
Alex yang melihat rangga tak melepas genggamannya pun berusaha melepas tangan rangga.
Rangga memang sengaja berlama lama memegang tangan tari karena ingin melihat reaksi apa yang akan dilakukan oleh alex,Ternyata apa yang rangga pikirkan benar alex akan memisahkan tangan tari dengan rangga.
"wahhh... santai dong bosku"ucap Rangga sambil terkekeh
Tanpa menjawab alex pun membuka pintu ruangannya dan masuk kedalam diikuti oleh Rangga dan tari.
Alex pun duduk dikursi kebesaranya.
"lex makanan udah aku siapin di meja dan semua berkas yang kamu minta ada dimeja kerjamu"ucap rangga
"ok,,"ucap singkat alex sambil membuka berkas berkas yang numupuk dimeja kerjanya.
"ya sudah aku permisi"ucap rangga dan di angguki oleh alex.
Rangga pun berjalan kearah pintu dan menghilang dibalik pintu.
Tari pun yang melihat rangga menghilang dibalik pintu pun menghampiri alex.
"tuan ada yang bisa saya bantu"tanya tari.
Alex yang mendengar pertanyaan dari tari pun memalingkan wajahnya melihat ke arah tari dari berkas yang ia periksa tadi.
"ah iya aku hampir lupa kalau sekarang jam makan singa"ucap alex sambil berdiri menghampiri tari yang berdiri disamping meja kerja alex.
"ya sudah ayo kita makan dulu"ucap alex sambil menggandeng tangan tari,Tari yang merasa tangannya ditarik oleh alex pun dengan reflek mengikuti alex.
Setelah sampai dikursi panjang tari dan alex pun duduk dan makan bersama.
Setelah selesai makan tari pun membantu alex untuk memeriksa berkas berkas yang tadi alex minta pada rangga.
Tak terasa jam menunjukan pukul 5 sore,Alex dan tari pun sudah selesai memeriksa dan alex sudah mendatangani berkas yang harus ia tandatangani.
"akhirnya selesai juga"ucap tari samabil menyadarkan badanya pada kursi karena merasa pegal karen harus duduk hampir 4jam lamanya.
Alex yang melihat tingkah tari haya tersenyum.
"tar ayo kita pulang"ajak alex sambil berjalan menghampiri tari yang masih bersandar dikursi.
"baik mari tuan"jawab tari smabil mengambil tasnya.
Alex dan Tari pun keluar dari ruangan itu di depan life alex dan tari bertemu dengan Rangga yang tadinya akan menghampiri mereka.
"udah mau pulang bro"tanya rangga
"iya aku sama tari mau pulang berkas semuanya udah aku periksa dan udah aku tanda tangani tinggal kamu ambil di ruangan ku"ucap alex
"siap bos"ucap Rangga sambil hormat seperti melakukan hormat pada bendera
"tuan rangga lebay"ucap tari
"yah tar dia kan bos besar,oh iya jangan panggil aku tuan lagi panggil rangga aja,rasanya aku lebih muda dari mu"ucap rangga dengan PDnya
__ADS_1
"gx inget umur tau gak kamu rang,umur udah hampir kepala 3 masih aja serasa muda"ucap alex sambil terkekeh..
Tari yang mendengar ucapan alex pun tersenyum.
"ah kamu mah lex bikin jatouhin harga diriku aja di depan tari yang cantik ini"canda rangga
"awas aja kamu buat tari jadi korban kesekian kali kamu"ancam alex
"mana mungkin berani aku ngelakuin itu lex aku masih sayang sama kerjaan ini"ucap rangga.
"bagus lah"ucap singkat alex
"iya bos mana berani aku menikung sahabatku sendiri"ucap rangga
"nah kamu tau"ucap santai alex
Tari yang mendengar ucapan alex pun tersentak dan reflex membulatkan matanya seolah tak percaya pada ucapan alex.
"kenapa tar ko ekspresinya kaya gitu"tanya rangga sambil tersenyum.Alex yang mendengar ucapan rangga pun langsung melihat kearah tari dan alex pun tersenyum kearah tari.
"jangan kaget gitu tar kenapa aku tau alex menyukai mu,karena baru kali ini dia membawa wanita atu orang lain selain bayu jika dia pergi kemana jika saja alex tak menyukai orang itu."bisik rangga pada tari,
Tari yang mendengar ucapan itu pun seolah tak percaya.
"sudah jangan berbisik di depanku"ucap alex.
"oh iya rang apa kamu akan datang ke acara yang diselenggarakan oleh tuan Dierja sekitar 3hari lagi untuk merayakan ulang tahun anak perempuannya"tanya alex
"entah aku tak tau,aku bingung harus datang dengan siapa jika kesana juga"ucap rangga
"ada memang kenapa kak"tanya balik tari
"buat temani aku ke pesta itu masa aku pergi sendiri"ucap rangga
"boleh jika dia mau menemani mu kak"ucap tari
"oke sebelum kepesta aku akan datang kerumah mu"ucap rangga
"memang kakak tau rumah ku"tanya tari,Rangga pun menggelengkan kepalanya.
"biar aku yang antar kamu ke ruamah tari"ucap alex
"kau memang yang terbaik lex"ucap rangga sambil menepuk nepuk pundak alex
"kamu pergi dengn siapa lex"tanya rangga
"ya kalo mau sihau ajak dia"ucap alex smabil menunjuk tari
"kenapa saya tuan"tanya tari bingung
"ya siapa lagi aku tidak punya kekasih"ucap alex
"nona widia bukan kekasih tuan"ucap tari polos
__ADS_1
Alex dan rangga pun tertawa terbahak bahak bagai mana tidak tertawa karena merasa lucu dengan kepolosan tari.
"Kenapa kalian tertawa apa ada yang lucu"tanya tari
"kamu lucu tar widia itu haya wanita yang begitu tergila gila pada alex"jelas rangga.
Rangga memang tau jika widia begitu terobsesi pada alex.
sebelum tari menjawab tangan tari sudah ditarik oleh alex menuju life.
"Lex aku tunggu undangannya"teriak rangga.
Alex dan tari yang mendengar teriakan rangga tak memperdulikan teriakan rangga,setelah pintu life terbuka mereka masuk dan menekan tombol menuju lobi.
Alex pun mengirim pesan kepada pak selamet untuk menunggunya di depan loby.
Setelah sampai lobi Alex dan Tari pun melihat mobil pak selamet baru saja sampai dilobi.
Mereka pun masuk ke mobil dan menancap gas untuk pulang.
Dimobil.
"tar kita pergi ke suatu tempat dulu bagai mana"tanya alex
"memang kita kemana tuan"tanya balik tari
"kita lihat saja nanti ok"ucap alex smabil memberikan alamat kepada pak selamet.
Pak selamet yang melihat alamat itu langsung tau kemana arah mereka akan pergi
Sesampainya di tempat tujuan alex dan tari pun turun,pak selamet hanya menggu dimobil saja.
"wah....tuan ini indah sekali"ucap tari kagum dengan keindahan danau itu.
"tentu saya sering kesini jika saya ke kota Y,tapi sudah lama saya tidak kesini lagi sejak Audi pindah tugas ke Singapura untuk mengurus perusahan cabang disana"jelas alex
"boleh jangn panggil aku tuan,ini diluar kantor tar"lanjut alex
"baik lah kak"ucap tari
Setelah mendengar ucapan alex ,tari pun berlari kearah danau.
Alex yang melihat tingkah tari jaya tersenyum kecil baru kali ini dia melihat tingkah kekanakan keciln seorang tari yang biasanya dia harus bersikap dewasa dituntut keadan
Alex yang melihat tari berdiri di atas seperti jembatan pun menawarkan untuk memfoto tari.
"tari ayo biar aku foto dari sini"ucap alex sambil mengeluarkan HPnya dari saku jasnya.
"boleh kak"jawab tari sambil bergaya bak model.
"bagai mana tuan apa bagus"tanya tari smabil menghampiri alex.
__ADS_1
"bagus dan cantik"ucap alex jujur.
Tari yang mendengar pujian alex pun tersipu malu.