
Diruma sakit Singapura pak tio,ibu sari dan rian masuk keruangan rawat mamah naumi.
Ibu sari duduk dikursi sebelah tempat tidur mamah naumi.
"Naumi aku datang,ayo bangun aku udah datang mi ayo"ucap ibu sari sambil meneteskan air matanya.Tapi tak ada respon dari mamah naumi.
"Naumi bangun,maafkan aku naumi"tangis ibu sari
Pak tio yang melihat sang istri menangis pun menghampiri ibu sari dan memegang pundak ibu sari.
"Tenang sayang naumi pasti akan sadar"ucap pak tio
"Tapi mas naumi tidak sadar sadar"ucap ibu sari.
Pak tio pun menenangkan ibu sari pak tio teringat oleh kecelakaan tersebut.
"Ian apa pelakunya sudah tertangkap"tanya pak tio pada rian
"Maaf tuan pelakunya belum tertangkap"ucap rian
"Kenapa bisa belum tertangkap,apa anak buah mu tak becus"emosi pak tio
"Maaf tuan mobil yang mereka kendarai sudah terbakar dan tidak meninggalkan jejak apa pun tuan"jelas rian.
"Apa kamu tidak bisa menemukan apapun itu haya sedikit petunjuk untuk itu"tanya ibu sari
"Maaf nyonya tidak bisa"ucap rian
Tanpa mereka sadari mamah naumi sudah sadar,Tapi ia haya diam karena tak percaya orang yang selama ini dia dan keluarganya cari sudah ada didepannya sedang duduk disebelahnya.
"Apa ini mimpi ,dia ada disini,semoga ini bukan mimpi"batin mamah naumi
Rian yang melihat ke arah mamah naumi pun terkejut.
"Nyonya anda sudah sadar" ucap rian
Ibu sari dan pak tio yang mendengar ucapan dari rian pun sepontan langsung menengok ke arah mamah naumi.
"Naumi kamu sudah sadar"tanya ibu sari
Tapi tidak ada jawaban dari mamah naumi,mamah naumi haya melihat ibu sari dan pak tio tanpa berkedip.
"Rian panggil dokter"ucap pak tio
Rian pun langsung memencet tombol yang ada disana tak lama dokter pun datang ke ruang rawat mamah naumi.
Dokter langsung memeriksa mamah naumi dan yang lain haya melihat aktivitas sang dokter.Setelah selesai memeriksa dokter menghampiri ibu sari dan pak tio.
"Bagai mana dok keadan naumi"tanya ibu sari
"Nyonya naumi baik baik saja semua sudah setabil"ucap dokter
"Tapi kenpa dia tidak mau berbicara"tanya ibu sari
__ADS_1
"Dia masih lemah karena baru saja sadar,tak lama lagi nyonya naumi akan bisa bicara lagi."jelas dokter.
Setelah mejelaskan keadan mamah naumi dokter pun keluar dari ruang rawat mamah naumi.
Papah angga yang baru saja datang melihat dokter keluar dari kamar rawat mamah naumi pun langsung berlari masuk kedalam ruangan mamah naumi.
Baru saja sampai membuka pintu ruangan mamah naumi,papah angga langsung berhenti dan melihat dua orang yang berdiri disamping mamah naumi.
Pak tio yang melihat papa angga haya berdiam diri tanpa bergerak pun menghampiri papah angga.
"Angga apa kabar"tanya papah angga sambil menepuk pundak papah angga.
"Aku tidak bermimpi kan,ini benar benar kamu,kalian kembali lagi kan"tanya papah angga
"Iya kami kembali"ucap pak tio semabil tersenyum.
Papah angga yang baru saja tersadar dari lamunannya langsung mengingat istrinya.
"Naumi.."ucap papah angga
"Naumi baik baik saja dia baru sadar dan sekarang dia sedang beristirahat"ucap pak tio
"Ah syukurlah dia baik baik saja"lega papah angga dan ia langsung duduk dikursi panjang yang ada diruangan itu.
"Tuan saya permisi dulu saya ada urusan dan besok saya akan kembali lagi kemari"pamit rian.
"Iya rian urus kantor cabang yang ada disini"ucap papah angga
"Baik tuan"jawab rian
"Siap tuan besar"ucap rian sambil memberi hormat dan pergi dari ruangan itu menuju tempat tujuannya.
"Kalian dari mana saja kenapa baru kembali kemari"tanya papah angga
"Maaf kan kami,kami terpaksa melakukan ini"ucap sendu ibu sari
"Ada apa sebenarnya dengan kalian"tanya papah angga.
"Nanti aku akan ceritakan setelah naumi kembali pulih"ucap pak tio
"Baik lah aku akan tunggu penjelasan kalian"ucap papah angga
"Ga mana anak laki laki mu"tanya pak tio
"Alex,dia tidak bisa dihubungi aku dan rian sudah menghubungi tapi tetep tidak bisa"ucap papah angga.
"Ya sudah kirim saja pesan pada alex,atau asistenya bayu"ucap pak tio
"Kamu tau dari mana kalau bayu asisten alex'"tanya papah angga
"Apa kau melupakan siapa aku"tanya pak tio
"Tunggu kalian tau dari mana kalau kami ada disini"tanya papah angga
__ADS_1
"Dari orang yang memberi tahuku"ucap pak tio
"Siapa"tanya papah angga.
"Sudah malam ayo kita tidur besok kita jenguk anak ank sekarang kita istirahat kasian naumi terganggu karena pembicaran kalian"ucap ibu sari
"Iya sayang"ucap pak tio.
Pagi harinya dikontrakan tari,sperti biasa tari memasak sarapan untuk penghuni kontrakanya.Hari ini tari dibantu oleh karin kebetulan karin bangun pagi.
"Kar malam ini kamu ada acara gak"tanya tari
"Tidak memang kenapa tar"ucap karin.
"Kalu malam ini kita pergi ke pesta kamu mau ikut"tanya tari
"Pesta siapa"tanya karin
"Rekan bisnis kak alex"ucap tari
"Kamu aja kenapa kamu ngajak ngajak aku,paling juga kamu sama pak alex yang pergi"ucap karin
"Tidak aku juga ngajak kamu soalnya......."ucapan tari tergantung karena tari merasa ragu dengan apa yang dia ucapkan.
"Ada apa"tanya karin
"Soalnya temen kak alex tak ada teman jadi aku sengaja ngajak kamu itu juga kalo kamu mau"ucap tari tak enak hati.
"Bagai mana yah,ganteng gak orangnya"tanya karin
"Tentu saja ganteng masa temen kak alex gak ganteng sih"ucap tari
"Jadi maksud kamu alex itu ganteng yah"ejek karin
"Bukan begitu tapi ya memang pengusaha itu kan terawat ya ganteng lah"ucap tari.
"Ya ya ya bisa aja ngelaknya"ucap karin
"Nanti mereka akan kesini waktunya sih aku gak tau"jelas tari
"Ya sudah liat saja nanti"ucap karin sambil memotong sosis dan bakso nya yang akan dibuat nasi goreng.
Tak butuh waktu lama mereka telah selesai masak dan meyiapkan masaknya dimeja.setelah selesai aktivitas memasak tari pun menuju kamar untuk melihat rara sudah bangun atau belum.
Disaat tari baru membuka pintu tari mendengar suara rara mengis karena ia mencari tari yang tak ada disebelah nya.
"Mamih.. hikkk mamih... Hikkkk...."tangis rara,tari yang mendengar pun langsung lari menuju rara.
"Sayang mamih ada disini sayang"ucap tari sambil menggendong rara
"Mamih jangan tinggalin rara.. hikkk hikkkk"tangis rara.
"Tidak sayang,sudah jangan menagis sekarang kita mandi terus kita makan"ucap tari.
__ADS_1
Rara pun mengguk dan turun dari gendongan tari menuju kamar mandi dan diikuti oleh tari,
Setelah selesai mandi tari dan rara pun keluar menuju tempat makan,Dimeja makan sudah ada adit dan karin sedang berbicara.