
Disore hari rara dan tari sedang berada dikamarnnya mereka sedang berdandan karena pesta yang akan dilakukan pukul 5sore sedangkan sekarang pukul 4 sore.
(visual rara)
"mamih apa rara sudah cantik"tanya rara sambil berputar putar disamping tari yang sedang bermake-up.
Tari yang melihat rara yang berputar putar dari kaca pun melihat ke arah rara.
"sayang jangan berputar putar nanti kamu pusing sayang,anak mamih pasti cantik sayang mana mungkin anak mami gak cantik"ucap tari sambil mencubit hidung rara pelan
"hehee ... tentu kan mamihnya cantik pasti anaknya juga cantik kan mamih"ucap rara.
"iya sayang"ucap tari
Diluar terdengar suara ketukan pintu.
"mamih sepertinya ada tamu"ucap rara
"iya sayang tolong yah bukain mamih tanggung sayang.
"baik mamih"ucap rara sambil melangkah ke ruang tamu.
cekelekk suara pintu terbuka terlihat alex dan rangga yang tengah berdiri di depan pintu.
"papih......."teriak rara sambil minta di gendong alex.
Alex yang melihat rara merentangkan tangannya sudah mengerti bahwa dia minta untuk digendong,
"hay princess papi sudah siap"tanya alex
"sudah papih,ayo masuk pih,om"ajak rara
Alex dan rangga pun masuk dan duduk disana.
Adit pun baru saja pulang melihat alex dan rangga masih disana pun bertanya pada alex.
"kak dari tadi gak kemana mana"tanya adit yang melihat alex yang masih menggendong rara dan rangga yang duduk disebelah alex.
"gak lah kami saja baru datang,lihat penampilan kita sudah berbeda."ucap alex
"ah iya aku kira kalian dari pagi sampe sekarang belum bergerak kemana mana"ucap adit.
"dit kau belum kenal dengan orang yang di sebwlahku ini"tanya alex
Adit haya mengelengkan kepalnya pelan.
"owh iya kenalkan saya Rangga teman alex"ucap Rangga sambil mengulurkan tangannya.
"nama saya adit"ucap adit sambil membalas uluran tangan rangga.
Sedangkan Alex sedang mengingat sepertinya ia pernah melihat adit tapi dimana.
"tuan anda baik baik saja"tanya adit
"ah saya baik baik saja,oh iya apa kita pernah bertemu"tanya alex
Deg,,, suara jantung adit seolah berhenti.
"Apa kak alex mengingat ku,atau dia mengenaliku"batin adit tak karuan.
Tapi ia mencoba untuk tenang dan sebisa mungkin ia menutupi kegugupannya,karena menurutnya ini belum saatnya semua terbongkar.
"tentu tadi malam kita bertemu"ucap adit.
"tidak bukan tadi malam tapi sebelum itu"ucap alex sambil berfikir.
sesaat Alex pun berpikir keras dan akhirnya ia mengingat siapa adit sebenarnya.
"ahhh aku mengingatnya"ucap alex
Sedangkan jantung adit berdetak begitu cepat.
"dit aku ingat kamu yang nolongin aku waktu perampokan di jalan Anggrek itu kan"tanya alex
"iya kakak aku uang menolong mu"ucap adit merasa lega dia kira akan ketahuan siapa adit sebenarnya.
__ADS_1
"ah pantas saja aq tak asing dengan nama panjang mu"ucap alex
"iya kak,ya sudah kakak aku mau ke kamar dulu yah mau ngambil barang yang tertinggal"ucap adit
"iya dit silahkan"ucap alex.
Adit pun pergi ke kamarnya untuk mengambil barangnya,Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan ia langsung pergi lagi.
Sedangkan diruang tamu Tari dan karin sudah selesai berdandan.
Mereka pun pergi ke pesta itu mengunakan mobil alex.
Dipesta Rara tak mau pisah dengan alex karena ia baru saja mendapatkan papih baru.
Tari dan rara mengikuti alex sedangkan karin mengikuti rangga.
jam sudah menunjukan pukul 7 malam.
"ra ayo sama mamih,kasian om alex cape gendong rara lihat om alex juga harus menyapa rekan bisnisnya rara sama mamih aja yah"bujuk tari pada rara
"mamih ini papi bukan om rara"ucap rara
"ya sudah iya ayo sama mamih kasian papi mu berat gendong kamu"ucap tari
"tidak mau"tolak rara
"udah tar gak papa biar sama aku aja"ucap alex
"tapi kak...." ucapan tari terpotong karena ucapan alex
"tidak papa"ucap alex
"ya sudah aku titip rara yah aku mau ke toilet dulu"ucap tari
"iya...."jawab alex,Tari pun meninggalkan rara bersama alex.
Disaat alex sedang menyuapi rara terlihat seorang laki laki mendekat ke arah alex.
"selamat malam taun"sapa riko pada alex.
"selamat malam tuan riko,silahkan duduk"ucap alex.
"apa kabar tuan lama tidak bertemu"ucap riko basa basi
"baik bagai mana kabar mu"tanya alex
"saya baik taun"jawab riko
"papih rara mau makan es krim itu"ucap rara sambil menunjuk kearah es krim itu
"baik lah rara tunggu disini,papi kaan ambilkan ea krimnya untuk rara"ucap alex
"iya papi"jawab rara
deg suara jantung riko seolah berhenti disaat anak kecil itu menyebut nama rara.
Alex yang melihat riko melamun pun mencoba menyadarkannya.
"tuan riko anda tidak apa apa"tanya alex
"tidak tuan" Jawab riko
"tuan tolong titip anak saya,saya mau ambil es krim yang dimintanya"ucap alex.
"baik tuan"jawab riko
Alex pun mengambilkan es krim yang diminta rara.
sedangkan di meja rara,riko selalu memperhatikan wajah gadis didepannya itu.
Rara yang merasa risih oleh tatapan riko pun sedikit kesal.
"om jangan liatin rara gitu donk,rara gak suka"ucap rara kesal
"maaf sayang,om haya ingat dengan anak om saja"ucap riko
"memang anak om kemana"taya rara.
__ADS_1
"ia ikut bersama ibunya"ucap riko
Tak lama alex membawa semangkuk es krim pesanan rara.
"ini sayang"ucap alex sambil memberikan es krimnya.
"terimakasih papih"ucap rara
Rara pun makan es krim yang dia inginkan.
"maaf tuan apa dia anak anda tuan"tanya riko pada alex
Sebelum alex menjawab datang lah tari dari belakang riko.
"maaf kak aku lama yah"ucap tari sambil duduk di samping rara
"tidak apa apa ko tar"ucap alex.
Riko yang melihat tari duduk di kursi sebelah rara pun terkejut.
"TARI....."ucap riko
Tari yang merasa namanya disebut pun melihat arah orang yang memangil mamanya.
"riko..."lirih tari.
Begitu terkejut tari ternyata ada riko dihadapannya.
"mamih kasihan om riko dia teringat anaknya yang ikut dengan ibunya"ucap rara.
"oh iya sayang"ucap tari
"iya mamih anak om ini kaya rara ya mih yang ikut dengan mamih,tapi sayang rara tak tau ayah rara,tapi tidak papa rara sekarang sudah punya papih alex"ucap polos rara.
Ucapan rara begitu menusuk hati riko betapa sakitnya hatinya posisinya tergantikan oleh orang lain haya gara gara egonya sendiri.
"ternyata rara adalah anak ku"batin riko
Tari dan alex yang mendengar ucapan rara pun terkejut bagai mana bisa anak kecil seumuran rara berkata seperti itu.
"gak papa sayang mungkin ayah rara sibuk"ucap alex pura pura tidak tau kalau riko adalah ayahnya
Tari dan riko haya bisa diam,entah apa yang harus dia ucapkan kepada rara.
Setelah makan es krimnya rara merasa ngantuk dan ia mengajak pulang tari dan alex.
"papih,mamih ayo pulang rara sudah mengantuk"ucap rara
"tapi sayang papi masih harus disini"ucap tari
"tidak apa apa tar kita pulang saja"ucap alex.
"tuan alex maaf saya harus pulang rara mengantuk saya harus mengantar tari dan rara pulang"ucap alex
Riko yang sedang melamun pun tersadar dari lamunannya.
"baik tuan silahkan"ucap riko
Alex pun menggendong rara yang sudah mengantuk dan berpamitan pada riko.
"tuan riko saya permisi"ucap alex sambil melangkah pergi.
"saya permisi tuan riko"ucap tari sambil mengikuti alex dari belakang.
Riko haya bisa menatap punggung alex yang tengah menggendong rara dan tari yang mengikutinya dibelakang.
"Aku sungguh menyesal tar andai saja aku tidak terhasut omngnan mamah pasti kita hidup bahagia"batin riko
Jangan lupa like dan komennya....
Dan dukung Author dengan cara
vote
vote
vote
__ADS_1
Terimakasih.