
Tata masuk kerumah yang ada disana,tata disambut baik oleh orang orang disana.
Tata masuk,ia melihat mama sisil yang sedang duduk cantik disana dan ditemani 6 orang berbadan besar dibelakang mama sisil.
"Hay calon menantuku"ucap mama sisil.
"Apa yang tante mau dari aku"tanya tata
"Wah kamu to the poin sekali sayang"ucap mama sisil.
"Dimana rara tante"ucap tata mencoba tenang walau sebenarnya dia emosi.
"Loh ko kamu sebut aku tante biasanya aja mama"ucap mama sisil.
"Katakan dimana anak ku"tanya tata penuh emosi.
"Tenang sayang rara baik baik saja,tenang saja aku juga neneknya mana mungkin aku tega mencelakai cucuku sendiri"ucap mama sisil.
"Kau mengakui anak ku cucumu,bukanya dia bukan cucumu dia hanya anak ku nyonya sisil"ucap tata.
"Tidak sayang dia juga cucuku"ucap mama sisil.
"Nenek mana yang tega menyekap cucunya demi keinginan yang gila itu"ucap tata.
"Jaga ucapan mu tari"teriak mama sisil.
Seketika tata terdiam,bukan takut tapi dia berpikir apa yang harus ia lakukan,seketika tata mencoba mengendalikan emosinya.
"Katakan apa mau mu nyonya"ucap tata.
"Ya tentu aku mau kamu jadi menantu ku lagi"ucap mama sisil.
Tata yang mendengar itu pun tersenyum kecut dan duduk di depan kursi mama sisil.
"Wah ternyata ada penawaran yang bagus"ucap tari santai.
"Tentu,jika kau mau aku akan mengembalikan anak mu dengan selamat,tapi jika kau tidak mau aku akan melenyapkan adik ipar mu,anak mu dan juga pengasuh mu"ucap mama sisil.
"Waw,penawaran yang bagus"ucap tata.
"Bagai mana apa kau mau menjadi menatu ku kembali"tanya mama sisil.
"Tentu aku mau,aku juga sangat mencintai riko"ucap tata.
"Bagus sayang kalau begitu"ucap mama sisil.
"Sekarang boleh aku melihat rara dan audi,bersama pengasuhnya"ucap tata.
"Tentu sayang ayo ikut dengan ku"ucap mama sisil.
Mama sisil dan tata bersama 7 anak buah mama sisil pergi kesebuah kamar yang terdapat dilantai dua.
"Disini kamar mereka silahkan apa yang ingin kau lakukan yang penting kau menikah dengan riko kembali"ucap mama sisil
"Tentu mama itu yang aku mau"ucap tata.
Mama sisil dan anak buahnya meninggalkan tata untuk bertemu anaknya dan yang lain.
terlihat rara yang menangis dan terikat begitu juga dengan audi dan lili namun lili.
Tata yang melihat anaknya menangis cepat menghampiri rara.
"Sayang kau tidak apa apa"tanya tata.
"Mamih rara takut"ucap rara.
Tata berusaha melepaskan ikatan rara,audi dan lili.
"Syukur lah Kakak datang"ucap audi.
__ADS_1
"Mamih rara takut"ucap rara sambil memeluk tata,
"Maafkan mamih sayang,kamu harus mengalami ini"ucap tata.
"Audi,sekarang kalian pergi dari sini didepan rumah sudah ada alex dan yang lain,kakak akan mengirim sinyal untuk bersiap"ucap tata.
"Iya kak,tapi kakak bagai mana"tanya audi.
"Jangan pikirkan aku,yang penting kalian selamat dulu,aku akan mengalihkan perhatian mereka semua,kalian hati hati"ucap tata.
"Tapi nyonya"ucap lili.
"Li aku mohon dengarkan apa yang aku ucapkan,jangan membantah tolong jaga rara baik baik"ucap tata.
"Audi lili jika aku berteriak ke dua kalinya kalin cepat pergi dari sini"ucap tata.
"Ok kak,kakak hati hati"ucap audi.
"Sayang harus dengerin kata tante audi dan mba lili,rara jangan berisik,mamih sayang rara"ucap tata sambil mencium rara.
"Rara juga sayang mamih hikk hikk"ucap rara
"Ok aku pergi dulu"ucap tata
Tata menekan tombol untuk bersiap untuk alex.
Alex yang mendapat sinyal akhirnya mendekat ke arah rumah.
Tata pergi ke lantai 1 untuk menemui mama sisil.
Saat mama sisil diruang tamu bersama 7 anak buahnya terdengar teriakan dari tari dari arah dapur.
Seketika mama sisil dan yang lain pergi kedapur.terlihat tata yang sedang tergeletak di lantai.
"Tari kamu kenapa"tanya mama sisil.
"Mah tolong kaki ku terkilir"ucap tata.
Saat mama sisil memegang kakinya tata teriak untuk kedua kalinya.
Audi dan lili yang mendengar pun langsung bergegas turun dari lantai dua menuju lantai 1.
Saat anak buah mama sisil akan pergi seketika tata pingsan membuat mama sisil khawatir,karena ladang uangnya pinsan.
"Tolong angkat tari"ucap mama sisil.
Saat mereka akan mengangkat tata terdengar pintu terbuka membuat mereka meninggalkan tata di dapur sendiri.
Lili yang mengendong rara dan audi berhasil keluar dan sudah bertemu dengan alex,sedangkan mama sisil dan anak buahnya mengecek kedepan tidak ada siapa siapa.
"ayo cek kamar atas"ucap mama sisil.
"Siap bos" ucap anak buah mama sisil bersaman.
Anak buah mama sisil dan mama sisil mengcek ke atas ternya kosong.
"Nyonya kamar kosong"ucap anak buah sisil.
"Ah bodoh kalian"ucap mama sisil.
Mama sisil dan anak buahnya turun terlihat tata yang sedang duduk dikursi sambil menyilangkan kakinya.
"Mama kenapa ko khawatir seperti itu"tanya tata.
"Sialan kau kau menipuku"ucap mama sisil.
"Wah aku tidak berniat menyakiti mu nyonya"ucap tata.
"Baik lah tidak ada anak mu tak apa yang penting kamu ada disini"ucap mama sisil.
__ADS_1
"Ah aku takut"ucap tata samabil berdiri dari duduknya.
"Tangkap dia"ucap mama sisil kepada anak buah nya.
Seketika tata diserang oleh 7 anak buah mama sisil.
Tentu saja tata bisa mengalahkan mereka dengan cepatnya.
Anak buah mama sisil menggunakan senjata tajam untuk menusuk tata,dengan cepat tata mengeluarkan pistolnya dan menembakan ketangan si penjahat yang akan menusuk tata.
Mama sisil yang melihat aksi tata begitu terkejut.
"Bagai mana bisa wanita yang begitu polos menjadi wanita yang menakutkan seperti itu" batin mama sisil.
Tata yang mendengar batin mama sisil pun tersenyum puas.
30 menit tata bisa mengalahkan anak buah mama sisil.
"Bagi mana nyonya lihat anak buah mu sudah tidak berdaya"ucap tata.
"Siapa kau sebenarnya"tanya mama sisil ketakutan.
"Mama lupa aku Lestari Aryaguna ah bukan sekarang aku kembali menjadi Aleta Atmaja"ucap tata smabil mendekati mama sisil.
Mama sisil yang didekati tata pun mundur,karena ia takut dengan tata.
"Lok kenapa mamah mundur"tanya tata.
"Kenapa kau menjadi wanita seperti ini tar" tanya mama sisil.
"Mama terkejut melihat aku menjadi seperti ini"tanya tata.
"Kau menggu macan yang sedang tertidur sisil,kau tau aku bisa melakukan apa saja jika anak ku terancam sisil"ucap tata penuh emosi.
tata mengingat saat dia diancam oleh rika dan mama sisil yang akan mencelakai anaknya dan sekarang mama sisil melakukanya itu membuat tata begitu marah dan emosi akan kelakuan mama sisil.
Mama sisil haya diam tanpa menjawab. Tata mendekati mama sisil dan mencengkram rahang mama sisil.
"Kau berani sekali mengusik ketenangan anak ku Nyonya Sisil Ariendra"teriak tata.
"Aku hanya ingin..."ucapan mama sisil mengantung karena tata berbicara.
"Karena kau ingin aku menjadi menantu mu agar kau bisa mendapat harta banyak begitu"ucap tata.
Mama sisil lagi lagi hanya diam tanpa bicara.
Alex dan yang lain mendengar teriakan tata akhirnya memutuskan untuk masuk,saat masuk mereka melihat tata sedang mencengkram rahang mama sisil dan anak buah mama sisil terkapar semua,anak buah ayah dan alex langsung menangani anak buah mama sisil.
"Tentu aku akan mewujudkan impianmu itu"ucap tata.
"Sayang sudah dia orang tau sayang"ucap alex berusaha melepaskan cengkraman tata.
"Biarkan saja biar dia sadar siapa orang yang sedang dia hadapi"ucap tata
"Sayang sudah biarkan saja ayo kita pergi"ucap ayah abraham.
Tata melepaskan cengkeramannya.
Tata pergi bersama alex dan ayah abraham.
Sedangkan mama sisil masih syok dengan apa yang dia lihat saat itu.
Tata dan yang lain pulang ke rumah Wijaya,rara,audi dan lili sudah lebih dulu pulang bersama agam.
Tata yang didalam mobil haya terdiam dan melihat keluar jendela.
alex yang ingin menanyakan sesuatu di cegah oleh ayah abraham.
Tata duduk disamping alex,ia berusaha menenangkan dirinya,tanpa sadar ia bersandar dipundak alex dan menangis dipundak alex.
__ADS_1
Alex hanya bisa merangkul tata dan menggenggam tangan tata.
BERSAMBUNG.....