
Tata pun langsung mengambil ponsel untuk mengirim pesan kepada Alex.
"Sayang kenapa kau mengirim boy kemari"begitu isi pesan dari tata kepada alex.
Alex yang sedang membahas pekerjaan pun tidak sadar jika ia mendapatkan pesan dari sang istri.
Tata yang pesannya di abikan pun langsung beralih lagi memilih baju.
Sesaat dia mengingat tatapan derrel padanya,dan akhirnya ia mengirim pesan kepada abangnya siapa lagi kalau bukan roy.
"Bang kau dimana"isi pesan tata kepada roy.
Tak butuh waktu lama roy sudah membalas pesan tata.
"Abang lagi di luar kota memang kenapa apa kau merindukanku"balasan dari roy.
"Sembarangan aku ada bisnis sama abang,abang kapan kekota"tanya tata.
"Malam ini abang ke kota ada kerjaan besok sama adikmu"jawab roy.
"Ok apa abang bisa kerumah setelah urusan mu dengan agam selesai"tanya tata
"Tentu,apapun untuk adik kecilku pasti aku bisa"jawab roy.
"Ok aku tunggu besok"balas tata
"Ok"balas roy.
Tanpa membalas pesan dari roy tata pun mengajak nyonya ratna kembali ke restoran tempat para suami mereka rapat.
Sesampainya mereka di restoran tata langsung menghampiri suaminya.
"Gimana mas apa sudah selesai"tanya tata pada alex.
Disisi lain ada seorang pria yang selalu saja melihat tata dari awal tata masuk dan sampai tata duduk didekat suaminya.
"Sudah sayang baru saja selesai"jawab alex.
"Kalau begitu bagai mana kalau kita pergi sekarang aku ada urusan"ucap alex.
"Urusan apa sayang"tanya alex.
"Rara mau pulang dan dia ingin dimasakin sesuatu kesukannya"ucap tata.
"Apa anak kita sudah sampai di indonesia"tanya alex.
Pria uang sedari tadi memperhatikan tata pun terkejut ternyata mereka sudah punya anak.
"Maaf tuan apa anak anda sudah besar"tanya tuan hartono.
"Masih kecil tuan usia 4 tahun"ucap alex
"Oh saya kira sudah sekolah karena dari luar negri"ucap tuan hartono.
"Belum tuan,anak saya sedang ikut oma dan opanya ke luar negeri jalan jalan saja"ucap alex
"Oh seperti itu"jawab tuan hartono.
__ADS_1
"Nyonya tata juga sedang hamil lagi ya tuan"tanya nyonya ratna.
"Iya nyonya saya bersyukur sekali istri saya sedang hamil lagi"ucap alex.
Benar saja bagi derrel ucapan ibu dan rekan bisnisnya itu sangat meyakinkan,bagaimana tak menyakitkan,wanita yang disukai sejak beberapa bulan lalu sudah mempunyai suami dan anak apa lagi sekarang sedang hamil.
"Sudah mas ayo pulang"ajak tata.
Tata sudah tidak enak dengan tatapan dari derrel itu.
"Ok ok kita pulang sekarang,tuan,nyonya dan derrel kami pulang dulu"ucap alex.
"Oh iya tuan hari hati dan semoga kerja sama kita sukses yah"ucap pak hartono
"Amin"jawab alex.
"Hati hati tuan dan nyonya"ucap derrel.
"Terimakasih Derrel"jawab alex.
"Mari nyonya"ucap tata pada nyonya ratna.
"Silahkan nyonya"jawab nyonya ratna.
Akhirnya alex dan tata keluar dari restoran menuju mobil mereka,saat sampai diparkiran terlihat seorang pria sedang berdiri di samping mobil alex.
Alex dan tata pun menghampiri pria tersebut.
Si pria yang melihat alex dan tata berjalan menghampirinya pun langsung membungkukkan badannya.
"Selamat siang nyonya dan tuan"sapa pria tersebut,siapa lagi jika bukan boy yang ditugaskan alex untuk menjaga tata.
"Ok boy tugas mu selesai kmu boleh kembali ketempat kerja mu"ucap alex.
"Baik tuan saya akan kembali,permisi nyonya dan tuan"ucap boy pamit.
"Iya"jawab alex.
Sedangkan tata hanya tersenyum saja.
Setelah kepergian boy alex dan tata pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat parkir restoran tersebut.
Saat diperjalanan menuju rumah tata hanya terdiam menatap jendela,dan alex memahami situasi itu.
"Ta kamu kenapa"tanya alex pada tata.
"Tidak apa apa"jawab tata yang mengalihkan pandanganya kearah alex dan tersenyum begitu manis.
"Jujur saja padaku ada apa,apa kau kepikiran masalah derrel yang menatap mu selalu"tanya alex.
Alex sebenarnya tau jika derrel sedari tadi menatap istrinya tapi dia pura pura bodoh dalam hal itu.
"Kau tau jika derrel selalu menatapku"tanya tata
"Iya sejak awal kedatanganya aku tau jika pria itu selalu saja menatapmu dan terkadang dia juga menatapku tak suka"jawab santai alex.
"Kenapa kau diam saja"tanya tata.
__ADS_1
"Aku tidak diam saja"ucap alex.
"Lalu apa yang kau lakukan"tanya tata.
"Aku mencari tau siapa derrel dan satu lagi aku sudah menghubungi abang roy dan ternyata kau sudah menghubunginya juga"ucap alex.
"Jadi kau juga menghubungi abang"tanya tata.
"Iya,dan aku bilang bicarakan dengan kau karena besok aku tidak bisa menemanimu bertemu abang karena aku ada urusan diluar kota bersama derrel"ucap alex.
"Kalin berdua saja yang kesana"tanya tata.
"Tidak mungkin aku berdua aku akan bawa boy dan leo beserta bayu untuk ikut dengan ku,dan kau akan dijaga oleh seseorang yang kebetulan dia berada di kota ini bersama kekasihnya"jawab alex
"Siapa"tanya tata
"Nanti malam kau akan tau siapa dia,pasti kalian akan cocok"jawab alex
"Siapa sih"tanya tata.
"Sudah gak usah penasaran nanti malam dia juga akan kerumah atmaja"jawab alex
"Ok deh kalo begitu"jawab tata.
Tak lama mobil mereka memasuki halaman rumah atmaja.
Sesampainya dihalaman tata turun dan diikuti alex masuk kerumah dan duduk diruang tamu.
Bunda alia yang baru saja turun dari lif melihat tata dan alex duduk diruang tamu pun menghampirinya.
"Kalian sudah pulang"tanya bunda alia
"Sudah bun baru saja sampai"ucap alex.
"Oh begitu bunda kira kalian sudah dari tadi"ucap bunda sambil duduk di kursi sebelah tempat duduk alex dan tata.
"Oh iya bun nanti malam sodara alex akan datang kemari apa boleh"tanya alex pada bunda alia.
"Astaga lex tentu saja boleh,ini kan rumah mu juga,kalau kau mau mengadakan pesta pun boleh"ucap bunda alia.
"Ok bun"jawab alex.
"Oh iya kapan rara dan naumi pulang"tanya bunda alia.
"Malam ini juga sampai bun"jawab alex
"Oh,baik lah,lex tata mau bicara"ucap bunda alia sambil menyentuh tata.
"Loh ko tata,emang tata mau bicara apa"tanya tata yang kebingungan oleh perkataan bundanya.
"Hiss kau ini yang tadi pagi kita bicarakan"ucap bunda alia.
Seketika tata mengingat ingat apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh tata pada alex
"Ada apa sayang"tanya alex
"Entah aku lupa,sebentar aku ingat ingat dulu"ucap tata.
__ADS_1
Tata pun berpikir keras apa yang ingin dikatakan pada alex tentang bundanya.