
"Jadi bagaimana? Apa ingin dikeluarkan?" tanya pak Wanto.
Hiyauuw! Ini hari Senin. Yesha dan teman temannya kembali bersekolah, saat ini mereka sedang menghadap pak Wanto. Oh iya, hari Minggu semalam hari luar biasa untuk mereka. Mereka sudah mulai konstruksi bangunan untuk sumber keuangan mereka.
Tentang perjodohan Diva? Orang yang dijodohkan dengan Diva dikabarkan sakit. "Apa gue dijodohin sama om om? atau kakek kakek? kok sakit sakitan?" itulah isi fikiran diva saat mendengar kabar itu. Tapi dia mencoba positif thinking, karena dia yakin orang tuanya gak se-bodoh itu menjodohkannya dengan orang yang lebih tua.
Kembali ke pak Wanto dan beberapa siswinya. Disana ada Yesha, Nara, Diva, Alika, Enjel, dan Lisa.
"Tidak" jawab Crazy Bacot bersamaan. Enjel dan Lisa menatap bingung mereka berempat.
"Masuk sekolah itu susah pak" kata Nara
"Biayanya lagi" sahut Alika
"Tanggung pak satu tahun lagi tamat" sambung Diva
"Jadi..." Yesha menjedanya.
"Kami sepakat untuk berdamai" mereka berempat berkata kompak tidak lupa dengan senyuman penuh kejutan.
"Wah Luar biasaa" pak Wanto salut.
"Luar biasa berisik!" sarkas pak Wanto.
"Buset dah bapak," cela Nara. Mereka tertawa di dalam sana.
"Ya sudah! Berdamai lah, jangan sampai perang lagi."
"Enjel, Lisa. Belajar dari pengalaman! Jangan sampai kalian berdua melakukan kebodohan yang sama! Teman kalian baik, jadi saya tidak akan mengeluarkan kalian berdua"
"Sekarang kalian bisa pergi setelah salaman" kata pak Wanto. Mereka saling bersalaman.
"Oke pak, kita duluan" pamit Diva. Yesha dengan cepat keluar dari ruangan pak Wanto diikuti Nara dan Alika. Diva selalu terakhir, dia yang selalu berpamitan dan kadang meminta maaf atas tingkah aneh ketiga temannya.
"Kebiasaan kelen makhluk! Gak sopan!!" sarkas Diva saat diluar. Alika, Nara dan Yesha malah tertawa.
"Heeee~ curutt" ledek Diva.
"Udah ah, bodo amat. Gue mau cabut" kata Yesha.
"Ca lu pake tongkat aja cepet jalannya. Kagak bisa santai?" tanya Nara.
"Au tuh, demen banget nyiksa diri" sahut Alika.
"Oke santai, gue gak mau kaki gue mati rasa kelamaan dimanja" jawab Yesha.
"Pemikiran cetek" ledek Diva. Yesha malah senyum kayak orang bodoh.
"Berapa lama?" tanya Alika.
"Apa? Konstruksi?" tanya Yesha.
__ADS_1
"Kaki lo *****, kenapa jadi konstruksi?" tanya Alika kesal.
"Ntahlah, gue udah ngerasa mendingan sih. Lagian kan gak parah" jawab Yesha.
Tiba tiba, kaki Thalia menjulur. Yesha hampir tersungkur kalau tidak di tahan Bryant.
"Baru damai, udah ngajak perang" cela Nara sambil bersidekap dada. Thalia senyum sinis.
"Lo gak apa apa?" tanya Bryant. Yesha diam tak berkutik 'astaga jantung gue, jangan cepet cepet ngapa sih detaknya' batin Yesha. Dia sedang memandang Bryant.
"Woi" panggil Alika.
"Eh, gue gak apa apa. Thanks bry" kata Yesha pada Bryant. Bryant membalas dengan senyuman.
"Ayok" ajak Diva. Mereka pun mengikuti Diva. Lebih baik Crazy Bacot pergi dari pada meladeni mereka. Karena akan ada hari pembalasan yang akan mereka mainkan.
"Kelas apa kantin?" tanya Alika.
"Jangan gila ci, guru killer ini" sahut Diva.
"Demen amat bolos. Kita satu server" balas Nara. Alika dan Nara bertos. Yesha tertawa sedangkan Diva menatap sinis.
"Skuylah" ajak Yesha. Mereka pun berjalan menuju kelas.
Saat dijalan, Yesha iseng bertanya satu hal.
"Apa beda duit sama duet?" tanya Yesha.
"Duit itu uang, duet itu.. nyanyi bareng" jawab Nara.
"Duit itu pake 'i' kalau duet pake 'e'. Gitu aja gak tau" balas Yesha.
"Astaga dragon, yang gblok gue atau dia sih?" tanya Nara. Diva dan Alika malah tertawa. Tak terasa mereka tiba dikelas.
"Eh anak kembar, kita punya tugas kelompok dari pak killer" kata Panji.
"Kelompok? Berapa orang?" tanya Diva.
"Empat, dua cewek dua cowok. Pak killer juga udah nentuin" kata Panji.
"Alika Frans sama Yesha Bryant. Diva Branden sama Nara Khansa" Panji membacakan.
"Loh kok pisah?!!" tanya Diva kesal, Panji menyedikkan bahunya.
"Eh, cewek dikelas kan cuma 8 sih ji. Gak bisa gitu kami sekelompok aja?" tanya Alika.
"7 ka bukan 8," cela Irham.
"Terserah" balas Alika.
"Kalau kalian mau diamuk pak killer silahkan" jawab Panji.
__ADS_1
"Luar biasa ancamannyaaa" Yesha menunjukkan jempolnya. Lalu pergi menuju Bryant.
"Ayok ke meja Frans" ajak Yesha. Bryant hanya mengikuti Yesha. Mereka pun berkelompok.
_______________________
"Huaaa.. kenapa MTK susahhh, dan kenapa gurunya harus pak killerrrr?!" keluh Nara. Mereka sedang dikantin menunggu makanan tiba.
"Tak tik guru mungkin. Harusnya itu gurunya ganteng, rambutnya cetar membahana. Style nya keren, kalau gitu semua human pasti demen. Lah ini?!" timpal Alika.
"Kagak usah ngeluh, di denger pak killer pingsan kalian" ledek Diva. Yesha tertawa.
Bruk!!!!!!!!!
Thalia and the geng berulah!
Nara, Alika, Diva dan Yesha tampak santai sambil bermain ponsel. Sedangkan siswa siswi lainnya terkejut karena gebrakan meja.
"Heh!" Thalia membentak. Tak sabar dia mengambil ponselnya Alika.
"MAU LO APA SIH HAH?! BISA GAK, GAK USAH NGURUSIN HIDUP ORANG?!!!" bentak Alika.
"Wah makhluk macam apa ini?" tanya Thalia.
Plak!!
"Astagaa, kanan. Jangan keseringan kelepasan, guru BK manggil gimana?" Nara bertanya pada tangan kanannya. Nara baru saja menampar Thalia.
Thalia ingin membalas tamparannya, tapi tangannya ditahan.
"Jangan berkuasa disini, ini bukan sekolah kakek moyang lo. Kalau lo bicara tentang harta? Harta lo itu bukan punya lo, punya bokap lo. Lagian, kalau lo mati harta gak bakal lo bawa. Jangan sombong! Ingat, diatas langit masih ada langit" ceramah Khansa. Thalia memaksa lepas genggaman Khansa.
Wolf brutal cengengesan melihat thalia yang berusaha melepas genggamannya.
"Lo lemah thal. Lo lemah sama kayak cewek pada umumnya. Jadi gue peringati, kalau lo berurusan sama mereka berempat.... LO SALAH PILIH MUSUH!" sahut Branden. Khansa pun melepaskan dengan kasar, sampai thalia oleng.
Thalia menatap sinis kearah Nara, Alika, Diva dan Yesha. Yesha menatapnya dengan tatapan mematikan.
"Thal, ayok pergi" ajak Lisa.
"Awas lo berempat! Tunggu pembalasan gue" ancam Thalia sambil menunjuk ke arah crazy bacot. Yesha memegang telunjuk thalia.
"Ancaman murahan lo gak buat kita takut! Gue kasih tau ke lo jangan tunjukkan jari lo dihadapan kita, atau jari lo bakal putus dalam sekali gigitan " Yesha balik mengancam sambil tersenyum sinis.
"P- psychopath" thalia langsung menarik jarinya lalu pergi.
"Kok gue takut ya?" tanya Khansa. Crazy Bacot tertawa keras.
"Makanya jangan macem macem" sahut Diva.
"Santai aja, bukan gigitan kita kok. Tapi gigitan beruang" sambung Yesha sambil cengengesan. Crazy bacot bertos ria.
__ADS_1
"Betewe we we we dot ko dot aidi. Tadi tu dia ngamuk kenapa sih?" tanya Nara.
"Gak tau dah, overdosis makan micin mungkin" jawab Alika. Crazy bacot dan Wolf brutal tertawa.