
Setelah puas berfoto mereka pun duduk di bangku yang ada disana.
"tar,saya dengar kau mempunyai seorang putri"tanya alex sambil melihat kesamping ke arah tari.
"kakak tau dari mana"tanya tari
"dari iren dia bilang kau sudah punya anak"ucap alex
"iya kak saya sudah mempunyai anak" ucap tari sambil memandang ke arah danau dan tersenyum.
"berapa umur anak mu tar"tanya alex lagi
"umurnya 4tahun kurang kak"ucap tari
"siapa namanya" tanya alex pura pura tak tau.
"sebenarnya aku tau siapa nama anak mu tar namanya Rara dan aku pun sudah melihat fotonya"batin alex.
Tari yang mendengar ucapan alex pun tersenyum.
"Tanpa aku katakan pun kakak sudah tau"ucap tari sambil melirik alex dan tersenyum.
Alex yang mendengar ucapan tari pun tersentak kaget dan menoleh kearah tari dan melihat tari tersenyum.
"manis dan cantik tar jika kamu tersenyum....
eh tunggu dari mana tari tau aku sudah tau nama anknya"batin alex berfikir.
"tadi kakak sudah menyebutkannya nama anakku dan kakak pun sudah melihat fotonya juga"ucap tari
"kamu tau dari mana"tanya alex yang tak percaya dengn apa yang di ucapkan tari.
Tari yang mendengar pertanyaan alex pun melihat kearah alex.
"dari ekspresi wajah kakak"ucap tari
"jangan bohong tari"ucap alex
"tidak"jawab singkat tari.
"ayo lah tar jujur"ucap alex
" apa yang harus jujur kak,aku pun sudah jujur"ucap tari
Alex pun menghela nafas panjng karena tak mendapat jawaban dari tari.
"sudah pukul 18.30 ayo kita pulng tuan perjalanan kita masih jauh kak"ajak tari sambil berdiri dan berjalan menuju mobil.
"baik lah ayo"jawab alex sambil berdiri dan berjalan menuju mobil mengikuti tari.
Setelah sampai di mobil mereka masuk ke dalam mobil dan pak selamet pun menancap gas mobil,menuju arah pulang ditengah perjalanan Tari merasa lapar karena sejak makan siang samapi jam 19 malam iya belum makan apa apa lagi karena disibukan oleh pekerjan yang harus selsai hari ini juga.
"kakak...."panggil tari kepada alex yang sedang bermain ponsel
"ada apa tar"tanya alex sambil mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah tari.
"apa kita bisa berhenti dulu aku merasa lapar kak"ucap tari.
"ah aku sampai lupa kalo kita belum makan"ucap alex sambil menepuk jidatnya.
"kakak umur mu sebenarnya berapa tahun kenpa kau begitu pelupa sekali masalah perut,tapi kalo masalah pekerjan gak akan pernah lupa"ucap tari sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"jangan cemberut seperti itu kau begitu terlihat imut jika begitu"ucap alex yang gemas melihat tari.
"sudah lah kak gak usah menggoda ku ayo kita cari makan aku sangat lapar"ucap tari
"baiklah baiklah.... pak kita cari restoran terdekat dari disini"ucap alex.
"kelamaan kalo kita cari restoran,lebih baik kita cari makanan pinggir jalan saja"ucap tari
"STOP kita makan disini saja"lanjut tari yang menyuruh pak selamet berhenti.
Pak selamet yang mendengar ucapan tari pun tersentak dan mendadak menginjak rem mobil sehingga mobil langsung berhenti. bagai mana ia tidak kaget kalo mengajak tuan muda wijaya makan dipinggir jalan.
Tari yang melihat pak selamet tersentak pun bertanya pada pak selamet.
"kenapa pak...?"tanya tari
"apa bener nona kita makan dipinggir jalan seperti itu,apa tuan muda tidak apa apa"tanya pak selamet ragu.
Tari dan alex yang melihat pak selamet pun tersenyum.
"Tidak papa pak kita ikuti saja calon nyonya muda kita"ucap alex.
Tari yang mendengar ucapan alex pun membulatkan matanya.
"jangan sembarangan bicara ya tuan"ucap tari.
"kenapa apa kamu tak berniat menjadi nyoya muda Alex Wijaya"tanya alex
"Bukan tidak minat tapi tidak mau"ucap tar
"ayo pak kita turun sekalian kita makan"ajak tari
"tidak nona saya disini saja anda dan tuan muda saja yang makan"ucap pak selamet.
Pak Selamet pun melihat alex dari kaca sepeion.
Alex yang melihat pak selamet melihat dirinya pun menggukan kepalanya tanda setuju.
"baik nona saya ikut"ucap pak selamet.
"Bagus ayo kita turun aku sudah lapar sekali"ucap tari samabil membuka pintu dan keluar dari mobil.
Alex yang melihat tingkah tari haya tersenyum senang
"mari pak"ajak alex
"baik tuan"jawab pak selamet.
"tuan"panggil pak selamet sambil berjalan
"ada apa pak"tanya alex
"Anda tidak salah tuan memilih calon pendamping,nona tari begitu baik,dan perhatian pada bawahannya apa lagi kepada saya haya sebagi sopir"puji pak selamet
"entah pak saya harap dia menjadi pendamping saya,tapi entah bagai mana caranya saya mendekatinya kau tau tadi saja dia begitu cuek saat saya berkata seperti itu"ucap alex
"sabar tuan kalo jodoh tak akan kemana"ucap pak selamet
Alex yang mendengar ucapan pak selamet haya tersenyum.
Alex dan pak selamet mengikuti tari yang melangkah ke arah warung bakso dan mie ayam.
__ADS_1
Tari pun duduk dikursi yang kosong diikuti oleh alex dan pak selamet.
"kakak mau pesan apa"tanya tari pada alex
"samain aja sama kamu"ucap alex.
"pak selamet pesan apa"tanya tari
"saya mie ayam saja nona"ucap pak selamet.
"tunggu disini biat saya yang pesan"ucap tari smabil berdiri
"biar saya saja bapak duduk disini dan tunggu pesanannya saya tau kalo bapak cape menyetir dari tadi ok"ucap tari meyakinkan pak selamet.
"terimakasih noana"ucap pak selamet
"sama sama pak"jawab tari smabil melangkah ke arah penjual
Tari pun memesan 2 mangkuk bakso dan 1 mie ayam.
minumnya tari memesan es teh 3 gelas untuk minum mereka.
Setelah tari memesan makanan dan minumanya tari kembali kekursinya,Tari melihat Alex yang sedang mengotak atik ponselnya dan pak selamet haya melihat sekeliling warung itu.
Tari pun duduk disamping alex.
"pak bapak udah lama bekerja kantor kakak alex"tanya tari
"ya hampir 10 tahun non"ucap pak selamet
"wah sudah lama yah bapak kerja disana,kalo boleh tau bapak punya anak berapa"tanya tari
"saya punya anak 3 non"ucap pak selamet.
"masih sekolah apa sudah menikah"tanya tari
"yang 2 sudah bekerja tapi mereka sudah menikah semua dan yang 1 masih SMA non"ucap pak selamet
"owh begitu yah"ucap tari,Alex yang mendemgar percakapan tari dan pak selamet pun meletakan ponselnya untuk ikut dalam percakapan tersebut.
"owh sebentar lagi anak bapak kuliah donk"tanya alex
"tidak tuan saya tidak sanggup membiayai. anak saya kuliah sampai SMA saja saya sudah bersyukur"jujur pak selamet.
Alex dan tari yang mendengar ucapan pak selamet pun merasa kasian.
Tak lama pesenan mereka pun datang
visualnya pura puranya 2 mangkuk yah
Setelah pesanan datang tari dan yang lain pun menyantap makanannya sampai habis,setelah selesai makan mereka pun pulang kembali ke ibu kota.
Jangan lupa yah Like dan komen.
dan dukung Author juga yah dengan cara ***vote
__ADS_1
Terimakasih🙏🤗😍***