Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu

Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu
Tata Bahagia


__ADS_3

Alex melihat hani keluar langsung menghampirinya,dan ia akan menanyakan kondisi tata,belum juga menanyakan alex mendengar tangisan tata langsung masuk tanpa permisi.


"Sayang ada apa"tanya alex yang khawatir pada tata.


"Hikk hikk mas"tangis tata.


"Han ini ada apa,kenapa tata menangis"tanya bunda alia.


"Tata sakit apa bu"tanya mama naumi.


"Tari tidak sakit apa apa tante"jawab hani.


"Lalu kenapa dia menangis"tanya alex yang masih memeluk tata.


"Selamat tuan,tari hamil"ucap hani.


Seketika alex,mama naumi dan bunda alia terdiam seolah tak percaya.


Tata yang melihat alex dan kedua ibunya diam saja ia bingung.


"Apa kalian tidak suka"tanya tata.


Alex hanya menggelengkan kepalanya.


"Bu ini beneran"tanya alex seolah tak percaya.


"Ini benar ini hasil tespeknya jika ingin tau berapa usianya lebih baik periksa rumah sakit saja"ucap hani.


Alex yang melihat tespek yang diberikan hani pun terkejut ia tak kuasa membendung air matanya.


"Ini beneran kan sayang"tanya alex.


"Iya ini beneran"ucap tata.


"Ini bukan preng kan nak"tanya mama naumi.


"Gak mah ini beneran"ucap tata.


"Al akhirnya aku punya cucu"ucap mama naumi sambil memeluk bunda alia.


"Iya mi aku juga punya cucu lagi"ucap bunda alia.


"Sayang terimakasih"ucap alex.


"Terimakasih untuk apa"tanya tata.


"Terimakasih sudah mau mengandung anak aku di rahim kamu"ucap alex sambil mengelus perut tata.


"Tentu mas aku mau karena kamu itu suami aku"ucap tata.


"Nak terimakasih sudah memberi kebahagian untuk alex" ucap mama naumi.


"Mah aku yang berterimakasih sama kalian sudah mau menerima aku dan anak ku"ucap tata


"Sudah jangan begitu,kapan tata bisa pulang bu"tanya alex


"Sekarang juga sudah boleh pulang jika tari sudah enakan"ucap hani.


"Kamu gimana sayang udah enakan"tanya alex.


"Sudah aku juga mau pulang"ucap tata.


"Ya sudah aku ambil obat dulu sebentar"ucap hani


10 menit kemudian hani keluar dari ruangan obat.

__ADS_1


"Tar ini kamu minum sehari 2 kali aja yah buat penguat kadungan dan vitamin"ucap hani


"Terimakasih han"ucap tata.


"Sama sama cepet sembuh,dan jaga ponakan baru aku"ucap hani.


"Siap han kami pulang dulu"ucap tata


"Ok,hati hati"ucap hani.


Akhirnya tata dan yang lain pulang kerumah.


Diperjalanan tata bingung harus bicara apa pada rara,dia pernah bilang jika dia tak ingin punya adik.


Alex yang sedang menyetir melihat ke arah tata dan ternyata tata sedang melamun sedangkan kedua ibu mereka sedang mengobrol.


"Sayang kamu kenapa"tanya alex.


Tata yang sedang melamun pun tersadar.


"Mas aku bingung harus bilang apa sama rara"ucap tata sambil melihat alex.


Alex yang mengerti maksud ucapan tata pun bingung.


"Ada apa"tanya mama naumi.


"Itu mah bun tata bingung bicara apa pada rara,dia tidak mau jika punya adik katanya kasih sayang kami akan terbagi"ucap alex


Bunda alia dan mama naumi mengerti pun membantu untuk memecahkan masalah mereka.


"Kalo begitu kita beri pengertian pada rara"ucap bunda alia.


"Tapi bagai mana caranya bun"tanya tata.


"Biar bunda yang bicara kamu tenang saja"ucap bunda alia.


"Terimakasih ya bun dan mama udah bantu tata"ucap tata.


"Sama sama sayang"jawab mamah naumi dan bunda alia.


Mereka sampai dirumah tata,ayah abraham dan papa angga sudah menuggu mereka berdua didepan rumah.


Saat tata turun mereka langsung menghampiri tata.


"Nak gimana ada yang sakit"tanya ayah abraham.


"Iya nak katakan sama papa apa yang sakit,apa perlu kita kerumah sakit"tanya papa angga.


"Aku tidak apa apa pa,yah hikk.hikkk.."tangis tata.


"Loh kok nangis sih ta"tanya ayah abraham


"Sudah sudah lex bawa istrimu istirahat"ucap mama naumi.


"Iya mah aku bawa ke kamar"ucap alex


"Hikk hikk hikkk"tangis tata.


Alex dan tata masuk ke rumah dan langsung menuju kamar.


Diluar ayah dan papa sedang bingung kenapa tata menangis.


"Bun kenapa tata menangis"tanya ayah abraham.


"Tata hamil yah"ucap bunda alia.

__ADS_1


Papa dan ayah pun terdiam sejenak untuk mencerna ucapan bunda alia.


"Bisa sekali lagi"ucap papa angga seolah tak percaya.


"Tata hamil papa"ucap mama naumi.


"Ahh... Akhirnya kita punya cucu lagi"ucap ayah abraham dan papa angga.


Ayah abraham dan papa angga begitu bahagia.


"Aku dan naumi kedalam dulu mau bicara sama rara"ucap bunda alai.


"Memang kenapa"tanya papa angga.


"Dia tidak mau punya adik"ucap mama naumi.


"Ya sudah beri pengertian untuk rara"ucap ayah abraham.


Bunda alia dan mama naumi masuk kekamar rara,disana rara sedang bermain dengan uncle dan tante tantenya.


"Bunda sama mama udah pulang"ucap agam.


"Sudah"ucap bunda alia.


"Rara"panggil bunda alia.


"Iya nek ada apa"tanya rara.


"Ra nenek mau tanya sama rara"ucap bunda alia.


"Nenek mau tanya apa"tanya rara.


"Rara udah besar kan sekarang"tanya bunda alia.


"Iya rara udah besar nek memang kenapa"tanya rara.


"Rara pengen gak punya adik dari papih dan mamih"tanya bunda alia.


"Tidak rara tidak punya adik"ucap rara.


"Kenapa"tanya mama naumi.


"Karena rara tidak mau jika kasih sayang mamih sama papih terbagi sama adik rara"ucap rara


"Rara tau kasih sayang mamih sama papih rara itu tidak akan terbagi"ucap mama naumi.


"Iya sayang orang tua mana yang membagi kasih sayang semua sama sayang,sama sama disayang sepenuh hati"ucap bunda alia.


"Rara tanya sama tante audi dan Uncle agam apa mereka merasa terbagi kasih sayangnya pada mamih dan papih"ucap mama naumi.


3 anak muda itu bingung kemana arah pembicaraan mereka.


"Tante,uncle apa kalian merasa terbagi kasih sayangnya"tanya rara.


"Tidak kasih sayang mama sama papa tante sama kaya sayang papai sama tante"ucap audi.


"Iya sama kaya tante audi nenek dan kakek menyayangi kami sama rata tidak ada pilih kasih dalam kasih sayang"ucap agam.


Rara pun berpikir akan ucapan audi dan agam.


"Sekarang rara tanya sama tante iren,tante sedih gak,gak punya sodara"ucap bunda alia.


Tanpa rara menanyakan iren sudah menjawabnya.


"Tante sedih tak punya sodara,apa apa tante sendiri jika tante seperti tante audi dan uncle agam yang punya kakak pasti kakak tidak perasa sendiri"ucap iren.

__ADS_1


"Jadi rara mau punya adik"tanya bunda alia.


Rara hanya diam saja tanpa menjawab ia berpikir apa yang dikatakan itu benar.


__ADS_2