__ADS_3

Sesampainya dikontrakan jam menunjukan pukul 11 malam.


Tari pun bersih bersih karena merasa badanya begitu lengket.


Setelah mandi tari pun istirahat ia merasa begitu lelah seharian bekerja.


Pagi harinya tak seperti biasa tari hari ini tidak memasak karena ia bangun kesiangan.


Tepat pukul 06.30 karin merasa aneh tak seperti biasanya ia selalu mencium aroma sedap dari dapur tapi beda dengan hari ini dia tak mencium aroma apa apa.


Karin yang merasa aneh pun keluar dan melihat tidak ada tari dimana mana,karin pun berinisiatif ke kamar tari siapa tau kalau tari belum bangun,Karin pun membuka pintu benar saja apa yang ia lihat tari masih tertidur dikasurnya.


"tari bangun...'ucap karin sambil menggerakkan tubuh tari,Tari yang merasa tidurnya terganggu pun sedikit marah tapi tanpa membuka matanya.


"apa sih kar ini masih malam kenapa kamu mengganggu tidurku saja"ucap tari


"hey kata siapa ini masih malam ayo bangun ini sudah pukul 8 apa kau tak bekerja."ucap karin berbohong


Tari yang mendengar ucapan karin pun terbangun langsung lari mencari handuk untuk mandi.


"kena kau tak bilang dari tadi" ucap tari yang langsung lari mencari handuk untuk mandi.


Karin yang melihat tingkah terkekeh geli.


Karin pun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.


15 menit tari telah selesai berpakaian dan menuju meja makan,ia melihat karin sedang mengoleskan selai ke roti.


"cepat sekali kamu mandi tar"tanya karin dengan tersenyum


"iya lah"ucap tari sambil mengambil roti dengan cepat


"kenapa terburu buru sekali kamu"tanya karin


"ini jam berapa aku harus buru buru nanti aku dimarahi oleh bos ku"ucap tari


"lihat jam dulu"ucap karin


Tari yang mendengar itu sesaat berhenti dengan aktivitasnya dan melihat ke jam dinding,betapa terkejutnya dia melihat jam di dinding ternyata baru jam 06.17.

__ADS_1


"kau membohongiku karin"geram tari


"suruh siapa bangun kesiangan biasanya juga jam 5 sudah bangun"ucap karin


Tari yang mendengar alasan karin pun menghela nafas panjang untuk mengatur emosinya karena ulah karin.


"kau tau aku sangat lelah sekali sehari kemarin aku bekerja dengan serba cepat dan aku sampai rumah pukul 11 malam,dan aku kira aku kesiangan juga berangkat kerjanya"ucap tari


"sudah makan tuh rotinya jangan bayak bicara saja,lalu cepat berangkat kerja"ucap karin


Disaat mereka makan terdengar suara mobil berhenti didepan rumah.


"tar kau dengar ada suara mobil didepan"tanya karin


"iya aku dengar"ucap tari


"siapa yah jangan jangan bosmu"tebak karin


"mana mungkin dia kemari memang dia ada perlu apa kemari"tak percaya tari


"menjemput mu lah apa lagi"ucap karin enteng.


"kar buka sana"perintah tari


"wah sekarang sudah berani merintih yah"canda karin


"ya kan aku buru buru rin cobalah kamu mengerti aku"ucap tari sambil muka memelas.


"hay muka mu tak usah seperti itu,baik lah baik lah akan aku buka"mengalah karin sambil berdiri dan di balas senyum oleh tari,


Tari pun melanjutkan makanya dan karin membukakan pintunya


Ceklek suara pintu terbuka.


"tuan alex ada apa yah?"tanya karin yang melihat alex berdiri di depan pintu


"tarinya ada kar"tanya alex


"ada tuan,apa anda menjemput tari"tanya balik karin

__ADS_1


"iya..."jawab singkat alex


"mari masuk tun dan silahkan duduk,saya panggil tarinya dulu"ucap karin lalu pergi ke dalam untuk memanggil tari.


"tar tuh bos mu udah dateng"ucap karin sambil duduk kembali di tempat duduknya.


"bos siapa"bingung tari


"emang kau punya bos berapa"tanya karin


"satu..."ucap tari sambil memakan rotinya.


"lalu..."tanya karin,seketika tari berhenti mengunyah roti itu dan membulatkan matanya.


"maksudmu tuan alex"terkejut tari


"iya siapa lagi"ucap Karin santi.


seketika karin berdiri dan menuju ke ruang tamu benar saja alex sedang duduk disana.


"Tuan sedang apa anda disini"bingung tari,alex yang sedang mengotak atik ponselnya pun mendengar suara tari langsung melihat kearah suara


"untuk apa lagi ya tentu untuk menjemputmu"ucap santai alex


"untuk apa menjeput saya tuan,saya bisa berangkat sendiri"ucap tari bingung.


*sudah gak usah berdepat ayo kita berangkat nanti telat"ucap alex sambil berdiri dari duduknya.


"sebentar tuan saya ambil tas dulu"ucap tari


"cepat"singkat alex


Alex yang melihat tari pergi kekamarnya pun haya mengelengkan kepalanya. Lalu ia pun menuju mobil.


Tak lama alex melihat tari berjalan menghampirinya dan mereka pun masuk kemobil menuju kantor tempat mereka bekerja.


Hari pun berganti petang Tari seperti biasa diantar oleh alex,


Setiap hari alex selalu menjemput dan mengantar tari.Sebenarnya tari itu tak enak pada kariyawan yang lain takut tari kira bahwa tri adalah wanita gampangan padahal itu semua kemauan bosnya sendiri

__ADS_1


jadi mau tidak mau tari harus ikut alex jika kemana saja yang alex tuju .


__ADS_2