
"Ca, lu sakit?" tanya Nara. Mereka berada di meja makan. Baru selesai makan makanan delivery yang dipesan Danial.
"Hm?"
"Lu sakit?" tanya Nara.
"Nggak" jawab Yesha.
"Kagak usah bohong, muka lu pucet" protes Alika. Yesha cengengesan.
"Nih nih, gegara bang kudaa, dia ajakin gue hujan hujanan kemaren. Jadinya sakit gue" balas Yesha sambil menunjuk Danial.
"Siapa suruh mau ikut gue kemaren?!" tanya Danial kesal.
"His.. harusnya gue yang bolos bang. Bukan lu" protes Yesha.
"Buset dah, kan ini dah bolos semuaa" ujar Naufal.
"Iya deng" Yesha cengengesan lagi.
"Jadi?"
"Jadi?" ulang Yesha.
"Is! Lo utang penjelasan ogebb" kata Diva.
"Oiyaa hehe"
"Jadi tu, gue balikan sama David bukan karena cinta. Tapi cuma mau test gitu doang. Udah gitu, katanya bang kuda juga mo balas dendam. Eh malah gak jadi"
"Terus? Tentang taman apa la tadi segala macam?" tanya Alika.
"Oh itu? Nah, itu gak sengaja ketemu sama dia nyet. Ya itu juga ada pas kita main waktu itu. Gue ada nemu tu anak sama cewek lain. Nah dari situ gue makin muakkk liat David b*bii tu" jawab Yesha.
"Panggilan sayang boy?" sahut Nara.
"Hehe.. kami da nikah" jawab Boy. Yesha yang lagi minum tersedak.
"Kamprettt!! Nggak coy nggak. Mas Marsel ngawur" balas Yesha. Boy cengengesan.
"Gue sama koboy da jadian. Dan itupun sebelum David ngajakin gue balikan"
"Aaaaaaaaaa jahatt lu pada, semuanya rahasiaan. Kemaren Nana, sekarang lu!" protes Diva.
"Lah lu kan juga rahasiaan. Abis jadian sama Branden" ceplos Boy.
"Lah bang" diva menatap boy.
"Gue denger kali pas Branden curhat. Bla bla blaa. Terus bilang katanya Frans uwes ngampet tresno ket mbien karo Alika" lanjut Boy.
"What? Apaaa? Uwuuuuu" ledek Nara.
"Aaaawww" keluh Boy. Branden menginjak kakinya.
"Woyaaaa, semua rahasia dah sekarang. Apa ni gak friend?!" tanya Nara.
"Heiaa, udalaa. Yang penting sekarang da tau" sahut Revin.
"Debes penengah" balas Diva. Revin tersenyum.
"Kalau dipikir-pikir, bang repin ganteng ya" ujar Diva, dan Yesha bersamaan.
"Hyaa!!!!" bentak Boy dan Branden bersamaan. Diva dan Yesha tertawa ngakak.
"Oke lanjut, jadi tadi lu kenapa bongkar semuanya terang-terangan dikantin?" tanya Alika.
"Gak tahan gue" Yesha cengengesan.
"Oh iyaa.. yang di Focragi 45, bang Danial samperin David tentang perasaan itu boong ges"
"Tentang cinta pertama juga boong ges. Cinta pertama gue ya si Koboy" lanjut Yesha.
"Yang gue deg degan liat David dari deket, itu deg degan beneran, takut Koboy bunuh dapit" kata Yesha lagi.
"Gila lu emang," cibir Khansa. Yesha cengengesan.
"Gue mo balas dendam gitu tapi gue bingung. Gue terlalu soft untuk jadi kasar"
"BACOT" cela Danial, Nara, Diva dan Alika bersamaan.
"Kejammm" mereka tertawa
Drrrttt.. drrtt..... Drtt..... Drrtt.. drrrttt
__ADS_1
"Angkat napa si, belicikk" balas Diva.
"Dapitt ini" jawab Yesha.
"Angkat aja" suruh Danial.
"Gue tabok lu ya setelahnya" cibir Yesha. Yesha pun mengangkat teleponnya.
—Kembaran guguk!—
Yesha; halo.
📞 David; assalamualaikum sayang. kamu baik baik aja kan?
Yesha; apa?!
📞 David; kata pak Wanto kamu sakit. kamu baik baik aja kan?
Yesha; ga denger berisik.
📞 David; KAMU BAIK BAIK AJA KAN?
Yesha; GAK USAH NGEGAS MONYET!!! (mematikan teleponnya)
"Hii.. kenapa?" tanya Ikhsan.
"Dia tanyain baik baik aja, pak Wanto kasih tau gue sakit. Pas gue bilang berisik. Dia ngegas, gue gas balik abis tu matiin telepon" jelas Yesha.
"Definisi ketolollan yang sesungguhnya" cela Alika, Yesha ketawa.
"Eh, itu anak bakal nyusul kesini gak ya?!" tanya Khansa.
"Tau dari mana?" tanya Nara.
"Gue nanya kenapa lu nanya?!" tanya Khansa lagi.
"Nanya terus siapa yang jawab peakk?!" tanya Danial kesal.
"Lu kenapa nanya juga dan?!" tanya Ikhsan.
"Mamposss, nanya semuaa!" protes Boy.
"Hahahahaha"
-----
"Lo gila kali ya?" tanya Adam.
"Gila gimana?"
"Lu ngapain bela belain cariin tu anak ha?" tanya Rudi.
"Gue sayang sama dia" jawab David.
"Sayang gak diselingkuhi tololl" sahut Daffy dari belakang.
"Ah.. Lo"
"Begoo banget lo ya?! Bisa bisanya punya kakak setololl lo. Heran gue" cela Daffy.
"Diam" balas David.
"Sayang apa sayang? Sayang di selingkuhi. MANUSIA ADA BATAS KESABARANNYA WOI" Daffy pun berlalu.
"Lu bukan sayang namanya, lu cuma gak mau dia deket sama cowok lain, makanya lu ikat dia dalam suatu hubungan yang dinamakan pacaran" ujar Valdi.
"Gue beneran sayang. Selingan gue itu ya cuma untuk selingan" balas David.
"Ah gak tau, ngomong sama lu susah" Adam pun pergi.
"Gue salah? Salah dimana?" tanya David bingung.
"Kamu gak salah sayang, udah gak usah dipikirin"
"Main yuk" ajak wanita itu. Wanita yang sama saat di mall, wanita yang pernah mengatakan Yesha cewek miskin.
Yesha tidak ambil pusing tentang hinaan itu, dia akan membalas kan dendam nya suatu hari nanti:^
--
Back to apartemen Boy..
"Is bosen gueee!!" rengek Naufal.
__ADS_1
"Main game aja kuy," ajak Nara.
"Login" mereka mulai mengeluarkan hpnya.
"Mobile legend aja ya" ajak Revin. Mereka mengangguk.
"Battle nih, Branden Diva Naufal Danial Ikhsan. Vs. Alika Frans Nara Khansa Revin. Pas kan ya?" tanya Revin.
"Is gue ikut" pinta Yesha.
"No" larang Danial dan Boy.
"Oh ayolah, tega banget si"
"No" balas mereka lagi.
"Tampol juga pake panci" cibir Yesha.
"Udah kamu sini aja, temenin nonton" Boy menepuk pahanya.
"Gak mau, Koboy menang banyak" jawab Yesha. Yesha pun meletakkan kepalanya di paha boy.
"Akhirnya kita ketemu lagi ya sayang" Yesha tersenyum. Boy mengelus rambut Yesha, lalu mencubit pipinya.
"Panas banget ini badan kamu" keluh Boy. Danial memeriksanya.
"Yah dek, RS lah yok ah. Bisa dibunuh papa gue kalau gini" pinta Danial.
"Gak mau ah, gue istirahat aja pasti sembuh"
"Lanjut aja tu mabarnya. Mabar sekeluarga" Danial pun menuruti perkataan Yesha.
Mereka sibuk dengan masing masing hero. Semuanya bermain kecuali Yesha dan Boy. Mereka berdua santai di sofa sambil menonton televisi.
"Eh sebelum mulai, pake perjanjian. Pihak yang kalah beliin yang menang diamond. Setuju?!" ujar Nara.
"Nah pinter, setuju gue" sahut Ikhsan.
"Oke fine" balas mereka kompak.
“Welcome to mobile legend.....” permainan bermula.
-
Saat ini posisi mereka sudah tidak karuan. Diva berada di samping Branden dengan tangan yang menyilang sambil tengkurap.
Alika yang tidur di punggung Frans. Nara yang entah mengapa dekat dengan Khansa. Naufal yang meletakkan kakinya diatas meja. Danial yang bermain sambil mengunyah. Serta Revin dan Ikhsan yang bermain sambil sikap lilin. Ahh, emang aneh:^
"Malikkkk.. punya gue kok diambil?!" tanya Diva kesal.
"Maap sayangg, khilaf" balas Branden cengengesan. Branden mendekatkan wajahnya ke telinga Diva.
"Kancing baju terbuka, tutup. Itu cuma buat gue kalau kita udah nikah nanti" bisik Branden. Diva merona, dia berguling menjauh dari Branden.
"Hi dasar, bisa bisanya lu kebuka" diva memasang kancingnya.
"Itu lagi, Malik. Kenapa asal bicara aja cobak?!" tanya Diva kesal.
"Gak asal bicara, ntar kalau kita udah tamat SMA, gue ajak ke pelaminan" bisik Branden.
"Aaaa, gue kagettt. Gila lu ya? Mau buat gue jantungan?!" cerocos Diva yang mengundang gelak tawa.
"Orang lagi bertarung, mereka malah berduaan di sono. Ini di game juga berduaan dalam semak semak. Ngapain woi?!" ledek Ikhsan. Mereka tertawa lagi.
"Ya mon mapp. Yok lanjut" ajak Diva.
"Sudah terlambat, hahahahaha. Kami menang yey!" Alika kegirangan.
"Diamond woi diamondd" balas Nara.
"Ahaa" ledek Alika dan Nara.
"Kambing lah"
Mereka kembali ke ponsel melihat siapa yang mvp dalam permainan.
"Wanjaiiiii, lu ci? Wagilasii. Gimana bisa lu?!" tanya Khansa.
"Hwahahaha, gue di detik sekarat Frans datang bantuin. Jadi gue gak mati mati, makanya mvp" jelas Alika.
"Ahh.. ayok sekali lagi" tantang Naufal.
"Gini gini.. kalau kita menang lagi, pembagian diamond bertambah. Tapi kalau kami kalah, anggap aja utang lunas. Gimana?" tawar Khansa.
__ADS_1
"Deal" jawab mereka bersama. Mereka pun memulai kembali permainan.
Tanpa disadari, dua makhluk hidup yang tidak bermain tertidur pulas di sofa.