
Dua setengah tahun terlewati begitu cepat.
Tidak ada perubahan. Crazy Bacot masih tetap bersama, masih tetap menjadi sahabat meskipun banyak perselisihan yang dilewati.
Crazy Bacot juga masih memiliki pasangan yang sama. Branden dengan Diva, Alika dengan Frans, Nara dengan Wisnu, dan Yesha yang masih bertahan LDR-an sampai sekarang.
Oh iyaa, saat ini Crazy Bacot masuk dunia perkuliahan. Mereka berada di semester dua.
Crazy Bacot kuliah di satu universitas yang sama, bersama dengan Khansa, Branden, Frans, Danial, Revin, Ikhsan dan Wisnu.
Diva, Nara, Alika mengikuti Yesha. Yesha mengikuti Danial. Danial diikuti Yesha, Revin, dan Ikhsan.
Branden, Wisnu dan Frans? Mereka kuliah mengikuti kemana kekasihnya.
Bucin tingkat tinggi memang:))
Tapi, mereka memilih jurusan sesuai dengan yang diinginkan.
Branden, Khansa dan Frans berada di jurusan manajemen bisnis. Danial jurusan arsitektur. Wisnu jurusan Akuntansi. Revin dan Ikhsan, memilih jurusan psikologi.
Diantara Wolfbr hanya Naufal dan Boy yang terpisah. Naufal bakal jadi tentara, sedangkan Boy melanjutkan kuliahnya jurusan kedokteran.
Crazy Bacot juga memilih jurusan yang berbeda-beda. Nara jurusan hukum, Diva jurusan pendidikan matematika, Alika jurusan fashion design, dan Yesha jurusan kedokteran.
Yesha memilih jurusan kedokteran bukan karena mengikuti Boy, namun sesuai dengan keinginannya. Dia baru menyadari Boy jurusan kedokteran ketika dia sudah berada di pertengahan semester satu.
-
08:30
Alika sedang berlari menuju kelasnya. Dia terlambat pagi ini karena Elina tidak membangunkannya.
Ayah dan bunda Alika sedang di luar negeri, dia dirumah hanya bersama Elina.
Brukk..
Tiba-tiba Alika menabrak seseorang. Alika terjatuh namun langsung berdiri. Dia memakai tasnya lagi.
Dia membungkuk, "Maaf, saya buru-buru. Sekali lagi maaf" Alika melanjutkan larinya.
Sedangkan pria yang ditabraknya hanya tersenyum. "Cantik" gumam pria itu.
···
"Aaaaa.. fat, fat gue nyontek. Pliss plisss nyontekkkk." rengek Diva di kelasnya.
"Apaaan calon guru MTK nyontek MTK" cibir Fathan, pria cerdas menyebalkan yang satu jurusan dengan Diva.
"MTK? Emang MTK?" tanya Diva.
"Definisi goblokk yang sesungguhnya.. lu nyontek tapi kagak tau mo nyontek apaan" cibir Fathan.
"Astagaaa, demi manusia purba yang gak pake baju. Gue gak tau ada tugasss. Plislah fatt! Yaaa" rengek Diva.
"Senyum dulu ke gue, gue kasih" sahut teman Diva yang lain, Zaky.
"Ah lu pakboy nyari kesempatan. Gue minta ke tetangga bae"
"Tandai lu pada manusia pelit!!" Diva menunjuk mereka satu persatu, sedangkan yang di tunjuk tertawa kecil.
- -
"Yah.. percuma anjerr.. hosh hosh.. telat juga, kagak diijini juga. Sia sia gue lari dari parkiran sampe sini" keluh Alika di samping pintu kelasnya.
"Eh kenape? Telat?" Diva muncul.
"Iya njirrr, si El kagak bangunin guee" jawab Alika.
"Jadi yang bangunin??"
"Franss, dia spam chat, spam telepon banyak banget"
"Begoo sih, kenapa gak pake jam weker?" tanya Diva.
"Kagak mempan"
"Ya iyalah, lo aja kebo" Alika menatapnya sinis.
"Sialan lo" Diva tertawa.
"Lo mau kemana?" tanya Alika.
"Cari emak apa nggak echa, ato mungkin Branden"
"Kenapa?"
"Gue punya tugas lupa dikerjain" jawab Diva.
__ADS_1
"Pikun lu mah, gue gak heran"
"Bacot kebo" balas Diva cengengesan.
"Udah deh, ayok bolos aja sama gue" ajak Diva.
"Sesat tiada tara" Diva tertawa.
"Yoklaa"
Baru satu langkah kaki mereka berjalan, tiba-tiba terhenti karena ada yang memanggil.
"Kalian mau kemana?" tanya orang itu.
"Dosen?" bisik Diva. Alika menyedikan bahunya.
"Mungkin" bisiknya balik. Mereka berdua pun berbalik. Alika menunduk, Diva mendongak.
"Emm.. Anda... Dosen?" tanya Diva. Alika diam, dia melihat sepatu yang dikenakan pria ini.
Familiar anjirrr sepatunya.. wanginya juga..' batin Alika. Dia mengingat-ingat sesuatu.
Oalahh! Yang gue tabrak tadi pagi' batin Alika.
Alika mendongak.
Anjirrr ganteng bangett bangkeee!!' batin Alika. Pria di depannya bermata biru, dan terlihat seperti warga negara asing.
Bukannya dia cewek yang tadi pagi?' batin pria itu.
"Kalian mau kemana?" tanya pria itu lagi.
"Anda belum jawab pertanyaan saya" ujar Diva.
"Saya Reyhan Arzanka, dosen bahasa Inggris yang baru"
Ah goblokk' keluh Diva.
"Em.. maaf pak"
"Gak masalah" pak Reyhan melihat ke Alika.
Alika sudah menunduk kembali, dalam hatinya dia beristighfar karena mengatakan pak Reyhan ganteng.
Maafkan Flo ya Anand' batin Alika.
"Kalian mau kemana?" Pertanyaan yang sama untuk ketiga kalinya.
"Cabut? Kalian berdua di kelas ini?" Tanya pak Reyhan.
"Cuma saya pak" jawab Alika.
"Masuk" suruh pak Reyhan.
"Tapi pak--"
"Saya dosennya, kamu belom terlambat. Jangan bolos, masuk" suruhnya. Alika mundur dua langkah, ternyata teman teman se-kelasnya hanya belajar biasa.
"Gue duluan dip" Alika menepuk pundak Diva. Diva mengangguk pelan.
Duluan? Duluan yang dimaksud Alika adalah kabur!
Alika lebih memilih bolos dari pada belajar bahasa Inggris.
"Eeehh kamprett, tunggu" Diva ikut berlari mengejar Alika.
"Kan saya suruh masuk" gumam Reyhan kesal. Dia pun memilih masuk ke kelas nya Alika dan memulai pelajaran.
~ ~
"Gila lo gila malah kabur!!!" protes Diva sambil ngos-ngosan. Mereka dikantin sekarang. Bersama dengan Yesha, Nara, Khansa, Branden, dan Frans.
"Lu bedua kenapa?" tanya Yesha.
"Cabut dari kelas" jawab Alika cengengesan.
"Kebiasaan" protes Frans. Alika senyum senyum merayu.
"Ngebokan lu?" tanya Nara.
"Mak lampir kagak bangunin gua anjirrr makanya telat, untung punya doi ganteng baik dan dan dan istimewa" Alika menatap Frans.
"Taiiiii, pande banget ngerayunyaa. Padahal tadi ada dosen baru ganteng di tatap teross" ujar Diva.
"Lo yang natap ampe gak putus putus tu tatapan, ngapa jadi gua?!" tanya Alika, Diva cengengesan.
"Dosen baru?" tanya Nara.
__ADS_1
"Ho'oh, namanya pak Reyhan, mukanya kebarat-baratan gitu tau, ganteng--"
"Puji aja terosss!!" sindir Branden.
"Ha kan Brand, parah emang dipa. Astaghfirullah Dipsii" sahut Alika. Diva menatapnya sinis, Alika tertawa.
"Dosen apa?" tanya Khansa.
"Bahasa Inggris" jawab Alika.
"Ganteng banget?" tanya Frans dengan nada sinisnya.
"Nggak. Gantengan kamu kok sayang, dia udah tua" jawab Alika.
"Hati-hati lu anjirrr, asal bae" Alika tertawa.
"Gua gak ikut-ikut loh kalau ada apa-apa" kata Nara.
"Apaaan gak prenndd!!" Nara tertawa.
"Lu pada kagak ada kelas?" tanya Diva.
"Gue ntar siang" jawab Yesha.
"Ntar siang dateng pagi, gabut buk?" tanya Alika.
"Ngekor bang Danial tadi, makanya pagi" jawab Yesha.
"Btw, lu sama bang Boy gimana ca?" tanya Branden.
"Gak gimana-gimana"
"Baik gak tu? Apa lagi slek? Selingkuh pula ntar" sahut Khansa.
"Gua tabok lu ya!! Enak banget ngomongnya. Suudzon bae" Khansa tertawa.
"Tau sendiri Khansa gimanaa caaa, dia jones jadi ya gak tau apa apa" Yesha gantian tertawa.
Drrrttt... Drtttt...
Yesha mengambil ponselnya. Ternyata panggilan video dari Boy.
"Siapa?" tanya Diva.
"Boy"
—Koboyboy♡—
📱 "Assalamualaikum sayang"
"Waalaikumsalam"
📱 "Eh kenapa? Cuek amat"
"Gara-gara Khansa! Kata Khansa kamu selingkuh"
📱 "Ngapain jugaa aku selingkuh coba? Kalau pun aku selingkuh pasti laporan lah"
"Anjirrr goblokk" cibir Branden. Mereka tertawa.
📱 "Nggak sayang nggak, nggak bakal selingkuh lah. Kalau pun aku suka orang disini, ngapain aku kesana terus pacarin kamu? Khansa tuh ngawur, gak usah dengerin. Maklumi kelamaan jadi jomblo yang ngenes!"
"Jones part duaa!!" ejek Nara lagi.
"Hahaha"
"Nasib deket sama kalian mah gue dibuli. Gue sama bang ican sasaran lu pada" proses Khansa.
📱 "Emang gitu sepatutnya"
"Diem lu bang!"
📱 (Tertawa)
"Kamu dimana?"
📱 "Apartemen, sendirian, dan baru balik"
"Disana jam..." Yesha melihat perbedaan jam dari ponselnya.
"Sepuluh malem. Kamu darimana?"
📱 "Cari makan malam, kamu dimana? Udah makan?"
"Di kampus, baru selesai makan"
"Yaudah tidur sanaa, udah malamm, jangan begadang. Good night sayang"
__ADS_1
📱 "Inget loh jangan selingkuh, night to baby"
Yesha melambaikan tangannya lalu mematikan teleponnya.