
Sesampainya Tata dirumah Wijaya,ia langsung lari mencari rara.
"Ra.. rara"panggil tata.
Rara yang mendengar suara tata langsung lari mencari mamihnya.
"Mamihhh hikkk hikkkk"tangis rara sambil berlari.
Tata yang melihat rara lari pun dengan langkah cepat menghampiri rara dan langsung memeluk rara.
"Ra kamu baik baik saja sayang"tanya tata.
"Hikk hiikk mamih rara takut"ucap rara yang masih diperlukan tata.
"Tenang ada mamih disini sayang"ucap tata.
Alex yang melihat istri dan anaknya berpelukan pun menghampiri rara dan tata,alex akhirnya memeluk mereka berdua.
"Sayang kalian tidak apa apa kan"tanya alex.
"Hikkk hikk papih rara takut"ucap rara.
"Tenang sayang sekarang rara aman sama papih dan mamih sayang"ucap alex.
Keluarga yang melihat adegan itu pun ikut menangis.Tak lama mereka melepas pelukannya.
"Ta,lex ayo duduk dulu"ucap bunda alia.
Tata dan alex akhirnya berdiri dan berjalan menuju kursi,rara yang digendong tata masih menangis.
"Ta,kau baik baik saja"tanya bunda alia.
"Aku baik bun,audi dan lili bagaimana"tanya Tata
"Kamu jangan khawatir audi dan lili sedang mandi,mereka baik baik saja"ucap mama naumi.
"Syukur lah mah"jawab tata.
"Aku ke kamar dulu mau mandi sekalian mau nidurin rara kayaknya dia ngantuk dan kecapean"ucap tata.
"Ya sayang,mau aku bantuin"tanya alex.
"Tidak kak aku saja,oh iya kak tolong cari tau siapa yang menyuruh mawar"ucap tata.
"Tentu sayang,anak buah ayah sudah mengetahuinya,tapi sekarang kamu mandi dulu nanti kita bicara"ucap alex.
"Iya kak"jawab tata.
Tata dan rara akhirnya masuk kekamar alex untuk mandi dan menidurkan rara.
Diruang keluarga.
"Tadi bagi mana lex tadi"tanya bunda alia.
Alex menceritakan semuanya yang ia ketahui.
"Kenapa kamu tidak membantu tata"tanya mama naumi.
__ADS_1
"Aku tidak ingin terbawa emosi,pelajaran dari tata untuk sisil belum seberapa"ucap alex
"Lex apa yang akan kamu lakukan kepada sisil dan rika"tanya ayah abraham.
"Tentu saja aku akan melakukan hal yang diinginkan sisil"ucap alex
"Maksud mu lex"tanya papa angga.
Ayah abraham mengerti maksud alex.
"Ayah setuju biar dia bisa jera"ucap ayah abraham.
"Tentu ayah"jawab alex.
Dikamar alex,tata dan rara sudah selesai mandi, dan saatnya menidurkan rara.
"Mamih jangan tinggalin rara"ucap rara sambil memeluk tata.
"Tenang sayang mamih tidak akan meninggalkan rara,rara tidur mamih disini sama rara"ucap tata sambil mengelus elus rambut rara.
"Iya mamih"jawab rara.
15 menit kemudian rara tertidur begitu pulas,tak lama ada suara ketukan dari pintu kamar,tata membuka pintu ternyata ada audi yang sedang berdiri disana.
Saat audi melihat tata ia langsung memeluknya.
"Kakak baik baik saja kan"tanya audi.
"Seperti kamu lihat aku baik baik saja"ucap tata.
"Kita bicara didalam"ucap tata
Audi dan tata masuk ke kamar dan duduk di sofa yang ada disana.
(Visual kamar alex)
"Audi apa yang merek lakukan pada mu,lili dan rara"tanya tata.
"Mereka hanya membentak rara "ucap audi.
"Ceritakan kenapa kamu bisa pergi bersama orang orang itu"tanya tata.
"Ceritanya seperti ini kak saat kita berada di mall kami didatangi 2 orang berpakean Lexta grup mereka bilang kalau kak alex dan kak tata masuk dirumah sakit karena kecelakaan,lalu kami ikuti merek,saat kita mau ke parkiran untuk ke mobil dicegah dan kami disuruh naik taxsi,dijalan kami dibius,akhirnya kami pingsan,saat aku sadar disana sudah ada tante sisil bersama 7 anak buahnya,sedangkan aku,lili dan rara diikat,rara selalu menangis memanggil mamihnya karena tante sisil sangat marah pada rara ia membentak dan menampar rara kak,aku mau melawan pun tak bisa aku dan lili di ikat dan disumpal kain oleh nenek lampir itu jadi kami tidak bisa teriak"ucap audi
"Kurang ajar akan aku buat mereka menderita,tunggu pembalasan ku sisil"emosi tata yang mendengar jika rara ditampar oleh mama sisil.
"Tenang kak jangan gegabah dengan tante sisil itu dia jahat"ucap audi sambil menenangkan tata.
"Tak usah khawatir audi,karena dia salah mencari musuh dengan ku,akan ku buat dia menderita dan sampai memohon di kaki ku jika itu perlu"ucap tata dengan wajah yang begitu marah.
Audi yang melihat sikap tata begitu takut,karena baru kali ini dia melihat kemarahan tata.
Tanpa bicara tata mengambil ponsel dan menelvon alex yang ada dibawah untuk ke kamarnya.
Tak lama alex masuk ke kamarnya ia melihat audi yang diduduk di kursi dan tata yang sedang berdiri didepan jendela.
__ADS_1
"Keluar"ucap alex pada audi.
"Ia kak"jawab audi.
Audi pergi dari kamar alex,sedangkan alex mendekati tata dan memeluknya dari belakang.
"Ada apa sayang apa kau merindukan ku"tanya alex bercanda ia tau jika istrinya itu sedang marah.
Seketika tata mencoba mengontrol emosinya agar tidak tertumpah saat bersama alex.
"Tentu sayang"jawab tata sambil memutarkan badanya menghadap alex.
"Sayang apa kita akan buat adik buat rara"tanya alex.
"Kau ini pikiranya kesitu terus sih"ucap tata sambil mencubit hidung alex.
"Iya lah kan aku kangen sama kamu sayang,sehari ini kau buat aku resah sayang takut kamu kenpa kenapa"ucap alex.
"Tenang saja sayang aku tidak akan kenapa kenapa selama kau selalu ada disisiku"ucap tata.
"Tentu sayang aku akan selalu ada di sampingmu"ucap alex.
"Sayang maafkan aku yah"ucap tata.
"Maaf kenpa sayang"tanya alex.
"Maaf karena aku kamu harus ikut kebawa dalam masalahku"ucap tata.
"Sayang jangan minta maaf ini sudah tugas ku bersama mu saat ada masalah kita ini suami istri,aku akan melakukan apa pun untuk keluarga kecilku"ucap alex.
"Sayang maaf baru beberapa hari kita menikah masalah begitu bayak yang harus kita hadapi"ucap tata.
"Tidak papa sayang,mungkin saat ini tuhan sedang menguji rumah tangga kita,semoga kedepannya kita akan tenang dan bagia tanpa ada yang menggu"ucap alex smabil menarik tata kedalam pelukannya.
Beberapa saat mereka menikmati pelukan itu tak lama suara rara terdengar seperti menangis,mau tidak mau mereka harus melepas dan menghampiri rara yang menangis.
"Hikk hikkk mamih rara takut"ucap rara tapi mata nya masih terpejam.
Tata langsung naik keatas kasur dan langsung memeluk rara dari sebelah kiri.
"Sayang mamih ada disini sayang"ucap tata
Alex yang melihat rara seperti ketakutan dalam tidurnya pun ikut memeluk rara dari samping sebelah kanan.
Jadi rara di tengah antara tata dan alex
"Mamih,papih sakit hikkk hikkk,"tangis rara dalam tidurnya.
Tata yang tau kenapa rara mengigau seperti itu pun mencoba menenangkan rara,membuat Tata semakin membenci mama sisil.
Alex yamg melihat ekspresi wajah tata pun bertanya tanya.
..."Ada apa ini sebenarnya"batin alex...
Tata uang bisa mendengar batin alex haya bisa terdiam karena ia sedang dikuasai oleh amarah kepada mama sisil.
Tak lama rara kembali tertidur,Alex dan tata pun ikut tertidur mereka melewatkan makan malam,samapi pagi mereka tertidur.
__ADS_1