
Tata dan alex akhirnya pulang kerumah Atmaja.
Mereka memang sengaja pulang kerumah keluarga Atmaja karena alex tak mau istrinya tertekan akan rencana mereka.
Sesampainya dirumah keluarga Atmaja alex mendorong kursi roda tata masuk kerumah.
Rara yang melihat alex dan tata pulang pun langsung lari menuju tata yang tengah didorong alex.
"Mamih....."teriak rara sambil berlari menuju tata.
"Hay gadis kecilku"ucap tata.
"Mamih kenapa mamih didorong oleh papi apa mamih sakit"tanya rara.
"Iya ra mamih sakit jadi rara bantu papi jaga mamih yah"ucap alex.
"Siap pih"jawab rara.
"Terimakasih sayang,nenek,kakek dan yang lain dimana"tanya alex.
"Ada mereka ada di belakang tadi rara mau ngambil mainan tapi rara melihat mamih dan papih jadi rara kesini"ucap rara.
"Oh begitu,ya sudah papih antar mamih ke kamar rara mau ikut"tanya alex.
"Mau"jawab singkat rara dengan senang.
Alex dan rara membawa tata ke kamarnya menggunakan life.
Sedangkan yang lain sedang dibelakang rumah pun kebingungan karena sedari tadi rara belum kembali.
"Loh rara mana ko lama sekali"tanya agam
"Iya katanya mau ngambil mainan ko lama sekali"ucap bunda alia
"Sudah sana susul"ucap ayah abraham.
"Biar lili saja yah"ucap lili.
"Ya sudah sana"jawab ayah abraham
Lili pun pergi dari taman belakang menuju dalam rumah,tak lama lili kembali lagi ke taman.
"Yah,bun rara gak ada dirumah"ucap lili.
"Yang benar li,apa kau sudah mengecek di tempat bermainnya"tanya ayah abraham
"Tidak ada yah"ucap lili.
Akhirnya agam,ayah abraham,lili dan bunda alia masuk kedalam untuk mencari rara.
Mereka semua berpencar mencari rara.
Tak lama alex turun bersama rara yang ada digendongan alex menggunakan life.
Saat mereka keluar dari dalam lif alex mendengar teriakan bunda alia yang memanggil rara.
"Ra kamu dimana sayang"teriak bunda alia yang ada di depan rumah.
"Nek rara disini"teriak rara yang masih di gendongan alex.
Bunda alia dan yang lain mendengar teriakan rara pun langsung mencari sumber suaranya.
"Loh ko kamu dirumah lex"tanya ayah abraham.
"Iya yah alex udah pulang sama tata"ucap alex.
__ADS_1
"Kak tata udah pulang kak"tanya agam.
"Udah dia pagi istirahat dikamar"ucap alex.
"Oh syukurlah kalau dia sudah sehat"ucap bunda alia.
"Iya bun"jawab alex.
"Kamu sudah makan belum"tanya ayah abraham.
"Sudah yah tadi dirumah sakit"jawab alex.
"Ya sudah ayo kita ngobrol diruang keluarga"ucap agam
Akhirnya mereka pun menuju keruang keluarga.
"Lex lalu bagai mana dengn anak dari gio"tanya ayah bunda alia.
"Aku akan membawa dia keclube malam"ucap alex.
"Kau yakin kak"tanya agam.
"Ya aku yakin"ucap alex.
"Lalu untuk apa kau bawa kerumah mu"tanya ayah abraham.
"Untuk membuat dia melayang dan seketika aku akan jatuhkan seketika"ucap alex.
"Sadis kau kak"ucap lili.
"Itu lah akibat telah membuat tata ku koma"ucap alex.
"Sudah jangan dibahas lagi"ucap bunda alia.
"Kenapa bun"tanya agam.
"Kan bunda yang tanya tadi"ucap ayah abraham
"Tapi bunda sudah malas mendengarnya"ucap bunda alia.
"Sudah sudah,kalo gitu aku mau kerja dulu"ucap agam.
"Kan sudah siang"ucap ayah abraham.
"Hari ini ada meteeng jam satu siang yah"ucap alex.
"Oh ya sudah sana pergi"ucap alex.
"Kau ngusir kak"ucap agam.
"Ya katanya kamu mau kerja ya sana kerja"ucap alex
"Ya sudah lah aku ke atas dulu"ucap agam sambil melangkah pergi menuju lif.
"Li kapan kau akan menikah"tanya alex.
"Kok tanya tanya itu sih kak"ucap lili malu malu.
"Ya gak papa dong tanya tanya kaya gitu"ucap alex.
Bunda alia dan ayah abraham pun tertawa.
"Ko bunda sama ayah tertawa"tanya rara
"Gak papa nak"jawab bunda alia.
__ADS_1
Tak lama bi sumi datang membawa minuman untuk ayah abraham,bunda alia,lili,rara dan alex
"Tuan nyonya ini minumnya"ucap bi sumi.
"Loh bi kenapa masih bawa nampan seperti itu"ucap alex.
"Ini kan sudah menjadi tugas saya tuan"ucap bi sumi.
"Sudah lepasin duduk disini bersama kita"ucap Alex.
"Iya bi duduk disini sama kita jangan kerja terus biar kerjaan bibi yang lain yang urus"ucap ayah abraham.
"Iya bi masa calon besan keluarga Atmaja masih kerja terus"ledek alex
"Gak papa donk tuan biar banyak uangnya"ledek bi sumi kembali.
"Minta aja sama calon besan bibi atau calon menatu bibi aja,mereka berdua kan kaya"ucap alex.
"Si tuan bisa aja"ucap bi sumi.
"Iya lah manfaatin punya menatu dan besan kaya sultan bi"ucap alex.
"Iya bi mau minta berapa biar di transfer sama ayah"ucap bunda alia.
"Gak usah nyonya"ucap bi sumi.
"Gak papa mi asal bibi jangan kerja lagi disini"ucap ayah abraham
"Maksud tuan saya dipecat tuan"ucap bi sumi terkejut.
"Bukan begitu bi,bibi kan udah jadi calon besan kami,kami tidak akan memperkejakan bibi lagi,biar kerjaan bibi yang lain yang urus bibi duduk manis bersama kami dan lili"ucap ayah abraham.
"Tapi saya tidak enak tuan"ucap bi sumi.
"Bi gak usah gak enak seperti itu"ucap alex.
"Sini duduk bi"lanjut alex sambil menepuk nepuk tempat duduknya.
"Apa tidak apa apa tuan"tanya bi sumi.
"Gak papa gak ada yang melarang"ucap alex.
Akhirnya bi sumi duduk dikursi samping alex dan rara.
Lili yang melihat calon mertuanya dan kakak iparnya begitu baik kepada ibunya walau pun ibunya seorang asisten rumah tangga.
"Li kamu kenapa"taya alex.
"Kak,bun yah terimakasih sudah mau menerima lili dan ibu lili disini"ucap lili sambil menangis.
"Li jangan menangis itu,kita akan jadi keluarga,jadi sebagai keluarga tidak bisa meperkerjakan mereka sebagai asisten rumah tangga"ucap bunda alia sambil mengelus lili.
"Iya li benar kata bunda mu,jika bi sumi butuh apa apa bilang saja pada ayah atau kepada agam"ucap ayah abraham.
"Terimakasih tuan sudah mau menerima saya dan anak saya"ucap bi sumi
"Iya bi sama sama"ucap ayah abraham.
Rara yang melihat lili menangi pun langsung turun menuju lili.
"Mba lili kenapa menangis"tanya rara.
"Gak papa sayang"ucap lili sambil mengangkat rara duduk dipangkuanya.
Agam yang baru saja selesai berganti pakean pun turun menuju ruang keluarga untuk pamit.
__ADS_1
Saat sampai ruang keluarga agam melihat lili menangis pun khawatir.