Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 54 Terjebak


__ADS_3

Sialan!! Pintunya dikunci. Umpat Nara dalam hati. Dia masih berada di kamar mandi.


Nara mencoba menendang nendang pintu kamar mandi, tapi usahanya hanya membuat kakinya sakit.


Nara mengambil ponselnya dari saku. Ketika ingin menelepon seseorang, ada sesuatu terlempar mengenai ponselnya.


Ponsel Nara jatuh dan masuk ke air.


"Astaga dragon!!! Ini pasti ulah manusia!" ujar Nara. Ya iyalah manusia, yakali setan naa:)


Skip


Nara mencoba untuk membuka pintu lagi. Eh tiba tiba..


"Auwwww" Nara terpeleset hingga terjatuh.


"Asuu tenan jancokk!" umpat Nara, dia mengacak rambutnya. Saat melihat tangannya..


"Kok berbusa?"


"Ahhhhhh!!" keluh Nara kesal.


- - - -


"Nara kenapa gak balik balik njirr?!" tanya Yesha khawatir.


"Boker paling" jawab Alika.


"Nggakk yakin. Kok firasat dedek Dipsi gak enak yah? Nara gak biasanya di kamar mandi sampe setengah jam" sahut Diva.


"Kagak usah sok dedek dedek. Gue tendang mampuss lo" balas Alika sinis. Diva nyengir nyengir.


"Buset, kenape lo?!" tanya Yesha, Alika malah cengengesan.


"Samperin kuy lah ah" ajak Yesha.


"Kuy" jawab Alika dan Diva kompak. Mereka bertiga berdiri, secara bersamaan tangan mereka ditarik hingga duduk kembali. Pelakunya adalah tetangga meja yang notabenenya pacar mereka.


"Kenapa?" tanya mereka barengan juga.


"Busettt, kompak bener. Teletubbies emang" sahut Fahmi. Kompak lagi! Mereka menghela nafas.


"Jangan kesana, bentar lagi pak Erik balik"


Hah?! Para cowok juga kompak.


"Ini mereka latihan kekompakan dimana sih?" tanya Gery. Para cowok menatap tajam Gery.


"Ampun ampun gak lagi" Gery mengalihkan pandangannya.


"Kalau Nara kenapa kenapa gimana?!" tanya Diva pada Branden.


"Kalau Nara dikunci dari luar gimana?!" tanya Yesha pada Boy.


"Kalau Nara di ikat gimana?!" tanya Alika pada Frans.


"Ya gak gimana gimana" para cowok kompak!


"Ayolahh, ini salah satu temen kitaaa! Coba kamu deh, kalau salah satu temen kamu gak muncul muncul gimana? Panik kan?!" tanya Yesha pada Boy.


"Biasa aja," jawab Boy.


"Tau ah tega" Yesha melepas paksa tangan Boy lalu berlari menuju kamar mandi.


Diva dan Alika juga melakukan hal yang sama.


"Ngeyel banget sih" tanya Frans kesal. Mereka bertiga menyusul.


- -


"Nanaaaa, Nana dalemmmm" teriak Yesha keseluruh toilet. Mereka bertiga mencar, dan akan kembali tepat di depan perempatan ke kantin.


"Naraaaananaaanaraaa" panggil Alika di toilet lain.


"Narrrrrrrraaaaaaaaaa, ahh nanaaaaa" teriak Diva. Tidak menemukan apapun, mereka kembali ke tempat awal, perempatan kantin.


"Nemu?" tanya Yesha.


"Kagak, Lo?" tanya Alika pada Yesha. Yesha menggeleng.

__ADS_1


"Lo dip?" tanya Yesha dan Alika barengan.


"Gak nemu samsek" jawab Diva.


"Satu toilet lagi, tapi.. apa ya mungkin si nana kesana?" tanya Alika.


"Kita coba cari dulu" ajak Diva. Mereka berangkat bersama. Teriakan dari para pacar mereka hiraukan. Yang terpenting bagi mereka adalah, Nara.


-><-


"Naraaa"


"Oi gua disinii" dari salah satu pintu.


"Beneran ada disini kan?!" tanya Alika. Mereka bertiga mencari sumber suara.


Tok tok tok..


"Na?!" tanya Diva.


"Oi dip, iya gue dipintu inii" jawab Nara.


"Ciaa, Echa... Nana disinii!!" panggil Diva. Alika dan Yesha menuju Diva.


"Na, mundurrr" suruh Yesha. Tarikan tangan menghentikannnya saat ingin menendang pintu. Kedua temannya juga ditarik.


"Kamu mau ngapain? Nendang pintu? Emang kuat hah?! Mau sakit kakinya?!" tanya Boy dengan muka menahan amarah.


"Ya tapi Nana didalam mass, dikunciii" jawab Yesha.


"Ya nggak gitu cara penyelamatannya!" balas Branden.


"Awass ah" Diva melepas tarikan Branden.


"Astaga, ngeyel banget sih?! Mana kuat kalian!!" ujar Frans. Mereka menghiraukan ucapan Frans.


"Barengan" ajak Alika menatap Yesha dan Diva bersamaan. Pundak mereka bersiap untuk mendobrak pintu.


"Satuu... Duaa.."


Brukk!!


Byur!!


Muka mereka bertiga pucat karena kedinginan, dengan cepat para pacar menarik tangan mereka dan langsung memeluk untuk memberikan kehangatan.


"Dibilangin ngeyel banget!!! Basah kan jadinya?!! Dingin kan?!" omel Frans.


"Bawell ba-bangett s-sii" Alika kedinginan.


"Sa, tarik Nara. Gue mau bawa mereka ke UKS" suruh Boy.


"Oke aman" jawab Khansa.


×××


"Makanyaa, kalau dibilangin jangan ngeyel!!" protes Frans pada Alika.


"Orang sakit tetep aja dimarahin" balas Alika kesal. Frans menariknya lalu mereka berpelukan.


Mereka tidak jadi ke UKS melainkan pulang kerumah Diva. Karena baju sudah basah kebes dan juga mereka kedinginan. Alternatif terdekat adalah rumah Diva. Lagipula, orang tua Diva sedang ada kerjaan di luar kota.


Mereka juga sudah minta izin pada guru, hanya mereka berempat. Para cowok? Mereka bolos. Demi pacarnya!


"Bisa kompakan gini sakitnya ya?!" tanya Khansa. Dia datang membawa susu panas untuk crazy bacot.


"Thanks" mereka barengan.


"Jangan merepet jangan merepett" gumam Diva menunduk, dia tidak berani menatap Branden. Branden menatapnya tajam, setajam silet.


Branden menghela nafas lalu mendekat ke Diva. "Jangan ulangi kejadian hari ini! kalau dibilang jangan ya jangan. Paham?!" Diva mengangguk. Mereka berpelukan.


Lain halnya dengan Yesha, dia sedang menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut. Hanya kepalanya yang nongol dipermukaan.


"Kamu baru aja sembuh kemaren, udah sakit lagi. Suka sakit apa kamu? Makanya dib--" Yesha menutup mulut Boy dengan dua jarinya.


"Ntar aja marahnya, tunggu sembuh" balas Yesha. Boy menggeser tangan Yesha.


"Iss kamu tu, suka banget bikin khawatir!!" Boy memeluk Yesha.

__ADS_1


Hatcuh..


Mereka bersin serentak.


"Geserr, nanti ketularan!" suruh Yesha, Boy pura pura tidak mendengar. Dia mengeratkan pelukannya pada Yesha. Hal itu membuat Yesha merasa lebih hangat.


·


"Fyuhh.. gue yang LDR gimana woi?!" tanya Nara.


"Bodo amat" balas ketiga temannya. Nara menatap sinis mereka yang cengengesan.


"Kenapa lo disana? Itu toilet jauh dari kelas?!" tanya Khansa.


Hatcuh..


"Gue juga bingung kenapa bisa sampe sana" jawab Nara.


"Terus? Kenapa bisa rambut berbusa? Hp lo juga mati?!" tanya Alika.


"Hp gue masuk ke air"


"Is tadi tu gue dikunci dari luar. Udah gue tendang pintunya gak bisa terbuka. Gue kepeleset juga tadi. Sakit bangettt" keluh Nara.


"Hati hati makanyaa!! Udah tau ditoilet sering licin, masih suka pecicilan" Nara menatap Khansa sinis.


"Apa?" tanya Khansa yang minum minumannya kaleng.


"Lo ngeselin ya!!"


"Gue ngeselin plus ngangenin. Udah gak usah diliatin! Gue tau gue ganteng, nanti lo naksir ke gue. Bisa rusak image gue kalau dikatai pebinor"


"Dih pede.. hatcuh.. amat"


"Udah diem! Lagi bersin juga ngoceh mulu. Minum itu susunya" suruh Khansa. Nara mengambilnya lalu minum sedikit.


"Kalian balik ke sekolah sana, ngapain bolos bolos?!" tanya Diva.


"Iya balik gih" sahut Alika.


"Lah ya bodo amat. Sekolahnya bayar sendiri, suka suka hati lah" jawab Branden.


"Nggak gitu bambang! Ah par.. hatcuh.. rah lu"


"Minum itu susunyaaa!" suruh Branden. Diva meminum susu yang dibuatkan Khansa tadi.


~


"Eh yakin gak lo pada kalau ini pem.. hatcuh.. balasan dari Thalia?!" tanya Alika.


"Bis.. hatcuh.. sa jadi, ya tapi kok pas banget gitu loh?!" tanya Nara heran.


"Ide licik mah lebih laju berjalan dari pada yang lain" sahut Diva.


"Bener lu" Diva dan Yesha bertos ria.


"Assalamualaikum!!!"


Hatcuh..


"Gila gila gila!! Ngapain kalian mandi es gini hah?! Sakit kan sekarang?! Lo lagi fiana, Lo baru sembuh dek dek, Ya Allah!! Darah tinggi gue liat kalian!!" omel Danial.


"Datang datang ngamuk" cibir Yesha.


"Apa?!!" tanya Danial.


"Ada nyamukkk!" jawab Yesha.


"Eh kalau diulang ulang bang Febri merepet kayak Mak beti ya" ujar Diva.


"Iya bener," balas Yesha. Mereka cekikikan.


"Kampret kampret"


"Udahhh woii! Gelut mulu lo berdua heran gue. Sebelah lo itu siapaa?" tanya Boy.


"Oh ini? Kenalin, ini Gea. Pacar gue" Yesha langsung menajamkan matanya melihat cewek bernama Gea ini.


Dengan membawa selimut tebalnya, dia pergi keluar. "Woi mau kemana?!" tanya Ikhsan.

__ADS_1


"Cari duit, siapa tau nemu jodoh" jawab Yesha asal.


"Eiy, suaminya disini juga" Boy mengejarnya.


__ADS_2