
Kepergian Yesha hanya alibinya saja. Dia ingin mengechat Danial, tapi tidak di depan gadis itu. Karena takutnya, gadis itu tersinggung.
✉️ Bang kuda—
Yesha;
Itu terlalu modis cewek nya!! Gue gak suka. Fashionable banget pastii!!
Danial;
Udah gue duga, lu keluar cuma alesan doang biar chat gue.
Danial;
MASUK SEKARANG!! KEBURU LU SAKIT LAGI.
Yesha;
Ogah!!
Danial;
Jangan kek bocil. Makanya liat, dia lebih tua dari gue, dia juga bawa alat medis. Dia dokter oonn!! Masuk buruan!!
Yesha beranjak kedalam. Karena dia berjalan sangat pelan, Boy yang geram langsung menggendongnya ala bridal style.
"Aaaa.." Yesha terkejut.
"Apaan teriak teriak?" tanya Boy datar.
"Ramee orang, turuninn" Boy pura pura tidak mendengarnya. Yesha malu, dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Boy.
Setelah tiba, boy meletakkannya ditempat semula. "Duduk, diem, jangan lasak kemana mana. Lagi sakit juga ada aja kelakuannya"
"Bawel bener.. hatcuh.. si yang" balas Yesha.
"Apa? Ulangi? Aku nyosor ni" Yesha menutup mulutnya dengan tangan. Mereka tertawa.
"Saya dokter Gea. Bukan pacarnya Danial. Danial tadi asal bicara aja" ujar dokter Gea sambil tersenyum.
"Saya periksa kalian satu persatu ya" dokter Gea mendekat ke Alika. Mengobati mereka satu persatu dengan begitu telaten.
-
"Ikatan batin kalian kuat banget ya? Suhu badan kalian aja sama" ujar dokter Gea setelah selesai.
"Maklum aja dok, teletubbies ya gitu" sahut Khansa. Crazy bicit menatap sinis Khansa.
"Mata kalian mata" balas Khansa. Mereka tertawa.
Drrrtt.. drrtt...
"Angkat na.. hatcuh.. pa siii Nana dalem" suruh Yesha.
"Sa.. hatcuh.. bar ogeb!" Nara berdiri lalu mengeluarkan ponselnya. Masih tetap berdiri dia mengangkat teleponnya.
—Mas Wisnuuu ♡—
📞 Wisnu; Sayangggggggg!! Mas rinduu. Kamu baik baik aja kan??
Nara; Nara juga rindu mas. Nara baik baik aja kok. ( Nara bersin tapi mulutnya ditutup bantal )
📞 Wisnu; bohong. Mas tau kamu lagi sakit karena dijebak di kamar mandi, kamu juga bersin kan itu. Siapa pelakunya hm? Udah ketemu belom? Apa mas harus turun tangan? Hah?
Nara; Nara baik baik aja mas. Mas...
Omongan Nara terhenti, saat ada orang yang memeluknya dari belakang.
"Sa, geser!! Ngapain lo meluk gue?!" Nara memejamkan matanya.
"Buka mata lo gila gue disamping lo bukan di belakang lo" jawab Khansa.
"Ja- jadi? Ini siapa? Hantu?"
"Enak aja hantu"
"M- mas Wisnu?"
"Hem" Wisnu mengeratkan pelukannya. Nara mencoba lepas. Setelah lepas dia menghadap ke Wisnu lalu memeluknya.
"Rinduu" ujar Nara dengan suara manja.
"Mas juga rindu sama kamu, rindu wangi kamu, everything about you I always miss" balas Wisnu. Mereka masih terus berpelukan.
Dua menit kemudian, pelukan terlepas. Wisnu menatap wanita yang dicintainya. "Mas kapan balik? Kok tib.. hatcim.. ba tiba disini?" tanya Nara.
"Liat belakangnya koper noh. Denger lu sakit langsung balik ke Indonesia ini anak" sahut Ikhsan.
"Yang bener??"
"Aaa.." Nara memeluk Wisnu lagi.
"Maaaciii" Wisnu mengelus rambut Nara.
'buset dahh, pacarnya pada sweet banget, lah gue jomblo sendiri. cabut dah gue, alergi liat keromantisan' batin Gea.
__ADS_1
"Jangan lupa diminum obatnya ya. Saya pergi dulu"
"Makasih dok" mereka semua barengan.
"Oke aman" Gea tersenyum.
"Danial, gue pulang dulu"
"Perlu gue antar?"
"Ah gak usah, jagain aja adek adek lo"
"Oh iya, thanks ge"
"Santai aja, gue pergi" Gea pergi.
"Bang bukannya dia lebih tua dari lo? Kenapa lo panggil nama doang?" tanya Yesha.
"Dia gak mau dipanggil kak sama cogan" jawab Danial santai.
"NARSIS" balas mereka bersamaan.
>>↓↓<<
"Jadi? Siapa pelakunya?" tanya Wisnu.
"Palingan juga thalia. Tadi pagi mereka iseng banget ngerjain si thalia. Si Nara dorong thalia sampe masuk ke tong sampah. Mungkin thalia balas dendam ini" jelas Ikhsan.
"Eh? Kok lo tau?"
"Ikhsan apasi yang nggak tau?"
"Idiiii" balas Naufal dan Khansa.
"Iri bener" mereka tertawa.
"Lo tau dari mana?!" tanya Alika pada Ikhsan.
"Gue liat sendiri pake mata"
Ting tong..
"Akhirnya! Makanan datang" ujar Danial kegirangan. Dia menuju pintu mengambil pesanan deliverynya.
"Makasih bang" kata Danial. Kang delivery tersenyum lalu pergi.
"Beli berapa luu?" tanya Yesha.
"Yang jelas jatah lo gak ada" jawab Danial. Yesha melemparnya bantal.
"Sungguh ke.. hatcim.. jam!" balas Yesha. Mereka tertawa.
"Bisa pula bersin sahut sahutan gini?!" tanya Naufal.
"Aaa.. gue gak bisa nafas tolong" keluh Alika. Hidungnya tersumbat.
"Mau gue kasih nafas buatan?" tanya Frans.
"Apaan?! Kagak us.. hatcuh.. sah ngaco!" balas Alika.
"Lebih baik kalian diem deh. Lagi ngomong bersih mulu" kata Ikhsan.
"Bawel lo" crazy bacot kompak.
"Ribut mulu, nih mending makann!" Danial memberikan mereka satu persatu box isi makanan. Mereka mulai makan tanpa suara.
-
"Makan jangan main hp!" ujar Branden pada Diva. Diva pura pura tidak mendengar. Branden menarik ponselnya.
"Is jail benerrr"
"Lagian, dibilangin ngeyel! Liat apaan siih!" Branden melihat ponsel Diva. Setelahnya dia menatap tajam Diva yang cengengesan.
"Apaan bran?" tanya Naufal.
"Ni anak contact-an sama Jodi" jawab Branden.
"Jangan ngamuk duluuuu. Liat dulu isi chat nya apaaan" suruh Diva.
"Awas kamu macem macem ya" ancam Branden.
"Nggakk macem macem" jawab Diva.
'reply story'
''ada gosip apa jod?''
''tumben nanya gosip? kenapa?''
''ya nanya doang sih''
''nih gue kasih tau yang hot. rada siangan tadi, pokoknya setelah gue liat lu balik. gue denger kalau Enjel berantem sama Lisa. katanya Lisa rebut pacarnya Enjel''
''nah abistu?''
__ADS_1
''ya gitu, adu mulut terus''
Branden membaca isi chatnya.
"Emm.. mantep buat dijadiin bullian" sahut Alika.
"Demen amat cari ribut" Revin menatap Alika.
"Bukan crazy bacot namanya kalau gak cari ribut" balas mereka sombong.
"Kan udah gue bilang mereka cewek jadi jadian" sahut Danial. Sontak, mereka berempat melempar bantal ke Danial.
"Emang ya, punya adek kagak ada akhlak semua"
"Hahaha"
- - - - -
"Kamu mau makan apa? Dari tadi makan cuma dua suap" tanya Wisnu pada Nara.
"Gak mau makan apapun" jawab Nara.
"Makan! Nanti sakitnya makin parah" suruh Wisnu.
"Nggak nggak" jawab Nara.
"Na" panggil Wisnu dengan tatapan aneh. Perpaduan antara tatapan menahan amarah dan tatapan memelas.
"Iya iyaa" Nara mengambil makanan tadi.
"Hargai si Febri. Dia beli pake uang" ujar Wisnu.
"Gud boy" sahut Danial cengengesan.
"Hmm" jawab Nara.
"Eh boy, ikut gue" suruh Danial. Boy bergerak.
"Mo kemanaaaa? Fiana ikut" pinta Yesha.
"No! Stay, don't go!" suruh Boy.
"Oooohh please" rengek Yesha.
"No" balas Danial. Yesha menatap mereka berdua.
"Fine" jawab Yesha. Boy mengecup kening Yesha sekilas.
"Sebentar ya sayang" Boy pergi bersama dengan Danial.
"Kok Boy mau sama lo ya ca?" tanya Khansa. Yesha mengambil bantal lalu melempar ke Khansa.
"Not have akhlak makhluk mars!!" balas Yesha. Mereka tertawa.
"Drakoran kuyy" ajak Alika.
"Drakor apa?" tanya Nara.
"Hotel del luna" usul Diva.
"Setuju!" jawab Nara, Alika dan Yesha. Mereka pun menonton bersamaan di tv.
\=\=\=
"Kenapa?" tanya Boy.
"Gue ke Filipina besok"
"Serius?" Danial ngangguk.
"Nyokap bokap lo?" tanya Boy.
"Bokap ikut ke Filipina. Nyokap, kudu nemenin Oma gue yang sakit di Malaysia" jawab Yesha.
"Kenapa di Malaysia?"
"Ya pengobatannya disana odong" jawab Danial.
"Ini caca gimana? Tinggal dimana?" tanya Boy.
"Gak mungkin kalau fiana tinggal di rumah lo, ya pasti bokap nyokap lo ngelarang. Jadi.. lo bisa nginep di rumah?" tanya Danial.
"Bedua doang gitu?" Danial mengangguk.
"Gue percaya sama lo, lo gak mungkinkan nodai Caca"
"Dari kapan? Sampe kapan?" tanya Boy.
"Nyokap seminggu baru balik. Gue sama bokap cuma lima hari. Berangkatnya samaan itu"
"Oke, ntar gue packing baju"
"Gak usah, dikamar gue banyak baju baru. Belom gue pake. Lo tinggal pilih aja"
"Para pembantu lo gimana?" tanya Boy.
__ADS_1
"Mereka gak kenal sama lo ege" jawab Danial.