
"MAMIH....." teriak Rara dari pintu kontrakan tari.
Tari yang baru saja turun dari mobil pun terkejut oleh teriakan Rara sekaligus terkejut ternyata putri yang ia rindukan ada disini.
Rara pun berlari menghampiri tari,tari yang melihat rara berlari pun langsung membungkuk badanya dan menangkap rara.
Tari pun meng gendong rara.
"Mamih rara kangen mamih.. hikkk hikkkk..."ucap rara
"Mamih juga rindu rara"ucap tari sambil mengendong dan memeluk rara
Adit dan karin yang melihat pun tersenyum melihat mereka.
Alex yang melihat tari dan rara berpelukan pun turun dari mobil menghampiri mereka.
Rara yang melihat seorang pria sedang berdiri dibelakang sang mamih pun langsung bertanya pada tari.
"Mamih paman yang dibelakang mamih siapa"tanya rara pada tari.
tari yang mendengar pertanyaan rara pun memutar badanya dan melihat siapa yang ada dibelakangnya.
"Kenalkan sayang dia bos mamih di kantor namanya om alex"ucap tari
"Hay cantik nama mu siapa?"tanya alex sambil menghampiri tari dan raradan mencubit pipi rara.
"Namaku rara om,om jangan cubit cubit pipi rara nanti pipi rara jadi besar"ucap polos rara.
Adit,karin,tari dan alex yang mendengar ucapan rara pun tertawa.
"Kenapa kalian tertawa seperti itu apa ada yang lucu"tanya rara
"Ada sayang"ucap tari sambil mencium pipi rara
"Apa mih"tanya rara
"Kamu sayang"ucap tari
"Yah memang aku memang lucu"ucap bangga rara
"Hey kalian tak mau masuk atau mau berdiri disana saja,kasihan rara ini sudah malam ayo kita bicara didalam"ucap karin
"Iya kakak ayo kita masuk"ucap adit
"Ayo"jawab tari
"Kak mau mampir dulu"tanya tari
"Tidak besok saja aku kemari lagi"ucap alex
"Ya sudah aku pulang dulu besok aku kemari bersama Rangga,apa kamu sudah bicara kepada karin untuk ikut ke pesta itu"tanya alex.
"Belum,nanti coba aku bicara dulu pada karin"ucap tari
"Ya sudah saya pulang dulu"ucap alex
"Cantik om pulang dulu,besok om akan ajak rara jalan jalan rara mau"tanya alex pada rara
"Mau om rara mau"antusias rara
"Ya sudah om pulang dulu,rara masuk ke rumah dan istirahat,biar besok gak kesiangan bangunnya ok"ucap alex sambil mencubit hidung rara.
"Ok om"semangat rara.
__ADS_1
"Aku pulang dulu ya tar"ucap alex
"Iya kak terimakasih sudah mengantar saya"ucap tari
"Iya,mari semuanya saya pulang dulu"ucap alex kepada adit dan karin
"Mari tuan"ucap karin dan adit bersama.
Setelah berpamitan Alex pun masuk kemobil dan melajukan mobilnya menuju kediaman wijaya.
Sedangkan tari,karin,adit dan rara pun masuk kerumah rara masih betah dalam gendongan sang mamih ia tidak mau turun.
Mereka pun duduk kembali dikursi yang ada diruang tamu.
"Ra,mamih mandi dulu yah rara turun dulu ya sayang"ucap tari
"Tak mau rara tak mau turun nanti rara pisah lagi sama mamih"ucap rara
"Tidak sayang rara mulai sekarang tinggal sama mamih saja yah"ucap tari
"Iya rara mau tinggal disini sama mamih rara tidak mau dikampung lagi"ucap rara
"Kenapa rara tidak mau tinggal dikampung lagi"tanya tari
"Nanti rara kangen mamih rara gak bisa ketemu mamih,rara harus nunggu nenek dulu kesini baru ketemu mamih"ucap rara polos.
Tari yang mendengar ucapan rara pun merasa bersalah karena iya harus hidup tanpa kasih sayangnya selama 2tahun terakhir.
Tak tersampaikan tari pun mengeluarkan kristal bening dibagian sudut matanya,Rara yang melihat itu pun bertanya pada tari.
Sedangkan karin dan adit haya melihat tari dan rara yang sedang melepas rindu dan ungkapan rara kepada tari.
"Mamih kenapa menangis"tanya rara
"Maafkan mamih sayang"ucap tari sambil memeluk rara
"Maafkan mamih sayang"ucap tari sambil terisak.
"Kakak aku mau kekamar dulu yah cape rasanya"ucap adit kepada tari dan karin,sambil berdiri untuk pergi kekamarnya
"Tunggu dek"tanya tari
Adit yang mendengar ucapan tari pun terhenti melangkah
"Ada apa kak"tanya adit sambil kembali duduk
"Kamu kesini sama siapa de"tanya tari pada adit
"Sama bapak dan ibu"ucap adit
"Lalu dimana bapak dan ibu ko kakak gak lihat mereka"tanya tari
"Mereka ada urusan kak"ucap adit bingung harus bilang apa kepada kakaknya.
"Kemana"tanya tari
"Entah aku tidak tau tadi ibu sama bapak nganter kita kesini tapi mereka langsung pergi lagi,mungkin untuk beberapa hari"jelas tari.
"Memang kamu gak tanya mau kemana"tanya tari
"Tidak,untuk apa bertanya urusan orang tua,mending ngurus kerjaan"ucap adit smabil melangkah pergi ke kamar
Sesampainya dikamar adit merasa tenang karena ia bisa lari dari pertanyaan pertanyaan yang diberikan kakaknya
__ADS_1
Sedangkan tari yang mendengar ucapan adit haya geleng geleng kepala dengan sikap adiknya itu.
"mamih rara ngantuk"rengek rara pada tari
"ya sudah ayo kita ke kamar"ucap tari,dan di angguki oleh rara yang masih betah dalam gendongan tari.
"kar aku ke kamar dulu yah"ucap tari pada karin
"iya sana tuh rara kayanya udah ngantuk banget"ucap karin
"iya"ucap tari
Tari dan rara masuk kekamar,tari pun menidurkan rara kasur.
"mamih tidur jangan tinggalin rara yah"ucap rara sambil memeluk tari.
"iya sayang mamih gak akan ninggalin kamu ko,ayo katanya ngantuk sekarang rara tidur yah"ucap tari sambil mengelus rambut rara
"iya mamih"ucap rara sambil memejamkan matanya.
Tak butuh waktu lama rara pun tidur begitu nyenyak.
Tari yang melihat rara sudah tertidur pun bangun untuk membersihkan badanya karena merasa lengket akibat beraktifitas seharian,
setelah membersihkan badanya tari pun menyusul rara ke alam mimpi.
Disingapura pak tio dan ibu sari baru saja sampai di bandara.
Pak tio dan ibu sari pun dijemput oleh anak buahnya.
Mereka langsung menuju rumah sakit.
Sesampinya dirumah sakit ibu sari dan pak tio langsung menuju ruang perawatan saat berjalan ke arah rung rawat ia bertemu dengan rian asisten papah angga.
"tuan,nyonya anda sudah datang"ucap rian
"ia rian saya sudah datang bagaimana keadaan naumi dan anak anaknya"tanya pak tio
"anak anak tuan angga baik baik saja tuan haya lecet-lecet saja tapi keadan nyonya naumi belum sadar tuan,padahal nyonya baik baik saja kata dokter"ucap rian.
"angga nya ada didalam rian"tanya pak tio
"tidak ada tuan,tuan angga sedang pergi ke rumah bersama supir"ucap rian
"ya sudah ayo kita kedalam"ucap ibu sari
"mari nyonya dan tuan"ucap rian dengan sopan.
Mereka pun menuju ruangan rawat mamah naumi.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ***Like dan komen...
dan jangan lupa dukuh Author juga dengan cara
Vote
Vote
Vote
vote
Vote***
__ADS_1
.
Terimakasihhhhhhhhhhšššššš