
"Byy, baby-nya Diva gemoy bangettt kann."
"Udah berapa kali kamu bilang itu??"
"Gak tau, gak ngitung." Alika cengengesan.
"Kamu lagi ngode apa gimana??"
"Ngode apaa?"
"Ngode pengen bikin baby."
"Gak usah ngacooo!!"
"Halahh, sok malu-maluu. Ayo buat, mau berapa jam hm?"
"Menjauuuuuuhhhhh." Frans terkekeh.
"Ayoo sayangg, buat babyy."
"Frans ih, tak geplak ntarr."
"Dosa ngegeplak laki ndiriiiii." Frans mendekati Alika, Alika terus menjauh.
Mereka berputar-putar di dekat sofa tuang keluarga.
"Fransss. Tatapan mu tu loo! Mesum banget parahh!"
"Tatapan cinta ini namanyaaa."
"Yekkk!!"
Melihat Alika lengah, Frans mengejarnya dan berhasil menggendong Alika.
"Astaghfirullah, ini masih siaaaangg Frannnsss."
"Salah siapaa bahas baby?"
"Isss!!"
Ting.. Tong..
"Pakeeett!"
"Paket?? Asiyapp."
Alika memberontak turun, "teretetetetet teretetetetet."
Frans terkekeh melihat tingkah Alika. Ia menuju pintu sambil berjoget-joget gak jelas. Frans menyusulnya.
"Makasih, Pak!"
"Mas aja, Mbak. Ketuaan di panggil Pak."
"Sayang aja gimana, Mas?"
"Alikaaaa, ku hukum gak bisa keluar kamar mauu?"
"Becanda doang ih," Alika terkekeh.
"Suaminya mbak?"
"Iya, Mas. Yaudah makasih ya, Mas." Alika masuk kemudian menutup pintunya.
Baru aja Frans ingin menghampiri Alika, Alika sudah berbalik.
"Dasar genit!" Alika tertawa geli.
"Kamu beli apaa?" Tanya Frans.
Alika tidak menjawab, ia meng-unboxing paketnya di meja ruang keluarga. Alika lesehan sedangkan Frans duduk di sofa sambil melihat Alika.
"Yyeeeyy!!"
"Apa inii? Kamu udah nikah masih beli-beli album kpop??"
"Aku gak beli, byy. Kak El yang beliin karena dia jatohin lighstick army kuu."
"Jatohin lighstick gantinya album??" Alika mengangguk.
"Album BTS terbaru nihh."
Frans menatapnya kesal. Wajah Alika benar-benar sumringah ketika melihat foto-foto biasnya.
Frans ingin balas dendam!
Ia mengambil ponsel dan mencari girlgrup kpop. Ada beberapa yang muncul, Frans memilih mencari lebih jauh tentang Blackpink.
"Kamu ngapain??" Alika curiga.
"Jisoo sama Lisa cakepan mana, by?"
"Menurut aku sih Jisoo. Kenapa??"
"Mau ketemu Jisoo, mo beli album yang ada Jisoo nya."
"Lah??"
"Kamu pikir cuma kamu yang bisa muji cowok lain? Aku mah juga bisa muji cewek lainn!"
Alika tertawa, "jadi kamu cemburu ceritanya?"
"Nggakk sih. Aku mo streaming Jisoo, bay!" Frans pergi ke kamar, Alika terus menatapnya sambil tertawa.
Frans juga menggemaskan! Apalagi kalau cemburu.
"Byy, masa gitu doang ngambekkk." Alika mengejarnya ke kamar, meninggalkan album di meja ruang keluarga.
"Byyyyy!"
"Yeobooo."
"Ih gelay pula manggil yeobo. Sayanggg!"
"Apaaan seeh? Aku lagi liat Jisoo joget ni."
"Ngedance oonn, bukan jogett!"
"Sama ajaa, gerak badannya."
"Astaghfirullah. Zina mata kamuu!"
"Loh kamu jugaa, malah parahan kamu loh!"
Alika menganggukkan kepala, "bener si. Is tapikann–"
"Apaa? Dah sanaa lu, jangan ganggu."
"Di usirrr dongg, parahh." Alika mendekati Frans yang tidur di kasur.
"Byy."
"Byy, udah dong jangan ngambekkk. Ngambek terus aku cosplay jadi Jisoo ntar."
Frans menahan tawanya.
Cup!
Cup!
Frans menatapnya sinis, "cuma bisa gitu bujuknya?" Alika mengangguk sambil cengengesan. Ia menyandar di dada Frans.
"Emang mau digimanain?"
"Bawa Jisoo kesini."
"Au ahh gelap." Frans tertawa.
"Tau gak, aku ngeship Jisoo sama Taehyung."
"Aku ngeship, aku sama Jisoo." Sahut Frans.
"Terus aku?"
"Ku madu lah."
"Tak tampol ntar, bener deh!" Frans nyengir. Ia mematikan ponselnya lalu menghidupkan televisi.
"Prensssuuss."
"Hm?" Frans mengelus rambutnya.
"Aku mo tanya, dulu–"
"Kalau tanya masa lalu aku gak mau jawab."
"Kamu cenayang, yaa?! Kan aku belum nanyaa, tau dari mana aku tanya tentang masa lalu??"
"Kata dulu udah menunjukkan kalau kamu mau nanya tentang masa lalu. Gak usah tanya-tanya masa laluu, ntar berantem kitaa."
__ADS_1
"Berantem?"
"Iyalah, nanti semuanya kamu perpanjang. Kalau udah berantem kamu ngilang ntah kemana. Aku jadi stress, prustasi, depresii–"
"Lebayyyy!" Frans tertawa.
"Tapi aku kepoo."
"Apa lagi yang mo di tanya coba? Sma kan kamu tau aku gimana."
"Iy–"
Duar!!
"Aaaaaa!" Alika memeluk erat Frans, Frans mengelus punggungnya.
"Frans, aku takut. Ada petirrr."
"Aku kan disini, tenang yaaa." Frans mengeratkan pelukannya.
Kriuk.. Kriuk..
"Kelaperan, buk?"
"Hehe. Biarin ajalahh, aku gak mau keluar. Takut petirrr!"
"Gak boleh tunda makan, nanti kena magh kamu. Ayo aku temeninn."
"Nggak."
"Atau kamu disini aja biar aku turun ke bawah ambilin makanan?"
"Nggakk."
"Hiih, payah kali di suruh makan. Makan sekarang atau kamu yang aku makann?!"
"Nggak dua-duanya. Mo tidur aja, bye."
"Sayaangg.. makan dulu ayokk!"
"Nggak ah, udah pernah."
Frans menatapnya kesal, ia diam menunggu Alika tidur. Ketika Alika tidur, Frans keluar kamar mencari makan. Ia juga lapar daritadi.
"Helo!"
"Anjj!! Fiery gak ngotak!!"
"Dihh, kasarr. Berdosa lu sama abang sendiri!"
"Berisik lu monyett! Siapa bukain pintu?!"
"Buka sendirilah, kan gue punya tangan."
"Aihh. Pigi lu sono!"
"Istighfar Frans. Gue tau lu kangen sama gue makanya nyuruh pergi. Eh btw, Alika mana?"
"Tidur di kamar. Ngapain lu nyariin Alika?"
"Gapapa, kali aja dia mau selingkuh sama gue."
Pletak!
"Sakit bodooo!"
"Ya lu begoo! Bini gue mau di embat, kea gak ada cewek lain." Fiery cengengesan.
"Gue numpang ngiyup disini."
"Y!"
"Singkat padat. Bagi makanan, Frans." Pinta Fiery ketika melihat Frans ke dapur.
"Katanya punya tangan, ambil sendirilah!"
"Adek sialan! Gue jarang pulang, sesekali baekin kek!!"
"Iiiii gamau gak suka gelay!"
"Najiss!"
Frans tertawa.
"Ini apa?"
"Wahhw. Gantengan gue daripada mereka," kata Fiery sangat sangat songong.
"No no, gantengan gue."
Fiery menatapnya sinis, "apa lu gak sukaa?! Baku hantam kita!"
"Adek sialan part dua."
Duar!!
"FRANSSSSS."
Frans lari ke kamarnya, Alika terlihat begitu ketakutan di balik selimut.
"Byy."
"Ihh, kamu tu kemana siii?! Malah ninggalin!"
"Aku makan di bawah, ayoo makan."
"Gendongg."
Frans menarik tangan Alika yang rebahan, Alika langsung melingkarkan kakinya di pinggang Frans. Frans mengangkatnya dan memeluk erat Alika yang sedang ia gendong.
"Siang-siang kok ujan, yaa?"
"Isyarat maybe, biar semua makhluk istirahat di hari minggu."
"Teori konspirasi darimana ini?!" Frans menggeleng sambil tertawa.
"Waahhw, adek ipar apa kabar?" Alika menoleh.
"Ehh, kak Fier. Kapan datang? Kan ujan," Alika memberontak turun.
"Gak usah turun, nanti kamu kena rayuan buaya itu."
"Adek laknat part tiga!" Frans tertawa, ia menurunkan Alika.
"Kak Fier udah makan?"
"Lu kenapa kalem banget sama Fiery?!"
Frans tu cemburu gaisseu:v
"Nggak ah, b ajaaa."
"Nyehhh!" Frans pergi menuju dapur.
"Posesif banget laki lu, Al."
"Gak heran sih, kak. Tapi yee gue suka sii," jawab Alika.
"Kalo dah bucin apapun disukai."
"Bacott. Lu sendiri ngebucinn ke siapa?" Tanya Alika.
Fiery melihat Frans yang sibuk di dapur, ingin jahil kali ini.
"Gue ngebucinn ke siapa? Rencananya sih ke lu."
"GUE LEMPAR PANCI NTAR LU FERR! SERIUS GUE, KAGAK MAIN-MAINN" Fiery dan Alika terkekeh.
Ting.. Tong..
"Siapa ujan ujan kemari?" Tanya Frans sambil membawa nasinya ke ruang keluarga.
"Aku aja yang bukaa," Alika menuju pintu.
"Udah sini aja, nanti ada petirr." Frans menyuruh Alika duduk lalu pergi menuju pintu utama.
"Haiiiik, assalamu'alaikum!"
"Wa'alaikumsalam yaaaa makhluk bumi. Masuk, kak!"
Mereka berdua pun sama-sama masuk.
"Alikaaaa, paket lu udah dat–"
"Elina?"
"Fiery?"
"Ebusettt, CLBK dah ni." Celetuk Alika.
__ADS_1
"Ngacoo!"
"Ehem eheummm."
"Ada apa gerangann? Mengapa kalian berdua datang bersamaa? Mo minta restu?" Tanya Frans.
"Gak usah ngaco lu, gua pecat jadi adek ipar ntar."
"Saya laporkan ayah mertua, anda akan di pecat jadi anak tertua."
"Ginini, ciri-cirii adek ipar kurang ajar."
"Adek laknat dia mah." Sahut Fiery.
"Istighfar lah kalian saudara saudari."
"Kebanyakan setannya mereka, mana tau istighfar." Jawab Frans.
"Ini manusia satu kenapa sensi amatt, astagfirullah!!"
✾✾
17.56
"Frans.. franss, bangunn!"
"Emm."
Frans membuka mata, "kak El sama Fier udah balik?"
"Udahhh, bangun buruan. Mandiii, bentar lagi sholat maghrib."
Frans meregangkan ototnya. Badannya sedikit sakit karena tidur tanpa alas. Ia tidurr di ruang keluarga bersama dengan yang lainnya tadi.
Frans menuju kamarnya untuk mandi. Setelah mandi, mereka berdua sholat karena sudah waktunya.
"Mau makan malam apa?? Biar aku masak," tanya Alika usai sholat. Ia telat masak karena telat bangun.
"Makan di luar aja, yok."
"Yakinnn?"
"Iyaa, siap-siap gih. Bentar lagi berangkat," Alika pun mengganti bajunya dan menyusul Frans yang tadi keluar.
Frans di dapur sedang meneguk air mineral.
"Byy, ayok."
"Udah laper ya kamunya?" Alika mengangguk sambil cengengesan.
Frans meraih kunci mobil lalu menggenggam tangan Alika menuju luar rumah.
"Aku ambil mobil dulu, kamu kunci pintu." Alika mengangguk, Frans masuk ke garasinya.
Alika masuk setelah mobil tepat berada di depannya.
"Mau makan apa, by?"
"Eemm.. Kamu maunya apa?" Tanya Alika balik.
"Aku pengenn burger," jawab Frans sembari memasangkan seat belt Alika.
"Yaudah ayoo ngejunkfood!"
"Kamu tadinya mau makan apa??"
"Gak tau jugaa, makanya tanya kamu." Frans berohria lalu melajukan mobilnya.
"Tadi kamu tidur berkeringat banget tau, mimpi apaan??"
"Mimpii?? Mau aku ceritain mimpi apa??" Alika mengangguk.
"Aku mimpi kita ke Bikini Bottom."
"Bikini Bottom? Tempat tinggal Spongebob kann??"
"Iyaa."
"Terus kenapa keringatan??"
"Kita kan ke Bikini Bottom tuh, ke Krusty Krab makan burger nyaa."
"Pantesan kepengen burgerrr." Frans cengengesan.
"Pas udah sampe Krusty Krab kita ketemu sama Flying Dutchman. Abistuu, kita liat Tuan Krab nya kek ngemis ngemis gitu kann minta biar kaya kalo gak salahh. Teruss dia jual kita biar bisa kayaa."
"Karena kita gak mauu, kita lariii dari Krusty Krab. Lari teruuusss sampe ke rumahnya Sandy Cheeks. Ehh pas mampirr, si Sandy nya jadi monster terus ngejerin kitaa. Lari lari lagi dahh terus entah sampe manaa itu kita hampir ketangkep. Tapi gak jadi ketangkep."
"Gak jadi kenapaa?"
"Kamu bangunin."
Alika tertawa, "untung aku bangunin kann."
"Iyaa," Frans ikut tertawa.
"Bisa-bisanya yaa kamu tuu mimpi sampe ke Bikini Bottom."
"Gara-gara nonton SpongeBob tadi keknyaaa," Alika terkekeh.
"Absurd banget pula mimpinyaaa."
"Tapi keren tau mimpikuu."
"SpongeBob nya warna apa?"
"Ijo."
"SpongeBob warna kuning, peak!"
"Hah? Oh iya," Frans tertawa.
"Udah sampee di Krusty Krab. Ayok turun!" Alika geleng-geleng lalu mengikuti Frans turun dari mobil.
Mereka masuk bersamaan.
"Kamu kok masih inget mimpinya sih? Aku aja kalau mimpi bangun bangun lupaa."
"Aku pun gak tau kenapa masih inget. Ehh, itu ada Echa."
"Sendiriann dongg, kasian bangett. Muk ganggu ahh," Alika menghampiri Yesha.
"Eehmm, cewekkk!" Yesha menoleh.
"Owaaazuu," Alika tertawa.
"Sendirian lu, caa?" Yesha mengangguk.
"Kasian banget sii yang belum sahhh." Ledek Frans.
"Bacootttt!" Frans dan Alika tertawa.
"Lu nunggu orang apa gimana??"
"Ya tadinya mo ketemu sama Boy, tapi gak jadii. Boy mau ke New York."
"Lagii? Ngapain?"
"I don't know."
"Saayangg," Alika dan Yesha menoleh.
"Loh, Boy?"
"Ei? Kenapa kagett."
"Bukannya kamu ke New York? Tadi kan bilangnya gituuu."
"Lah kapan bilangnyaa?"
"Check whatsapp gih!" Boy mengambil ponselnya.
"Eiii, ini ulahnya Biancaa. Mana ada aku ke New York."
"Bianca kamprett emang!" Boy tertawa.
"Lu sendiri, Al?"
"Ituu Franss." Frans datang setelah memesan.
"Ehh ada bujangan."
"Cottt."
"Sensi amat lu beduaa."
"Btw, kapan nikah?" Tanya Frans.
"Besok!!"
__ADS_1