
Setelah selesai makan tari dan alex mengikuti ayahnya keruang kerja milik ayahnya,sedangkan rara,dia bersama neneknya.
Tari dan alex duduk dikursi panjang yang ada diruangan ayahnya.
sedangkan pak tio mengambil sebuah dokumen dan diberikan kepada tari.
"baca ini nak nanti kau akan paham,tapi sebentar ayah harus mengaktifkan kedap suara terlebih dahulu"ucap pak tio sambil mengambil remotenya.
Tari dan alex membaca isi dokumen itu betapa terkejutnya tari membaca semua itu.
pak tio duduk dikursi depan tari dan alex.
"yah jadi pembantu disini adalah istri dari orang orang yang ayah penjara dibawah tanah"tanya tari.
"iya nak tapi tidak semua hanya 7 sisanya orang orang yang sudah diseleksi"ucap pak tio.
"tapi yah kenapa harus mereka yang ayah kerjakan,bukanya suami mereka yang bikin tata celaka yah"tanya alex.
"ya itu kan suaminya bukan istri dan anak anaknya,apa kamu tega jika melihat anak istri kamu terlantarkan lex"tanya pak tio.
"tentu saja tidak yah,tapi yah.."ucapan alex terpotong oleh tari.
"aku setuju dengan pemikiran ayah,walau suami mereka yang mencelakai aku,tapi istri dan anaknya tak tau apa apa dia tak perlu menanggung semua ini,cukup suaminya,dan juga ini bisa buat senjata untuk mengancam mereka untuk buka mulut bukan"ucap tari.
"benar apa kata tata,kita memang punya masalah dengan suaminya,biar para suami yang menanggungnya"ucap pak tio.
"iya juga sih,oh iya yah kapan kita akan kebawah tanah"tanya alex.
"nanti malam sesuai rencana kita"ucap pak tio.
"baik lah kita nanti malam ke paviliun yang ada di belakang kamar bibi"ucap pak tio.
"baik yah"jawab tari
tak lama pintu diketuk oleh ibu sari dan dibolehkan masuk oleh pak tio.
"yah sudah selesai bicaranya"tanya bu sari
"sudah bun sini masuk"ucap pak tio.
ibu sari dan rara masuk keruang kerja pak tio,rara yang melihat alex duduk berdekatan dengan mamihnya ,ia lari ke arah alex,minta duduk dipangkuan alex.ibu sari duduk didekat pak tio
"hey gadis cantik kenpa kau manja sekali pada om alex"tanya pak tio
__ADS_1
"kakek dia bukan om ku tapi dia papih ku"ucap rara.
"papih mu bukan dia"ledek pak tio.
seketika rara menangis dalam pelukan alex.
"hikkk hikkk papih alex,papihnya rara kan hikk hikk"ucap rara di selah tangisnya
"iya ra,papih adalah papihnya rara,jadi rara jangan menangis yah"ucap alex
seketika Rara berhenti menangis dan melihat kearah pak tio sambil menjulurkan lidah,Semua orang yang ada disana pun tertawa oleh tingkah rara.
"yah,bun aku rencana akan mencari baby sister untuk rara"ucap tari
"loh kenapa nak,kenapa mendadak mencari baby sister"tanya ibu sari.
Akhirnya tari menceritakan pembicaran bi sumi dan dirinya sehingga ia memutuskan untuk menjadikan anak bi sumi baby sister untuk rara.
"owh baik lah jika seperti itu biar ayah yang membayar anak bi sumi"ucap pak tio.
"tidak yah biar alex saja"ucap alex.
"gak papa nak,biar ayah sebelum kau dan tari menikah semua kebutuhan tari dan rara ayah yang menanggungnya"ucap ayah.
"tidak ayah biar alex yang menanggung tari dan rara adalah calon istri dan anak ku yah biar aku yang bertanggung jawab atas mereka,semua itu juga adalah hak mereka bukan milik ku"ucap alex
"tentu saja jadi yah,kalo bisa hari ini juga kita menikah"ucap alex.
"lex kau sudah tidak sabar untuk menikah dengan tari lex"tanya pak tio
"heheee..... penantian 11 tahun yah"ucap alex,membuat semua orang disana tertawa kecuali rara.
"bun karin dimana"tanya tari.
"dikamarnnya lagi beresin baju tadi"ucap ibu sari.
"bajuku belum diberesin donk"tanya tari.
"sudah tadi sama bi sumi"ucap ibu sari.
"ya sudah aku mau ke kamar karin dulu"ucap karin.
"ya sudah sana"jawab ibu sari.
"rara mau ikut mamih atau mau sama papih"tanya tari pada rara.
__ADS_1
"rara mau sama papih aja"ucap rara sambil memeluk alex.
"ya sudah mamih ke kamar tante karin dulu"ucap tari.
Tari meninggalkan alex,rara,ibu sari dan pak tio di ruang kerja Ayah nya.
Tok tok tok.. suara pintu diketuk.
Dari dalam karin membuka pintu dan terlihat tari yang sedang berdiri di depan pintu.
"tar ayo masuk"ucap Karin
"makasih,lagi ngpain kamu kar"tanya tari sambil berjalan menuju ranjang karin
"nih lagi beresin baju"ucap karin
"gimana apa kamu nyaman kar tidur dikamar mu,kalau kamu tidak nyaman bisa pilih kamar yang lain"ucap tari.
"gak lah tar ini juga lebih dari cukup,makasih ya tar walau kamu dari keluarga yang super duper kaya tapi kamu tak melupakan ku"ucap karin.
"tentu dong kar mana mungkin aku melupakan kamu,kamu yang selalu ada jika aku kesusahan"ucap tari.
"tentu tar,oh iya bagaimana kabar kak kenzo dan kak iren aku sudah lama tidak mendengar kabar mereka"tanya karin
"yang aku dengar kak iren ada di Singapura sedangkan kak kenzo sedang berada di Singapura juga ada kerjaan sekaligus nungguin kak iren"ucap tari
"memang kak iren kenapa"tanya karin
"kak iren bersama orang tua dan adik kak alex kecelakaan disana"ucap tari.
"lalu keadan kak iran dan keluarga tuan alex bagai mana"tanya karin
"sudah baik dan aku dengar mereka sedang pulang kemari"ucap tari.
"syukurlah kalau begitu"ucap karin.
"oh iya kar untuk beberapa hari ini kamu dirumah saja yah aku ada urusan bersama kak alex,Tolong jaga rara,ya walau rara nanti malam sudah ada baby sister tapi aku belum yakin 100% untuk jaga rara,kamu tau kalau rara itu seperti apa"ucap tari.
"siap tar pasti aku jagain rara"ucap karin.
"ya udah kamu lanjutin aja beres beresnya aku mau nyusul rara dulu kalau mau ikut ayo"ucap tari
"ikut deh dikamar terus bosen gak ada temen"ucap karin.
"ya udah ayo"ucap tari
__ADS_1
Tari dan karin keluar dari kamar karin,sepanjang jalan mereka rak melihat rara dan yang lain haya terlihat bibi sedang beres beres akhirnya tari menyakan keberadaan yang lain.Bibi pun memberi tahu kalau rara dan yang lain sedang menemani rara ditaman bermain.
BERSAMBUNG.......