Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 39 Ngakak teross


__ADS_3

"Aku kasih waktu 2 Minggu untuk kita saling mengenal satu sama lain. Kalau kamu mau, kita bisa nikah. Kalau kamu nggak mau? Aku bakal ngertiin kamu. Karena aku yakin, kalau kita jodoh, pasti gak akan kemana-mana"


Kata kata Renald terngiang-ngiang ditelinga Diva. Dua kali sudah Renald mengatakan itu, yang pertama saat ditaman. Dan yang kedua, saat dihadapan keluarga. Dia penuh dilema, setelah pertemuan itu, diva selalu kurang fokus dalam segala hal.


Seperti saat ini, mereka sedang buat kue untuk cemilan dirumah Nara.


Diva bengong sambil memasukkan tepung kedalam wadah.


"Dipsiiii!! Woi kambing, overdosis tepungnyaaa" ujar Alika heboh.


"Hah?!" tanya Diva yang tersadar.


"Eh maap" kata diva cengengesan.


"Kak Dipa mikirin apaan toh?" tanya Nanda.


"Nggak, emmm... Nggak tau" jawab Diva asal.


"Dip lu sakit? Nggak kan?" tanya Nara panik.


"Gue sehat nyet" jawab diva.


"Lo mikirin apa sih?" tanya Alika.


"Renald" jawab Diva sambil menyendok tepung kedalam wadah awal.


"Renald?" tanya Yesha.


"Branden Renald, pemilik kafe itu" jelas diva.


"Kenapa dia?" tanya Nara.


"Yaa.. gue masih bingung na" jawab diva.


"Lo.. suka apa nggak?" tanya Alika.


"Suka sih, tapi..."


"Ketuaan?" potong Nara. Diva mengangguk.


"Sholat istikharah sana, biar lu bisa tentuin pilihan lu" suruh Yesha.


"Lu di ruqyah sama Bryant ca?" tanya Alika.


"Nggak ***. Udah tobat gue" balas Yesha. Alika, Nara dan Diva tertawa.


"Tobat lah kononnn, gak bakal bisa. Temen lu setan semua" balas Alika.


"Hahahahahaha"


"Is gimana ya we" tanya Diva.


"Gimana apanya?" tanya Nara.


"Itu om om. Kalau gue tolak, gue beneran kagak enak. Tapi kalau gue terima, gue tertekan. Hihh.. geli, gue gak siap jadi mama muda" ujar Diva.


"Emmm... Otaknya udah mantap mantap aja gila" ledek Nara.


"Ya gue kan mikir kedepannya gimana?!" balas Diva.


"Sebentar sebentar, gue mau bayangin diva jadi mama muda" kata Alika. Dia pun memulai halusinasinya, lalu tiba tiba tertawa.


"Ngakak gua anjr" balas Yesha.


"Hahahahahah" mereka tertawa sambil memegang perut.


"Isss udah aahhh.. geli beneran guaa" suruh Diva.


"Hahahahaha"


"Bener kata Echa, lu sholat istikharah, minta petunjuk sama allah. Apapun keputusan lo nantinya, kita bakal dukung lo sampe kapanpun" ujar Nara.


"Emak gua emang bijak" Alika memberikan dua jempolnya.


"Is terus kuenya kapan jadi?" tanya Nanda.


"Cabut lu sana" suruh Nara sinis. Nanda mengangkat dua jarinya sambil cengengesan.


Kringg... Telolet..


"Astaga ca, hape lo bunyinya gak genah ya. Percuma mahal" cibir Nara.


"Gue cari yang beda dong" balas Yesha.


"Yoda angkat itu siapa, bacot mulu" sahut Alika.

__ADS_1


"Ih gak sabaran lu pada" Yesha mengambil ponselnya.


"Bryant?"


–Brybrydotkom–


📞 Bryant; Ca dimana?


Echa; tempat Nara, kenapa? Tumben telepon.


📞 Bryant; gue mau bicara penting. Ajakin temen lo ke basecamp.


Echa; sekarang?


📞 Bryant; tahun depan sayang.


Deg..


Anjr, jantung gue gak ada akhlak. Digombal dikit deg deg-an. Retceh banget. Batin Yesha.


Echa; Yoda iyaaa.. ( mematikan teleponnya )


"Kenapa?" tanya Diva.


"Ke basecamp katanya" jawab Yesha.


"Jigeum?" tanya Alika.


"Apa jigeum jigeum?" tanya Nara.


"Sekarang makk, dasar lu ye" jawab Yesha.


"Hahahahaha... Kak Nana kudet" ejek Nanda.


"Diem lu, gue buang ke kali ntar" Nanda makin tertawa keras.


"Sekarang?" tanya Nara. Yesha mengangguk.


"Loh kuenya? Astagaaaa.. Nanda ditinggal pas lagi seru serunya" keluh Nanda.


"Nge-game aja lu sono. Gangguin mulu" suruh Nara.


"Bagus dia bantuin naa daripada dia nge-game" sahut diva.


"Nah betul kak dipa. Kak dipa mau terima Nanda jadi adek gak?" tanya Nanda.


"Cie yang jadiaannnn" ledek Nessi yang baru datang.


"Jadian apaan?" tanya Alika.


"Itu kak diva terima terima gitu. Yang coouo disini kan cuma si sableng Nanda" jelas Nessi.


"Gini nih, kalau pembagian otak gak dateng" ledek Nanda.


"Kembaran laknat" ledek Nessi.


"Hahahahaha"


"Ini tu tadi Nanda mau minta jadi adeknya dipsiih" ujar Alika.


"Oo gitu, Nessi juga mau ah. Tapi jadi adeknya kak Ika" pinta Nessi.


"Alhamdulillah gue kagak punya adek lagiii" Nara sujud syukur.


"Is emang kakak laknat" keluh Nessi dan Nanda bersamaan. Alika, Diva, dan Yesha tertawa lagi.


"Tanggung tau, lanjutin aja sampe selesai ya. Baru kita ke basecamp" ujar Diva.


"Iya," jawab Alika.


Mereka pun kembali berfokus pada masakan. Mereka membuat kue yang mudah dimasak yaitu, bolu kukus.


~~


1 jam berlalu, mereka pun tiba di basecamp.


"Emang ya cewek itu lama bener, gue butuhnya kapan datangnya kapan" protes Bryant.


"Berisik lu, kita bikin makanan. Lu mau kagak?" tanya Alika.


"Sini sini" minta Frans.


"Dih ngebut pak?" tanya Alika. Frans cengengesan. Mereka pun memakan bolu kukus yang di masak oleh Crazy Bicit.


"Kok enak?" tanya Ikhsan.

__ADS_1


"Ya enak lah, siapa dulu yang buat." mereka berempat sombong.


"Yaiiiinn" balas Branden.


"Is gue inget nama lu inget si tua" keluh Diva.


"Hahahahahah" Crazy Bicit tertawa.


"Gue ganti nama lu jadi Malik aja ya" pinta Diva pada Branden.


"Yang genahan dikit gitu lo" protes Branden.


"Bodo amat Malik pokoknya." balas Diva.


"Eh ***, tambahin A ujungnya" kata Nara.


"Malika" sahut Yesha.


"Kecap dong" sahut Alika.


"Hahahahahaha" mereka semua tertawa.


"Tuhkan, gue bulan bulanan bulian" keluh Branden.


"Akhirnya kamu merasakan apa yang abang rasakan" sahut Ikhsan.


"Kok alay sih?" tanya Naufal.


"Hahahahaha"


"Ican mah udah alay dari lahir" protes Khansa.


"Rada gesrek dia makanya alay" sahut Frans.


"Hahahahahaha"


"Baru aja gue terbebas dari bulian. Udah dibuli lagi" keluh Ikhsan.


"Sabar can. Nasib lo emang gini, dibuli" balas Danial.


"Astaga, pengen Hiatus dari bumi" keluh Ikhsan lagi.


"Sumpah ya can. Lu tuh kelamaan jones deh makanya gini" sahut Revin.


"Wehh tulah gatau lo" Ikhsan kembali semangat.


"Emang ada?" tanya Frans.


"Wo yajelas nggak ada lah" jawab Ikhsan pede.


"***** ngakak hahahahahahahha" ujar Alika. Mereka tertawa lepas disana.


"Udah capek gue demi apa. Perut gue sakit ngakak mulu" protes Branden.


"Gue juga" sahut Nara.


"Huhh.." mereka bersamaan tarik nafas untuk menormalkan semuanya. Tapi mereka malah tertawa lagi.


"Udah ngapaaa, gue capek ngakak mulu. Di rumah Nara juga banyak ngakak" keluh Alika.


"Gue juga capek. Sumpah gue sakit perut" keluh Revin.


"Liat muka kalian sekarang aja gue mau ngakak anjirr" sahut Naufal.


"Akhiri akhiri. Gak boleh banyak ketawa. Nanti gak bisa ketawa lagi" Khansa tarik nafas.


"Gue tebak, lu kebanyakan nonton Spongebob" sahut Yesha. Khansa mengangguk.


"Udah gede tontonannya gitu," protes Naufal.


"Gue gantian nebak, lu pasti seringnya nonton mantap mantap" Alika berbicara.


"Eh anjirr" protes Naufal.


"Hahahahahahahha"


"Dikata udah malah ngakak lagi" protes Nara.


"Oke fyuh"


"EKHEMM"


"Jadi.. lo suruh kita kesini kenapa?" tanya Yesha pada Bryant.


"Gue mau jujur sama kalian.."

__ADS_1


"Jadi gini....."


"Sebenarnya gue bukan Bryant"


__ADS_2