Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu

Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu
muntah


__ADS_3

sesampainya dikamar alex langsung memberikan buburnya kepada tata.


tata yang melihat suaminya membawa bubur pesanannya pun begitu bahagia ia begitu ingin cepat cepat memakannya buburnya.


"Mamih kami datang"ucap rara sambil lari menghampiri tata.


"Kalian sudah selesai masaknya"tanya tata.


"Tentu mamih"jawab rara.


"Sayang ini buburnya"ucap alex ragu ragu.


"Terimakasih sayang"ucap tata sambil menerima mangkuk yang dibawakan oleh alex.


Saat tata akan memakan masakan alex,alex pun mencegahnya.


"Sayang jangan dimakan"ucap alex.


Taya yang akan menyuapkan bubur kedalam mulutnya pun terhenti.


"Kenapa"tanya tata bingung.


"Mamih kau tidak lihat jika itu makan itu tidak layak makan"ucap rara.


"Tapi mamih ingin"ucap tata sendu.


"Tapi ta kasihan sama anak kita"ucap alex


"Iya mamih kasiahan sama dede bayinya"ucap rara.


Tata pun mulai mengeluarkan air matanya tanpa bicara.


Alex yang melihat itu pun tak tega.


Akhirnya alex menghampiri tata dan duduk di samping tata.


"Sayang janagan sedih begitu donk,kita tuh sayang sama kamu dan anak kita"ucap alex.


"Tapi aku pengen makan bubur ini"ucap tata.


"Mamih kenapa menangis"tanya rara.


"Mamih mau makan ini"ucap tata.


"Ya sudah pih biarkan saja,nanti kalo mamih nangis nanti papih yang diomelin oleh kakek dan nenek"ucap rara.


"Ya sudah boleh tapi kalo kamu pengen muntah jangan ditahan ya sayang"ucap alex.


Dengan cepat tata pun menggukan kepalanya dan tersenyum,rara yang melihat tingkah mamihnya pun bingung.


"Papih tadi mamih menangis sekarang dia tersenyum"ucap rara berbisik


"Papi juga tidak tau,biarkan saja yang penting kita tidak diomeli oleh kakek dan nenek"bisik alex.

__ADS_1


Tata yang asik memakan bubur bikinan suaminya pun tak menghiraukan kedua orang yang ada disana.


Alex dan rara heran melihat tata yang begitu lahap memakan buburnya.


"Mih pelan pelan jangan seperti itu,rara juga tidak minta ko itu kan tidak enak"ucap rara.


Taya yang masih asik dengan buburnya pun tidak menghiraukannya.


Tak butuh waktu lama tata sudah menghabiskan bubur yang ada dimangkuknya.


"Enak ta"tanya alex sambil memberikan minum kepada tata.


"Iya enak dong ini kan bikinan anak dan suami aku"ucap tata sambil mengambil minuman yang diberikan alex.


Tata pun meminum minumanya dan minumnya sampai habis tidak tersisa.


"Mamih sudah kenyang"tanya rara.


"Iya mamih sangat kenyang"ucap tata.


Alex terasa mual dan akhirnya alex memutuskan lari ke kamar mandi.


Tata dan rara yang melihat alex lari pun bingung.


"Papih kenapa mih"tanya rara.


"Mamih juga tidak tau"ucap tata.


Terdengar suara muntahan dari dalam kamar mandi.


"Iya sayang jangan lari yah"ucap tata.


"Iya mih"jawab rara.


Rara pun berjalan menuju kamar mandi.


"Papih kenapa"tanya rara.


Alex yang masih sibuk memuntahkan sarapan yang ia makan tadi pagi pun tak sanggup untuk menjawab ucapan rara.


Rara yang tidak dapat jawaban dari alex pun lari menuju tata.


"Mamih papih muntah"ucap rara.


"Apa.. sebentar mamih telvon kakek dulu"ucap tata.


Akhirnya tata pun mengambil ponsel dan menelvon ayah abraham untuk kekamarnya.


Tak butuh waktu lama ayah abraham lili,bi sumi dan bunda alia pun masuk kekamar tata,sedangkan alex masih sibuk dengan mengeluarkan isi perutnya.


"Ada apa ta"tanya ayah abraham


"Yah tolong Alex dikamar mandi sedang muntah tata mau kekamar mandi susah"ucap tata.

__ADS_1


"Ya sudah kamu tunggu disini ayah menyusul suamimu dulu"ucap ayah abraham.


Ayah abraham pun lari menuju kamar mandi dan benar saja alex sedang memuntahkan semua isi perutnya.


"Lex kau tidak apa apa"tanya ayah abraham setelah melihat alex berhenti muntah.


"Iya yah aku tidak apa apa,aku hanya mual saja"ucap alex dengan suara lemahnya


"Kita kerumah sakit yah"ucap ayah abraham.


"Tidak yah aku hanya ingin istirahat saja"ucap alex.


"Ya sudah kita ke ranjang mu"ucap ayah abraham sambil membantu alex keluar dari kamar mandi.


Bunda alai yang melihat alex dipapah oleh ayah abraham pun langsung menghampiri alex.


"Lex kau tidak apa"tanya bunda alia.


"Aku tidak papa bun"ucap alex.


"Tapi wajahmu pucat lex"ucap bunda alia.


"Sungguh bun aku tidak apa apa"jawab alex.


"Sudah bun biarkan alex istirahat dulu,kalau nanti siang dia masih muntah kita bawa saja kerumah sakit"ucap ayah abraham sambil membantu alex berbaring di ranjang samping tata.


"Ya sudah iya yah"jawab bunda alia.


"Ya sudah lex kamu istirahat sama tata dan rara ikut kakek yuk kita jalan jalan ke kantor uncle agam"ucap ayah abraham.


"Kakek ajak rara main ke kantor uncle"tanya rara.


"Iya rara mau ikut"tanya ayah abraham.


"Rara ikut aunty mau ikut gak"tanya rara


"Aunty dirumah saja yah rara sama kakek dan nenek saja yah"ucap lili.


"Tapi rara mau aunty ikut"ucap rara.


"Ya sudah li ikut aja gak papa kok"ucap bunda alia.


"Iya li sekalian kita nanti jalan jalan ke mall biar alex dan tata istirahat"ucap ayah abraham.


"Ya sudah bun,yah aku ikut"jawab lili.


"Aunty ikut"tanya rara.


"Iya aunty ikut"jawab lili sambil menggendong rara.


Akhirnya ayah abraham,bunda alia,rara dan lili pun keluar dari kamar tata dan alex untuk membiarkan mereka berdua untuk istirahat.


3 jam kemudian tata terbangun sedangkan alex masih tertidur nyenyak.

__ADS_1


Tata yang duduk disamping alex pun melihat alex dengan wajah sedihnya ia mengingat tadi saat alex mengeluarkan sarapannya dikamar mandi sedangkan dirinya tak bisa membantu suaminya.


__ADS_2