
Tata yang duduk disamping alex pun melihat alex dengan wajah sedihnya ia mengingat tadi saat alex mengeluarkan sarapannya dikamar mandi sedangkan dirinya tak bisa membantu suaminya.
Alex yang baru terbangun tapi masih menutup matanya pun tersenyum melihat istrinya sedang memandang dirinya.
"Kenapa sayang"tanya alex masih dengan suara khas bangun tidur.
Tata yang mendengar suara alex pun terkejut
"Kau sudah bangun"tanya tata.
"Sudah sayang"jawab alex.
"Mas maafkan aku yah"ucap tata.
"Maaf kenapa"tanya alex sambil mendudukan bokongnya.
"Maaf karena aku tidak bisa membantumu tadi"ucap tata dengan merasa sedih.
Alex yang mendengar ucapan tata pun tersenyum.
Alex pun menarik tangan tata sehingga tata pun berada diperlukan alex
"Tidak apa apa sayang,aku paham"ucap alex.
"Tapi aku tidak berguna mas"ucap tata sambil mengeluarkan air matanya.
Alex yang tau bahwa istrinya menangis pun berusaha untuk menenangkannya.
"Ta kau tau kau,rara dan anak kita itu sangat berarti untuk ku jadi kau jangan pernah bilang kau itu tidak berarti untuk ku"ucap alex sambil mengelus perut istrinya.
"Maafkan aku"tangis tata.
"Sudah sayang aku pun baik baik saja sekarang,aku akan selalu baik jika ada kamu disamping ku sayang"ucap alex.
Tata pun melepas pelukannya dan menatap alex.
"Kau yakin kau baik baik saja,apa perlu kita kerumah sakit aku takut kau kenapa kenapa"ucap tata.
"Tidak sayang aku baik baik saja tenang saja"ucap alex.
"Tapi kau harus diperiksa aku tak mau tau"ucap tata.
"Tidak usah"ucap alex.
"Tidak ada penolakan"ucap tata.
Akhirnya tata mengambil ponsel dan tentu saja menelvon dokter dika sahabat dari sang suaminya.
"Hallo kak"ucap tata.
"Hallo nyonya wijaya ada yang bisa saya bantu"ucap dokter dika.
"Apaan sih kak"ucap tata kesal.
"Canda ta,ada apa tumben siang siang telvon"tanya dokter dika.
"Kak kerumah ku yah tolong periksa suamiku"ucap tata.
"Suamimu kenapa"tanya dokter dika.
"Tadi pagi dia muntah muntah kak aku takut dia sakit"ucap tata.
"Ya udah aku akan segera kesana meluncur sekarang"ucap dokter dika.
"Iya kak langsung saja kerumah Atmaja yah jangan ke wijaya"ucap tata.
"Siap bu bos"jawab dokter dika.
"Hmmm"dehem tata.
Akhirnya tata pun mematikan ponselnya dan dia melihat suaminya yang masih sedikit pucat.
__ADS_1
Alex yang menyadari tatapan tata pun bertanya.
"Ada apa? Aku tau sayang wajahku itu ganyeng"ucap alex
"Kenapa kau kepedean sekali"ucap tata
"Iya tapikan aku memang ganteng"ucap alex.
"Aku hanya melihat wajah pucat mu itu"ucap tata.
"Memang wajahku pucatyah"tanya alex.
"Iya lihat lah di kaca"ucap tata sambil memberikan kaca kecil untuk alex.
Alex pun menerima kaca yang diberikan tata.
"Iya wajahku sedikit pucat tapi masih tampan"ucap alex.
"Astaga masih saja dengan kepedean tingkat internasional"ucap tata.
"Hehe biarkan saja"ucap alex sambil tersenyum.
"Sayang aku mau tanya deh"ucap tata.
"Mau tanya apa"tanya alex.
"Apa yang akan kau lakukan kepada rima"tanya tata.
"Aku akan membawanya ke clup malam"ucap alex.
"Kapan"tanya tata.
"Mungkin besok"ucap alex.
"Jangan"ucap tata.
"Kenapa"tanya alex bingung
"Apa"tanya alex bingung.
"Liat saja besok"ucap tata.
"Apa yang akan kau lakukan aku tidak mau membahayakan dirimu dan anak kita yah"ucap alex.
"Tenang saja sayang aku akan baik baik saja"ucap tata.
"Tapi aku takut"ucap alex khawatir.
"Tenang saja aku yang menjamin dan akan selalu menjaga anak ku dan diriku"ucap tata.
"Tapi aku tidak mau yah kalian kenapa kenapa"ucap alex
"Sayang memang setiap aku melakukan sesuatu aku terluka aku akan baik baik saja"ucap tata.
"Tidak sih,pereman 5 orang saja kau hajar apa lagi satu wanita"ucap alex
"Itu kau tau"ucap tata.
"tpi sayang dia itu wanita licik dan berbisa"ucap alex.
"Tapi dia licik sayang"ucap alex
"Astaga kau meragukan ku"tanya tata.
"Tidak"ucap alex.
"Tapi aku takut sayang"batin alex.
"Tuh kan kau tak percaya"ucap tata sedih.
"Astaga aku lupa jika dia bisa mendengar suara batinku"ucap alex
__ADS_1
"Ayo lah sayang percaya pada ku"ucap tata.
"Iya sayang aku percaya"ucap alex pasrah.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tata pun mempersilahkan masuk.
"Nona muda tuan muda maaf ini ada dokter katanya nona muda yang memanggil"ucap bi lia.
"Iya bi saya yang manggil suruh masuk aja"ucap tata.
"Baik nona muda"jawab bi lia.
"Selamat siang nyonya dan tuan muda"ucap dokter dika.
"Apa aku tidak kedengaran"ucap alex ketus.
"Yah kenapa aku datang kau ketus sekali"ucap dokter dika.
"Masalah"jawab alex.
"Ta,suamimu kenapa,kenapa dia marah marah begitu"ucap dokter dika.
"Dia sedang PMS kak"jawab tata bercanda.
"Owh pantas saja"jawab dokter dika dengan bercandanya.
"Sama saja"kesel alex.
Tata dan dokter dika pun tertawa terbahak bahak melihat alex yang kesal.
"Kenapa kamu sakit lex"tanya dokter dika.
"Tidak aku tidak sakit ko hanya muntah muntah biasa tata saja yang lebay"ucap alex.
"Lebai bagai mana lihat kak dia itu pucat sekali"ucap tata.
"Sudah kenapa kalian yang berantem"ucap dokter dika.
"Sudah kak periksa aja dulu tuh kak dari pada ngoceh mulu"ucap tata.
"Sesuai perintah"jawab dokter dika.
Dokter dika pun memeriksa alex tak butuh waktu lama dia sudah selesai memeriksa.
"Gimana kak"tanya tata.
"Alex sehat ko ta"jawab dokter dika
"Lalu kenpa dia muntah muntah begitu"tanya tata.
"Biasa lah ta kamu kan lagi hamil jadi yang merasakan mual itu alex bukna kamu"jawab dokter.
"Apa urusannya sama alex kan aku yang hamil"tanya tata
"Iya ada juga wanita yang hamil suami yang merasakan mual dan nyidam"ucap dokter dika.
"Syukurlah jika aku yang merasakan mual"ucap alex
"Memang kenapa jika istrimu"tanya dokter dika.
"Aku tidak tega melihat istriku harus muntah muntah,dia itu sedang hamil, dia dan anakku juga butuh asupan gizi jika makanan yang tata makan saja dimuntahkan bagaimana dengan anak ku"ucap alex.
"Bapak yang baik"ucap dokter dika.
"Tentu itu harus donk"ucap alex.
Tak lama bunda alia,ayah abraham dan rara masuk ke kamar tata dan alex.
saat mereka masuk terlihat dokter dika yang sedang duduk di ranjang samping tempat tidur alex.
__ADS_1