Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 21 Kencan Alika


__ADS_3

Kediaman Alika Florwencia. Mereka kembali kerumah 17 menit setelah selesai Maghrib. Sekarang Alika sedang bersiap siap, dia akan pergi dinner malam ini dengan Ajef.


📞 Dipeeh; Pake baju apaan Lo?


📞 Nanaa; Jangan malu maluin Crazy Bacot ya samyang.


📞 Echaaw; ku menyimakkkk


📞 Nanaa; kagak usah konser, cha!!


📞 Echaaw; yang konser siapa nana dalem??


📞 Nanaa; pengen ditampol dehh.


📞 Echaaw; ahahaha


Alika; eh oi.. gue bingung pake baju apaan.


Alika; pake gaun?


Alika; gaun gue pendek semua kagak pede.


📞 Dipeeh; Alika cini ipci kacih tauk. Plia cejati icu menelima pacangannya apa adanya. Jadi tunjukin aja dili lo apa adanya.


📞 Echaaw; bucin teross.


📞 Nanaa; padahal jomblo.


📞 Echaaw, Nanaa; Hahahahaha


📞 Dipeeh; Kamprettt


📞 Dipeeh; ci, Lo dimana ci? Masih hidup? Oy?


Alika; masih lahhh.


📞 Nanaa; vid callan aja dah, gue yakin dipsi gatel mo hujat.


📞 Dipeeh; kenapa gue yang kenaaaa? Nana dalemmm!


📞 Echaaw; copy paste Lo, gak asik.


📞 Nanaa, Dipeeh, Alika; tertawa.


(Echaaw mengubah panggilan menjadi video call)


📱Nanaa; mantabb, muka muka bacot kelihatan.


📱 Echaaw; ciaobungbung..


Alika; hm?


📱 Dipeeh; pake baju paan lu??


Alika; [miror]


📱 Dipeeh; busettt dahhh, ci yang bener ajaa.


📱 Nanaa ; kerren!! Ajarannya Echa cop!!


📱 Echaaw; bodo amatt, lagian imut kok Cia pake itu. Kaos item ditutupin baju kemeja warna item. Ditambah celana warna item, sepatu putih. Kenapa jadi item item sih ci?


📱 Dipeeh; iyaaa, kenapa item item coba??


📱 Naraa; pakean aja yang item. Kalau di luar ruangan bersinar si cia.


Alika; uwuuu bundaaa sa aeee Lo.


📱 Naraa; bunda bunda gigilu semplak!


📱 Dipeeh, Alika, Echaaw; hahahahaha..


Alika; cantik kan ya gue??


📱 Dipeeh; coba kemejanya Lo ganti jaket aja.


Alika; [meletakkan ponselnya, mengganti kemeja menjadi jaket Levis]


📱 Dipeeh; Nah gitu mantepp, kagak item semua.


"ALIKAAAAAA" teriak Elina.


"Hmm?" tanya Alika.


"ALIKAAA BUDEK BANGET LO ANYING!!!" teriaknya lagi.


"Ohhh em jiii, gue matiin dulu yaa. Kak Ros panggil gue." ujar Alika pada temannya. Lalu turun menuju ke suara Elina.


"Apa sih kak???" tanya Alika.


"Udah dateng itu laki lo, lagi pamitan sama ayah diruangan keluarga" jawab Elina.


"Kok bisa dapet ganteng gitu?" tanya Elina.


"Tapi lo nya malah kek abang abang, gak cocok" ujar Elina.


"Iri bilang bozzzzz" balas Alika sambil bersidekap dada.

__ADS_1


"Sini dahh ikut gue, biar kayak cewek" ajak Elina sambil menarik tangan Alika. Elina mencoba me-make over Alika menjadi wanita. Dia mengubah kostum Alika menjadi gaun yang lumayan tertutup.


"Perfect!!"


"Lo itu cantik. Cuma kek abang abang" ujar Elina.


"Bacott Lo" balas Alika. Alika pun keluar dari kamar Elina, lalu menghampiri Ajef. Ajef memperhatikannya tanpa berkedip.


"Wah wahhh, tumben tumbenan kamu pake gaun" ujar Fandy.


"Disuruh kak Elina. Alika nggak suka, ganti ya"


"Kagak usahhh, capek Ajef tungguin Lo" balas Elina.


"Iyaa ka, gak usah ganti. Kamu cantik kok. Ajef aja sampe sekarang gak ada kedipin mata." sahut Dewi.


"Jef?" panggil Fandy.


"Hah? Oh iya om" jawab Ajef gugup. Fandy, Dewi, dan Elina senyum senyum menggoda.


"Ya udah berangkat sana, keburu malam." suruh Dewi.


"Iya tante" balas Ajef, dia menyalimi tangan Fandy dan Dewi. Alika pun melakukan hal yang sama.


"Jangan kemalaman ya pulangnya" suruh Fandy.


"Iya om, kita pergi dulu ya om, tante, kak" pamit Ajef.


"Alika pergi dulu ya ayah, bunda" pamit Alika.


"Assalamualaikum" ujar Alika dan Ajef bersamaan.


"Waalaikumsalam"


"Alika, jangan malu maluin gue Lo ya" bisik Elina. Alika malah menirukan gerakan Spongebob yang mengatakan bacot.


Saat keluar dari dalam rumah, suasana menjadi canggung, Ajef dan Alika sama sama malu malu. Ntah apa yang merasuki Alika sehingga dia malu malu. Kalau ada ketiga temannya pasti mereka berkata "Sok malu, biasanya malu maluin". Tidak ada kata kata lain selain kata kata itu dari mereka, jika salah satu dari mereka malu malu saat bertemu orang baru.


Kembali ke Alika. Karena jarak pintu dan gerbang cukup jauh, jadi mereka masih berjalan menuju mobil. Ajef memberanikan diri untuk menggenggam tangan Alika. Alika menerima genggaman Ajef dan menggenggam balik tangan Ajef. Setelahnya, mereka saling tatapan sambil tersenyum. 'astagaa bundaaa, Alika deg degan. Ajef ganteng bangettt' batin Alika berteriak. Mereka kembali berjalan. Saat hampir sampai, Ajef berjalan duluan. Dia membukakan pintu mobil untuk Alika.


"Thanks" ujar Alika sambil senyum.


"You're welcome tuan putri" jawab Ajef tersenyum manis.


Ajef menutup pintu mobilnya pelan lalu berjalan menuju kursi pengemudi.


★★


Disisi yang berbeda...


"Nara" panggil Tony.


"Kamu kok gak pernah bawa cowok ke rumah?" tanya Tony santai. Nara tersedak, dia langsung mengambil air putih yang ada disebelahnya.


"Hah? Apa dad?" tanya Nara.


"Beberapa kali Daddy pernah liat anaknya om Deo lagi jalan sama cowok, kamu? Kapan?" tanya Nara.


"Lah dad!!" panggil Nara ngegas.


"Kenapa toh? Kamu juga udah SMA kelas 2 mau jones terus?" sahut Nova.


"Subhanallah, sabarkan lah hambamu" ujar Nara sok dramatis.


"Kamu boleh kok bawa cowok, asal kamu jangan kebablasan aja sampe malu maluin Daddy" ujar Tony.


"Astaga, orang tua lainnya, itu kagak mau anaknya terlibat dalam urusan hati. Lah ini beda." balas Nara pelan.


"Mommy Daddy dengar Nara" balas Nova. Nara malah nyengir kuda.


"Tadi kan kakak bawa cowok dad, kira kira ada 5 orang lah" sahut Nanda.


"Nandaaaa, gue jadiin tumbal Lo" balas Nara.


"Oooh, iya. Tapi kan itu rame banget nan," jawab Tony.


"Nessi setuju sama abang abang yang ada tindik di telinganya" sahut Nessi.


"Dih, Lo kok jadi demen jantan nes?" tanya Nara.


"Ya Nessi emang demen jantan. Kakak aja yang gak demen sama jantan, kakak aja kayak jantan, mana ada jantan mau jantan" balas Nessi panjang lebar.


"Adek laknat" cibir Nara. Nessi dan Nanda tertawa sambil bertos.


"Yang mana nes? Mommy nggak lihat" kata Nova penasaran.


"Is ituloh mom, telinganya ada tindik nya. Terus itu rambutnya ngejegrak gitu" jawab Nessi.


"Valdi maksud Lo? Yang bener aja setan!!" balas Nara.


"Adek nya dikatain setan, berarti kita semua setan?" tanya Nessi.


"Nessi mau ditabok kanan apa kiri?" tanya Nara balik.


"Kagak mau ditabok" jawab Nessi sambil cengengesan.


"OOOOOO ITUUUUU" ujar Nanda setengah berteriak.

__ADS_1


"Apa?" tanya Tony kaget.


"Itu dad, yang dibilang Nessi beneran. Ih ajibbbb dad. Mantep bangett, ganteng. Nama nya valdii iyaa Valdi. Nanda baca dibelakang bajunya" sahut Nanda. Nara frustasi dengan adeknya, dia mengelus dadanya sambil beristighfar.


"Hahahahahah" tawa Nanda dan Nessi.


"Nara udah selesai, Nara ke kamar dulu" pamit Nara.


"Dih dih, apaannn gitu aja sensi, woi kakk!" panggil Nanda.


"Berisik Lo, gue banyak tugas" balas Nara berbohong, dia langsung menuju kamarnya.


—★


"Makasih ya" ujar Alika sambil tersenyum.


"Gue yang harusnya bilang gitu, makasih udah mau gue ajakin makan" balas Ajef. Alika cuma mengangguk masih sambil tersenyum.


"Masuk gih udah malam." suruh Ajef.


"Hah? Eh iya" jawab Alika, dia berjalan menuju rumahnya.


"Sampai ketemu lagiii" teriak Ajef. Alika melihat ke belakang, Ajef sedang melambaikan tangannya.


"Pulang gih, ntar kemaleman Lo" balas Alika. Ajef hanya mengangguk. Ajef memasukki mobil nya. Dia melambaikan tangannya lagi lalu pergi dari rumah Alika.


Alika berjalan menuju kamarnya dengan tidak berhenti tersenyum. 'ohhh ajeff, baper gue' batinnya.


"Deerrrr" Elina membuyarkan lamunannya.


"Jan·cok!" umpat Alika.


"Cangkemmu kui gob·lok" suruh Elina.


"Lah koe ora ndue akhlak" balas Alika. Elina cengengesan.


"Pie? Pie?" tanya Elina kepo.


"Pie opo ne a·su?" tanya Alika balik.


"Jan·cok koe, ora peka blas." Elina pergi meninggalkan Alika. Alika menatapnya heran lalu kembali berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar Alika mengambil ponselnya yang berbunyi, dia juga baru selesai berganti pakaian.


✉️


Ajeff Abhiprayaa


Nice dream tuan putri ❤️


"Ajef kamprett, calm down jantung!!!" gumam Alika.


✉️


Alika Florwencia


Nice dream to ❤️


"Wah gila, tenang cia tenang!" ujarnya pelan. Setelah membalas pesan Ajef tadi, dia mencampakkan ponsel mahalnya ke kasur, cari aman agar tidak pecah.


Saat dia ingin keluar, ponselnya berbunyi.


Alika; ahaaaaaik halo pemirsaaaaaah


📱Dipeeh; beda emang, setelah dinner pasti banyak manusia gilak kayak si cia.


📱Echaaw, Nanaa; Hahahahahahahha


📱Echaaw; baek baek aja kan ci?


Alika; Iyaa..


📱Echaaw; Baguslah, takut gue tadi Lo tendang anaknya.


Alika; Suudzon_-


📱Dipeeh; Nana mana nih???


Alika; dia muncul waktu mo ketawa ajaa.


📱Echaaw, Dipeeh, Alika; hahahaha.


📱Nanaa; gue kesel banget an·jir, masa iya adek gue demen sama Valdi si breng·sek. Suruh gue kencan sama Valdi.


📱Dipeeh; HAH? SERIUS??


Alika; Jan·cok, telinga gue sakit denger Lo teriak dipaaa


📱Dipeeh; maap reflek bozzz ( cengengesan )


📱Echaaw; gak apaa apaa na, menurut gue Valdi ganteng kok. Dia itu keren, apalagi rambutnya.


📱Nanaa; pertama kali yang Lo liat dari cowok pasti rambutnya, heran gue.


📱Echaaw; lah gue mending. Dari pada Dipa dari bibirnya sexy apa nggak.


📱Dipeeh; gue diem gue kena, ta·ii

__ADS_1


📱Echaaw, Alika, Nanaa; hahahahaha


Mereka masih terus mengobrol, obrolan mereka itu tidak akan ada habisnya. Apalagi kalau gibah pasti lancar jaya dan semangat empat lima.


__ADS_2