
Tak lama bunda alia,ayah abraham dan rara masuk ke kamar tata dan alex.
"Loh ko ada dokter dika"tanya bund alai.
"Om dokter kenapa disini"tanya rara.
"Eh tante biasa tan anak tante manggil saya suruh kemari"ucap dokter dika.
"Iya ra om lagi main kerumah rara mau main sama rara"lanjut dokter dika.
"Oh iya,maaf ya om rara baru pulang"ucap rara.
"Memang rara dari mana"tanya dokter dika.
"Rara abis ke kantor papih lalu ke kantor uncle agam juga"ucap rara.
"Oh ya,abis ngapain"tanya dokter dika.
"Rara abis anter kakek"ucap rara
"Lalu kakek mana"tanya dokter dika.
"Kakek tadi kekamarnya cape katanya"jawab rara.
"Ya sudah ra kamu mandi dulu yah"ucap bunda alia.
"Iya nek"jawab rara.
Bunda alia pun menelvon bi lia untuk ke kamar tata.
"Bi tolong ke kamar tata"ucap bunda alai.
"Baik nyonya"jawab bi lia.
Tak butuh waktu lama bi lia pun sudah sampai dilamar tata.
"Ada apa nyonya ada yang bis saya bantu"tanya bi lia.
"Bi tolong bawa rara ke kamarnya dan ajak dia mandi"ucap bunda alia.
"Baik nyonya,ayo nona kecil kita mandi"ajak bi lia.
"ayo bi,om dokter rara mandi dulu yah"ucap rara.
"Iya sayang mandi dulu"jawab dokter dika
"Dadah mamih papih nenek"ucap rara sambil berjalan menuju pintu bersama bi lia.
"Dah sayang"jawab bunda alia,tata dan alex.
"Dik siapa yang sakit"tanya bunda alia.
"Ini tante alex katanya muntah jadi tata memanggilku"jawab dokter dika.
"Oh iya jadi alex kenapa dik"tanya bunda alia
"Tidak sakit apa apa ko bun hanya dia itu sedang mewakili tata hamil"jawab dokter dika.
"Jadi alex itu yang merasakan mual"tanya bunda alia.
"Iya tan dia yang merasakan mual"jawab dokter dika.
"Ya sudah lex,ta,tan aku harus kembali keruma sakit ada pasien yang harus aku tangani"lanjut dokter dika pamit.
"Ya kak terimakasih sudah mau datang kemari"ucap tata.
"Tenang ta aku akan menyempatkan jika kalian membutuhkan ku"ucap dokter dika.
"Lebay"sinis alex.
__ADS_1
"Iri bilang kawan"ucap dokter dika.
"Ogah iri sama kamu"ucap alex.
"Sudah lah kenapa kalian seperti itu"tanya ayah abraham.
"Ini sudah biasa om kalau gak begini gak asik"ucap dokter dika.
"Iya bun"jawab alex.
"Sudah lah bertengkar dengan mu tak ada manfaatnya lebih baik aku kerja"ucap dokter dika.
"Ya sudah ayo bunda antar kedepan"ucap ayah abraham
"Tidak usah repot repot om"ujar dokter dika.
"Tidak apa apa"jawab ayah abraham.
Akhirnya dokter dika pun keluar dari kamar tata bersama ayah abraham
"Dok gimana keadan tata dan alex"tanya ayah abraham.
"Mereka baik baik saja om,dan kondisi tata sudah baik dia juga sudah bisa lepas dari kursi roda"ucap dokter dika
"Syukur lah jika memang tak parah"ucap ayah abraham.
Sesampainya pintu utama dokter dika pamit kepada ayah abraham dan pergi dari rumah keluarga Atmaja sedangkan ayah abraham kembali kedalam.
Di rumah wijaya mamah naumi dan papa angga sedang duduk santai diruang tamu tak lama terdengar suara telvon milik mamah naumi.
"Hallo ada apa nak"tanya mamah naumi
"Mamah menatu mamah ni lagi pengen telvon mamah"ucap alex.
"Mana menantu mamah"tanya mamah naumi.
"Halo mah"ucap tata.
"Hallo ta kami rindu mamah ya"ledek mamah naumi.
"Iya mah lagi rindu mamah"ucap tata.
"Ya sudah mamah kerumah mu"ucap mamah naumi
"Beneran mah"tanya tata dengan bahagia.
"Sebentar mamah tanya dulu sama papa"ucap mama naumi.
"Ok mah"jawab tata.
"Pah kita kerumah tata yuk"ajak mamah naumi.
"Ayo kita jalan sekarang papa juga kangen sama rara"ucap papa angga.
"Ya sudah mamah mau bilang dulu sama tata"ucap mama naumi.
"Ok mah papa ganti baju dulu"ucap papa angga.
Papa angga pun beranjak dari tempat duduk menuju kamarnya sedangkan mamah naumi kembali berbicara dengan tata.
"Ta mama sama papa akan kesana"ucap mama naumi.
"Beneran mah"tanya tata.
"Iya ta rara ada kan dirumah papa kangen katanya sama rara"tanya mama naumi.
"Ada ko mah rara lagi mandi sama bibi"jawab tata.
"Ya sudah mama mau ganti baju dan siap siap kerumah kamu"ucap mama naumi.
__ADS_1
"Iya mah aku tunggu yah"jawab tata.
Akhirnya telvon pun dimatikan mama naumi menuju kamarnya untuk berganti pakean.
2 jam berlalu mamah naumi dan papa angga pun sudah sampai dikediaman Atmaja.
Rara yang sedang berada di balkon kamar tata melihat oma dan opanya turun dari mobil pun berteriak dari atas.
"Oma... Opa..."teriak rara.
Mamah naumi dan papa angga yang mendengar teriakan rara pun langsung menoleh keatas.
"Rara... Opa kangen"teriak papa angga.
"Rara juga,opa oma langsung naik ke kamar mamih sama papih lagi sakit"ucap rara dari atas
"Ok sayang"jawab mama naumi.
Papa angga dan mama naumi pun langsung masuk kerumah dan langsung menuju kamar tata.
Sesampainya di kamar tata mamah naumi dan papa angga langsung duduk disamping rara karena tadi rara langsung masuk kekamar setelah mamah naumi dan papa angga masuk kedalam rumah.
"Mah udah datang"ucap tata.
"Iya ta kamu gimana ko udah keluar dari rumah sakit,lalu kenapa bayi besar itu tidur jam segini"tanya mama naumi sambil menujuk alex.
"Papih lagi sakit oma"ucap rara.
"Sakit apa sayang"tanya papa angga.
"Tadi papih muntah muntah setelah mamih makan bubur beracun"ucap rara.
"Apa maksud beracun"tanya mama naumi.
"Itu oma bubur gak enak tapi abis sama mamih"ucap rara.
"Lalu gimana kandungan kamu"tanya papa angga.
"Kandungan ku baik baik saja ko,buburnya enak"ucap tata.
"Tidak mamih buburnya itu gak enak oma"ucap rara.
"Lalu apa masalahnya sama alex"tanya papa angga bingung
"Biasa pah di yang mengalami nyidam"ucap tata.
"Apa jadi alex yang mengalami nyidam"tanya papa angga.
"Iya pah"jawab tata.
"Berarti dia persis seperti papa"ucap papa angga.
"Memang dulu waktu mamah hamil papa yang nyidam"tanya tata.
"Iya waktu mamah mu mengandung alex papa yang nyidam,tapi waktu hamil audi mamah yang nyidam"ucap papa angga.
"Iya ta tapi mamah kasian sama papa mamah yang mengandung tapi papa yang tersiksa"ucap mama naumi
"Gak papa donk mah kan papa yang bikin jadi papa juga donk harus merasakan bagai mana perjuangan ibu hamil"ucap papa angga.
"Tapi tata juga gak tega melihat mas alex pucat dan muntah terus"ucap tata.
"Gak papa dia juga harus merasakan gimana sulitnya jadi ibu hamil dan dia jangan suka bikin dan membuat wanitanya tersiksa"ucap papa angga
Alex yang merasa terganggu tidurnya karena berisik akhirnya alex memutuskan untuk membuka matanya .
Terlihat disana sudah ada kedua orang tuanya yang sedang mengobrol dengan tata dan rara,tapi alex masih pura pura tertidur untuk mendengar percakapan antara mertua dan menantunya itu.
Maaf ya buat semuanya yang menunggu novel ku Up,tapi gak pernah UP soalnya akunya kerjanya pulang malam jadi gak sempet bikin novel.Maaf banget buat semuanya yang kecewa.
__ADS_1