
Keluarga gio hanya melihat saja betapa sadisnya keluarga Atmaja jika keluarganya di usik.
"Untung kita sudah menukar dengan anak gadis kita yang seksi"ucap bu nia.
Ayah abraham,agam dan bunda alia tersenyum licik.
"Nyonya saya boleh pergi"ucap toni.
"Silahkan pergi lah jika kau bisa"ucap bunda alia.
Keluarga gio pun berjalan menuju pintu tapi sayang pintunya tak bisa dibuka.
"Bu,pak pintunya tak bisa dibuka"ucap toni
"Yang benar kau"tanya pak gio.
"Coba saja"ucap toni.
"Iya pak coba"ucap bu nia.
Pak gio pun mencoba membuka pintu benar saja pintunya tak bisa dibuka.
"Gimana bisa dibuka"ucap bunda alia sambil menghampiri bu nia.
"Nyonya apa yang akan kau lakukan"ucap bu nia yang merasa khawatir akan diperlakukan hal yang sama seperti ijah.
"Kenapa kau takut"tanya bunda alia.
"Nyonya jaga jarak anda dengan ibu saya"ucap toni.
"Kenapa apa aku berbahaya"tanya bunda alia.
"Tidak tapi jangan dekati ibuku"ucap toni.
"Ok aku tidak akan dekati ibumu sekarang tapi apa mau mu sekarang"tanya bunda alia.
"Aku mau keluar biarkan kami pulang ke desa"ucap toni.
"Lalu jika kalian kembali ke desa kalian mau ngapain"tanya ayah abraham.
"Kami mau pulang kerumah kami dan memulai kembali perkebunan kit"ucap pak gio.
"Gam sekarang"ucap ayah abraham
"Mari kita lihat filem bagus kalian mau lihat"tanya agam.
"Tidak kami tidak ingin melihatnya yang kami mau keluar dari sini"ucap pak gio.
"Jika kalian tidak melihat kalian akan menyesal"ucap bunda alia.
"Lihat lah dulu walau sebentar"ucap ayah abraham.
"Baik lah kami akan melihatnya"ucap pak gio.
Vidio pun berputar berapa terkejutnya pak gio dan keluarga melihat harta yang ia miliki terbakar habis.
"Tuan apa ini"tanya bu nia.
"Apa kau tak lihat itu adalah rumah orang yang berkhianat pada ku"ucap ayah abraham.
"Kenapa kau bakar rumah ku"teriak pak gio
"Pantaskah kau tanya kenapa gio"ucap ayah abraham
"Aku sudah memberikan anak ku pada kalian tapi kenapa kau bakar rumah ku"ucap pak gio.
"Itu untuk alex bukan untuk ku apa keuntungan ku mendapatkan anak mu yang bodynya saja tak menarik dan cantik pun tidak"ucap ayah abraham.
Ayah abraham mengeluarkan map berwarna biru didepan pak gio.
"Apa ini"tanya pak gio.
__ADS_1
"Baca saja"ucap ayah abraham
Pak gio,bu nia dan toni pun membuka mapnya.
"Apa maksud semua ini"tanya bu nia.
"Kau tidak lihat semua hartamu sudah berbalik nama atas nama Abraham Atmaja"ucap ayah abraham.
"Kurang ajar kau"teriak pak gio
Pak gio pun menyerang ayah abraham tertentu saja anak buah alex langsung mencegahnya.
Tanpa rasa kasihan anak buah alex memukuli pak gio,toni yang melihat ayahnya dipukuli pun berniat membantu tapi sayang dia pun ikut dipukuli.
Sampai pak gio dan toni tak sadarkan diri.
"Pak,toni hikk hikk"tangis bu nia.
"Bagai mana nia apa ini belum cukup"tanya bunda alia.
"Sudah cukup jangan sakiti suami dan anak ku lagi hikk hikk"tangis bu nia.
"Bawa dua pria itu bersama ijah"ucap agam.
"Siap tuan"jawab para anak buah alex.
"Kalian mau kemanakan suami dan anak saya"tanya bu nia .
"Jika kau mau tau ikuti saja"ucap bunda alia.
Tanpa pikir panjang bu nia pun mengikuti suami dan anaknya,tapi sayang belum keluar dari ruangan ia sudah dipukul belakang kepalanya oleh bunda alia sehingga bu nia pun pingsan.
Pak gio,toni dan bu nia pun dimasukan mobil.
"Bawa kerumah ku yang ada pinggir kota itu"ucap ayah abraham.
"Siap tuan"jawab anak buah alex.
Bunda alia,ayah abraham dan agam pun menyusul mama naumi dan papa angga yang sedang mengobrol dikamar.
"Sudah dia mau tinggal dikediaman wijaya"ucap mama naumi.
"Baiklah kita pulang"ucap ayah abraham.
"Kamu pulang bersama anak buah calon suami mu"ucap papa angga.
"Baik pah"jawab rima.
Ayah abraham,bunda alia,agam,mama naumi dan papa angga pun pergi dari markas alex menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit mereka masuk keruangan tata.
Mereka melihat alex yang sedang bermain ponsel sedangkan tata masih tertidur.
"Kalian sudah datang"ucap alex.
"Iya lex semua berjalan lancar sesuai rencana"ucap ayah abraham.
"Bagus lah kalau begitu"ucap alex.
Alex dan yang lain memang sudah merencanakan ini semua.
Tak lama tata pun terbangun dari tidurnya.
Alex yang melihat tata terbangun pun langsung menghampiri tata.
"Sayang kau sudah bangun"tanya alex.
Ayah abraham,bunda alia,papa angga dan mama naumi pun menghampiri tata dan alex.
"Nak mana yang sakit"tanya bunda alia.
__ADS_1
"Katakan mana yang sakit"ucap mama naumi
"Apa perlu aku panggil dokter"ucap agam.
"Iya gam cepat panggil dokter"ucap ayah abraham.
"Cepat gam"ucap papa angga.
Tata pun tersenyum.
"Tidak perlu gam,yah,pa aku baik baik saja ko gak ada yang sakit"ucap tata.
"Sungguh"tanya alex.
"Iya mas aku tidak papa"ucap tata.
"Syukur lah jika kau tidak apa apa"ucap alex.
"Kamu mau makan atau mau apa"tanya alex.
"Aku cuman mau minum aku haus"ucap tata.
"Sebentar aku ambilkan dulu"ucap alex.
Alex mengambil minum yang ada di atas meja.
"Ini minumnya"ucap alex.
Tata pun berusaha bangun dan di bantu oleh alex.
Setelah minim tata pin rebahan kembali.
"Bunda panggil dokter yah"ucap bunda alia.
"Tidak usah bun"ucap tata.
"Kamu harus diperiksa dulu"ucap bunda alia.
"Iya ta kamu harus diperiksa dulu yah demi kamu dan anak kamu"ucap mama naumi.
"Iya deh"jawab tata.
Bunda alia pun menekan tombol yang ada disamping tempat tidur tata.
Tak lama dokter dika datang bersama suster.
"Ta kau sudah bangun"ucap dokter dika.
"Udah dik"ucap tata.
"Ya sudah aku periksa dulu ya"ucap dokter dika.
Alex dan yang lain pun menunggu di kursi yang tadi mereka duduki.
10 menit tata selsai di periksa.
"Sus,kalian pergi duluan aku mau ngobrol sama mereka dulu"ucap dokter dika.
"Baik dok,tuan nyonya kami permisi"ucap suster.
"Silahkan sus"jawab papa angga.
Dokter dika pun bergabung dengan alex dan yang lain.
"Gimana dik kondisi istriku"tanya alex.
"Istrimu baik baik saja semua juga sudah baik,tinggal pemulihan saja,jika lusa jika tata sudah kuat dia juga bisa keluar rumah sakit"ucap dokter dika
"Syukurlah kalau begitu"ucap mama naumi.
"Makanya ta kamu harus banyak istirahat"ucap dokter dika.
__ADS_1
"Iya pak dokter"ucap tata.
Mereka pun berbincang banyak hal.