Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu

Duda Kaya Mengejar Cinta Janda Anak Satu
Dirumah Sakit


__ADS_3

Adit pun datang ke lexta hospital dan menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan kakaknya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan"tanya suster.


"Sus saya mau tanya ruangan atas nama Lestari aryaguna dimana yah"tanya adit


"Sebentar saya cek dulu"ucap Suster langsung mengecek nama yang disebutkan oleh Adit.


"Tuan atas nama Lestari Aryaguna berada diruangan ViP lantai 3"ucap suster tersebut


"Baik terimakasih sus"ucap adit langsung menuju life untuk membawanya kelantai 3.


Sesampainya dilantai 3 adit langsung mencari ruangan VIP atas nama kakaknya..Setelah menemukan adit langsung masuk dan terlihat disana ada dua orang wanita dan laki laki yang sedang duduk dikursi panjang ayang ada diruangan tersebut.


"Akhirnya kau datang juga dit"ucap rangga.


"Iya kak maaf kak lama tadi macet dijalan"ucap adit.


"Iya gak papa,oh iya dit kamu disuruh temuin dokter dika diruanganya katanya"ucap rangga.


"Oh baik kak aku kerungan dokter dulu,tolong titip kak tari dulu yah kak,kalo kakak gak sibuk"ucap adit.


"Iya dit gak sibuk ko kebetulan kerjaan aku juga udah beres"ucap rangga.


"Makasih ya kak,aku pergi dulu"ucap adit keluar dari ruangan tari.


Adit pun mencari ruangan dokter bayu setelah menemukan adit mengetuk pintu ruangan itu.


"Tok tok tok.."suara ketukan pintu.


"Masuk"ucap bayu dari dalam ruangan.


Adit pun masuk dan duduk di kursi yang tersedia disana.


"Maaf dok saya mau menanyakan kondisi kakak saya atas nama tari"ucap adit.


"Owh kau keluarga dari tari"tanya dokter dika.


"Iya dok saya adiknya,bagaimana keadan kakak saya dok"tanya adit.


"Apa benar tari mengalami amnesia"tanya dokter dika.


"Iya dok kakak saya terkena amnesia"ucap adit


"Jadi begini hasil dari pemeriksa yang kami lakukan ingatan yang dimilik tari mulai pulih dan kita akan melakukan terapi untuk beberapa hari kedepan kemungkinan tari akan dirawat disini"ucap dokter dika.


"Tapi dok apa itu tidak membahayakan kakak tari"tanya adit.


"Tidak itu malah membantu ingatan tari untuk kembali"ucap dokter dika.


"Tapi dok waktu dulu saat ayah kami menceritakan masa lalunya ia sempat pingsan dan kata dokter itu membahayakan kakak saya dok"ucap adit


"mungkin dulu tari belum siap menerima apa yang terjadi sebelum kejadian,bisa jadi karena trauma yang ia miliki"ucap dokter dika.

__ADS_1


"apa sekarang akan baik baik saja dok"tanya lagi adit untuk meyakinkan dirinya agar tidak terjadi apa apa pada kakaknya.


"hasil dari pemeriksaan yang kami lakukan itu tidak apa apa"ucap dokter dika.


"Baik lah dok jika itu yang terbaik untuk kak tari,saya serahkan semuanya pada dokter"ucap adit


"Baik lah saya akan melakukan yang terbaik untuk kakak anda"ucap dokter dika.


"Kalo begitu saya permisi dok"ucap adit samabil berdiri.


"Silahkan"ucap dokter dika.


Adit pun keluar dan kembali keruangan tari.Saat adit masuk terlihat masih ada rangga dan seorang wanita


"Bagi mana dit hasilnya"tanya rangga


"Kak tari gak papa kok kak"ucap adit


"Lalu kapan dia akan pulang"tanya riri.


Adit yang melihat riri sedikit bingung karena baru kali ini ia bertemu dengan riri,rangga yang memahami kebingungan adit pun langsung memperkenalkan riri pada adit.


"Oh iya kenalin dit ini riri sekertaris alex"ucap rangga.


"Oh iya nama saya adit adik kakak tari"ucap adit.


"Salam kenal tuan"ucap riri


'iya"singkat adit.


"syukur lah kalau tari tidak kenapa kenapa"ucap riri


"iya dit syukur lah tari tidak papa kalo terjadi sesuatu pada tari nanti aku bisa hajar sama alex"ucap rangga.


"memang kenapa ko kak dihajar sama kak alex"tanya adit.


"ya bagi mana tidak dihajar tari kan wanita yang disukai alex"ucap rangga.


"lebay kamu kak"ucap adit.


"biarkan saja. kalo begitu aku sama riri pulang dulu,kami harus balik lagi ke kantor"ucap rangga.


"Iya kak makasih ya kak udah nganter kak tari kesini"ucap adit


"Santai aja dit kita harus saling membantu"ucap rangga


"Ya sudah tuan saya permisi dulu"ucap riri smabil melangkah pergi dari ruangan tersebut disusul oleh rangga.


Adit yang melihat tari membuka matanya langsung menghampiri tari.


"Kak bagaimana masih sakit"tanya adit.


"Udah gak ko dit,eh tunggu kenapa kamu ada disini"tanya tari.

__ADS_1


"Owh tadi ada yang memberitahu ku kalo kakak masuk rumah sakit"ucap adit.


Saat tari akan berbicara tapi dilarang oleh adit.


"Sudah kak jangan bayak bicara kakak istirahat dulu biar kakak cepat pulih dan cepat pulang"ucap adit


Tanpa menjawab tari kembali tertidur karena kepalnya sedikit pusing.Begitu bayak bayangan yang muncul dalam ingatannya.


Sedangkan adit yang melihat kakaknya tertidur ia menelvon asistenya untuk membawa leptop dan pakaian ganti untuk adit.


Tak butuh waktu lama asisten adit pun membawa pesanan adit,adit pun menganti pakeannya.


Setelah berganti pakeannya adit pun kembali berkutik dengan leptopnya untuk melanjutkan pekerjannya.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Adit yang sudah selesai dengan pekerjannya,ia pun merasa lapar tanpa pikir panjang adit keluar untuk mencari makan.


Setelah selesai makan ia pun membelikan bubur ayam untuk kakaknya.sehabis membeli bubur adit pun kembali lagi keruangan tari,


Terlihat tari sudah bangun dan ia sedang duduk diranjangnya.


"Kak sudah bangun"tanya adit.


"Iya dit"jawab tari.


"Nih kak aku beli makan untuk kakak,kakak makan dulu setelah itu minum obatnya"ucap adit sambil memberikan bubur ayam yang ia beli tadi.


"Iya dit,eh dit kamu sudah mengabari rara kalo kakak gak bisa pulang"tanya tari karena khawatir pada rara.


"Sudah kak,ayo makan jangan bayak bicara cepat habiskan"ucap adit.


"Baik lah adik ku tersayang"ucap tari


Tari memakan buburnya sampai habis,setelah itu tari pun meminum obatnya.


Baru saja selesai minum obat pintu terbuka dan terlihatlah alex yang abru saja datang langsung menghampiri tari.


"Tari bagaimana keadan mu"tanya alex.


"Aku sudah baikan tuan"ucap tari.


Seketika kepala tari kembali pusing karena bayak memori yang mulai kembali.


"Ah kepalaku"teriak tari


"Kak kenapa"tanya adit


"Tar kamu kenapa"tanya alex


Tanpa pikir panjang adit pun menekan tombol yang ada didekat tari untuk memanggil dokter.


Tak lama dokter pun datang dan melihat tari yang kesakitan.


Suster yang datang bersama dokter menyuruh adit dan alex keluar dari ruangan itu,agar dokter bisa memeriksa tari.

__ADS_1


Sedangkan diluar alex begitu khawatir kepada tari.Apa lagi adit ia baru kali ini melihat kakaknya kesakitan kembali sejak 6 tahun yang lalu.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2