
Disaat tata keluar dari kamar mandi datang lah bunda alia,ayah abraham,mama naumi dan papa angga bersamaan.
mama naumi yang melihat mata sembab pada tata langsung menatap tajam pada alex.
alex yang mendapat tatapan itu bingung kepada mamahnya sendiri
"ada apa"tanya alex pada mama naumi.
mama naumi langsung menghampiri tata dan memapahnya untuk duduk di kursi.
"kau apa kan anakku"tanya mama naumi.
"kenapa matanya sembab seperti ini alex"tanya papa angga.
"apa aku tidak berbuat apa apa"ucap alex.
"nak kau bilang pada mama mu ini,kau di apakan oleh anak nakal itu"tanya mama naumi.
"mah aku tidak di apa apakan mamah"ucap tata.
"lalu kenapa matamu seperti ini"tanya papa angga.
kedua orang tua tata hanya tersenyum dengan sikap kedua mertuanya anaknya itu.
"nak bunda tak salah menikahkan kalian,bunda bahagia kau mempunyai mertua yang sangat menyayangi mu seperti ini"batin bunda alia.
"maafkan ayah nak,ayah sudah memisahkan kalian karena ego ayah kau perang di sia siakan oleh mertua dan mantan suami mu"batin ayah abraham.
ayah abraham merangkul sang istri sambil mengelus pundak sang istri.
"aku bahagia mah,pah kalian ada untuk ku dan anak ku"ucap tata pada mamah naumi.
"nak mamah dan papa itu sangat sayang padamu seperti kami menyaingi alex dan audi"ucap mama naumi.
"tidak sayang,mamah dan papa lebih sayang padamu"ucap alex sedikit cemburu karena orang tuanya begitu menyaingi menantunya tapi di lubuk hati alex ia bahagia karena sang istri bisa diterima dengan baik oleh kedua orang tuanya itu.
"kenapa kau bisa bilang seperti itu"tanya papa angga.
"lihat saja sekarang tata sembab sedikit kalian sudah menuduhku macam macam"ucap alex.
"iya lah tadi kami tinggal tata tidak apa apa kenapa setelah kami kembali lihat matanya seperti ini"ucap mama naumi.
"mamah aku tidak apa apa ko,aku hanya terharu karena kalian begitu baik padaku"ucap tata pada mama naumi.
"nak ini sudah tugas kami sebagai orang tuamu"ucap mama naumi.
"nak kau ini sudah jadi keluarga kami yang harus kami jaga"ucap papa angga.
"iya nak jadi jangan merasa karena kau menantu jadi kau berpikir hal hal yang tidak tidak yah,kau adalah keluarga kami"mama naumi
__ADS_1
"jadi mulai sekarang jagan pernah sungkan kepada kedua orang tuamu ini yah"ucap papa angga.
"terimakasih mah pah"ucap tata sambil meneteskan air matanya kembali.
mama naumi yang melihat tata menangis langsung memeluk tata.
alex bahagia dengan kehangatan kedua orang tuanya yang begitu menerima baik istrinya.
"maafkan aku"ucap ayah abraham tiba tiba.
"semua keluarga langsung menoleh kearah ayah abraham dengan wajah yang bingung.
"maaf kenapa"tanya papa angga.
"maafkan kami yang memisahkan alex dan tata karena keegoisan kami"ucap bunda alia.
Alex langsung menghampiri kedua mertuanya itu.
"bunda dan ayah tidak salah ko,kami mengerti"ucap alex.
"tapi jika kami tidak memisahkan kalian mungkin kalian tak akan mengalami kesulitan seperti waktu itu"ucap ayah abraham
"sudah,kami mengerti kau memisahkan alex dan tata itu juga demi kebaikan tata kan"ucap papa angga
"kami tidak akan menyalahkan kalian"ucap mama naumi
"tapi gara gara kami kalian mengalami kesulitan"ucap bunda alia.
"tapi bunda dan ayah tetap merasa bersalah lex"ucap bunda alia.
"iya lex,sekali lagi maafkan kami"ucap ayah abram.
"tidak apa apa bunda,ayah"ucap alex.
"itu sudah berlalu al,yang penting sekarang anak kita bisa bersama"ucap mama naumi.
"iya terimakasih bunda dan ayah telah menjaga istriku dengan baik"ucap alex.
"tapi bunda benar benar minta maaf lex"ucap bunda alia menangis pada alex.
alex yamg melihat bunda nya menangis langsung memeluk bundanya itu.
"tidak apa apa bunda,aku mengerti ko walau bunda dan ayah memisahkan kami,tapi yang penting sekarang kita sudah kembali bersatu"ucap alex.
"terimakasih kalian bisa mengerti kami"ucap ayah abraham.
"mungkin jika posisi anak kami seperti tata kami pun akan melakukan hal yang sama dengan mu"ucap papa angga menghampiri aya abraham
"iya kami akan membawa anak kami pergi untuk berobat keman saja asal anak kami selamat"ucap mama naumi.
__ADS_1
"jadi jangan pernah menyalahkan diri kalian"ucap papa angga.
"terimakasih sekali lagi"ucap yah abraham
"terimakasih lex kau mau menunggu anak bunda"ucap bunda alia pada alex.
"aku sangat mencintai tata bunda,samapi kapan pun aku akan menunggu tata,walau sekarang aku belum bertemu dengan tata,aku tidak akan menikah kembali dan aku akan masih tetap mencari gadis kecilku yang paling aku sayangi"ucap alex sambil melihat istri cantiknya itu.
Tata yang melihat ketulusan sang suami tersenyum bahagia.
"jadi kau begitu mencintai istrimu ini"tanya tata untuk mencairkan suasana yang mengharukan itu.
"tentu saja,untuk apa aku bertahan samapi sejauh ini jika aku tidak mencintaimu"ucap alex.
"lihat lah ta anak mama yang sudah begitu bucin sama gadis kecilnya itu"ucap mama naumi.
"hahaa pria dingin dan begitu cuek dengan wanita bisa bisanya begitu bucin pada istrinya itu"ledek papa angga.
"benar sekali pah,mamah aja tidak menyangka laki laki yang begitu dingin pada wanita sekarang begitu hangat pada anak istrinya"ucap mama naumi.
"berarti tata wanita yang bisa mencairkan balok es"ucap papa angga.
"iya yah,ko bisa sih lex kau berubah seperti itu"tanya ayah abraham pada suami tata.
"tidak tau yah kenapa aku bisa seperti itu"ucap alex yang bingung dengan sikap dirinya 360° itu.
"tapi tidak apa apa yang penting sekarang dia bisa berubah"ucap mama naumi.
"iya juga yah"jawab papa angga.
"sudah sudah jangan terlalu dipikirkan ayo kita beres beres saatnya kita keluar dari sini"ucap mama naumi.
"oh iya samapi aku lupa"ucap bunda alia.
tata begitu bahagia melihat kedua orang tua dan kedua mertuanya yang selalu ada buat dirinya dan keluarga kecilnya itu.
"sudah Alex bereskan semua"ucap alex.
"kita keluar sekarang atau bagai mana"tanya bunda alia.
"sekarang saja,semua biaya dan yang lain sudah aku bereskan"ucap papa angga.
"kita tunggu dokternya dulu"ucap alex.
"memang tata harus diperiksa lagi atau bagai mana"tanya bunda alia.
"tidak bun,tadi dokternya bilang dia akan membawa obat untuk dikonsumsi tata"ucap alex.
"oh baik lah"jawab mama naumi.
__ADS_1
tak lama dokter erika datang dengan obat di tangannya.