
Alex dan tari memilih baju untuk resepsi pernikahan,rara dan lili menuju restoran terdekat untuk makan siang,rara tidak hanya bersama lili tapi rara juga bersama pengawal yang dikirim alex untuk menjaga Aleta dan rara,karena alex khawatir pada mereka berdua.
Setelah memilih baju untuk resepsi mereka menuju restoran yang lili dan rara kunjungi.
Mereka memesan makanan dan makan bersama.
1jam kemudian makan mereka selesai dan mereka memutuskan untuk pulang kerumah Atmaja.
Jam sudah menunjukan pukul 3 sore semua keluarga sudah berkumpul di rumah Atmaja kebetulan mereka memutuskan untuk pulang lebih awal untuk membahas pernikahan Aleta dan Alex,dan mengobrol ngobrol.
"Ta gimana baju udah kamu siapkan"tanya ayah abraham.
"Sudah yah undangan juga sudah jadi ko aku taro di kamar"ucap aleta.
"Berapa undangan yang sudah dicetak ta"tanya papa angga.
"Hanya 1000 undangan pah"aku gak mau ngundang bayak banyak"ucap Aleta.
"undangannya biar rian yang mengatur pembagian undangan"ucap ayah abraham.
"iya yah kalo om rian menanyakan tinggal ambil dikamar tata ada 1000 undangan"ucap tata.
"Kenapa ko nggak mau banyak banyak bukannya senang yah mengundang banyak tamu"tanya agam
"Yah dia kira bayak undangan itu enak kali yah"ucap audi.
"Ya gak tau kan aku gak pernah ngerasain nikah"ucap agam.
"Makanya nikah gam"ucap karin.
"Iya kapan kamu nikah gam"tanya bunda.
"Gak tau,belum ada calon"ucap agam.
"Lalu celsi kemananin gam"tanya ayah abraham.
Ayah abraha memang tau hubungan agam dan celsi karena celsi adalah anak dari rekan bisnis ayah abraham.
"Celsi,apa wanita yang marah marah itu, waktu tata berada diruang kerjamu"tanya alex
Agam hanya mengguk sebagai jawabannya.
"Maksud mu lex"tanya bunda alia.
"Bunda tau tata itu selalu dibilang pelakor"ucap alex.
"Apa benar begitu"tanya mamah naumi.
"Iya mah bun,emang tampang aku kaya pelakor ya,aku bingung kenapa mereka selalu saja menuduhku sebagi pelakor"ucap aleta.
"Yang sabar ta mereka belum tau siapa kamu"ucap bunda alia.
"Iya bun"ucap tata.
"Nenek kemarin rara kerumah om riko mengantar tante kia sama mamih dan mba lili"ucap rara yang berada dipangkuan bunda alia.
"Oh iya apa kamu bertemu dengan ayah mu"tanya bunda alia.
"Tidak,rara pun tidak mau bertemu dengan om riko"ucap ucap rara.
__ADS_1
"Kenapa rara tidak mau bertemu dengan riko"tanya mamah naumi.
"Tidak mau om riko jahat istri dan ibunya juga jahat sama mamih"ucap rara.
"Memang kenapa ko jahat sama mamih"tanya papa angga.
"Iya mereka membentak bentak mamih rara gak terima mamih dibentak bentak,kakek dan nenek juga tidak pernah membentak bentak mamih"ucap polos rara.
Alex dan tata yang mendengar penuturan rara tersenyum akan sekecil mengerti akan hal seperti itu.
Alex tidak terkejut karena ucapan rara karena ia pernah diceritakan oleh tata,walau awalnya alex tidak terima tapi tata memberi pengertian,akhirnya alex mengerti dan tidak terbawa emosi lagi.
"Seperti itu"ucap agam.
"Iya uncle"ucap rara.
"Ta,lex apa keluarga Ariendra akan di undang"tanya bunda alia.
"Tentu bun keluarga Ariendra dan keluarga Aswangga,saham tata didua perusahan itu cukup besar jadi kami harus mengundang mereka"ucap alex
"Saham"tanya bunda alia.
Ayah abraham tidak menanyakan karena dia sudah tau alasan apa sehingga alex bisa membeli sebagian saham di dua perusahan itu.
"Iya saham aku membeli 50% saham di perusahan Aswangga dan 60% saham di perusahan Ariendra"jelas alex.
"Hemm ternyata mereka tak sepenuhnya pemilik perusahan itu,tapi sombongnya tidak ada bandingnya"ucap agam
"Benar gam apa kata kamu,kekayan mereka tidak ada apa apanya dari kekayan kak tata tapi sombongnya gak karuan"ucap audi.
"Jangan seperti itu nak"ucap papa angga.
"Biarin aja abis mereka sombong sih,yang kaya melebihi mereka aja gak sombong,mereka yang kekayanya tak ada apa apanya dari kekayan kak tata aja sombong"kesel audi.
"Nenek rara mau main sama mba lili"ucap rara yang melihat lili keluar dari kamar rara habis membereskan pakaian rara yang baru selesai di setrika.
"Baik lah,li tolong ini rara mau main sama kamu"ucap bunda alia.
"Baik nyonya,ayo nona kecil kita bermain dimana"tanya lili.
"Rara mau main di taman belakang"ucap rara,sambil turun dari pangkuan bunda alia.
Lili dan rara pergi menuju taman belakang.Agam yang melihat lili haya terdiam tanpa berkedip.
..."Ternyata kamu cantik li,walau pun kamu hanya seorang pengasuh tapi tetep menarik"batin agam....
Tata yang mendengar batin agam tersenyum puas.
"Eheemmmmzzz"dehem tata.
Dehemna tata membuyarkan lamunan agam.
Agam lupa kalau kakaknya bisa mendengar batin seseorang iya keceplosan bicara didalam hati.
"Ta kamu kenapa"tanya alex yang khawatir pada tata.
Tata melihat agam dan agam membulatkan matanya
..."Kak jangan"batin agam....
__ADS_1
Tata yang mendengar batin agam pun mencoba untuk menutupi
"Tidak papa kak haya gatal saja"ucap tata yang duduk di samping alex.
"Apa kau mau minum biar aku ambilkan"ucap alex.
"Tidak usah kak,kakak duduk disini saja temani aku"ucap tata smabil menggenggam tangan alex.
"Sudah jangan terlalu khawatir dia tidak papa juga"ucap audi.
"Tau apa kau anak kecil"ucap alex.
"Tau kali kakak bucin banget sama kak tata"ucap audi.
"Sudah sudah kalo gak direrai kalian akan berantem apa kamu tidak malu lex sama tata kalo kamu bertengkar sana audi"ucap papa angga.
"Hehe... Iya pah"ucap alex.
"Sudah sore mandi dulu sana,nanti kita ke hotel lexta untuk mengecek persiapan untuk besok"ucap bunda alia.
"Iya bun ayo kita mandi sayang"ucap alex.
"Wah pengantin baru maunya bersama sama terus"ucap mamah naumi.
"Iya dong mah biar terlihat romantis"ucap alex.
"Sudah sana jangan lama lama"ledek ayah abraham
"Ayah"ucap tata malu.
"Kakak kenapa pipimu merah seperti itu"tanya audi.
Membuat semua orang tertawa karena tingkah tata.
"Sudah lah ayo kak kita kekamar hawanya sudah tidak enak"ucap tata sambil berdiri meninggalkan alex dan yang lain.
Alex yang melihat tata pergi pun mengikuti tata dari belakang.
"Kita semua ikut yah sekalian kita makan malam disana"ucap bunda alia.
"Ia bun sekalian aku juga mau liat persiapan disana"ucap audi.
"Oh iya para bibi sekalian bawa biar mereka gak jenuh dirumah aja"ucap ayah abraham.
"Ide bagus tuh yah,sekalian booking aja restoran hotel buat kita semua"ucap bunda alia.
"Bener tuh kata bunda yah"ucap agam.
"Sudah ayah mau nelpon rian buat membooking restoran hotel sekarang"ucap ayah abraham sambil melangkah ke kamar
Bunda alia yang melihat karin lewat habis dari kamarnya menuju dapur pun dihentikan oleh bunda alia.
"Kar tunggu"ucap bunda alia sambil menghampiri karin.
"Iya tan ada apa"tanya karin
"Kar tolong bilang sama para bobi buat siap siap kita akan pergi semua,dan bilang sama lili suruh mandin rara,kamu juga siap siap"ucap bunda alia.
"Siap tan"jawab karin sambil melangkah pergi menuju dapur lewat pintu belakang untuk menuju kamar bibi.
__ADS_1
Bunda alia menuju kamarnya untuk bicara dengan para supir untuk menyiapkan mobil untuk membawa mereka semua.
"Orang kaya mah bebas"ucap audi sambil pergi kekamarnya disusul agam dan mamah naumi,papa angga menuju kamar masing masing.