
Keluarga Atmaja dan wijaya langsung memasuki ruang bersalin yang tertulis VVIP,ya memang dokter erika menyiapkan ruang khusus untuk kelahiran anak dari keluarga pemilik rumah sakit tersebut.
Sesampainya semua keluarga langsung menanyakan kondisi tata dan janinnya.
"Lex,bagaimana keadaan tata dan anaknya"tanya papa angga.
Mama naumi dan bunda alia sudah pasti menghampiri tata yang sedang kesakitan
"Tadi masih pembukaan 5 pah"ucap alex yang masih setia berada di samping sang istri.
"Ta kau baik baik saja"tanaya ayah abraham.
Tata yang menahan sakit hanya bisa mengangguk dan mengatur nafas.
"Tak bunda yakin kamu pasti bisa"ucap bunda alia.
"Kami akan sellau mendoakan mu agar kamu cepat melahirkan,dan kalian sehat"ucap mama naumi.
Tata pun hanya tersenyum.
alex yang sudah tidak tahan melihat istrinya kesakitan langsung memanggil dokter erika.
Tanpa menunggu lama dokter erika datang dengan dua suster yang tadi.
"Dok cepat periksa istri saya,dia sudah kesakitan,apa tidak bisa cepat dikeluarkan anak kita"ucap alex dengan kesal.
"Baik lah taun saya akan cek dulu istri anda"ucap dokter erika.
"Maaf tuan dan nyonya apa bisa kalian tunggu di luar,saya akan mengecek nona tata dulu"lanjut dokter erika dengan sopan.
"Baik lah dok,kami akan keluar"ucap bunda alia.
Tanpa harus menuggu semua keluarga keluar,kecuali alex,tentu aja alex sudah pasti tidak akan keluar,ia hanya ingin menemani istrinya.
Dokter erika memeriksa tata,dan ternyata pembukaannya hampir sempurna.
"Susu persiapkan semuanya,kita lakukan sekarang"ucap dokter erika.
"Baik dok"jawab kedua suster.
Kedua suster itu berhamburan keluar untuk mempersiapkan semua kebutuhan persalinan.
Tanpa menunggu lama semua alat persalinan sudah siap,persalinan pun akhirnya dilakukan.
Alex dengan setia menemani sang istri yang melakukan persalinan.
2 jam berlalu persalinan sudah selesai,Alex keluar dengan wajah yang pucat dan menahan air mata.
Semua keluarga memandang alex dengan bingung.
__ADS_1
Alex langsung duduk di tempat duduk ruang tunggu yang ada di sana.
Mama naumi dan bunda alia langsung menghampiri alex di ikuti papa angga dan ayah abraham.
"Lex kenapa ada apa dengan tata dan anaknya"tanya bunda alia.
"Tata dan cucu mamah baik baik saja kan"tanya mama naumi.
Alex hanya diam. Papa angga dan ayah abraham langsung mendekat pada alex.
"Lex kau baik baik saja"tanya papa angga.
"Lex"panggil ayah abraham.
Seketika air mata alex keluar dengan sendirinya tanpa iya biasa menahannya kembali.
"Lex ada apa jangan bikin bunda dan yang lain khawatir"ucap bunda alia yang sudah melihat alex tak kuasa menahan air matanya.
"lex jawab pertanyaan bunda mu"ucap mama naumi.
dan alex masih saja diam seakan dia enggan utuk berbicara.
"lex ada apa ini kenapa kau diam saja"desak bunda alia yang menghawatirkan anak dan cucunya berada disana.
mama naumi ingin sekali masuk paksa pada ruangan tata tapi ia juga harus mengikuti prosedur rumah sakit yang ada.
"lex..."panggil bunda alia lagi sambil menggoyangkan badan alex agar dia tersadar.
"lex tata baik baik saja kan nak,tata dan cucu bunda tidak kenapa kenapa kan lex"tanya bunda alia yang masih penasaran dengan kondisi tata dan cucunya.
alex hanya mengangguk tapi ia belum sanggup untuk berbicara.
"lex jawab pertanyaan bunda mu,kau membuat kami kalang kabut seperti ini"ucap mama naumi.
Ayah abraham mendekat pada alex.
"lex semua baik baik saja kan,tidak ada sesuatu yang menghawatirkan untuk kami"tanya ayah abraham.
dan akhirnya alex mau berbicara juga.
"Alex tidak akan membiarkan tata melahirkan kembali"ucap tiba tiba alex dengan tatapan yang masih kosong.
Ucapan alex membuat semua keluarga terkejut.
"Memang kenapa lex"tanya ayah abraham.
"Alex gak bisa melihat tata kesakitan lagi untuk melahirkan anak kami,cukup dua saja"ucap alex di sela menangisinya membayangkan betapa sakitnya diposisi tata saat melahirkan anaknya.
Semua keluarga hanya menggelengkan kepalnya tak percaya dengan apa yang alex ucapkan.
__ADS_1
"Lex itu lah resiko jadi seorang istri dan ibu"ucap bunda alia.
Alex langsung melihat bunda alia.
"Tapi alex tak bisa melihat tata seperti itu"ucap alex.
"Mamah maafkan alex jika selama ini alex selalu melawan mamah dan gak mengerti mamah,ternyata pengorbanan seorang ibu begitu besar untuk anaknya"lanjut alex.
"Iya sayang sekarang kamu tu betapa sulitnya menjadi ibu kan"jawab mama naumi sambil memeluk alex.
setelah berpelukan dengan mamanya alex beralih pada bunda alia.
"bunda maafkan alex dan tata jika kami selalu melakukan kesalahan yang membuat bunda dan yang lain kesal"ucap alex lagi.
"tidak apa apa nak,bunda sudah memaafkan kalian ko"ucap bunda alia sambil memeluk alex juga.
Tak lama dokter erika keluar menghadap keluarga tata.
"Tuan alex kenapa anda keluar"tanya dokter erika yang aneh melihat alex setelah mengadzani anaknya iya pergi begitu saja dengan tatapan kosongnya dan meninggalkan tata bersama dokter,kedua suster dan anak mereka.
"Tidak apa dok"ucap papa angga.
"Dok bagai mana keadaan tata dan anaknya"tanya bunda alia untuk mengalihkan pembicaraan mereka..
"Mereka baik baik saja nyonya,anaknya juga sehat,dan juga ganteng"ucap dokter erika.
"Syukurlah"ucap semua keluarga.
"Ya sudah tuan dan nyonya silahkan masuk,tapi maaf anaknya belum bisa d temui kami harus membawa keruang khusus bayi untuk sementara waktu dan ibunya juga sedang istirahat,saya mohon untuk tenang" jelas dokter erika.
"Baik lah dok"jawab ayah abraham.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya"ucap dokter erika sambil menunduk.
Ayah abraham dengan yang lain hanya tersenyum.
"Ayo lex kita masuk lihat istrimu"ucap mama naumi.
"Kalian saja dulu nanti aku akan menyusul"ucap alex.
Mereka semua langsung masuk keruang rawat tata,terlihat tata yang sedang tidur dan masih ada dua suster yang masih berada di sana.
"Giman sus apa tata baik baik saja"tanya bunda alia.
"Nyonya tata baik baik saja nyonya,namun dokter menyuruh nona tata untuk istirahat terlebih dahulu agar banda ya tidak lemah"jelas susuter.
"Ohhh.. baik lah dok"ucap bunda alia.
"Baik tuan dan nyonya saya permisi"ucap salah satu suster.
__ADS_1
"Baik sus,terimakasih"ucap ayah abraham.
Setelah kepergian kedua suster alex akhirnya mau masuk dan ia melihat istri yang paling dia cintai sedang tertidur dengan nyenyak,rasa bersalah masih menghampiri alex.