Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 66 Otewee


__ADS_3

"Dek" panggil Danial saat ke kamar Yesha.


"Oy? Nape bang?" tanya Yesha.


"Lu dijemput Boy apa gimana?"


"Fia suruh Boy buat gak jemput. Sebab kan rumah dia gak terlalu jauh dari basecamp, jadi nanti kalau misalnya dia jemput kerumah malah tambah jauh" jelas Yesha.


"Jadi lu naik apa?"


"Naik sepedaa bang!! Ya naik mobil lah" jawab Yesha.


"Ya maksud abang bawa mobil sendiri atau nebeng?"


"Nebeng bos" Yesha cengengesan.


"Yaudah kuy lah pamitan" Yesha dan Danial turun tangga menghampiri orang tua mereka.


"Pa, ma, Al sama Yesha pamit ya" izin Danial.


"Hati hati, balik kerumah harus selamat. Jangan sampe lecet sedikitpun" balas mamanya.


"Iya ma, aman itu" jawab Danial.


"Udah bawa kartu kamu? Handphone?" tanya papanya.


"Udah pa"


"Handphone jangan sampe mati. Hubungin papa kalau ada apa apa"


"Iyaa papaaaa kuu" kali ini Yesha yang menjawab. Danial dan Yesha menyalami tangan mama papanya.


"Mana barang lu? Sini" pinta Danial. Yesha memberikan tasnya pada Danial.


"Pergi duluu assalamualaikum" teriak Yesha nyelonong pergi.


"Semprul emang" hujat Danial. Yesha balik.


"Mama papa kalau mau buat adek lagi, fiana setuju" Yesha langsung pergi. Danial tertawa. Mamanya blushing. Papanya melongo.


"Pergi ma, pa, assalamualaikum"


______________________


Lain hal nya di rumah Alika.


Alika masih saja besibuk dengan barang barangnya. Alika juga sedang menunggu Frans.


Frans bilang, dia akan menjemput Alika, tapi sampai sekarang Frans belum juga sampai.


Setelah selesai dengan barang bawaannya, Alika turun.


Dia lihat, ada Elina disana.


Alika tersenyum sekilas, "morninggggg!!" sapa Alika penuh semangat.


"Kenapa bahagia banget sih?" tanya ayah.


"Bahagia apanya. Sedih iya tuh si Alika" jawab bunda.


"Ngaco ih bunda, ngada ngada heran dah" mereka tertawa di meja makan.


"Gak sarapan?" tanya Elina.


"Ini mau sarapan" kata Alika sambil menggeser kursi disebelah Elina.


Yaaa.. sepertinya mereka sudah baikan. Tanpa kata maaf atau apapun. Karena begitulah mereka berdua. Jika salah satu udah ada yang mengajak bicara, itu tandanya hubungan sudah kembali normal.


Alika duduk di kursinya, lalu mengambil nasi dan lauknya dengan santai.


Alika makan sambil memainkan ponselnya, tanpa sadar dia mengambil susu milik Elina. Elina juga sedari tadi main ponsel dan tidak memperhatikan Alika.


Alika meminum susu itu, tiba tiba dia tersedak. "Kenapa berubah jadi susu vanilla?!" tanya Alika.


"Eh itu punya gue, kenapa lu minum?!" tanya Elina.


"Lah mana saya tau saya kan tidak tau" jawab Alika.


"Makanya! Makan tu ya makan, bukan sambil main hp!!" protes Ayahnya.

__ADS_1


"Ampun deh" Alika langsung menelan air putih banyak banyak.


"Huhh.."


"Anak anak, ayah mau tanya sama kalian"


"Sok atuh yah, tanyain wae" jawab Alika sambil meraih susu strawberry kesukaannya.


"Jadi gini.. kalau kalian ada adek lagi gimana"


Pfffftttt..


Susu yang di minum Alika tersembur mengenai wajah Elina.


"Alikaaaaaa"


"Sorry kak sorry, gak sengaja" jawab Alika cengengesan.


"Apa ayah bilang? Adek lagi? Wah, ayah jangan ngaco deh plis" pinta Alika.


"Iyaa yah, jangan deh jangan. Elina nggak mau. Berat yaah"


"Ya tapi gimana.. ayah pengen"


"Ayahhh" panggil bunda, Alika, dan Elina bersamaan.


"Boleh ya?"


"NO"


"Why?"


Ting tong


"Nggak ya yah nggak. Pokoknya nggakkkkk" Alika salam ke ayah bundanya, juga ke Elina.


"Alika pergi dulu. Nggak pokoknya enggak sekali nggak tetep nggakkk!!"


Ayah nya terkekeh melihat penolakan besar Alika.


··Diluar


"Ih dalah, nanti aja ya sayang ceritanya. Masih kesel banget" kata Alika.


Frans terkejut mendengar kata 'sayang' yang terlontar dari mulut Alika. Karena Alika benar benar jarang mengatakan hal itu.


"Yaudah buruan masuk" Frans membukakan pintu mobil untuk Alika, Alika masuk ke mobil.


--


Di dalam mobil menuju ke tempat berkumpul, sesekali Frans melihat ke Alika. Mencuri pandang pada Alika.


Sebenarnya Frans heran, kenapa dia bisa menyukai Alika? Bukan hanya sekedar menyukai, tapi juga sangat mencintai.


Bagi Frans sekarang, Alika adalah bagian kanan hidupnya. Jika kanan tidak ada, Frans pasti tidak akan lengkap. Karena kanan dan kiri harus saling melengkapi.


"Udah? Masih kesel nggak?" tanya Frans baik baik.


"Dikit"


"Gak mau cerita?" Alika menghela nafas.


"Kenapa? Jangan bilang kalau kamu dijodohin atau sejenisnya?"


"Nggakk sayangg. Nggak bakal mau lah kalau dijodohin jugaa."


"Jadi?"


"Ayah tadi tanyaa" kata Alika menggantung


"Tanya apa?"


"Katanya, aku sama kak El mau adek lagi apa nggak"


Citt..


Frans ngerem mendadak, untung jalanan sepi.


"Fransss" Frans tersadar, dia mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Reflek sayang, maaf ya. Gak apa apa kan kamu?"


"Gak apa apa, baik baik aja" jawab Alika. Perlahan Frans mulai melajukan mobilnya lagi.


"Tapi tadi kan ayah cuma tanya mau punya adek lagi apa nggak, belum tentu juga di bikin. Kenapa sampe kesel?" Tanya Frans.


"Kalau pada bilang iya, pasti ayah bikin" jawab Alika.


"Tadi pada jawab apa?"


"Nggak" kata Alika.


"Tapi belum tentu juga. Kalau bunda sama kak El mau pasti bikin" lanjut Alika.


"Yaudah gapapalah"


"Gapapa apanyaa, ntar aku yang disuruh jagain. Repot sendiri" kata Alika.


"Gapapa, itung itung buat jagain anak kita nanti"


"Frans!! Ah lu mah, bukannya bikin seneng malah bikin tambah kesel"


"Ya maap, tapi kan yang aku bilang bener"


"Sayang..."


"Iya sayang"


"Astaghfirullah, Alika lu ngomong apa sih barusan?!" Alika merona. Frans cengengesan melihat Alika yang malu malu.


~~


"ASSALAMUALAIKUM SAHABAT" teriak Nara menggema saat memasuki basecamp serigala dia baru saja tiba bersama dengan Wisnu.


"Saya mencium aroma aroma kegilaan dari nyonya Nana dalem" ledek Diva.


"Kegilaannya seperti menjadi ironmen" sahut Alika.


"Astaghfirullah, kalian ini berdosa banget" lanjut Yesha.


Mereka tertawa bersama.


"Lama amat lu ah" protes Diva ke Nara.


"Maklum aja deh ya, kayak gak tau si Nana aja lu" sahut Alika


"Ho'oh, ditambah lagi dia bakal kyutaim (Q-time) sama mamasnya itu" kata Yesha.


"Lu bedua nyambung mulu dah, heran gue" kata Diva kesal. Yesha dan Alika tertawa.


"Dah kuy lah ke terminal" ajak Danial.


Mereka beranjak sambil membawa barang masing-masing. Barang bawaan paling banyak, ada di Diva.


Bawaannya benar-benar banyak, sehingga dia kelelahan padahal baru mau masukkan barang ke mobil pick up sewaan.


Branden menghampiri Diva. "Tukeran barang. Ntar lu kecapekan" pinta Branden.


Jarak antara basecamp serigala dan tempat pick up terparkir itu cukup jauh, makanya Branden menawarkan diri karena dia gak mau Diva kelelahan.


"Nggak ah" tolak Diva.


"Bebal banget di bilangi. Tuker sekarang atau lu ditinggal?" tanya Branden.


"Tanggung tau, dikit lagi sampe" jawab Diva melanjutkan perjalanan. Branden diam sejenak.


Lalu.....


"Aaaaaaa" teriakan Diva.


Tanpa aba aba, Diva sudah ada digendongan Branden.


Wah Branden punya tenaga yang luar biasa. Dia bisa gendong Diva dan juga tasnya Diva, padahal dia juga sedang membawa barangnya yang bisa terbilang banyak.


"Piuitt, ehem ehem" ledek mereka. Diva malu malu.


"Malu malu amjing dia mah" kata Nara.


"Yang ada malu malu kucing oon" sahut Alika. Mereka tertawa.

__ADS_1


Sedangkan Diva yang sedang malu, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Branden.


__ADS_2