
"Annyeonghaseo nunaa" teriak Nanda saat Nara baru balik.
"Berisik lu bacot! Eh lu abis pake laptop gue ya? Nonton apaan lu? Drakor? Atau lu liat oppa gue?" tanya Nara .
"Bacot bener lu kak. Gue liat Blackpink tadi. Uwwwwwh kerenn. Udah gitu gue liat drakor apa ya judulnya tadi.. emmm.. ah lupaa pemainnya itu Jong suk kalau gak salah" curhat Nanda.
"Filmnya Jong-suk banyak monyet. Ayok ke kamar gue. Kita nonton Drakor" ajak Nanda.
"Nah ini baru, debes lo emang"
"Ambil cemilan yang banyak."
"Eh iya, Nessi, mommy, Daddy kemana?" tanya Nara.
"Nessi kerja kelompok. Mommy sama Daddy ngedate" jawab Nanda.
"Ngaco lu ah, yaudah ambil sono cemilan" suruh Nara.
"Oke" Nanda pun pergi mencari cemilan. Sedangkan Nara pergi ke kamar.
Ting..
Ting..
Ting..
Nara mengambil ponselnya
✉️
Mas Wisnuuu ♡ ;
Saaaaaaa~yangg
Dihh, kerasukan apa ni anak? Batin Nara saat melihat isi chat pertama Wisnu.
Mas Wisnuuu ♡;
Mas bawain martabak kesukaan kamu. Keluar sini
Mas Wisnuuu ♡;
Cepetan! Nunggu itu gak enak sayang.
Nipu gue gorok lehernya, batin Nara lagi.
Diapun keluar untuk melihat ada Wisnu apa tidak.
Dan ternyata Wisnu beneran di depan, dia berada diatas motor yang ada diluar pagar.
"Kirain bohongan" ujar Nara. Wisnu memeluk Nara.
"Apaan peluk peluk?" tanya Nara.
"Nggak apa apa, mas rindu" jawab Wisnu, lalu melepas pelukannya.
"Tumben kesini ada apa?" tanya Nara. Wisnu memberikan martabak yang tadi dia katakan dalam chat.
"Nggak ada apa-apa, cuma mau ketemu calon istri"
"Halu mulu kerjaann" balas Nara cengengesan.
"Mau masuk?" tanya Nara.
"Siapa dirumah?"
"Nara sama Nanda. Yang lain lagi pergi" jawab Nara.
"Ayok" Nara menarik tangan Wisnu.
"Eh ini motornya"
"Dijual"
"Ehhh" Nara tertawa.
"Paakkk yuuua. Tolong bawa masuk motornya mas inu ya"
"Baik non"
"Gampang kan?" Nara menarik tangan Wisnu lagi.
"Kamu ngapain dirumah sama Nanda?"
"Tadi Nanda ajakin nonton Drakor" jawab Nara. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Mas tunggu disini, biar nonton nya disini aja" suruh Nara. Nara pun pergi ke kamar mengambil laptopnya.
Derrrr...
"Astaghfirullah gak ada akhlak!!" Nara memukul Nanda.
"Sakit kaaaaakkk. Is tega beneran lu ya" keluh Nanda.
"Jangan kebiasaaaan. Kalau orang sakit jantung lu gituin bisa mati"
"Iyaiya maapp"
"Nonton di tv, ada mas Wisnu"
"Issss.. sungguh tega. Gue jadi nyamuk nih nanti" keluh Nanda.
"Gak usah ngalay" suruh Nara. Nanda pun turun menghampiri Wisnu lalu menyalimi tangan Wisnu. Gak lama kemudian Nara datang.
"Nda, mana cemilannya"
"Gue adek lo bukan babu"
"Gue kakak lo bukan pembantu"
"Iya iyaa. Payah ngelawan kang ngamuk." Nanda pun pergi kembali ke kamar Nara mengambil cemilannya.
Setelah itu mereka menonton drama Korea yang pemerannya oppa Jong-suk.
-
"Eh kok di skip?" tanya Nara pada Wisnu.
"Mas takut kelepasan" jawab Wisnu.
"Ceilehhh. Gak kuat iman lu bang" ledek Nanda. Tiba tiba ponsel Nanda berbunyi.
"Kak gue pergi yaa" Kata Nanda. Nara berdehem. Nanda menyalimi tangan Nara dan Wisnu.
"Pergi dulu yeah assalamu'alaikum" Nanda pun pergi.
"Waalaikumsalam"
"Na" panggil Wisnu setelah keheningan 15 menit.
"Sebenarnya mas kesini mau ikat kamu"
"Dikata kambing apa aku sampe diikat?" tanya Nara.
"Iya kamu kambing pencuri hati mas" jawabnya.
"Apaan dah," Nara cengengesan. Wisnu menggeserkan tubuh Nara sehingga mereka berhadapan.
"Mas mau pergi ke Kanada"
"Dan sebelum mas pergi, mas mau ikat kamu. Biar kamu gak lepas dari mas" Wisnu mengeluarkan kotak yang berisi kalung lalu memakainya untuk Nara.
"Izinkan mas, masuk ke hati kamu. Karena kamu udah ada dihati mas"
"Mas juga udah ada dihati Nara" balas Nara. Wisnu mendekat lalu mengecup kening Nara.
"Kita pacaran ya" Nara mengangguk.
"Jangan nakal mas tinggal!"
"Berapa lama?"
"Dua Minggu"
"Lama bangetttttt. Baru pacaran udah LDR-an"
"Iya nanti mas percepat demi kamu" Nara tersenyum mendengarnya.
"Udah hadap sana lagi, mas takut khilaf" kata Wisnu. Nara pun berbalik.
"Jaga kalungnya baik baik" Nara mengangguk lalu menyandarkan kepalanya di bahu Wisnu.
•÷•÷•÷•
Keesokan harinya di rumah Alika
"Al, kamu sama kak el aja ya berangkatnya" suruh ayah Alika.
Uhuk uhuk..
"Sama kak el? Kenapa?" tanya Alika.
__ADS_1
"Mobil kamu mau ayah jual" jawab ayahnya.
"Enak ajaaaaa. Apa apaan" protes Alika.
"Mau aja lu ditipu ayah" sahut Elina.
"Lah jadi maksudnya apa seh?" tanya Alika.
"Umay datang besok, lu tau sendiri Umay kalau datang berapa banyak manusianya" jawab Elina.
"Hah?? Umay? Datang? Sama siapa? Radit ikut? Terus sii.. siapa namanya gue lupa. Siii.. Della sama Delly ikut?" tanya Alika.
"Iyaalah. Lu tau Umay sama Amay datang gak pernah cuma berdua. Mana sepupu lu banyak" protes Elina.
"Eh kalian itu, gak boleh gitu" sahut bundanya.
"Heran dah sumpah. Bisa bisanya Umay punya anak kembar semua. Udah gitu, bisa pula tiga cewek tiga cowok" kata Elina
"Jaraknya cuma beda dua tahun pula, sanggop sanggop," sahut Alika
"Namanya rezeki" jawab ayahnya.
"Kalau bisa pun ayah mau tambah" sahut ayahnya.
"NGGAK!" balas Alika, Elina dan bundanya. Ayah mereka tertawa.
"Yah kalau gini, Alika gak bisa nongki"
"Lu tiap hari nongki, balik gak pernah cepet. Masih kurang? Mana temennya itu itu doang" komen Elina.
"Berisik lu. Lu udah tua, jadi gak bakal ngerti" balas Alika.
"Tua dari manaaaa woi, kambing"
"Bodo amat gua gak denger" Alika berlari mengambil kunci motornya.
"Alika naik motorrrrr, Alika pergi assalamualaikum" teriak Alika.
"Alikkaaaaaaaa" teriak bundanya.
"Ini kenapa jadi hutan sih?" tanya ayahnya. Alika balik dan muncul dibalik pintu.
"Apa Bun?" tanya Alika.
"Kamu pake rok, jangan betingkah. Sama kak Elina aja" suruh bundanya.
"Gak mauu, kak El jahat, nanti Al di turunin ditengah jalan" Alika pun kembali berlari menuju garasi dan membawa pergi motor maticnya.
____•
"Diva" sapa seseorang dari belakang.
"Eh Iqbal. Kenapa?" tanya Diva.
"Itu.. em itu..."
"Apaan?"
"Lu.. lu dipanggil, disuruh kesana" pria bernama Iqbal itu menunjuk ke arah belakang kelas X MIPA 1.
"Ngapain? Siapa yang nyuruh?" tanya Diva
"Emm.. udah pokoknya lu kesana deh" suruhnya.
"Apaan sih?" tanya Diva makin penasaran. Iqbal mengangkat bahunya lalu pergi.
"Hari gila sedunia kah?" tanya Diva pada dirinya sendiri. Dia pun berjalan menuju belakang kelas X MIPA 1.
Disitu ia melihat ada seorang pria yang membelakanginya.
"Hello?" sapa Diva. Pria itu berbalik.
"Selamat pagi princess" sapanya.
Astaga dragon, gue mimpi apa semalem ketemu sama bocil sok sok-an gini? tanya Diva dalam hati.
"Oh Jodi, ada apa?" tanya Diva cuek.
"Emm.. gue mau ajak lu ngadate pulang sekolah. Mau kagak?" tanya Jodi.
"Sorry pake banget, gue udah ada janji sama tunangan gue" jawab Diva.
"Hah? Apa? Tunangan?" tanya Jodi. Diva mengangguk.
"Sorry ya, gue pergi bye" Diva pun pergi dari sana.
__ADS_1