
Sesampainya Alex dan iren di kontrakan tari.
"Asalamuallaikum"salam iren
"walaikumsallam,kak langsung masuk aja tolongin tari"ucap karin
Alex dan Iren pun masuk dan nelihat tari masih tergeletak dilantai.
"kak ayo angkat tari ke mobil"ucap Iren
"hemmm" dehem Alex
Disaat Alex menggendong tari,Tak sengaja ia melihat muka polos dan pucat punya tari.
"walau pun pucat dia tetap cantik"ucap Alex dalam hati.
Tapi dia langsung menepis pikiran yang baru saja lewat diotaknya.
Alex langsung memasukan tari ke mobil bagian belakang.
Iren dan Karin pun ikut masuk mereka langsung membawa tari ke rumah sakit milik Wijaya.Iren duduk di samping alex dan karin duduk bersama tari untuk menjaga tari
"tar,ayo lah bangun jangan lama lama pingsannya"ucap karin
"rin sebenernya apa yang terjadi"taya iren
"aku gak tau kak,tau tau tari udah pingsan didekat meja makan"ucap karin
"kayaknya pusing tari bertambah parah deh"lanjut karin
"maksudnya apa rin?"tanya iren
"tadi siang dia minta aku beliin obat ke apotik,tadinya sih aku juga mau pulang tapi dia ngelarang aku katanya sih masih kuat"ucap karin sedih
"lalu gimana?"tanya lagi iren
"ya udah aku beliinnya setelah aku pulang kerja,tapi aku pulang dia udah gak sadarkan diri"ucap karin
"kenapa gak telvon aku"ucap iren
"aku gak kepikiran kak"ucap jujur karin
"ya sudah lah yang penting kita bawa dulu tari ke rumah sakit"ucap iren.
"oh iya kak,kak kenzo kemana aku telvonin gak di angkat"taya karin
"dia keluar kota ada bisnis disana"jelas karin
"pantes aja"jawab karin
Alex haya menjadi pendengar dan fokus pada jalannya.
Sesampainya dirumah sakit lexta hospital. Alex langung menggendong tari dan iren pun meminta bantuan pada suster untuk mengambil brangkat.
Para perawat yang berjaga di rumah sakit yang di lewati oleh Alex semua menyapa Alex dengan sopan.
Setelah sampai diruangan pemeriksan semua menunggu diluar dan dokter dan perawat yang masuk kedalam tempat tari diperiksa.
"semoga tari gak papa"ucap karin berdoa
__ADS_1
"gue tau, tari itu kuat" ucap iren menenangkan karin.
"iya kak. aku harap gak terjadi apa apa"ucap lagi karin
"amin"ucap iren
Alex haya melihat derama didepan dua wanita itu yang sedang khawatir pada tari.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang pemeriksan.
"dok,bagaimana kondisi teman saya"ucap karin merasa khawatir pada tari.
Sebelum dokter menjelaskan pada karin,dokter itu pun melihat ada Alex sang pemilik rumah sakit tersebut.
"Selamat sore tuan muda"sapa dokter tersebut
"Sore,gak usah kamu panggil gue tuan muda segala kamu kaya kesiapa aja"ucap alex pada dokter dika.
"hahaa aku suka aja bikin kamu kesel"ucap dokter dika
"yayaaaaa emang kamu tukang bikin kesel orang yang ada di deket kamu"ucap alex
"ya bisa dibilang begitu"ucap dika
Dokter dika adalah sahabat Alex dari kecil.
"oh iya aku panggil tuan muda gak papa kali lex,kan aku lagi kerja,jadi aku harus sopan sama tuan muda pemilik rumah sakit ini" jawab Dika sambil bercanda
"sialan kamu"umpat Alex
"udah ya reonianya,sekarang jelasin gimana keadan tari"ucap iren menahan geramnya pada keduanya
"iya.. ya.. ya... sabar ibu iren"canda dika
"ok saya jelaskan dulu kondisi pasien"ucap dika mode kerjanya
"dia haya kecapen saja,mungkin dia di porsir untuk kerja dan sampai dia tak punya waktu untuk istirahat dan mengakibatkan dia kelelahan"lanjut dika.
"iya sih dok dia tak bayak istirahat selama 24 jam dia haya tidur 3jam paling lama juga 4 jam"ucap karin
"itu yang mengakibatkan ia ngedrop,kalo bisa jangn terlalu diforsir kerjanya,kasian sama badanya yang tak kuat untuk bekerja terus menerus"ucap dokter dika
"Ternyata cewe sialan itu pekerja keras,tapi apa yang membuat dia harus bekerja keras seperti itu"pikir Alex,tapi tak lama dia mengelengkan kepalanya untuk membuyarkan pikirannya.
tanpa dia sadari ternyata dokter dika memperhatikan tingkah Alex.
"kenapa kamu lex sakit,mau sekalian aku periksa"tawar dika karena merasa aneh dengan sikap Alex.
Alex yang mendengar ucapan dika pun langsung tersentak kaget.
"gak ko aku gak papa"ucap datar alex
Setelah menjelaskan kondisi tari dokter dika pun pergi untuk melanjutkan pekerjanya.
"oh iya lex kapan kita kumpul lagi"taya dokter dika
"entah"jawab alex santai
"ya beda aja tuan muda mah sibuk terus"sindir dika
__ADS_1
"tuh lo tau aku sibuk"datar alex
"kali kali gitu ngeluangin waktu kumpul kumpul"ucap dika
"iya nati aku suruh bayu urus jadwal aku''ucap alex
"iya pak bos mah beda harus atur jadwal"canda dika
"udah sana kerja ngapain disini"tegas alex
"galak amat bos"ucap dika
"ya sudah lah aku pamit dulu"ucap dika sambil menepuk bahu alex
"ya udah sana"usir alex. Iren dan karin haya tersenyum saja.
lalu mereka pun masuk keruangan rawat tari.
tak selang lama karin pun merasa lapar,
"kak,tuan saya pamit keluar sebentar yah"pamit karin pada keduanya
"kamu mau keman rin"tanya iren
"aku mau cari makan kak,aku laper dari pulang kerja smpe jam 8 aku blm makan,heheh"ucap karin sambil terkekeh
"ya udah aku ikut,aku juga mau beli sesuatu,"ucap iren
"ya udah ayo kak"ajak karin
"kak,tolong jagain tari sebentar ya kak,aku mau cari makan dulu"ucap iren
"hemmm"haya deheman yang alex ucapkan,sambil iya mengotak atik HP nya untuk mengecek laporn yang sekertasisny kirimkan lewat imel.
tak lama iren dan karin pun pergi,tak selang lama tari pun sadar.
"kar kamu mau beli apa"tanya iren
"aku mau beli pitza aja deh kak buat kita bersama"ucap karin
"ya udah deh aku yang beli minumanya"ucap iren
"ya udah gimana kakak aja"ucap karin
"eh kak biaya dirumah sakit ini gak mahal apa"tanya karin
"udah lah gak usah mikirin biaya rumah sakit udah ada yang nanggung," ucap iren
"siapa?"tanya karin
"Tuan muda wijaya"ucap iren
"maksudnya tuan alex"ucap karin
"ya siapa lagi"ucap iren
karin haya menganggukkan kepalanya tanpa harus bertanya panjang lebar.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di tempat tujuan mereka.
__ADS_1
mereka pun belanja berbagai macam makanan ringan dan makanan berat beratnya.
semoga kalian suaka sama karyaku ****Y******ang ini**.