
Tak butuh waktu lama roy sudah mendapatkan rekaman CCTV hotel tersebut.
"Lex ini sepertinya komplotan mereka"ucap roy kepada alex.
"Mereka semua melihat rekaman CCTV tersebut.
"Tuan ini bukanya keluarga gio dan ijah"tanya leo.
"Kau benar leo,dan sekarang kamu fan boy tau apa yang harus kalian lakukan"tanya alex.
"Iya tuan kami tau"ucap boy dan leo.
"Kalau kalian sudah mendapatkan mereka bawa kemarkas"ucap alex dingin.
"Siap tuan"ucap boy dan leo
Boy dan leo pergi dari rumah sakit mereka mencari orang orang yang telah mencelakai tuan dan nyonyanya.
Sedangkan dirumah sakit alex kembali merebahkan dirinya di ranjang rumah sakit.
Tanpa bicara alex hanya melamun.
"Apa yang harus aku lakukan agar istriku cepat sadar,aku tak ingin kembali kehilangan wanita yang paling sangat aku cintai,aku tidak sanggup,dan apa yang harus aku katakan pada rara jika iya menanyakan mamihnya"batin alex.
Kenzo yang melihat alex melamun pun menghampiri alex.
"Lex kamu jangan seperti ini aku tau kamu terpukul atas apa yang menimpa tata"ucap kenzo.
Alex tak menggubris omongan kenzo,ia masih berperang dengan pemikirannya.
Papa angga dan ayah abraham pun menghampiri alex.
"Lex jangan melamun terus,apa kau tak kasihan jika rara melihat mu seperti ini,ayah pun sama sepertimu terpukul tapi kita harus kuat demi tata dan rara,kau tau lex rara sangat menyangi mu,jika rara melihat kamu seperti ini bagai mana dengan rara"ucap ayah abraham.
Alex pun mulai sadar dari lamunannya ia mengingat rara yang masih butuh kasih sayang dirinya dan tata.
"Ayah,papa apa rara tidak dibawa kemari"tanya alex.
"Nanti rara akan dibawa kesini menemui mu,karena rara sedari tadi merengek ingin bertemu dengan mu dan tata"ucap papa angga.
"Baik lah pa"ucap alex.
"Kamu istirahat dulu karena jika besok kamu sudah tidak pusing boleh keluar rumah sakit"ucap ayah abraham.
"Iya yah"jawab alex.
Akhirnya alex tidur kembali jam sudah menunjukan pukul 4 sore rara bersama bunda alia dan mama naumi baru saja sampai di rumah sakit.
Rara masuk keruangan rawat alex disana ada alex dan agam,ayah abraham dan papa angga sedang pergi mengurus sesuatu.
"Uncle papih masih tidur"tanya rara.
"Masih sayang papih masih tidur"ucap agam.
"Uncle kenapa papih tidur disana tidak tidur dirumah"tanya rara.
"Papih sedang tidak enak badan sayang"ucap agam.
Alex yang sedang tidur mendengar suara rara pun terbangun.
"Ra..."panggil alex.
Rara yang sedang mengobrol dengan agam pun langsung berjalan menghampiri alex diikuti oleh agam.
"Papih..."panggil rara.
"Iya sayang"jawab alex.
__ADS_1
"Sini ra naik"ucap alex.
Rara pun di naikan oleh agam ke ranjang alex.
"Papih kenapa tidur disini"tanya rara
"Papi sedang tidak enak badan sayang"ucap alex sambil memeluk rara.
Alex mengingat istrinya yang sedang berbaring dikamar rawat sebelah.
"Papih mamih mana"tanya rara.
Deg... Jantung alex serasa berhenti ia bingung apa yang harus dikatakan pada rara.
Alex tak mampu menjawab pertanyaan rara.
"Papih kenapa ko diem"tanya rara.
"Papih gak papa sayang"jawab alex.
Kenzo dan agam yang mengerti Alex pun mencoba mencairkan suasana.
"Ra kita beli es krim yu di super market bawah"ucap kenzo.
"Tapi om rara pengen temenin papih"ucap rara.
"Papih kan ada uncle kita beli eskrim saja yuk"ajak kenzo.
"Papih rara boleh beli es krim sama om kenzo"tanya rara.
"Boleh sayang,jangan banyak banyak yah belinya"ucap alex.
"Siap papih,ayo om kita beli es krim"ucap rara.
"Ayo"jawab kenzo sambil menggendong rara.
"Gam ayah sama papa kemana"tanya alex.
"Ayah sama papa lagi pergi kak urus keberangkatan ke luar negri"ucap agam.
"Ayah dan papa jadi pergi"tanya alex.
"Tidak kak semua diwakili oleh kak karin dan kak rangga"ucap agam.
"Oh begitu,gimana apa leo dan boy sudah menemukan gio dan komplotannya"ucap alex.
"Belum kak"jawab agam.
Tak lama agam mendapat telvon dari leo.
"Hallo leo gimana"tanya agam.
"Maaf tuan semua orang sudah pergi ke kampung"ucap leo.
"Tunggu kamu bicara saja sama kak alex"ucap agam.
"Siap tuan"jawab leo.
Agam pun memberikan ponselnya ke alex.
"Giman leo"tanya alex.
"Tuan semua orang sudah pergi ke kampung"jawab leo.
"Ok,, siapkan helikopter kita kesana sekarang"ucap alex.
"Siap tuan,apa ada tempat untuk mendarat helikopternya"tanya leo.
__ADS_1
"Ada di depan rumah bu marni"jawab alex.
"Siap tuan,bawa ke atas rumah sakit kita berangkat malam ini"ucap alex.
"Siap tuan"jawab leo.
Telvon pun dimatikan oleh alex.
"Gam telvon ayah untuk kemari sekarang kita akan pergi ke desa bi sumi"ucap alex.
"Ok kak tunggi sebentar"ucap agam sambil keluar dari ruang rawat alex.
Bunda dan mamanya pun masuk keruangan alex.
"Pas mah pinjem ponsel aku mau telvon bayu"ucap alex
Mama naumi pun mengambil ponselnya dan memberikan ponselnya ke alex.Alex menelvon bayu.
"Bay kemari dan belikan aku ponsel baru"ucap alex
"Baik tuan"jawab bayu.
Telvon dimatikan oleh alex.
"Bun aku baju ku mana"tanya alex
"Itu nak diatas meja"ucap bunda alia.
"Terimakasih bun"jawab alex.
Alex mengambil tas yang ada di atas meja ia turun dari tempat tidur.
"Nak kau mau kemana,jangan bangun dulu"ucap bunda alia.
"Aku mau ganti baju bun ku sudah tidak apa apa aku sudah baik baik saja"ucap alex
"Tunggu mama panggil dika dulu untuk memeriksa kamu"ucap mama naumi sambil menekan tombol di samping tempat tidur alex.
Tak lama dika datang sendirian.
"Ada apa memanggil ku apa kau sakit lex"tanya dika.
"Tidak aku sudah baikan,aku ingin ganti baju"ucap alex.
"Kau mau kemana"tanya dika.
"Aku harus pergi cepat periksa dulu"ucap alex.
"Ok ok"jawab dika.
Dika pun memeriksa alex,tak butuh waktu lama dika sudah selesai memeriksa alex.
"Kondisi alex sudah baik baik saja dia hanya terbentur sedikit kepalanya"ucap dika.
"Apa sekarang aku bisa pergi"tanya alex.
"Kalo bisa kau istirahat dulu lex"ucap dika.
"Tidak aku tidak bisa aku harus pergi sekarang dan satu lagi aku ingin bertemu istriku terlebih dahulu"ucap alex.
"Ok jika kamu memaksa kamu boleh pergi tapi kamu harus jaga kesehatan mu dan masalah menjenguk istrimu aku ijinkan"ucap dika.
"Ya sudah aku pamit dulu mari tante"ucap dika.
"Terimakasih dok"jawab bunda alia.
Dika pun pergi dari ruangan alex dan alex pergi ke kamar ke kamar mandi untuk ganti baju.
__ADS_1