
Di lagi mereka hanya terdiam dengan pertanyaan alex.
Alex pun berusaha bangun dari tempat tidurnya tapi dicegah oleh dika.
"Lex jangan bangun dulu"ucap dika.
"Aku ingin melihat istriku karena kalian tidak ada yang memberi tahuku bagai mana keadan istriku"ucap alex
"Ok aku akan kasih tau kondisi istrimu tapi aku mohon kamu tenang dulu"ucap dika.
"Ok aku akan tenang tapi katakan apa yang terjadi kepada istriku dan bagai mana keadan kandungannya"tanya alex.
"Kandungan istrimu bis diselamatkan oleh dokter erika"ucap dika.
"Syukur lah jika kandungannya baik baik saja"lega alex.
"Tapi....."ucapan dika menggantung.
"Tapi kenapa dik"tanya alex khawatir.
"Istrimu koma lex karena benturan dikepalannya yang cukup keras dan ada efek samping dari kecelakaan yang terjadi 11 tahun yang lalu"ucap dika.
Tes.... Air mata alex pun menetes ia tak bisa menahan air matanya,alex menangis tanpa suara,ia hanya diam mendengar ucapan dika.
Semua keluarga yang melihat alex hanya terdiam dan mengeluarkan air matanya pun khawatir..
"Lex kau baik baik saja"tanya mama naumi.
Alex tak mampu berbicara ia masih dalam diamnya,ia juga membayangkan kejadian waktu ia dan tata terjadi kecelakaan.
"Lex bunda tau kamu pasti sedih mendengar ini tapi bunda mohon lex kamu jangan seperti ini bunda dan yang lain akan selalu ada bersama mu dan tata,kita akan cari pengobatan yang terbaik didunia asal tata bisa sembuh"ucap bunda alia
Alex mengingat plat nomer mobil yang membuat mereka kecelaka.
"Agam telvon roy suruh kemari,audi telvon bayu suruh kemari bawa boy dan leo cepat"ucap alex sepontan.
Tanpa pikir panjang audi dan agam menelvon orang yang diperintahkan kakaknya membuat mereka bingung.
"Ada apa lex kenapa tiba tiba"tanya dokter dika.
"Ini penting,aku boleh ketemu dengan tata aku mohon"ucap alex yang masih meneteskan air matanya.
"Ok aku akan mengantar kamu kesana tapi pake kursi roda"ucap dokter dika.
"Terserah yang penting aku bisa melihat istriku"ucap alex.
Dokter dika menyuruh suster untuk mengambil kursi roda.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama suster membawa kursi roda,alex didudukan di kursi fan didorong oleh dika.
Alex masuk ke kamar rawat tata,alex yang melihat banyak alat yang menempel ditubuh tata pun tak sanggup menahan air matanya.
Dokter dika mendekatkan alex ke tata dan meninggalkannya bersama tata berdua.
"Sayang aku datang maaf kan aku gara gara aku kamu jadi sperti ini"ucap alex.
"Sayang ayo bangun aku tak sanggup jika harus kehilangan kalian berdua dalam waktu bersaman sayang,aku tak sanggup melihat mu seperti ini,aku sungguh tak sanggup istriku hikk hikk"tangis alex sambil mencium tangan tata.
"Sayang kamu yang kuat didalam perut mamih mu dan kamu juga semangat membantu mamih mu sadar sayang,papih mohon jaga selalu mamih kamu ya nak,papih gak sanggup jika harus kehilangan mamih kamu untuk kedua kalinya"ucap alex sambil mengelus dan mencium perut tata yang masih datar.
"Sayang cepat sadar kau tau aku sudah membelikan rumah untuk mu untuk rara dan anak kita,kau tau aku berencana akan memberikan rumah itu kepadamu hari ini tapi kenapa kita harus mengalami sperti ini dan membuat kamu tak sadarkan diri seperti ini,sayang aku mohon bangun sayang"ucap alex sambil menangis.
Sungguh ini lah hal yang tak pernah alex bayangkan dan tak pernah ingin alex alami harus melihat istrinya terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit lagi dan lagi.
Tak lama dokter dika masuk keruangan rawat tata dan menghampiri alex.
"Lex ayo kita keluar biar tata istirahat dulu,dia sedang berjuang untuk tetap bersama mu dan anak anak nya,kami akan selalu jaga 24 jam untuk istrimu"ucap dokter dika.
"Dik tolong jaga tata,aku tidak bisa percaya kepada orang lain selain dirimu,aku mohon"ucap alex tanpa memalingkan wajahnya dari wajah tata yang pucat.
"Iya lex aku sudah bilang kepada dokter lisa bahwa aku yang menangani tata langsung bersama dokter erika dokter kandungan disini"ucap dika.
"Siapa erika aku butuh data dia"ucap alex waspada.
"Aku pegang ucapan mu"ucap alex.
"Sudah sekarang kita keluar anak buah mu sudah menunggu diruangan rawat mu"ucap dokter dika.
"Sayang aku pergi dulu yah,aku ada urusan kamu cepat sadar aku selalu menunggumu sampai kapanpun"ucap alex.
"Ayo dik kita ke kamar ku"ucap alex
Tanpa banyak bicara dokter dika membawa alex kembali ke kamarnya.
Saat mereka masuk benar saja anak buah alex dan keluarganya sudah ada disana.
"Lex bunda,mamah,iren,audi dan lili pulng dulu yah,kami akan mengambil pakean mu dan barang barang yang dibutuhkan kamu dan tata"ucap bunda alia.
"Iya bun dan yang lain hati hati"ucap alex.
"Iya sayang"jawab mama naumi.
Bunda alia,mama naumi iren,audi dan lili pun keluar dari ruangan alex.
Sedangkan yang lain tetap dikamar rawat alex.
__ADS_1
"Lex aku kelaur dulu ada pasien yang harus aku periksa"ucap dokter dika.
"Iya dik terimakasih"ucap alex.
Dokter dika pun pergi dari ruangan alex.
"Ok kita langsung aja,ayah apa ayah dan agam mencari tau kenapa dengan kami"tanya alex.
"Ya ayah mencari tai tapi anak buah ayah belum mendapat apa pun"ucap ayah abraham.
"Aku sudah menyuruh leo tapi tak tau aku belum menanykan"ucap agam.
"Maaf tuan aku belum mendapat apapun"ucap leo.
"Ok kalo begitu roy cari tau pelat mobil nomer XXXXX milik siapa" ucap alex.
"Ok akan aku cari kan dulu"ucap roy.
Roy pun mengotak atik leptopnya.
"Bay cek CCTV sekitar kejadian"ucap alex.
Tentu saja bayu langsung mengotak atik leptopnya.
Tak butuh waktu lama roy sudah mendapatkan pemilik mobilnya.
"Lex aku sudah mendapatkan siapa pemilik pelat mobil itu"ucap roy.
"Katakan siapa pemiliknya"tanya alex.
"Pimiliknya adalah gio Prasetya"ucap roy.
"Gio prasetya"ulangi agam.
"Jangan bilang gio itu orang kampung yang tak tau diri itu"ucap alex emosi.
"Sepertinya yang dikatakan kamu itu benar lex"ucap ayah abraham.
"Tuan dari CCTV terlihat ini murni kesengajaan,dan mobilnya menuju hotel Nirmala"ucap bayu.
"Ok cek CCTV di hotel tersebut kamu bisa roy"ucap alex.
"Bisa dong"ucap roy.
Toy kembali mengotak atik leptopnya dengan cepat.
Kenzo,boy dan leo hanya menjadi pendengar setia karean ia tidak tau apa yang akan mereka lakukan sekarang.
__ADS_1