
Sesampainya tari dan yang lain dirumah kia.
"Kak ayo mampir dulu,masa baru smape langsung pergi aja,aku juga pengen deket sama rara boleh ya kak"ajak kia.
Sesaat tari berpikir,samapi kapan tari tak akan mengenalkan rara pada keluarga ayahnya,
"Baik lah aku mampir tapi haya sebentar saja yah soalnya kakak ada acara lagi"ucap tari.
"Iya kak gak papa,pasti papah seneng kedatangan kakak"ucap kia.
"Ya sudaha ayo masuk"ucap kia.
Saat merek turun membuat rara bingung kenapa dirinya harus turun juga.
"Mih kenapa rara ikut turun,rara disini saja"ucap rara.
"Tidak sayang kita harus kedalam,tidak sopan jika kita tidak mampir"ucap tari
"Ya sudah deh rara mau digendong saja sama mba lili"ucap rara.
"Sini biar mba gendong"ucap lili.
"Ayo masuk kak"ucap kia.
Mereka masuk kedalam semua kecuali supirnya.Saat kia dan yang lain masuk terlihat ada papah radit sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Pah lihat siapa yang datang"ucap kia.
Seketika papah radit melihat kearah suara,betapa terkejutnya papa radit melihat tari yang sedang berdiri didepannya bersama 3 gadis dan satu anak kecil di gendongan salah satu gadis itu.
"Tari"guman papa radit.
"Pa apa kabar"tanya tari sambil mengulurkan tangan pada papa radit.
"Papa baik nak kamu apa kabar"ucap papa radit sambil membalas uluran tangan tari
"Aku juga baik,syukurlah papah sekarang sudah bisa jalan kembali,sudah sehat seperti semula"ucap tari.
"Iya nak papa sudah sehat seperti semula,terimakasih sudah merawat papah dulu nak"ucap papa radit.
"Itu sudah jadi kewajibanku semabagi menantu papah"ucap tari.
"Oh iya pah ini rara anak aku"lanjut tari mengenalkan tari.
"Rara,ini cucuku,sekarang sudah besar yah cantik seperti mamihnya"ucap papah radit.
"Rara sini ini kakek kamu sayang"ucap tari.
"Tidak mau"ucap rara.
"Lili sini"ucap tari.
"Baik nyonya"ucap lili,akhirnya lili mendekati tari dan papa radit.
"Sayang jangan seperti itu nak ini kakek mu sayang"ucap tari.
"Gak papa tar jangan di paksa"ucap papa radit
"Mba ayo ambil cemilan rara"ucap rara pada lili
__ADS_1
"Ayo kita ambil"ucap lili
"Kar tolong hubungin bunda kalo aku ada urusan pake ponsel ku dan ponselku ada ditas dimobil"ucap tari.
"Ok ta"ucap karin.
Karin,rara dan lili menuju mobil,sedangkan tari ngobrol dengan papa radit dan kia.
Dari tangga turun lah mamah sisil dan rika,kebetulan rika tidak masuk kerja karena sedang tak enak badan.
"Ngapain kamu kemari"bentak rika.
"Ada apa kamu kemari"tanya mamah sisil.
"Gak usah bentak bentak kak tari yah,dia kemari mengatar aku,kenapa ada masalah sama kalian"ucap kia.
"Kenapa kau bawa bawa dia kemari,dia itu punya niat yang gak bener"ucap rika.
"Iya benar dia kemari mau merayu riko"ucap mamah sisil.
Membuat tari tersenyum sinis mendengar ucapan mamah sisil dan rika.
"Maaf nyonya dan nona yang terhormat saya tidak berniat untuk merayu tuan riko kembali"ucap tari.
"Halah alasan saja"ucap sinis rika.
"Cukup kalian menghina tari seperti itu"ucap papah radit.
"Kenapa sih kalian selalu saja membela orang miskin seperti dia"ucap mamah sisil dengan menujuk tari.
"Cukup mah kenapa sih mama selalu saja menghina kak tari padahal dia tak pernah mengusik keluarga kak riko dan rika tapi kenapa mamah selalu saja menghina kak tari"ucap kia.
"Karena mamah terlalu dibutakan oleh harta,lihat mamah membuang menantu yang baik dan mamah menukar dengan gadis yang tidak punya sopan santun seperti itu"ucap kia
"Kurang ajar kamu kia,berani beraninya kamu menghina aku"ucap rika sambil menampar kia.
Plakkkk...suara tamparan dipipi kia.
"Kia"teriak tari.
Tari berlari menuju kia dan mengangkat kia karena terpental oleh rika.
"Lihat mah seperti itu kah menantu yang mamah bangga banggakan,lihat dia berani menampar kia"ucap papah radit.
Seketika mamah sisil tak bisa berkata apa apa.
"Ini mah ini yang mamah bilang menantu baik mamah"ucap kia.
"Lihat orang yang mamah hina dia tak pernah menampar mamah tak pernah menampar rika walau kalian menyakiti dirinya"lanjut kia.
"Rika berani sekali kau menampar anak ku,aku,sisil dan riko saja sebagai keluarganya tak pernah menampar anak ku sendiri tapi kamu hanya kakak iparnya berani sekali menampar anak ku"ucap papa radit.
"Maaf kan aku kia,aku tidak sengaja"ucap rika.
"Maaf gampang sekali kau minta maaf pada ku"ucap kia.
"Sudah gak usah diperpanjang kia"ucap tari.
"Tidak kak,dari dulu dia hidup dengan enak dengan merebut suami orang dan mamah ku sendiri juga mendukung kegilaan wanita itu"teriak kia sambil menujuk rika.
__ADS_1
"Kia cukup kia"teriak mamah sisil.
"Kenapa mamah masih mau membela wanita itu,wanita yang tak tau diri dan tak tau malu dia yang merebut kak riko dari tari tapi kenapa kak tari yang dituduh akan merebut kak riko"ucap kia penuh emosi.
Saat rika akan menapar kia,riko sudah ada disana ia berada di balik pintu utama.
"Terus kia kau hina aku,kau pikir kau ini siapa kau ini hanya adik ipar ku saja aku bisa membuang mu jika aku mau,kau ini tidak ada gunanya"teriak rika.
"Wah kau hebat sekali rika,kau tidak terima aku bicara seperti itu"ucap kia.
"Iya aku tidak terima,karena kau seenaknya menghinaku seperti itu"ucap rika.
"Apa yang mau kamu lakukan kau mau menamparku lagi"ucap kia.
Disaat rika akan menampar kia,dari belakang tangan rika ditahan oleh riko.
Riko masuk kerumah dengan karin,rara dan lili dibelakangnya.
"Beraninya kamu menampar adikku"ucap riko.
"Ri...riko sejak kapan kamu disini"tanya rika
"Sejak kau menampar kia"ucap riko.
"Sayang kamu tau adik kamu menghina ku seperti itu"ucap rika.
"Cukup rika kau pikir aku tidak tau kau yang memulai segalanya"ucap riko.
"Mamih ayo pulang disini banyak orang yang marah marah rara takut"ucap rara.
"Rara masuk kemobil yah,mamih sebentar lagi akan menyusul rara"ucap tari.
"Li bawa rara kemobil"ucap tari pada lili.
"Baik nyonya"jawab lili.
Rara dan lili akhirnya menuju mobil dan tari menyelesaikan masalah disana.
"Cukup kalian berdebat seperti itu,kia sekarang kamu obati dulu luka mu,pipimu sudah memerah seperti itu"ucap tari.
"Iya kak"ucap kia,
kia menuju belakang untung mengobati bekas tamparan rika.
"Mas udah yah jangan marah marah lagi,kasian istrimu"ucap tari.
"Ini keterlaluan tari"ucap riko.
"Iya aku tau dia keterlaluan tapi kasihan dia juga istrimu yang harus kau jaga bukan kau sakiti seperti itu"ucap tari.
"Benar apa kata tari nak,kau harus melindungi istrimu,tuntun dia kejalan yang benar jika dia melakukan kesalahan"ucap papa radit.
Mamah sisil hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Pa,ma aku pulang dulu,papa sudah ya jangan bertengkar lagi sama mamah aku sudah bukan siapa siapa kalian jadi kalian tak usah meributkan masalah aku.Dan untuk kamu rika tenang saja aku tidak akan mengganggu riko lagi,kau juga sudah punya seseorang yang akan menjadi imam ku"ucap tari
Rika dan yang lain haya terdiam mendengar penuturan tari apa lagi riko,ucapan tadi sangat meyakinkan untuknya apa lagi masalah imam untuk tari.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1