
"Okee... taring gue udah keluar. Waktunya pembalasan"
Alika mengikat rambutnya asal-asalan.
Alika emosi?
Ya! Sangat sangat emosi, mobil putih kesayangannya penuh coretan pilox dan ada goresan tepat di bodynya.
Wah.. Alika tak akan membiarkan pelakunya selamat kali ini.
Alika pergi dari area parkiran. "Hehh woi lu mau kemana sattt?!" tanya Yesha ngegas.
Alika tidak menjawabnya, dia terus berjalan dengan hawa panas penuh amarah.
"Heeh woiiii, lu gak punya bukti gublukkk" teriak Diva. Alika berhenti.
"Sabar Alika sabar, anak cantik emang selalu di jahatin" ujar Alika pada dirinya sendiri.
"Kenapa sayang?" Frans datang bersama yang lain. Alika tidak menjawab pertanyaan Frans, dia masih sibuk menenangkan diri.
"Ada apa?" tanya Radit.
"Noh, mobilnye di coret sama orang ga bertanggung jawab" kata Diva.
"Mobil putihnya?" tanya Frans. Diva, Yesha, dan Nara mengangguk.
"Yang bener ajaaa?" Mereka mengangguk lagi.
"Ayy--yesha" Yesha menoleh.
"Kenapa sayang?"
"Kamu marah?" Yesha menggeleng sambil tersenyum.
"Ahh syukurlah"
"Kamu gelut tadi? Luka gak?" tanya Yesha mendekat pada Boy.
"Belum sempat gelut ca, gue aja greget liatnyaa" Yesha tertawa.
"Mauu pelukk" Boy merentangkan tangannya. Yesha langsung memeluk Boy.
"Jangan selingkuh ya sayang"
"Kamu juga!"
"Kalau disuruh milih antara aku atau David. Kamu pilih siapa?"
"Pilih atau"
Boy melepas pelukannya, Yesha cengengesan lalu memeluk Boy lagi. "Aku pilih kamuu"
"Seriuss?"
"Dua riusss" Boy mengeratkan pelukannya.
"Nikah yuk"
"Hehh lu beduaa!! Alika lagi emosi mobilnya di coretin lu bedua malah romantisan, gatau waktu emang"
Boy dan Yesha tertawa. "Maklumin dehh, dit. Boy baru balik semalam, eh David muncul semalam. Kami berantem semalam, baikan tadi pagi, David muncul lagi. Kan ga sempat uwu uwu"
"Bacot bacott"
"Nyehh joness" Ledek Boy.
"Pakyuu bang Boy!" Boy dan Yesha tertawa lagi.
"Jadi gimana ini mobilnya cia?" tanya Diva.
"Hiks hiks... putihkuu kasiann" keluh Alika.
Frans menarik Alika ke pelukannya, "Nanti aku bantu benerin"
"Nggak usah ihh, bantuin ngomong ke ayah aja. Aku cuma takut Ayah ngomel panjang kali lebar. Dari a ke b loncat ke f lanjut ke z terus balik lagi ke a"
"Ci, lu gak usah ngomong deh. Bikin gue mikir tau nggak!" protes Nara. Alika mengangkat dua jarinya, dia masih memeluk Frans.
"Permisi bos" Boy melihat ke sampingnya.
"Kenapa?"
"Ini ada foto orang coret mobil. Saya kira tadi coret mobilnya nona Yesha ternyata coret mobil mbak yang itu"
Boy mengambil ponsel bodyguard nya, mereka pun mendekat, melihat foto itu bersama.
"Ehh.. nanti itu mobilnya Echa bukan mobil lu, Ci" ujar Radot.
__ADS_1
"Bukann, tadi tu emang mobilnya Ciaa. Mobil gue velg nya warna gold, kalau Cia silver"
"Coba cek lagi, siapa tau salah" suruh Radit.
"Lu sono yang cek" suruh Nara.
"Gue?" Nara mengangguk.
Radit beranjak pergi, "Heh gak usah woi" Radit berbalik.
"Di foto aja keliatan kok"
"Oh iya, kenapa begoo banget?"
"Lah lu kan emang begoo" sahut Alika.
"Ngeselin lu ya!! Gue tambahin ni, gue gores pake batu"
"Sonoo tes, kalau ayah tanya kan tinggal jawab itu ulah lu"
"Hisssi bangsattt" Alika tersenyum smirk.
"Jadi itu siapa?" tanya Branden.
Boy menge-zoom fotonya, "Body belakangnya sih mengatakan kalau ini...."
"Jallang gopekan!!" ujar Khansa.
"Sudah kuduga, wah wah"
"Okeee saatnyaaaa maung beraksi" Alika melempar tasnya lalu berjalan cepat mencari Thalia.
Diva, Yesha, dan Nara menghela nafas. Mereka juga mencampakkan tas masing-masing. "Kalian disini aja ya, jangan ganggu" ujar Nara mewakili.
"Hehh mo kemanaa??" tanya Khansa.
Bukannya menjawab, Nara malah memandang Yesha dan Diva secara bergantian. "Maung beraksi" Mereka pergi mengejar Alika.
"Jadi horor liatnya, kenapa cantik-cantik ganas sih?"
▪▪▪
Brukk!!
"Woi jallang lima ratus perak!!"
"Apa-apaan sih lu?!"
"Sok sok merasa gak bersalah ya lu bajingan!!"
"Gue gak paham!" jawab Thalia.
"Pantes jadi jallang, begoo sih. Sok sok pikun, dasar tololl, goblokkk, begooo. Paket komplit di lu" sahut Diva dari belakang.
"Maksud kalian apaaa?!" tanya Lisa.
"Mobil gua lu apain ANJINGG?!?" tanya Alika ngegas.
Mereka bertiga tertawa, "Mobil itu? Yang buruk itu? Yang harusnya udah di rongsokan?"
Alika tertawa meledek, "Mobil gue lu kata rongsokan? Terus mobil lu apa? Remahan dari tempat rongsokan?"
Thalia menatap sinis Alika. "Orang iri gitu sih, ci. Mobil lu, gue, echa, dipi semuanya hasil kerja keras. Beda sama mobil dia yang di beliin om om simpenannnya" sahut Nara.
"Iya pulak" kata Diva.
Mereka tersenyum smirk.
"Sotoy banget siii anjg" balas Enjel kesal.
"Ahhh, kalau bukan dari om om berarti dari hasil open BO ya? Hahahahahah"
"Bac---"
Tangan Enjel yang berayun ingin menampar Diva, namun tertahan oleh tangannya Yesha. "Lu tampar Diva sekali, gue tampar lu lima kali. Gimana, deal?" Enjel langsung menarik tangannya.
"Sebenernya, gue penasaran..." Alika duduk di atas meja dekat Thalia. "Yang mana sih mobil hasil OPEN BO?"
"Sialann lu ya!! Yang jelass mobil gue lebih bagus dari mobil lu pada!!"
"Tunjukin, mana mobilnya!!" ujar Nara.
"Ogah bangett, ntar lu pada gantian nyoret mobil gue!"
"Bodoh ya? Kita ga punya alat begoo!" Thalia menatap sinis mereka berempat.
"Oke, karena lu ngefans sama gue. Gue tunjukkin!"
__ADS_1
"Ngefans? Najisss!! Lebih bagus gue ngefans sama Kekeyi daripada sama jallang gopekan kayak lu" jawab Nara sinis.
"Cihh"
"Fine, ayok ke parkiran"
"Ah ya, gue mau ke kamar mandi dulu. Kalian duluan" Alika dan Nara mengikuti mereka bertiga, sedangkan Yesha menarik Diva menuju kamar mandi.
"Lu ngape tarik gua banci"
"Banci pala lu segitiga. Temenin gue disini"
"Kok jadi penakut peak??"
Yesha meletakkan telunjuknya di bibir Diva, ia mengambil ponsel menelepon Boy.
📞 "Assalamu'alaikum sayang, kamu dimana??"
"Waalaikumsalam, kamu dimanaa?"
📞 "Di tanya jangan tanya balik"
"Hehe, sayang, aku minta bantuan kamu...."
-❇-❇-
"Ini mobil gue" Dengan bangganya Thalia menunjukkan mobilnya. Mobil dengan harga jauh di bawah milik Alika.
"Tes coba, beneran mobil lu atau ngaku-ngaku" cibir Nara. Thalia mengambil kunci lalu membunyikan mobilnya.
Alika mendekat, bersandar di mobil itu. "Ini, yaa?" Thalia mengangguk santai. "Lebih berkelas dari punya lu"
"Semua orang juga tau, mobil gue lebih mahal" ujar Alika dengan nada kesombongannya.
"Om om nya gak mampu beliin yang mahal, ya? Kenapa beliin yang murah?" tanya Nara.
"Gue beli pake duit sendiri!!!"
"Ohhh duitnya dari hasil open b.o"
"Jaga omongan lu!!"
"Heh heh heh" Khansa dan yang lain datang.
"Apaaann sih, di bilang jangan nyusul kenapa nyusul?!" tanya Nara sinis.
"Kalau kami gak nyusul, mobil pada rusak lu bikin" Nara dan Alika menatap sinis Branden.
"Khansa makin ganteng ya" puji Lisa.
"Branden juga" sahut Enjel.
"Bryant lebih ganteng, eh Boy atau Bryant si" Boy cuek tidak menjawab.
Yesha yang di balik mobil mengumpat sejadi-jadinya. Boy yang mendengar umpatan Yesha hanya menunduk dan sedikit tersenyum.
"Cemburu sayang?" tanya Boy, mereka menggunakan earpiece. Hanya Boy yang dapat mendengarnya, Boy hanya punya dua earpiece.
Satunya di Yesha dan satunya lagi ia yang pakai. Boy juga memegang alat penyadap suara. Semua barang itu, di ambil kan bodyguardnya.
Karena itulah Yesha meminta bantuan Boy. Selain alat penyadap suara dan earpiece, dia juga ingin di belikan pilox untuk pembalasan.
"Macem-macem aku hajar kamu" Boy tertawa.
"Bang, waras?" tanya Frans. Boy mengangguk sambil tersenyum smirk. Semuanya tak luput dari pandangan Thalia, sedari tadi Thalia memang memandang Boy.
"Mata kau mau ku tusuk? HAH?!" tanya Nara sinis, ia menyadari pandangan mata Thalia. Thalia diam sambil menatap kesal Nara.
"Kasian om simpenannya di duain" ujar Alika.
"Gue bukan simpenan om om!!"
"Kalau bukan om om berarti... kakek kakek dong?" Alika dan Nara tertawa mengejek. Keempat pria yang ada di sisi mereka juga melakukan hal yang sama.
"Jadi, mana mobil lu? Mobil yang lu banggain sampe ngerusak mobil calon istri gue?!" tanya Frans sinis.
Thalia berbalik, "In--"
Ucapannya terhenti karena Yesha dan Diva sudah mencoretnya gantian. Mereka berdua bersandar di mobil sebelahnya sambil melambaikan tangannya yang memegang pilox.
"Satu sama"
"Lu... LU PADA APA-APAAN SIH?!"
"LU JUGA APA-APAAN TIBA-TIBA CORET MOBIL GUA?! LU GAK TERIMA MOBIL LU DI CORET? GUE JUGAA GA TERIMA BANGSATTT" umpat Alika. Thalia kicep, dia tidak bisa berkata-kata.
Yesha dan Diva mendekat. "Lain kali cari musuh liat liat, mikir dulu, baru lu ajak gelut. Paham?"
__ADS_1