Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 68 Mancing lagiii


__ADS_3

"Rajin pisan euy" kata Boy. Boy dan Yesha sudah sampai di persawahannya Guntur.


"Eh ada kalian, kapan datangnya?" tanya Guntur sambil menghampiri boy dan yesha.


"Udah dua jam yang lalu kak" jawab Yesha.


"Ini mau kemana? Bawa pancing segala?" tanya Guntur.


"Mau mancing rencananya. Tempat pancing yang bayar tapi pasti dapatnya teh dimana tur?" tanya Boy.


"Ada itu di tempat mang Asep, tapi mang Asepnya lagi umroh" jawab Guntur.


"Ya jadi begimana?" tanya Yesha menatap Boy.


"Mancing di sungai aja atuh" usul Guntur.


"Lama tur, disana juga belum tentu dapat. Si Echa nya udah laper" jawab Boy.


"Kalau jala aja mau nggak?" tanya Guntur.


"Jala ikan? Gimana tuh?" tanya Yesha.


"Iya jala ikan, nanti kan pake jaring. Si Boy pegang ujungnya, ujung satu lagi teh aku yang pegang. Abis itu aku sama boy masuk ke sungai nya"


"Sungainya teh gak dalam?" tanya Boy.


"Aku sama kamu tinggian siapa? Kamu kan ya? Sama aku cuma se-ketiak kok. Gak dalem banget" jawab Guntur.


"Yaudah hayukla, daripada kelaparan" ajak Boy.


"Baju kamu" Yesha menatap mata Boy. Boy melihat ke bajunya.


"Pake baju bagus si mau mancing padahal. Ya sudah kerumah aku dulu ganti bajunya kamu" ajak Guntur.


"Eh nggak usah, pake baju ini aja gapapa. Sungainya juga jernih kan gak kotor?" tanya Boy.


"Ya jernih, tapi kalau kamunya pake jeans kan jadinya berat. Udah hayuk ganti baju kerumah" ajak Guntur lagi.


"Kakak udah siap di sawah?"


"Udahh" jawab Guntur. Mereka pun pergi kerumah Guntur untuk mengganti baju.


--


"Teteh juga ganti baju aja, pasti nanti teteh pengen masuk. Gendis yakin"


"Nggak usah ah, nanti ngerepotin gendis" jawab Yesha.


"Gak ngerepotin atuh. Ganti hayuk" ajak Gendis.


Yesha menatap ke Boy seakan bertanya dia harus ganti atau tidak.


"Ganti aja" suruh Boy.


"Ya udah deh" Gendis menarik Yesha ke kamarnya.


"Maaf ya teh, kamarnya sederhana banget"


"Ah kamu mah ngomongnya gitu mulu" Gendis tertawa.


"Teteh pake kaos ini sama celana ini" Gendis memberikan baju putih dan celana abu abu.


"Eh jangan baju putih gendis, nanti kotor lho" jawab Yesha.


"Item atau abu abu teteh maunya?"


"Abu abu aja biar senada" jawab Yesha. Gendis mengambil kaos abu abu dan memberikan ke Yesha.

__ADS_1


"Teteh ganti disini aja, aman kok gak ada sisitivi nya"


"Okey"


"Gendis keluar dulu ya teh" Yesha tersenyum, Gendis pun keluar.


Setelah selesai ganti baju, Yesha keluar dengan kaos abu abunya yang sedikit kebesaran, dan celana berwarna abu abu juga.


"Kaosnya teh kegedean" kata Guntur.


"Hehe, emang iya a'. Itu bajunya kan hadiah dari aa' waktu itu tapi masih kegedean sama Gendis. Kalau di pake teh echa gak pala besar kok" sahut Gendis.


"Gak apa apa deh, cakep kok. Udah hayuk ke sungai" ajak Guntur.


"Gendis gak ikut?"


"Gendis belum siapan rumah teh, teteh a' Boy sama a' Guntur aja" kata Gendis.


"Yauda, kami pergi dulu. Kamu baik baik dirumah, kalau ada apa apa telepon aa'. Assalamualaikum"


"Iya aa'. Waalaikumsalam"


……


Hari sudah hampir Maghrib.


Jam menunjukkan pukul 17:57.


Nara, Alika, Diva, Danial, Revin, Ikhsan, Wisnu, Naufal, Khansa, dan Branden kecarian akan keberadaan Boy dan Yesha.


"Ck, disini susah sinyal lagi. Mereka kemanaaa?!" tanya Danial makin kesal.


"Ya kali mereka sengaja tinggalin kita disini?" tanya Frans.


"Suudzon woi" balas Alika. Frans cengengesan. Mereka kembali melihat ke ponsel masing-masing.


"Lah gue tetep kagak ada" Danial pun mengambil ponsel Revin, jempolnya lihai mencari nomor telepon Yesha.


Drrrttt.. drrtt..


"Ailah percumaaa woi, hpnya si Echa ditinggal" kata Alika.


"Boy, coba telepon Boy" suruh Ikhsan. Danial kembali mencari nomor telepon Boy.


'Pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan pangg---'


"Eh? Gue baru isi pulsa kemaren anjim. Kok udah abis?!" tanya Revin.


"Isi berapaa?" tanya Naufal.


"Goceng"


"Lu kemaren nelepon Agnes apa gak pake pulsa?" tanya Ikhsan gantian.


"Gratisan coy"


"Yaaa gratisannya karena lo udah lama nelepon goblokk, ih tau ah. Oon banget bang repin" kata Khansa kesal. Revin cengengesan sambil memegangi tengkuknya


"Yang lain, yang lain?" tanya Danial.


"Gak ada sinyal bang punya gue" kata Nara.


"Gue juga gak ada" sahut Diva.


"Gue ada sinyal bang, tapi gak ada pulsa. Makanya diem daritadi" sambung Alika.


"Eh, itu mereka gak sih?" tanya Wisnu melihat dua orang jalan bersama.

__ADS_1


"Iyaaaa!! Ituu" kata Danial kesal. Mereka semua menunggu Boy dan Yesha sampai dengan memasang muka muka murka ala ala.


"Gilaa, nape tu muka? Kompak gitu" ledek Boy ketika dirinya dan Yesha tiba di rumah kontrakan.


"Lu kemana aja goblkk?! Kita cariin juga!!" protes Ikhsan.


"Santai bang santai, gue sama si Echa abis cari ikan nih haaaa buat makan malamm" jawab Boy.


"Astaghfirullah berdosa banget!! Bukannya ngajak malah pergi duluan" Nara menatap sinis mereka berdua.


"Yee, lu pada tidur enak nyenyak. Mana tega banguninnya gue" kata Yesha ngeles.


"Cari alasan teross" jawab Danial.


"Sinis amat si bang"


"Lo kenapa basah gitu? Mancing kan?" tanya Naufal.


"Nggak mancing, lama kalau mancing. Jadinya jala. Nah, gue basah karena kecebur sungai gegara si koboi" Yesha menatap sinis Boy. Boy tertawa.


Tadi ketika dia masuk ke dalam sungai, Yesha yang kakinya tersangkut jaring pun terseret, sehingga dia ikut masuk ke sungai.


"Puft.. hahahahaha" tawa mereka.


"Dih emang gak berakhlak" mereka kembali tertawa.


"Btw, ikan apa aja?" tanya Diva.


"Ikan baung, ikan betok, ikan gurame sedang, ikan putihan, ikan keper, sama ikan gabus" jawab Yesha.


(Btw guys, itu di tempat author namanya gitu, gak tau dah kalau ditempat kalian:v)


"Tau dari mana nama nama ikan?" tanya Frans.


"Kayak wartawan ya lu pada?! Gue abis kursus perikanan makanya tauu" jawab Yesha kesal. Mereka tertawa lagi.


"Yaudahh, sebelum mandi. Sekalian bersihin tuh ikan" suruh Branden.


"Gue tabok lu ya?! Ya kali gue yang cari gue yang bersihin, lah lo tinggal makan" kata Boy kesal. Branden cengengesan.


"Yaudah sini, dedek Dipsi bersihin" Diva mengambil alih ember yang ada ditangan Boy.


Ketika dia membuka tutup ember, ikan itu bergerak lincah sehingga airnya terciprat ke Diva.


"IKAN GAK ADA AKHLAK!!!" Yesha tertawa ngakak. Disaat itu juga dia teringat ketika dia berada di posisi Diva.



"Ih gila aja, ikan baungnya halus banget anjimmm. Segede upil gue masa?" protes Alika.


"Bukannya dilepasin, malah dibawa" sahut Nara.


"Protes muluu! Gue tabok juga lama-lama" balas Yesha. Mereka berdua tertawa.


"Aaaww" keluh Diva yang sedang fokus membersihkan ikan.


"Kenapa?" tanya Yesha. Diva tidak menjawab, dia melihat jarinya yang mengeluarkan darah.


Branden yang hanya memperhatikan sejak tadi langsung datang ke arah Diva sambil membawa air mineral.


Branden mencuci tangan Diva. "Hati-hati kenapa sih? Ceroboh banget" omel Branden.


"Yee!! Aku gak salah, ikannya aja tuh yang tajam" balas Diva.


"Menjawab teros" Diva cengengesan.


"Ada bawa P3K?" tanya Branden.

__ADS_1


"Ini, gendis bawa"


__ADS_2